Resoinangun Garden, Kebun Bunga Warna-Warni yang Lagi Hits di Jogja


Melancongyuk - Beberapa tahun belakangan, wisata ala kebun bunga di Jogja dan sekitarnya makin banyak diminati ya. Tren ini dimulai oleh kebun bunga amarilis beberapa tahun lalu dan dilanjutkan dengan kebun bunga matahari, kebun bunga celosia dan sebagainya. Hamparan kebun bunga matahari di Pantai Samas Bantul dan Pantai Glagah Kunlonprogo kini juga jadi primadona wisata di Jogja. Belum lama ini, kebun bunga celosia di pesisir Pantai Kukup Gunungkidul juga baru saja dibuka. Wah banyak banget ya kebun bunga di Jogja!

Ada satu lagi kebun bunga yang lagi hits di Instagram. Namanya Resoinangun Garden yang berada di pesisir selatan Bantul. Baru 1 bulan dibuka, foto-fotonya sudah menghiasi linimasa. Mau lihat keindahan taman bunga di selatan Jogja ini? Yuk simak ulasan Hipwee Travel aja ya.

Resoinangun Garden berada tak jauh dari Pantai Samas, Kecamatan Sanden, Bantul. Satu jam perjalanan dari Kota Jogja

Terletak tidak jauh dari pantai Samas, Resoinangun Garden berada di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dari Jogja, jarak yang mesti kamu tempuh kurang lebih 25 km ke arah pantai Samas. Kurang lebih satu jam perjalanan. Akses menuju lokasi cukup mudah dan pemandangan sawahnya oke punya. Kamu bakal menikmati perjalananmu ke sana, apalagi kalau sudah sampai lokasi. Aneka bunga warna-warni akan menyambutmu dengan hangat.

Berbeda dengan kebun bunga lain yang biasanya cuma satu jenis bunga, di kebun ini ada banyak jenis bunga yang berwarna-warni

Selama ini kebun bunga yang hits biasanya cuma punya 1 jenis bunga. Contohnya banyak, kebun bunga amarilis, bunga matahari sampai bunga celosia. Nah, di Resoinangun ini ada banyak macam bunga yang bakal memanjakanmu. Ada bunga matahari, marigul atau kenikir, ada juga bunga kertas dengan aneka warna, bunga celosia merah dan kuning hingga bunga jengger yang tak kalah indahnya. Aneka bunga ini sengaja disiapkan agar pengunjung tidak bosan berkunjung di sana.

Ada beberapa spot foto yang bisa kamu coba, mulai dari ayunan sampai sepeda-sepedaan. Cantik banget sih tempat ini buat foto-foto

Buat kamu yang gemar berfoto selfie, kamu pasti akan betah banget liburan di sini. Banyak banget spot foto yang bisa kamu gunakan sih. Ada spot foto dengan latar becak yang dikelilingi bunga, sepeda tua dan ada juga ayunan di tengah hamparan bunga. Keren banget ‘kan?

Selain itu ada pula gardu pandang yang bisa digunakan untuk memandang luas hamparan bunga dari atas ketinggian. Dari sana kamu juga bisa menyaksikan matahari terbenam. Paket komplit!

Berapa biaya masuk ke Resoinangun Garden? Murah nggak ya?

Kebun ini dibangun dengan waktu 3 bulan. Di awal Mei ini sudah dibuka dan animonya cukup tinggi. Banyak traveler yang penasaran dengan hamparan bunga-bunga indah di kebun ini. Tiket masuknya pun cukup murah kok, 5 ribu saja. Biaya parkir 2 ribu rupiah. Murah ‘kan? Makanya banyak banget yang datang, selain tempatnya indah, masuknya pun murah.

Gimana, kapan kamu mengunjungi Resoinangun Garden di Bantul? Mumpung mau liburan, yuk mampir ke sana!

Kampong Glam, Destinasi Wisata yang Kental Dengan Budaya Melayu

Kampong Glam, di Singapura (Foto: visitsingapore.com)
Melancongyuk - Selain Geylang Serai Bazaar, adapun destinasi wisata di Singapura yang menjadi tujuan berlibur saat Lebaran yakni di Kampong Glam. Di sana, wisatawan bisa berkunjung ke berbagai bangunan yang besejarah, merasakan tradisi yang masih berkembang di sana, menikmati kuliner lezat di restoran hingga mengunjungi pertokoan.

"Selain Geylang Serai Bazaar, Kampong Glam menjadi salah satu tujuan wisatawan Muslim saat libur Lebaran. Karena, Kampong Glam merupakan destinasi yang menjadi pusat budaya Melayu," ujar Raymond Lim, Area Director Singapore Tourism Board (STB) kepada Industry.co.id, saat dijumpai di Madagaskar, Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Jika kamu berkunjung ke Kampong Glam, di sini semua tersedia mulai dari utik-butik unik sampai toko-toko yang menjual barang-barang tradisional, Kampong Glam adalah tempat surga para pecinta belanja.

Selain itu, di lokasi tersebut terdapat Masjid Sultan, Istana Kampung Glam, Taman Warisan Melayu dan perkampungan tradisional Melayu Kampung Glam yang merupakan lokasi menarik yang menyimpan 1.000 rahasia khazanah sejarah awal pembentukan Singapura.

Saat ini, tanah 'Istana' menjadi rumah bagi Pusat Warisan Melayu, di mana Anda dapat mempelajari dengan lebih baik sejarah dan kebudayaan Melayu. Kamu akan menyukai hidangan khas melayu di sini seperti nasi padang dan kuih ('kue-kue') sampai dengan makanan Timur Tengah, Jepang, Swedia, dan bahkan Meksiko

Mengintip Surga dan Tugu 0 Kilometer di Bawah Laut Ujung Barat Indonesia

Foto di Tugu 0 Kilometer Indonesia juga bisaa | Foto: Serambinews.com/M Anshar

Melancongyuk - Ada satu taman laut di ujung barat Indonesia yang pesonanya tak kalah indah dan kaya dengan laut-laut timur Indonesia. Di Pulau Rubiah tepatnya, satu pulau yang merupakan bagian dari wilayah Kota Sabang, Aceh dan berada di sebelah barat-laut Pulau Weh.

Seperti laut-laut indah lainnya, taman laut di Pulau Rubiah ini juga merupakan surga bagi biota laut yang sangat beragam. Tak heran bila tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap akhir pekan untuk melihat keindahan dan merasakan keseruan menyelam di Taman Laut Pulau Rubiah.

Air tenang dan warnanya yang biru jernih tak henti menggoda para wisatawan. Lokasi taman lautnya yang terletak di antara Pulau Rubiah dan Pantai Iboih membuat jarang sekali muncul ombak kencang di titik lokasi selamnya. Tentu saja ini membuat penyelam akan lebih aman dan nyaman saat bertemu dengan penduduk bawah laut taman ini.

Di Taman Laut Rubiah pengunjung akan diberikan dua jenis keindahan bawah laut, yaitu yang alami dan buatan.

Keindahan bawah laut alami menjadi tempat tinggal bagi ikan-ikan hias berwarna-warni yang kalau diberi roti, ikan-ikan tersebut akan langsung menyambarnya. Salah satu ikan yang dapat dijumpai di sini adalah ikan badut atau clownfish.

Nemo-nemo di Laut Rubiah | Foto: Daily Voyagers

Jenis ikan lainnya juga ada, seperti ikan Bendera, ikan Kepe-kepe, ikan Botana Biru, ikan Sersan, ikan Kerapu, dan berbagai macam ikan lainnya. Bintang laut, bunga lili laut, cumi-cumi, dan berbagai macam terumbu karang juga dapat ditemui di taman laut ini.

Selain itu, di Taman Laut Rubiah juga ada daerah yang cukup luas dengan dasarnya hanya pasir putih. Inilah keindahan bawah laut buatan yang ada di taman laut ini.
Untuk mempercantik lokasi yang kosong tersebut, telah diletakkan beberapa benda seperti ayunan, meja dan kursi, bangkai mobil dan bangkai motor yang bisa mempercantik foto bawah laut para penyelam.

Tak hanya itu, miniatur Tugu 0 Kilometer pun ada di bawah laut Rubiah dengan kedalaman 12 meter.

Sedikit Kisah Tentang Rubiah

Selain Taman Laut Rubiah yang indah ini, ternyata nama Rubiah di sini juga menyimpan kisah sejarah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Rubiah sendiri berarti wanita yang saleh, istri ulama, atau wanita yang menjadi guru mengaji. Jika memutar waktu ke belakang, memang arti-arti tersebut ada benarnya.

Main ayunan di bawah laut? Bisa! | Foto: Daily Voyagers

Menilik cerita masa lalu, Siti Rubiah merupakan seorang istri dari Tengku Ibrahim yang memiliki gelar Tengku Iboih. Tengku Ibrahim ini adalah seorang ulama dan guru mengaji sehingga arti Rubiah yang merupakan istri ulama dan guru mengaji adalah benar adanya.
Siti Rubiah juga merupakan seorang wanita yang taat. Kala Tengku Ibrahim harus menetap selama beberapa waktu di Pulau We untuk berdakwa, beliau pun menyusul suaminya ke sana. Namun karena ada sedikit perselisihan, Siti Rubiah harus berpisah dengan Tengku Ibrahim.

Tengku Ibrahim tinggal di Iboih dan Siti Rubiah tinggal di pulau di seberang pantai Iboih. Kepindahan inilah yang kemudian membuat pulau tersebut diberi nama Pulau Rubiah.

Negev, Kawasan Wisata Gurun Kebanggaan Israel

Tebing Ramon di Negev, Israel. (REUTERS/Amir Cohen)
Melancongyuk - Di tengah drama Jalur Gaza dan penolakan kunjungan warga negara Indonesia, Israel sebenarnya berharap banyak terhadap industri pariwisatanya. 

Sepanjang tahun lalu sebanyak 3,6 juta turis datang ke sini. Sebagian besar berasal dari Amerika Serikat, Rusia, Perancis, Jerman dan Inggris. 

Perputaran uang dari sektor wisatanya juga tak bisa dibilang kecil. Sepanjang tahun lalu negara berpenduduk 5 juta orang ini mendapat keuntungan sebanyak US$5,8 miliar.

Sejak awal tahun ini Israel mempromosikan banyak destinasi wisata baru demi mendatangkan turis. 

Selain objek wisata religi, Badan Pariwisata Israel juga mempromosikan kawasan wisata glamour camping (glamping) atau kemah mewah, wisata medis sampai wisata sand-boarding atau selancar di padang pasir. 

Bandara internasional baru juga sedang dibangun. Di atas lahan berpasir yang berbatasan dengan Laut Merah dan Yordania. 

Jumlah kamar hotel juga ditambah, dari yang saat ini berjumlah 2.000 pintu menjadi 5.000 pintu dalam enam sampai tujuh tahun mendatang.

Menteri Pariwisata Israel berharap pengembangan tersebut bisa meningkatkan jumlah kedatangan turis hingga sebanyak 20 persen hingga dua sampai tiga tahun ke depan.

Menawarkan Gurun Pasir

Israel dikelilingi oleh gurun pasir. Lahan kering itu menjadi alat promosi wisata mereka dengan semboyan 'selangkah ke gurun pasir di Eropa'. 

Kawasan gurun pasir di Negev menjadi destinasi wisata yang dipromosikan mereka pada tahun ini.

Menteri Pariwisata Israel Uri Sharon mengatakan bahwa Israel bisa menjadi destinasi wisata musim panas kala musim dingin melanda sebagian besar wilayah benua Eropa.

"Saat musim dingin di Eropa, misalnya bulan Desember, Januari dan Februari, suhu di sini terbilang hangat, terutama di Negev," kata Sharon seperti yang dikutip dari AFP pada Rabu (6/6).

Negev berjarak dua jam perjalanan dari Bandara Internasional Tel Aviv. 

Ada banyak kegiatan wisata alam yang bisa dilakukan Negev, kata Sharon, seperti mulai dari bersepeda sampai memanjat tebing.

Tebing Ramon juga bisa dikunjungi. Objek wisata alam ini memiliki sejarah dan bentuk yang memukau, mirip dengan Grand Canyon di Amerika Serikat yang sudah sering diulas dalam berbagai situs wisata. 


Masyarakat sekitar Negev sudah mulai merasakan dampak positif industri pariwisata untuk perekonomian mereka.

Salaam El Wadj, salah satu warga yang bermukim di sana, mengatakan kalau semakin banyak turis yang datang ke Negev. Di rumahnya yang sederhana ia menyambut mereka sehangat mungkin sambil menceritakan sejarah tempat kelahirannya.

Agar turis lebih memahami sejarah kawasan Negev, Wadj menyarankan agar mereka mendaki lintasan Negev Highland Trail sepanjang 12 kilometer. 

Masih di sekitar kawasan Negev, ada juga perkebunan anggur yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Perkebunan tersebut sudah diwariskan turun temurun sejak 2.000 tahun yang lalu.

Hasil kebun tersebut diolah oleh perusahaan minuman wine Carmey Avdat, yang memproduksi minuman anggur jenis Merlot, Cabernet Sauvignon, Chardonnay sebanyak 5.000 botol per tahunnya.

Sebagai peneman anggur, masyarakat sekitar juga memproduksi keju dari susu kambing yang mereka ternakkan di sebelah perkebunan.

Negev memang menawarkan nuansa pedesaan. Tapi ada juga nuansa kemewahan yang bisa dirasakan turis melalui glamping. 

Dalam area khusus, turis bakal bermalam di tenda dengan fasilitas dan layanan bak hotel bintang lima. Langit malam yang cerah berbintang bisa dinikmati dalam kegiatan ini.

Mandi air panas dan makan masakan yang diracik chef pribadi merupakan sejumlah layanan yang ditawarkan. (CNN)