Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Festival of Light 2018 Kembali Digelar di Gardu Pandang Kaliurang


Melancongyuk - Untuk kelima kalinya, digelar ajang spektakuler Lampion yang dikemas dalam Event Festival Of Light tahun 2018. Event tersebut diselenggaralkan di Gardu Pandang Kaliurang pada libur lebaran 2018 ini. Kegiatan tersebut mengulang sukses event-event sebelumnya. Pada tahun 2018 ini Manajemen Taman Pelangi bersama Disbudpar Kabupaten Sleman merilis topik baru yaitu, The New Dancing Fountain dengan lampion-lampion bernuansa Jurrassic atau Zaman purbakala sebagai objek wisata dan selfie.

"Selain nuansa jurrassic dan berbagai jenis bunga dan binatang juga akan dihadirkan New Dancing Fountain yang menghadirkan teknologi-teknologi terbaru dari Dancing Fountain untuk menyemarakkan wisata di Gardu Pandang Kaliurang," papar Tri Lestari, marketing Manajemen Taman Pelangi.

Lebih lanjut dikatakan, Festival Lampion akan digelar mulai 9 Juni 2018 dan berakhir 22 Juli mendatang. Berbeda dengan event-event sebelumnya, kali ini Festival Of Light akan dibuka dari pukul 16.00 hingga pukul 23.00 malam, sehingga diharapkan dapat semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kaliurang pada liburan akhir tahun ini.

Menurutnya, semarak pesta lampion juga bakal dimeriahkan dengan berbagai kuliner jajanan-minuman tradisional serta sajian makanan kekinian yang diusung tenant-tenant warga Kaliurang maupun tenant umum di luar Kaliurang. "Talent-talent yang menampilkan music live baik akustik dan organ tunggal juga akan melengkapi wisata Kaliurang. Diharapkan event ini akan dapat menciptakan kesan yang mendalam untuk dibawa pulang oleh para wisatawan yang menikmati liburan panjang di Yogayakrta, khususnya di Kaliurang," sambungnya. (KRJogja)

Taman Mini Indonesia Indah Hadirkan Konsep Baru Mulai Tahun 2019


Melancongyuk - Kabar gembira, Direktur Penelitian Pengembangan dan Budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Patu Supadma Rudana mengatakan, TMII akan menghadirkan konsep reborn atau pembangunan lima tahun (pelita) secara berkelanjuta mulai tahun 2019 mendatang. Konsep ini diharapkan mampu membangun dan memajukan kebudayaan Indonesia di mata dunia.

Putu menuturkan, konsep reborn ini merupakan semangat menjadikan TMII lahir kembali memberi inspirasi dalam menuju Indonesia Emas 2045.

“Kedepannya harapanya adalah (TMII) hadir kembali menjadi bagian utama dalam memajukan seni budaya, kebudayaan, dan penunjukan peradaban kita yang luar biasa. Dan akhirnya dicintai oleh berbagai dunia,” ujar Putu di Gedung BPP TMII, Jakarta Timur dilansir dari Republikas.com pada Selasa (5/6/2018).

Konsep tersebut diangkat karena sesuai dengan cita-cita pendiri TMII, Siti Hartinah atau Tien Soeharto yang merupakan istri dari Presiden ke-2 Indonesia.
“Semangat membangun TMII reborn dari 2019, dalam arti kita membangun rencana pembangunan lima tahun. Dari 2019 Kita sebut repelita, sehingga pelita satu, pelita dua, pelita tiga, pelita empat dan lima menuju Indonesia emas 2045 mendatang,” tambahnya.

Dalam menjalankan konsep tersebut, pemerintah dan pelaku bisnis dapat mendukung TMII dengan datang dan menyelenggarakan kegiatan di Taman Mini Indonesia Indah.

“Pemerintah bisa melakukan kegiatannya di Taman Mini, tidak perlu di hotel-hotel, karena TMII bisa menjadi ruang interaksi yang penting bagi ruang seni budaya kita. Anak-anak sekolah datang ke TMII untuk bisa berbagi inspirasinya,” katanya.


Nantinya TMII juga menampilkan berbagai hal yang berbau tradisional namun dikemas dengan zaman kekinian untuk menyasar kaum millenial guna memupuk rasa nasionalisme anak muda.

“TMII hadir ingin menampilkan hal-hal yang berbau tradisional, local wisdom atau kearifan lokal dari seni budaya nusantara, dan kuliner nusantara. Tapi harus dikemas dengan zaman kekinian. TMII tentu hadir kembali ingin meneguhkan seni budaya dengan kemasan era kekinian dan diminati oleh generasi milenial,” ujarnya.

Putu berharap, kemunculan konsep reborn ini, TMII mampu memberikan inspirasi terhadap negara lain. Sebab, Indonesia diunggulkan dengan keberagaman budayanya yang unik dan luar biasa.

“Kira-kira 27 tahun kemudian (menuju Indonesia Emas di 2045) sehingga TMII menjadi ikon utama meneguhkan kebudayaan dunia dan salah satunya kebudayaan Indonesia yang luar biasa menginspirasi bangsa-bangsa lain di dunia. Dan Indonesia sangat layak dan mampu untuk menjadi ikon utama itu,” pungkasnya.

Kampung Akuarium Hadirkan Wisata Bahari ala Batavia


Melancongyuk - Setelah mengalami rentetan kisah kelam, Kampung Akuarium yang terletak di Penjaringan, Jakarta Utara , kini mulai berbenah. Kampung ini akan dikembalikan fungsinya sebagai cagar alam seperti semula saat Jakarta masih memiliki nama Batavia.

Lokasi yang sempat dijadikan pusat penelitian ikan pada tahun 1919 ini merupakan kawasan yang dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa yang saat itu merupakakan lokasi peleburan ekonomi dan budaya.

Menurut warga, pusat penelitian tersebut berbentuk kaca yang berukuran sangat besar dan menmpung ikan beragam jenis dengan jumlah yang banyak. Bahkan berdiri patung kuda dimana banyak anak-anak bermain di area tersebut. Sayangnya, 1960, kawasan penelitian ditutup. Setelahnya kawasan tersebut beralih fungsi sebagai asrama polisi.

Seiring perubahan zaman, Kampung Akuarium semakin kumuh dan tidak terawat. Akibatnya banyak warga yang terserang penyakit. Saat masa jabatan Ahok sebagai Gubernur DKI, warga kawasan Kampung Akuarium direlokasi ke rumah susun. Sayangnya, sebagian warga yang masih bergantung hidup di Kampung Akuarium masih bertahan meski kawasan tersebut hapir rata dengan tanah.

Usai masa jabatan Ahok berakhir dan berganti kepemimpinan Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno, Kampung Akuarium direvitalisasi menjadi sebuah kawasan bahari yang menunjang nilai pariwisata sekaligus mendorong kegiatan ekonomi kreatif masyarakat Kampung Akuarium.

"Iya kita mau wisata bahari, ada perumahan. Ada commercial areanya juga. Ada usaha kecil menengah, usaha kecil berbasis kemaritiman, dan perikanan," kata Sandiaga.

Sandi mengatakan, dalam proses Revitalisai Kampung Akuarium ini ia berharap agar masyarakat berpartisipasi secara kolaboratif. Hal ini guna membangun kembali nilai-nilai ekosistem budaya, ekosiatem pendidikan dan ekonomi.

"Mereka dilibatkan dalam pentaan tersebut, sehingga partisipasi masyarakatnya sangat tinggi. Itu pendekatan baru kita. Ada beberapa RW di yang akan pelan-pelan kita lakukan pendekatan terkait kearifan lokal," ujar Sandi.

Gubernur Anies Basweda mengatakan bahwa saat ini proses revitalisasi sudah berjalan. Pembuatan Shelter (hunian sementara) saat ini perlahan sudah mulai dibangun. Pengadaan shelter itu nantinya akan ditempati sementara oleh lebih kurang 180 Kepala Keluarga. Saat ini pihak Jakarta Propertindo akan menyelesaikan proyek tersebut sesuai instruksi Pemprov DKI.

"JakPro yang bergerak di bidang konstruksi, harus segera menyelesaikannya shelternya. Sehingga teman-teman di Akuarium punya tempat tinggal nanti. Apalagi ini masuk cuaca ekstrem. Mereka harus diberikan shelter sehingga hidup lebih layak," kata Anies Baswedan. (Sportourism)

Yuk, Hadiri Parade Bunga di TIFF 2018

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon Masna Pioh memperlihatkan keindahan Kota Tomohon dengan latar Gunung Lokon.
Melancongyuk - Pemerintah Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) terus mematangkan pelaksanaan event Tomohon International Flower Festival (TIFF) ke-8 dengan tema Beautiful Tomohon, di mana puncak acaranya dilaksanakan pada 8 Agustus 2018 mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon Masna Pioh menyatakan berbagai persiapan sudah dilakukan, baik lokal maupun nasional dengan melakukan pertemuan bersama kementerian pariwisata di Jakarta.

“Persiapan semakin dimantapkan. Rapat panitia, main event, side event, peserta, lokasi, kesiapan bunga, dekorator, dan lainnya terus dimantapkan agar pelaksanaan nanti semakin baik,” kata Masna.

Wali Kota Tomohon Jimmy Eman juga telah melakukan pertemuan dengan Deputi Bidang Pemasaran 1 Kementerian Pariwisata Prof DR I Gede Pitana di Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Februari lalu. Hasilnya, I Gede Pitana merespon positif dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Tomohon yang sudah melaksanakan event berskala internasional seperti TIFF.

"Saat ini setiap orang berbicara Festival Bunga pasti terarah ke Kota Tomohon. Brand-nya sudah melekat di Kota Tomohon," ujar Pitana.

Lewat pertemuan tersebut, deputi berjanji akan mengupayakan kehadiran presiden dan menteri pariwisata dalam pelaksanaan TIFF ke-8 tahun ini.

Sementara, Putri pariwisata Indonesia 2016 Lois Merry Tangel yang merupakan asal Sulawesi Utara, juga turut mempromosikan TIFF 2018 saat kunjungannya ke Amerika.

Lois Merry Tangel mengatakan dirinya mengaku sedang di Washington DC, dari sana juga ingin menyukseskan TIFF 2018 yang akan dilaksanakan 8 Agustus 2018.

“Semoga melalui kegiatan ini masyarakat terus mendukung program pemerintah dengan menyukseskan TIFF nanti,”tutur perempuan cantik kelahiran 1997 itu.

Masna memastikan, Dinas Pertanian Tomohon, mulai tahun depan akan membuat taman bunga, rencana lokasi di komplek show window Kota Tomohon.

“Ini membuktikan bahwa Tomohon begitu serius terhadap ivent yang dilaksanakan setiap tahun ini. Tomohon adalah Kota Bunga. Suksesnya program ini juga akan mendongkrak kunjungan wisatawan di Sulut,”imbuhnya.

(TIFF) 2018 yang merupakan agenda pemkot Tomohon menjadi agenda yang special karena di laksanakan pada tanggal, bulan dan tahun yang cantik yakni 8-8-2018.

Dia berharap turnamen bunga atau yang juga dikenal dengan Parade Bunga yang akan berlangsung di sepanjang jalan utama di Tomohon yang menampilkan float yang dihiasi.

Pesertanya juga dari negara lain, seperti tahun lalu, antara lain, Jepang, Australia, Sekretariat Asean, Bhutan, Nepal, Kazakhstan, Taiwan, Korea Selatan, dan Malaysia. Selengkapnya

TANGCITY TRAVEL FAIR 2018


Melancongyuk - TANGCITY TRAVEL FAIR 2018

Tanggal: 31 Agustus–9 September 2018
Tempat: LANTAI GROUND FLOOR, TANGCITY MALL
HTM: GRATIS!

Travel Fair pertama di Tangerang Kota, dapatkan harga-harga yang terbaik, waktu liburan yang tepat, dan paket yang lebih menarik.

Info dan kontak:

  • AUF 0896 3504 1247
  • YUS 0859 2502 4004
  • DEO 0856 4319 9281
  • IRWAN 0815 1125 2096

Para Raja se-Nusantara Dukung Presiden Jokowi Keraton Jadi Obyek Wisata


Melancongyuk - Ketua Umum Forum Silaturahni Keraton se-Nusantara (FSKN) Sultan Kasepuhan Cirebon, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat sampaikan banyaknya kerajaan di Nusantara yang secara fisik sebagian bangunan kerajaannya sudah hilang. Namun, menurutnya bangunan kerajaan tetap harus dijaga dan dipertahankan nilai luhurnya.

Bahkan Presiden Jokowi sendiri lanjut Sultan Sepuh Cirebon, saat bertemu dengan raja-raja Nusantara di Istana Bogor awal tahun 2018 lalu menginginkan agar bangunan Keraton yang masih ada bisa direvitalisasi dan dijadikan obyek tujuan wisata.

"Yang ada direvitalisasi. Dijadikan lokasi tujuan wisata agar bisa menggerakkan ekonomi daerah dan ekonomi negara. Ada pendapatan di sektor pariwisata, salah satu penyumbang APBN terbesar di Indonesia," jelas Sultan Sepuh Cirebon di Solo,Jawa Tengah, Sabtu (14/4/2015).

Pemerintah sendiri di tahun 2019 telah menargetkan 20 juta wisatawan bisa saja terpenuhi apabila semua sektor saling mendukung. Jika ada peningkatkan wisatawan berarti juga menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Seperti kerajinan, kesenian dan sebagainya. Karena itulah pentingnya agar keraton-keraton yang masih ada direviralisasi," tuturnya.

Sebelumnya perwakilan dari Kementrian Maritim yang diwakili oleh Sekretaris kementrian koordinator bidang kemaritiman, Agus Purwoto sebut pemerintah dalam hal ini Kementrian Kemaritiman turut serta mendukung program program untuk pelestarian budaya.

"Pelestarian budaya, sejarah untuk terus dipertahankan sebagai budaya dan leluhur kita. Dan itu sejalan dengan visi misi pemerintah saat ini tentunya kemaritiman bukan sesuatu ide yang baru," tutupnya. (Okezone)

Hotel Pertama di Luar Angkasa Tawarkan Pemandangan 16 Sunrise & Sunset Dalam Semalam


Melancongyuk - Zaman serba canggih begini traveling pun katanya harus berkonsep futuristik. Akomodasi yang ditawarkan pun semakin variatif dan canggih. Kalau belakangan banyak hotel yang menawarkan konsep futuristik dengan teknologi terbaru, sekarang malah ada hotel yang mengusung konsep futuristik termutakhir dengan menawarkan pengalaman menginap di luar angkasa.

Aurora Station diklaim sebagai hotel ruang angkasa mewah pertama di dunia yang diumumkan saat KTT Space 2.0 lalu di San Jose, California. Dikembangkan oleh Orion Span yang berbasis di AS, stasiun ruang angkasa ini akan menampung enam orang sekaligus, termasuk dua anggota kru, untuk perjalanan luar angkasa selama 12 hari. Rencananya, tamu pertama akan disambut pada tahun 2022 mendatang.

"Tujuan kami adalah menyediakan ruang bagi semua orang," kata Frank Bunger, CEO dan pendiri hotel Orion Span, dalam sebuah pernyataan. "Setelah diluncurkan, Aurora Station akan segera beroperasi, membawa para pelancong ke luar angkasa dengan cepat dan pada titik harga yang lebih rendah daripada yang pernah dilihat.


Bisa menikmati 16 sunrise dan sunset dalam waktu 24 jam saja

Selama petualangan 12 hari ini, Anda akan diajak terbang pada ketinggian 200 mil di atas permukaan Bumi di orbit bumi rendah, atau LEP. Di mana para pengunjung akan menyaksikan pemandangan luar biasa dari planet biru. Hotel ini akan mengelilingi Bumi setiap 90 menit, yang berarti para tamu akan melihat sekitar 16 matahari terbit dan matahari terbenam setiap 24 jam.

Kegiatan selama penerbangan pun cukup atraktif, termasuk mengambil bagian dalam eksperimen penelitian seperti menanam makanan saat berada di orbit, yang dapat dibawa pulang oleh para tamu hotel sebagai oleh-oleh.

Para tamu juga dapat berkomunikasi langsung melalui video dengan orang-orang di bumi melalui akses internet nirkabel berkecepatan tinggi. Sambil menikmati sensasi gravitasi nol, Anda akan melayang bebas selama berada di dalam hotel. Sambil menikmati pemandangan dari aurora utara dan selatan dari jendela stasiun dijamin hal ini jadi pengalaman yang tak terlupakan.


Calon pengunjung harus menyelesaikan program sertifikasi Astronaut Orion Span (OSAC) sebelum lepas landas. Deposito sudah harus diterima perusahaan untuk masa inap di hotel luar angkasa.

Pengalaman menginap bersama Aurora Station bisa didapatkan dengan membayar 9,5 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar 130 miliar rupiah. Walaupun begitu kamu baru bisa menjadi tamu di hotel luar angkasa pertama empat tahun lagi. Sumber