Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan

Komaneka Keramas Beach Resort, Pesona Alami Berbalut Kemewahan


Melancongyuk - Desa Keramas, Blahbatuh,Gianyar, tak hanya jadi kawasan tempat art shop, namun juga punya panorama yang indah. Salah satunya adalah keindahan pesisir pantainya yang dipadukan dengan suasana pedesaan yang masih asri. Jadi, tidak salah di kawasan ini terdapat banyak sekali akomodasi wisata, di antaranya adalah Komaneka Keramas Beach Resort.

Komaneka Keramas Beach Resort merupakan akomodasi wisata bintang lima yang tentu saja memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Bahkan, wisatawan akan diperkenalkan dengan pola kehidupan masyarakat pedesaan yang masih alami.

General Manager Komaneka Keramas Beach Resort, Kariyana, mengatakan, Komaneka Keramas Beach Resort tidak saja berfungsi sebagai tempat menginap bagi wisatawan yang datang ke Bali. Namun, dengan beragam fasilitas yang disediakan, Komaneka Keramas Beach Resort sudah menjadi destinasi berlibur bagi wisatawan.

Komaneka Keramas Beach Resort ini adalah resort butik mewah yang berlokasi di tepi Pantai Keramas dengan luas mencapai 4 hektare. Dari resort pantai ini, wisatawan bisa menyaksikan pemandangan alam, mulai dari hamparan samudra Hindia dengan pulau tetangga, Nusa Penida, plus persawahan yang luas dan Gunung Agung di kejauhan.

Selain itu, Komaneka juga dirancang gaya kontemporer yang terinspirasi arsitektur Bali, menggunakan material alami seperti kayu, bata merah dan bambu, sehingga setiap ruangan memiliki keindahan alam Bali yang nyata.

Beragam jenis fasilitas yang bisa dinikmati wisatawan, mulai dari fasilitas penginapan yang nyaman, di mana setiap villa di Komaneka Keramas Beach Resort dilengkapi kolam renang pribadi, sehingga tamu bisa menghabiskan waktu liburan dengan tenang.

Di samping itu, juga memiliki beragam aktivitas yang mampu memanjakan para tamunya, seperti fasilitas Spa yang dilakukan oleh terapis berpengalaman yang menggunakan produk Spa lokal. “Produk Spa yang kami gunakan adalah produk yang dihasilkan oleh para pengrajin produk Spa lokal yang menggunakan beragam jenis rempah-rempah dan bahan baku lokal lainnya,” ungkapnya.

Beragam aktivitas olahraga, juga bisa dilakukan di pusat kebugaran Komaneka Keramas Beach Resort. Salah satu fasilitas kebugaran yang paling diminati wisatawan asing adalah Yoga.

Yoga di Komaneka Keramas Beach Resort dipandu oleh seorang instruktur Yoga berpengalaman. “Yoga menjadi salah satu aktivitas yang diminati, bisa dibilang setiap tamu yang datang ke selalu tertarik untuk melakukan aktivitas ini setiap pagi, sehingga kami memiliki jadwal latihan setiap hari,” ungkapnya.

Didukung Restoran Menu Organik

Selain menawarkan hunian mewah yang nyaman, Komaneka Keramas Beach Resort juga memiliki restoran mewah, Restoran Timur Kitchen.

Selain menyajikan beragam jenis menu makanan, Restoran Timur Kitchen juga menyajikan menu makanan organik.

Kariyana mengatakan, Restoran Timur Kitchen merupakan restoran pendukung dari resort mewah ini. “Di restoran ini, kami berusaha untuk memberikan pengalamam kuliner yasng menyenangkan bagi para tamu, sehingga mereka akan disuguhkan menu makan yang spektakuler,” jelasnya.

Meskipun standar menu makanan yang disajikan adalah standar internasional, namun untuk bahan makanan yang digunakan, lanjut Kariyana, bahan makanan lokal yang disiapkan dengan baik. Bahkan, sebagian besar dari bahan makanan yang digunakan dihasilkan dari sawah milik sendiri dan kebun organik milik resort.

Dikatakannya, selain wisatawan domestik, wisatawan asal Australia yang mendominasi menginap karena mencari lokasi wisata yang mempunyai pantai dengan ombak yang bagus untuk surfing. “Untuk memperkenalkan potensi atau produk wisata, kami memanfaatkan media sosial. Selain itu bekerjasama dengan travel agent serta berpromosi ke luar negeri di berbagai travel fair,” tambahnya.

Keindahan Danau Kembar di Buleleng yang Instagramable


Melancongyuk - Jika hendak melangkah ke Bali Utara cobalah untuk melewati jalan raya Wanagiri atau belok kiri dari arah Denpasar setelah sampai di Wanagiri Rest Area. Sepanjang jalan ini kalian akan menemukan sekitar delapan tempat swafoto dengan berbagai spot yang akan menambah keindahan foto kalian.

Namun jika kalian ingin mendapatkan background dua danau sekaligus indahnya jajaran perbukitan kalian hanya lurus hingga sampai di Bali Twin Lake trakking Point. Keindahan Danau Buyan dan Danau Tamblingan akan memanjakan mata setelah lelah dalam perjalanan. Selain dijadikan tempat swafoto, disekitar lokasi juga berjajar warung dan minizoo yang memamerkan beberapa binatang saat siang menjelang.

Moment terbaik untuk berfoto disini adalah ketika pagi menjelang sebab jika beruntung (biasanya pagi berkabut atau mendung-red) indahnya sunrice yang muncul dari belakang perbukitan akan menambah dramatis foto kalian.

Tidak heran pula jika lokasi ini cukup sering dijadikan sebagai tempat foto prawedding. Tidak ada pungutan jika kalian melakukan sesi foto ditempat ini namun perlu digaris bawahi jika kalian berfoto ditempat ini haruslah mengutamakan keselamatan karena disekitar tempat ini hanya di batasi oleh pagar bambu itu pun tidak secara menyeluruh.

Made Wijaya, salah satu pengunjung yang sempat ditemui mengaku jika dirinya memang sering menjadikan tempat ini sebagai tempat pesinggahan kala dirinya hendak bertugas ke Singaraja. “Kebetulan saya seorang photographer ini adalah lokasi yang sempurna,”paparnya.

Keindahan Twin lake itu juga mendapat pujian dari wisatawan asal Jakarta, bahkan dia mengaku kunjungannya itu adalah yang pertama. “Saya penasaran karena hanya melihat dari website, namun sekarang saya buktikan jika ini lebih bagus daripada foto yang ada,”papar Maya perempuan asli Jakarta. (Kumparan)

Pantai Gunung Payung, Destinasi Andalan Baru di Bali Selatan


Melancongyuk - Jika sedang berada di Bali dan ingin merasakan keindahan pantai selain Pantai Kuta atau Tegal Wangi, coba arahkan langkah menuju Pantai Gunung Payung  di Desa Kutuh, Kuta Selatan.

Lokasinya tak langsung berhadapan dengan pantai melainkan harus menuruni anak tangga yang berkelok, Di sinilah letak ujian sebelum bertemu dengan indahnya tebing yang secara langsung menghadap Samudra Hindia.

Di sini kalian juga bisa berenang atau melakukan aktifitas lainnya seperti photography bahkan hingga camping pun bisa dilakukan di pantai ini.

Ingatlah untuk berbekal air karena perlu tenaga ekstra bagi kalian yang tidak biasa melakukan perjalanan jauh, di sepanjang perjalanan juga tersedia tempat peristirahatan.

Jika weekend atau hari libur pantai ini biasanya dipadati oleh wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara. Sepajang jalan menuju pantai haruslah berhati-hati mengingat kawanan monyet senantiasa akan menghampiri kalian jika ketahuan lengah.

Toilet sudah tersedia, begitupun dengan tempat sampah, jadi tidak ada alasan untuk kalian melakukan tindakan negative seperti membuang sampah sembarangan.

Disarankan jika hendak mengunjungi lokasi ini untuk datang pagi hari atau sore menjelang karena jika saat siang hari pantai ini akan berubah menjadi panas. (Kumparan)

Tidur di Hotel Atas Air Ubud Bali, Berani Coba?


Melancongyuk - Siapa yang mau coba tidur dengan ikan? Hmm.. kedengarannya seru juga.

Tak perlu plesiran jauh-jauh, pengalaman langka ini bisa Anda nikmati di Bali. Terletak di atas kolam udang air tawar, Udang House--juga dikenal sebagai Rumah Udang-- di Hotel Bambu Inda, memiliki kamar tidur dengan lantai kaca yang menampilkan panorama bawah laut yang indah.

Ruangan ini dibangun dari kayu jati dan dihiasi dengan keranjang udang asli yang diubah menjadi lampu, jaring ikan dan dayung untuk menciptakan suasana " desa nelayan" , seperti dikutip dari Amusing Planet, Jumat 21 April 2018.

Lihat saja kamar mandi di Rumah Udang yang berlantai ubin dengan ruang kaca, yang memungkinkan masuknya cahaya matahari di siang hari dan bulan di malam hari, membuat penginapan ini terasa semakin istimewa.


Pancuran air di ruang terbuka memungkinkan para tamu berkesempatan untuk berkomunikasi dengan alam. Yang menarik, penginapan ini menggunakan sumber air mancur dari kolam alami.

Hotel ramah lingkungan ini dulunya adalah rumah pengantin Jawa yang dibangun oleh orang Indonesia asli lebih dari 100 tahun yang lalu. Rumah Udang menawarkan tempat peristirahatan yang tenang di lingkungan yang alami.

Masing-masing rumah itu dipilih sendiri oleh pemiliknya, John Hardy, pengrajin perhiasan kelahiran Kanada dan istrinya, Cynthia Hardy. Rumah-rumah itu dipindahkan ke Bali dan dibangun ulang pada 2005.

Jika Anda tertarik mencoba tidur di hotel unik ini, lokasinya berada di Sayan Ridge, beberapa menit dari kota Ubud, dengan pemandangan Sungai Ayung, sebuah kuil Hindu dan tepi vulkanik di sekitar Gunung Batu Kau. Selengkapnya


Melihat Jejak Kuna di Desa Tua Sembiran


Melancongyuk - Berwisata ke Buleleng, wisatawan tidak saja disuguhkan dengan wisata alam, namun banyak aktivitas wisata lain yang tidak kalah menyenangkannya. Salah satunya adalah bertualang mengenal Desa Sembiran, desa tua yang berada di sisi imur Kabupaten Buleleng.
Desa Sembiran yang terletak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Buleleng, tepatnya  di Kecamatan Tejakula, Tigawasa, Banjar ini, merupakan salah satu desa Tua yang ada di Kabupaten Buleleng. Apa saja istimewanya?

Kepala Dinas Kabupaten Buleleng, Nyoman Sutrisna, beberapa waktu lalu mengatakan, berwisata ke desa tua Sembiran, wisatawan akan diajak mengenal kehidupan masyarakat asli Buleleng yang hingga saat ini masih menjalakan tradisi dan kearifan lokal yang berusia ribuan tahun. Dari bukti sejarah yang ada, yakni dari peninggalan yang ada yakni berupa batu-batu besar, diperkirakan usianya mencapai 2000 tahun sbelum masehi. Karena itulah, lanjut Sutrisna, Desa Sembiran merupakan desa tertua di Bali.

Berwisata ke Desa Sembiran, wisatawan  akan diajak untuk melihat fakta-fakta sejarah yang menunjukkan aktivitas masyarakat di Desa Sembiran pada masa lalu.

Di Desa Sembiran ditemukan beragam jenis artefak yang diperkirakan berasal dari masa Megalitikum. Di antaranya  berupa 40 perabotan kuna yang terbuat dari batu dan besi yang ditemukan di kawasan Desa Sembiran tahun 1961. Perabotan kuna ini kemudian dikelompokkan menjadi lima jenis. Ada jenis perabotan berbentuk pipih dari besi, alat pemotong persegi dari batu, kapak tangan dari batu, palu yang terbuat dari batu, dan serpihan beberapa perabot dari batu. Namun, dari temuan itu tidak satupun fosil yang ditemukan sampai sekarang.

Selain itu,  juga ditemukan 17 pura dengan ciri batu besar. Diperkirakan batu-batu besar tersebut dibuat pada zaman Megalitikum (zaman batu) yang digunakan sebagai tempat persembahyangan. “Dan, yang paling penting adalah ditemukannya 20 prasasti perunggu dan sebagian berada di Desa Julah dan Desa Sembiran,” paparnya.

Selain prasasti dan artefak dari zaman Megalitikum, wisatawan  juga masih bisa melihat bangunan-bangunan tua yang masih berfungsi dengan baik di rumah-rumah masyarakat Desa Sembiran.

Sebagai kawasan yang saat ini dikembangkan sebagai destinasi wisata, Desa Sembiran  sudah dikembangkan sebagai kawasan wisata sejarah di Kabupaten Buleleng.  Dikatakan Sutrisna, pihak Pemkab Buleleng sudah melakukan beragam pengembangan di kawasan desa wisata ini. Salah satunya  dengan membangun fasilitas parkir kendaraan, tempat penginapan, area toilet dan kamar mandi, hingga tempat bersantai yang bisa digunakan wisatawan untuk beristirahat setelah melakukan perjalanan panjang.
Fasilitas ini diakui Sutrisna, sengaja disediakan di sekitar areal Desa Sembiran, karena wisatawan yang berkunjung sebagian besar merupakan wisatawan yang menginap di kawasan Denpasar dan Kuta. “Dengan adanya fasilitas penunjang ini, wisatawan bisa menikmati wisata di Desa Sembiran dengan nyaman, setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang,” paparnya.

Selain fasilitas tersebut, di kawasan ini juga terdapat rumah makan yang menyajikan beragam jenis makanan tradisional khas Buleleng. Menu tradisional ini, lanjut Sutrisna, sengaja disediakan, karena pihaknya ingin wisatawan  tidak saja melihat tradisi desa tertua di Bali, namun juga bisa mencicipi kuliner khas masyarakat Buleleng.

Tempat Penelitian dan Wisata Pendidikan

Dikatakan Sutrisna, Desa Sembiran sejak dulu  menjadi salah satu tempat penelitian, baik bagi mahasiswa, peneliti lokal maupun dari mancanegara. “Biasanya penelitian yang dilakukan di kawasan ini berkaitan dengan etnografi, karena di Desa Sembiran banyak ditemukan artefak kuna yang berkaitan dengan aktivtias budaya masyarakat pada masa lalu,” ungkapnya. Aktivitas ini kian mengasyikkan karena Desa Sembiran, juga memiliki pemandangan alam yang indah. Desa Sembiran masih dikelilingi areal hutan desa yang hijau, sehingga aktivitas wisata alam di kawasan ini sangat cocok  dilakukan.

Untuk berkunjung ke kawasan desa wisata ini, wisatawan yang tinggal di Denpasar bisa mencapainya dengan mengendari kendaraan roda empat atau roda dua. Jika dari Denpasar, jaraknya  sekitar 80 kilometer, dan bisa ditempuh dalam waktu tiga jam menggunakan kendaraan roda empat.  Nah, bila sudah sampai Kota Buleleng, wisatawan bisa mencapainya dengan mudah, karena di Kota Buleleng terdapat petunjuk arah untuk menuju Desa Sembiran. 

Bali Masuk 4 Besar Top Destinasi Dunia 2018


Melancongyuk - Situs wisata dunia Tripadvisor kembali menggelar Travellers 'Choice dan merilis top destinasi 2018. Dilansir dari laman resmi Tripadvisor, Bali masuk peringkat keempat mengungguli Barcelona yang berada di urutan kelima.

Pada situs Tripadvisor, Bali digambarkan seperti kartu pos yang hidup. Surga dunia bak fantasi tercitra dari wilayah pantainya. Hamparan pasir putih, terumbu karang berwarna-warni di dalam laut, dan matahari yang menyinari hampir sepanjang hari.

Tak hanya sisi pantai, Ubud dengan atmosfer budaya, seni, dan lanskap alamnya yang asri turut disoroti. Hal itu dianggap sebagai modal pariwisata yang kuat. Selain itu, wilayah perdesaan tersebut direkomendasikan sebagai tempat yang tepat untuk menyegarkan pikiran.

Meski diulas baik, kali ini prestasi Pulau Dewata menurun. Pada 2017, Pulau Seribu Pura ini dinobatkan sebagai juara satu destinasi wisata terbaik dunia, bahkan mengungguli Paris.

Kali ini, Paris berhasil menduduki peringkat teratas yang menyandang gelar top destinasi dunia 2018, disusul London dan Roma di peringkat kedua dan ketiga. Adapun Yunani, Barcelona, dan Praha berada di urutan kelima, keenam, dan ketujuh, setelah Bali. 

Penilaian Travellers 'Choice tergantung pada ulasan, juga peringkat yang diberikan untuk hotel, restoran, dan tempat-tempat wisata dari traveler seluruh dunia. Penilaian tersebut dihimpun selama 12 bulan.

Berikut ini daftar lengkap 25 top destinasi 2018 menurut Tripadvisor.

  1. Paris
  2. London
  3. Roma
  4. Bali
  5. Yunani
  6. Barcelona
  7. Praha
  8. Marrakech
  9. Istanbul
  10. New York City
  11. Phuket
  12. Hanoi
  13. Siem Reap
  14. Jamaica
  15. Playa del Carmen
  16. Lisbon
  17. Dubai
  18. Tokyo
  19. Kathamandu
  20. Hong Kong
  21. Hurghada
  22. New Delhi
  23. Cusco
  24. Rio de Janeiro
  25. Sydney

Mengintip Pemandian Air Panas ala Onsen Jepang di Tabanan Bali


Melancongyuk - PESONA wisata Bali memang tidak pernah habisnya. Destinasi wisata paling populer di Indonesia ini seolah memiliki harta karun tersembunyi yang membuat para wisatawan tertarik untuk mengunjunginya kembali.

Bagaimana tidak, Bali menyimpan keindahan alam yang begitu memesona, serta kekayaan budaya yang menarik untuk dieksplorasi. Berbicara soal wisata alam, Anda tentu sudah familier dengan tradisi berendam air panas khas Jepang yang dikenal dengan sebutan onsen.

Masyarakat Bali ternyata juga memiliki objek wisata serupa yang berlokasi di daerah Tabanan yaitu, Yeh Panes Penatahan. Dari Kota Denpasar setidaknya membutuhkan waktu tempuh selama kurang lebih 1 jam 30 menit. Tidak perlu khawatir, meski terbilang jauh, selama perjalanan berlangsung Anda akan disuguhkan pemandangan desa yang asri dan menenangkan.

Sedikit tentang Yeh Panes Penatahan, tempat ini menyuguhkan sejumlah fasilitas pemandian air panas alami yang berasal dari berbagai sumber mata air. Salah satu rekomendasi tempat yang wajib Anda sambangi adalah Yeh Panes Hot Spring Resort.

Sebelum memasuki kawasan wisata, Anda harus membeli tiket masuk terlebih dahulu. Untuk orang dewasa harga dibanderol senilai Rp10 ribu dan Rp5 ribu untuk anak-anak.

Setidaknya terdapat 4 fasilitas kolam pemandian yang telah disediakan pihak resort. Kolam pertama merupakan kolam khusus dewasa yang berada di bagian atas pemandian. Kolam ini dikhususkan untuk orang dewasa karena kedalamannya bisa mencapai 1 meter lebih, namun suhu airnya cenderung biasa (tidak panas).

Sementara pada kolam kedua dan ketiga, air yang dialiri memang memiliki suhu yang cukup panas sekitar 38-40 derajat celcius. Berendam di kolam ini tidak hanya memberikan perasaan menenangkan, tetapi sekaligus menyegarkan.

Bahkan menurut pengakuan penduduk setempat, ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan pada pengunjung seperti menghilangkan memar akibat luka, rematik, serta dapat meremajakan kulit. Tapi sebelumnya, Anda harus tahu bahwa sumber mata air ini juga menghasilkan bau belerang yang sangat khas.

Nah, bagi Anda yang ingin menikmati quality time bersama keluarga, pihak resort juga telah menyediakan fasilitas kolam pribadi atau jacuzy dengan view yang sangat insah. Tidak usah khawatir, untuk menggunakan fasilitas in Anda hanya perlu merogoh kocek tambahan sebesar Rp30 ribu per orang.

Setelah puas memanjakan diri, luangkanlah waktu untuk mengeksplorasi Sungai Yeh Ho yang letaknya cukup berdekatan. Sungai ini dihiasi batu-batuan besar yang cantik untuk dijadikan spot selfie atau sekadar bersantai mendengar aliran air sungai. Bagaimana, sudah tidak bingung lagikan memilih destinasi wisata ketika liburan ke Bali? (Okezone)

Bukit Lemped Menawarkan Sensasi Makan di Atas Pohon


Melancongyuk - Pesona Bali memang tak diragukan lagi. Gak akan ada habisnya jika KLovers ngomongin tentang semua keindahan yang ada di Bali. Begitu juga dengan destinasi wisatanya.

Setiap tempat wisata di Bali selalu mempunyai daya tariknya masing-masing. Seperti pada objek wisata yang satu ini. Bernama Bukit Lemped yang berada di Desa Pladung, Kelurahan Padang Kerta, Kabupaten Karangasem, Bali.
Awalnya tempat ini merupakan areal perbukitan. Kemudian diubahnya menjadi tempat wisata yang lagi tren di Bali. Tempat ini menawarkan sebuah tempat, yang mana KLovers dapat menyantap makanan di ketinggian.


Dari Bukit Lemped kita dapat melihat dua pemandangan sekaligus, pantai dan Gunung Agung. "Ya di atas itu, di puncak memang menjadi spot selfie," ujar I Wayan Mudita menjelaskan. KLovers dapat menikmati sarapan atau makan siang dengan semilir angin yang menyejukkan.

Sang owner, I Wayan Mudita menjelaskan rumah pohon miliknya ini dibangun di atas lahan seluas tiga ratus meter persegi. "Ini dibangunnya sudah sembilan bulan lalu. Pengerjaan tahap awal tiga bulan, sudah operasi enam bulan," kata I Wayan Mudita seperti yang dilansir oleh merdeka.com.

Belum lama tempat ini dibuka, para pengunjung sudah ramai berdatangan. Untuk sehari saja rata-rata sekitar 40 orang pengunjung yang datang. Pengunjung yang datang pun beragam, dari masyarakat lokal, turis domestik dan turis asing.


Untuk masuk ke rumah pohon Bukit Lemped ini, pengunjung dewasa hanya dikenai biaya masuk Rp 10 ribu saja, sementara untuk anak-anak Rp 5 rupiah. Dan tambahan biaya parkir Rp 5 ribu.

Keamanan dari rumah pohon ini terjamin. Asalkan mengikuti prosedur yang berlaku dari pihak pengelola. Bagaimana KLovers tertarik untung datang ke sana?

Wedding Tourism, Menikah Sekalian Langsung Bulan Madu, Tertarik?

Melancongyuk - Di era sekarang, menikah bukan sekadar saling berucap janji suci dan tercatat oleh negara. Lebih dari itu, menikah juga sudah menyatu dengan aktivitas lain, seperti halnya wedding tourism, tren menikah di kawasan wisata supaya bisa langsung bulan madu yang tengah naik daun sekarang.

Wedding tourism jadi tren baru, menikah sekaligus langsung bulan madu
Momen pernikahan dan bulan madu yang indah menjadi impian semua pasangan. Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri, menikah dan bulan madu di Indonesia juga tidak kalah indah. Selain lebih murah, pasangan bisa sekalian promosi keindahan Indonesia dengan menampilkannya di sosial media.

Wedding tourism di Indonesia juga sudah populer hingga luar negeri. Bali menjadi destinasi favorit turis asing yang ingin menikah di Indonesia.

Dulu, pasangan harus menyiapkan pernikahan, menyebar undangan, memesan tiket pesawat, memesan hotel, dan lain-lain yang pasti sangat merepotkan. Sekarang, ada tren praktis yang cocok untuk pasangan yang ingin menikah sekaligus bulan madu.

Anti repot, sudah banyak wedding organizer yang meringankan beban. Salah satunya Bali Top Wedding. Berdiri sejak 2014, mereka siap sedia membantu pasangan yang ingin mengabadikan janji suci di Bali.

“Pasangan berasal dari Indonesia sendiri, beberapa negara luar seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Amerika, Belanda, dan Inggris. Kita minimal ada empat wedding dalam kurun waktu sebulan, ” ujar Yoga Wiweka, Wedding Manager Bali Top Wedding.

Yoga mengaku ia dan timnya kerap menerima pesanan pernikahan unik dari kliennya. Salah satunya, dulu ada pasangan warga negara asing yang melakukan commitment ceremony (bukan pernikahan resmi) berkonsep gothic. Menariknya, commitment ceremony ini dilakukan di sebuah bangunan tua, tepat di sebelah area pemakaman. Tentu hal ini menjadi pengalaman tersendiri bagi bagi mereka dan tamu undangan.

Jika pasangan di kota besar lain memilih menikah di gedung mewah atau hotel, di Bali berbeda. Kedua tempat itu tidak selalu menjadi pilihan. Pinggir pantai dan tebing dengan pemandangan laut justru menjadi favorit pasangan untuk menikah.

Jika tertarik, jangan lupa perhatikan ramalan cuaca hari penyelenggaraan. Kalau mau menikah di luar ruangan, akan lebih baik jangan saat musim hujan.

Yang menarik dari konsep wedding tourism, setelah prosesi pernikahan selesai, pasangan bisa langsung mesra-mesraan berdua di destinasi wisata romantis. Tidak perlu repot-repot kembali dulu ke rumah atau cari-cari tiket. Di Bali, tempat bernuansa romantis sangat melimpah. Ubud, Nusa Lembongan, dan Uluwatu menjadi lokasi favorit pasangan untuk bulan madu.

 
Bali punya segalanya untuk wedding tourism
Wedding tourism juga menjadi tren karena bisa mengajak keluarga liburan. Menikah dan bulan madu menjadi tujuan utama pasangan, tapi keluarga yang mendampingi juga bisa ikut liburan. Saat itu juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk semakin dekat dengan keluarga suami/istri.

Pulau Bali bukan satu-satunya, konsep wedding tourism juga sudah berkembang ke kota lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Magelang, Semarang, dan kota-kota besar lain.

Bagaimana? Jadi mau cepat nikah? Atau mau bulan madu lagi? (phinemo)

Bekas Pembuangan Mayat, Kini Wanagiri Hits di Dunia Maya


Melancongyuk - Panorama alam di Bali itu sudah tidak diragukan lagi. Betapa tidak, Tripadvisor saja sampai mengganjar sebagai World's Best Destination 2017. Pantai, Gunung dan Laut di Pulau Dewata tidak pernah bosan untuk dikunjungi. Terbaru, yang lagi hits yaitu Wanagiri Hidden Hill di Dusun Asih Panji, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.

Sebelum terkenal sebagai tempat wisata, Desa Wanagiri cukup menyeramkan. Pasalnya puluhan tahun lalu, daerah ini digunakan sebagai tempat pembuangan mayat. Namun sekarang sudah berubah 180 derajat. Desa wanagiri semakin terkenal dan hits di media sosial.

Lukisan alam cantik yang menggambarkan indahnya pegunungan, pepohonan hijau yang asri, serta hamparan danau dapat terlihat jelas dari tempat ini. Selain panoramanya, udara sejuk dan segar juga menjadi nilai tambah yang membuat kawasan wisata ini layak untuk dikunjungi. Pas banget rasanya kalau kamu mengunjungi destinasi tersebut sebagai tempat bersantai.

Selain bersantai dan menikmati indahnya panorama alam di sana, satu hal yang nggak boleh dilewatkan adalah berwisata swafoto. Wanagiri Hidden Hill ini punya banyak spot-spot unik yang bisa dimanfaatkan oleh kamu yang ingin mencari konten seru untuk diunggah ke Instagram. Mulai dari ayunan, sangkar burung, gardu pandang yang berbentuk seperti perahu, dan masih banyak lagi. Semua anjungan ini menghadap langsung ke Danau Buyan dan Danau Tamblingan yang dikelilingi oleh hutan rindang.

Sahabat Sporto bisa datang ke Wanagiri ini pada saat cuaca yang cerah agar dapat view yang sempurna. Untuk menuju Hidden Hills wanagiri ini cukup mudah karena lokasinya berada di dekat jalan raya.

Jika Sahabat Sporto dari Denpasar, cari saja jalur ke Bedugul. Nah setelah melewati Danau Beratan Bedugul hingga sampai di puncak, belok ke kiri yakni arah Desa Gobleg. Dari sini lokasi wanagiri hidden hills tinggal berjarak 1 km saja.

Tempat wisata ini terbilang murah meriah. Sebab tiket masuk wanagiri hidden hills ini hanya dibanderol Rp 5 ribu/orang saja. Mungkin juga karena masih tergolong wisata baru. Sedangkan jika kamu ingin berfoto foto di ayunan atupun spot lainya dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 10 ribu. (Sportourism)

Hoshinoya Ubud Bali dan Cempedak Jadi Hotel Terbaik di Dunia


Melancongyuk - Dua hotel di Indonesia, yaitu Hoshinoya di Ubud Bali dan Cempedak di Riau ditahbiskan sebagai hotel terbaik di dunia versi penilaian majalah Travel + Leisure. Dua hotel ini dinilai memenuhi standar penilaian yang meliputi fasilitas, lokasi, desain dan layanan yang diberikan.

Mengutip Travel and Leisure hotel Hoshinoya di Bali ditahbiskan sebagai yang terbaik karena bangunan yang berbentuk reruntuhan ini berusia berabad-abad menjadi inspirasi bagi resor. Penginapan yang merupakan bagian dari grup Hoshinoya asal Jepang ini menghadirkan konsep bangunan struktur bumi dengan atap jerami tradisional yang menyatu dengan lanskap yang rimbun.

Kamar yang dihadirkan bebas rokok dengan didekorasi yang memberikan nuansa yang nyaman namun minimalis serta tidak kekurangan fasilitas, seperti toilet yang dipanaskan hingga sandal yang dibuat dengan kain Indonesia. Air—bagian suci dari banyak ritual Hindu Bali—adalah pusat resor, dengan tiga kolam renang yang panjang meniru jalur air purbakala di pulau tersebut yang menghubungkan vila tingkat dua yang menawarkan keindahan matahari tropis.

Makanan di hotel ini disajikan koki eksekutif Makoto Miyamaguchi. Koki ini banyak menggabungkan beberapa jenis makan seperti makan malam menggabungkan makanan bergaya kaiseki multicourse dengan cita rasa Indonesia seperti kelapa kukus, custard telur Jepang, dan nasi rendang daging sapi.

Selain Hoshinoya Ubud, Bali, hotel Cempedak di Kepulauan Riau juga dinilai sebagai hotel terbaik. Hotel ini memiliki tampilan yang lebih canggih. Hotel beratap jerami dibangun dari bahan yang lestari seperti rumput alang-alang serta batu lava dan bambu terkompresi yang masing-masing mencakup lebih dari 1.600 kaki persegi ruang tamu indoor-outdoor.

Sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan yang komprehensif, Anda tidak akan menemukan AC di hotel ini. Meski begitu, Anda tidak akan kepanasan karena embusan angin laut yang nyaman. Para tamu menghabiskan hari-hari mereka dengan snorkeling atau sekadar bersantai di tepi kolam renang tanpa pantai.

Setiap tahun, editor Travel + Leisure melihat ribuan hotel dan renovasi di seluruh dunia untuk melihat fasilitas yang diberikan oleh para pengunjung. Lokasi yang bagus, desain yang matang, dan layanan intuitif adalah pilihan yang diberikan.

Taman Festival Bali, Sisi Lain Wisata Mistis di Pulau Dewata


Melancongyuk - Kalau selama ini Bali terkenal dengan keindahan tempat wisatanya, kamu bisa coba jelajahi wisata lainnya, wisata horor di Taman Festival Bali kawasan pangai Sanur kemudian ke arah Padang Galak.

1. Mengenal Taman Festival Bali

Dibangun tahun 1997, Taman Festival Bali merupakan wahana bermain yang hampir menyerupai Dufan di Jakarta. Di dalamnya dipenuhi beragam keseruan, ada gedung pertunjukan, amphitheater, theater 3D, kebun binatang, wisata alam, dan yang paling terkenal adalah gunung buatan yang bisa meletus tanpa henti!

2. Bangkrut, hingga Kebakaran yang Menghanguskan Bangunan Gedung

Selain kehabisan dana karena bangunan dibangun super megah, Taman Festival Bali mengalami kebakaran cukup hebat pada tanggal 10 Desember 2012, pukul 15.20 WITA. Bangunan yang ditinggalkan ini pun kini tinggal kenangan dan bersisa hanya kerangka-kerangka sisa megahnya bangunan.

3. Hati-Hati Buaya Mengintai!

Sekitar 6 atau 7 tahun lalu ada pengunjung yang ke wisata buaya yang ada di dalamnya. Mereka dikenakan tarif Rp3.000 per orang. tapi udah nggak kerawat dan pokoknya miris banget perawatannya. Buayanya nggak jelas makan apa, nggak ada yang merawat juga. Bahkan air kolamnya sudah berwarna merah. Biarpun kebanyakan Buaya sudah dipindah ke Kebun Binatang Surabaya, tapi Buaya yang lain dibiarkan hidup dengan alam. Kebayang ya kalau ke sana kita bakal ketemu para Buaya itu atau nggak?

4. Fenomena Gunung Api Meletus Tanpa Henti

Taman seluas nyaris sepuluh hektar ini dilengkapi danau buatan serta gunung berapi buatan yang konon, punya atraksi ‘gunung meletus’ nonstop. Sayangnya kini gunung tersebut tinggal kenangan aja dan udah nggak berfungsi lagi.

Nah, berniat masukin Taman Festival Bali ini di list jalan-jalan kamu di Bali? Oh iya, cocok banget buat kamu yang mengincar foto-foto di bangunan tua yang artistik. Soalnya selain bangunan yang runtuh dan tumbuhan menjalar di mana-mana, mural dari warga sekitar yang berjiwa seni tinggi bisa melengkapi kesempurnaan hasil foto kamu. Siapkan kamera dan gaya terbaik kamu, ya!

Dipercaya Bisa Obati Sakit Medis dan Nonmedis, Pura Ini Ramai Dikunjungi


Melancongyuk - Objek wisata spiritual di Bangli semakin digandrungi oleh masyarakat. Salah satunya yang belakangan ini ramai dikunjungi warga adalah tempat penglukatan.

Letaknya di Pura Taman Tirta Campuhan, Banjar Sala, Desa Abuan, Susut, Bangli. Tempat penglukatan ini diyakini mampu megobati penyakit medis dan nonmedis.

Bendesa Adat Desa Sala I Ketut Kayana, Jumat (19/1) menyampaikan Pura Petirtan Taman Campuhan merupakan pura kuno peninggalan leluhur. Keberadaan pura ini awalnya berada di bawah, namun karena seringnya terkena longsor dari tebing di sekitarnya, akhirnya dilakukan pemugaran dan renovasi.

Kata Kayana, pura petirtaan ini tempat pesucian para dewa yang sekaligus merupakan tempat pemelastian bagi masyarakat Sala dan sekitarnya. Sebelum prosesi penglukatan dilakukan, pengunjung harus lebih dahulu harus mohon izin (matur piuning) sebelum mandi di lokasi dengan sarana banten pejati yang diantar oleh pemangku yang ada di Pura Taman Tirta Campuhan Sala.

Pertama, pengunjung harus mandi di pusat campuhan/pertemuan air dari berbagai penjuru mata angin yang dipercayai sebagai tempat bertemunya para dewa yang akan memberikan anugerah bagi para pengunjung yang akan melakukan pembersihan penglukatan. Berikutnya mandi di air terjun yang dikenal dengan nama Pasraman Tanhana.

Masyarakat setempat percaya lokasi itu merupakan perkampungan mahluk halus sebagai penghuni gaib tempat itu. Dilanjutkan dengan mandi di air terjun Dedari yang juga merupakan tempat pemandian para bidadari. Diyakini juga sebagai tempat penyucian unsur positif yang identik dengan kecantikan, baik jasmani dan pikiran secara spiritual.

“Usai melakukan pemandian itu barulah pengunjung boleh masuk ke areal jeroan penglukatan dengan tirta yang bernama Tirta Bolakan, Tirta Taman, Tirta Bungbung, Tirta Pandan, Tirta Tulak Wali dan terakhir adalah Tirta Utama yang keluar dari sumber mata air yang berasal dari goa yang ada di sebelah Pura. Dan prosesi terakhir adalah sembayang di areal utama Pura untuk memohon petunjuk sesuai dengan persoalan yang dihadapi masing-masing indipidu,” ungkapnya.

Pria yang juga mantan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bangli itu menyatakan, penglukatan ini diyakini mampu menyembuhkan penyakit medis dan nonmedis. Menurutnya, untuk penyakit medis yang dapat disembuhkan, salah satunya ambien.

Sementara untuk menyakit nonmedis, salah satunya kena racun. “Sudah banyak pengunjung yang kena penyakit medis maupun nonmedis, setelah melukat di sini sembuh. Karena selain sebagai sarana pengobatan dan dipercaya oleh masyarakat mampu membersihkan diri dari hal-hal negatif, tempat ini sekaligus menjadi objek wisata spiritual,” imbuh Kayana. (balipost)

Menikmati Sensasi Kolam Renang Lantai Kaca di Tepi Tebing


Melancongyuk - Apa yang dicari dari sebuah resort? Pastilah suasana dan fasilitas yang menyenangkan untuk liburan. Kamar yang didesain dengan interior kaca lebar agar tamu bisa leluasa melihat pemandangan itu sudah biasa. Bagaimana jika merasakan sensasi berenang di kolam berlantai kaca?

The Edge Bali Resort di Uluwatu, Bali menawarkan sebuah pengalaman baru dalam berenang. Fasilitas kolam renang yang dibangun di sini berada di tepi tebing yang curam. Bagian terekstrem adalah kolam renang ini menjorok keluar hingga melewati batas tebing dan berlantai kaca. Alhasil siapapun yang berenang di situ bisa menikmati pemandangan Samudra Hindia dari lantai kaca tersebut.

Di kolam yang bernama The Edge Infinity itu, satu-satunya yang membatasi kolam dengan tanah di ketinggian 500 kaki hanyalah kaca setebal 3,5 inci. Keunikan The Edge Infinity tersebut pun menjadi sorotan media Inggris, The Sun.

Dalam pemberitaannya, The Sun menyebut resort tersebut dibangun di lahan seluas 1,5 hektare. Untuk menikmati sensasi kolam renang ekstrem itu pengunjung tidak perlu terdaftar sebagai tamu hotel. Karena, resort itu menyediakan bar dan lounge bernama One Eighty yang dibuka untuk umum.

The Edge dapat dijangkau dengan perjalanan selama 35 menit dari bandara Ngurah Rai. Karena keunikan dan layanan vila privat, resort ini banyak diburu oleh para tamu asing. Selain itu, pantai di sekitar resort disebut sebagai salah satu spot terbaik untuk berselancar. (republika)

Menyusuri Asrinya Desa Wisata Penglipuran yang Mendunia

Desa Penglipuran
Langkahnya pelan. Pandangannya terarah pada beberapa lembar sampah plastik yang berserakan sisa makanan pengunjung yang belanja di warungnya.

Secepat kilat ia masukkan sampah-sampah itu ke dalam tong bertuliskan nonorganik.

Setelahnya, ia bersihkan meja bekas abu rokok yang tersisa. Warung milik Ni Nengah Kariyasa berada di Desa Penglipuran, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.

Dari namanya, Anda pasti sudah tahu Desa Penglipuran. Ya, kesohoran Desa Penglipuran tak hanya sampai ke pelosok Nusantara, namun juga ke penjuru dunia.

Bahkan tahun lalu, Desa Penglipuran dinobatkan sebagai satu dari tiga desa terbersih di dunia. Betapa tidak, di Desa Penglipuran, Anda tak akan melihat sampah sedikit pun. Itu karena warga di sana sangat menjaga kebersihan lingkungan mereka.

Berangkat dari kesadaran sendiri, sampah-sampah itu dibersihkan sedemikian rupa. Mereka memilah dan memilih sampah organik dan nonorganik. Di desa ini sampah bisa menghasilkan rupiah.

“Iya, sampah-sampah ini kami pisah, yang plastik dan bukan plastik. Nanti kami jual di bank sampah yang dikelola oleh desa,” kata Kariyasa, Jumat, 3 November 2017.

Menurut dia, persoalan kebersihan lingkungan telah diajarkan secara turun temurun oleh para tetua desa. Orangtua Kariyasa pun menularkan hal yang sama kepada anak-anaknya.

Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh I Nengah Moneng, ketua Pengelola Desa Wisata Penglipuran. Menurutnya, meski bagi sebagian orang kebersihan lingkungan hal remeh, tidak bagi warga di Desa Penglipuran.

Segala sesuatu yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan akan dibahas secara serius pada rapat-rapat desa yang melibatkan warga.

Betapa tidak, bagi warga Desa Penglipuran, menjaga kebersihan adalah bagian dari penghayatan konsep ajaran Hindu, Tri Hita Karana. Konsep itu mengatur mengenai hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan.

“Katakanlah, hal sepele mungkin bagi sebagian orang, yaitu saluran got yang tersumbat. Kami di sini membicarakannya dengan serius untuk mencari jalan keluarnya,” kata Moneng.

Tak hanya itu, Moneng menyebut keselarasan hidup dengan alam sudah dipraktikkan oleh leluhurnya sejak zaman dahulu. Luas Desa Penglipuran yang mencapai 112 hektare (ha) hanya dipakai sekitar 9 ha saja untuk permukiman warga sebanyak 243 kepala keluarga atau 986 jiwa.

Sementara itu, seluas 45 ha dialokasikan untuk hutan bambu yang terletak di belakang desa. Sisanya, dialokasikan untuk fasilitas umum dan pertanian warga.

Dalam merawat lingkungan, Moneng menyebut warga Desa Penglipuran memiliki tata cara sendiri. Misalnya, menebang pohon bambu, warga tak bisa sembarangan menebangnya.

Ada aturan main yang harus dipatuhi, prioritasnya menebang pohon bambu yang sudah tua dan layak ditebang, sedangkan bambu muda sedapat mungkin dihindari untuk ditebang.

Saking pentingnya kebersihan lingkungan sekitar yang dipahami oleh warga Desa Penglipuran, hal itu kemudian dituangkan dalam awig-awig atau peraturan desa adat. “Dalam awig-awig itu diatur seluruh warga memiliki kewajiban menjaga kebersihan, keasrian, dan keindahan desa,” ujarnya.


 Kesadaran tinggi warga sekitar akan kebersihan lingkungan membuat mereka tak mencantumkan sanksi dalam awig-awig tersebut. Bagi mereka, membiarkan sampah berserakan berarti melanggar petuah para leluhur. Tentu saja mereka tak mau dicap sebagai pendosa.

Bagi Anda yang berkunjung ke sini, tentu akan merasakan kesejukan udara yang begitu segar. Tak ada polusi, sebab kendaraan memang tak diperkenankan masuk ke areal desa. Saban hari, ratusan wisatawan dalam dan luar negeri berkunjung ke lokasi.

Bagi Anda yang tertarik untuk mengetahui lebih dalam bagaimana warga Desa Penglipuran menjalankan kehidupan tiap harinya, Anda bisa menyewa homestay yang banyak tersedia di sini. Harganya cukup pas di kantong. Per malamnya berkisar Rp 500 ribu.

Untuk ke Desa Penglipuran, dari Kota Denpasar silakan ambil jalan menuju Kabupaten Gianyar. Selanjutnya, cari jalan menuju Kabupaten Bangli. Banyak petunjuk arah menuju Desa Penglipuran. Jika Anda tersesat, bertanya kepada warga sekitar tak ada salahnya. (viva)

Pantai Dreamland Bali Surga Wisatawan Mancanegara


Bagi Anda yang sudah pernah mengunjungi Pulau Bali pastinya pernah juga mengunjungi tempat yang satu ini, yaaaa ! Pantai Dreamland merupakan objek wisata di Bali yang menyuguhkan keindahan alam yang sangat menawan. Pantai ini dilengkapi dengan hamparan pasir putih dan gulungan ombak yang besar yang pastinya membuat betah bagi siapa saja yang datang kesini. Tempat ini juga merupakan salah satu lokasi surfing yang ada di Bali, jadi sangat tepat sekali apabila dijadikan destinasi wisata Anda, terutama bagi Anda yang hobby berselancar.

Pantai Dreamland terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. banyak sekali wisatawan yang berasal dari mancanegara datang ke kawasan objek wisata Pantai Dreamland Bali, itu dikarenakan suasana dari pantai ini yang sangat tenang, hal ini dikarenakan letak pantai ini yang berada di balik sebuah tebing, disini Anda bisa bersantai sambil duduk - duduk atau berjemur diatas kursi panjang dan menikmati suasana pantai yang sangat indah.

Pantai DreamLand BaliTempat ini juga sering digunakan untuk lokasi Shooting Film baik Film Nasional atau Film luar negeri, selain itu bagi para pasangan yang akan melakukan pernikahan, Pantai Dreamland sangat bagus sekali digunakan untuk pemotretan prewedding.

Untuk masuk kekawasan wisata ini Anda tidak akan dipungut biaya apapun hanya akan dikenakan biaya parkir mobil.

Asal Usul Nama Dreamland

Secara kosa kata Dreamland memiliki arti " Tanah Impian ", tetapi dari mana asal usul nama Dreamland pastinya tidak sekedar hanya memberi nama. Nama Dreamland sendiri diambil dari sebuah cerita yang berawal dari kejadian pembuatan proyek perumahan serta pengembangan objek wisata yang terhambat dan terbengkalai yang diakibatkan terjadinya krisis moneter yang melanda Indonesia pada waktu itu. sementara warga sekitar yang sudah banyak berharap akan adanya objek wisata ini terus mendesak dinas pariwisata setempat untuk terus melanjutkan proyek tersebut, sehingga dapat mengangkat kehidupan mereka yang kebanyakan berprofesi sebagai petani. Harapan penduduk sekitar yang sangat besar terhadap pengembangan objek wisata tersebut, yang mencetuskan pemberian nama untuk pantai yang berada di Desa Pecatu itu dengan nama " Dreamland" atau "Tanah Impian".

Rute Perjalanan Ke Pantai Dreamland

Untuk mengunjungi Pantai Dreamland Anda harus menempuh perjalanan ke arah selatan tepatnya kearah Pecatu, tepatnya ke kawasan wisata Pecatu Indah Resort. Apabila Anda berangkat dari kawasan Kuta, tempat ini dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 30 menit, cukup dekat bukan ?. Ditengah perjalanan Anda juga akan melewati destinasi wisata di Bali yang juga cukup populer yaitu Garuda Wisnu Kencana ( GWK ). Anda juga tidak perlu khawatir akan tersesat, karena di Bali sendiri akan banyak Anda temui petunjuk - petunjuk Arah yang cukup jelas untuk mengarahkan Anda ke lokasi tujuan wisata Anda.

Kegiatan Yang Bisa Dilakukan Di Pantai Dreamland


Keindahan pantai Dreamland memang sangat mempesona, disini Anda bisa melakukan kegiatan wisata yang utamanya berhubungan dengan laut. Air laut yang sangat bening dan ombaknya yang sangat bagus sangat cocok sekali bagi Anda yang suka dengan olah raga surfing atau hanya sekedar duduk - duduk dan jalan - jalan menyusuri pantai. Banyak juga dari pengunjung yang menghabiskan waktunya di tempat ini hanya sekedar bermain - main dengan pasir, pastinya sangat menyenangkan.

Keindahan karang di bibir pantai juga menambah nuansa romantis dan erotis dari pantai ini, ditambah lagi apabila Anda berkunjung ke Pantai Dreamland pada waktu sore hari, pemandangan sunset yang sangat mempesona akan Anda dapatkan disini. Di tempat ini Anda juga akan menemukan banyak sekali penjual souvenir dan oleh - oleh yang kesemuanya khas Bali, jadi Anda tidak perlu kuatir akan lupa membawakan sanak saudara Anda oleh - oleh setelah Anda berlibur ke Pantai Dreamland Bali. Itulah ulasan mengenai objek wisata Pantai Dreamland di Bali, semoga ulasan diatas bisa menambah referensi bagi Anda yang akan mengunjungi tempat ini.