Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Berburu Takjil Gratis Selama Puasa di Jakarta


Melancongyuk - Bulan penuh berkah kembali datang. Ramadan menjadi momen yang tepat untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Selain berpuasa selama satu bulan penuh, umat Muslim juga dapat saling berbagi salah satunya takjil untuk berbuka puasa.

Sejumlah tempat, terutama masjid-masjid besar di Jakarta, kerap memberikan takjil gratis untuk berbuka puasa selama Ramadan. Di mana saja? Dikutip  dari  Okezone berikut daftarnya jika anda ingin berburu takjil gratis:

1. Masjid Istiqlal

Pengurus Masjid Istiqlal rutin menyiapkan ribuan takjil selama bulan suci Ramadan untuk masyarakat yang berbuka puasa. Pada bulan Ramadan 1438 Hijriah/2017 Masehi, pengurus masjid Istiqlal menyiapkan hingga 3 ribu takjil per hari untuk Senin hingga Kamis. Sementara pada akhir pekan, jumlah takjil ditambah menjadi 5 ribu per hari.

2. Masjid Cut Meutia

Salah satu masjid tertua di Jakarta, Masjid Cut Meutia, juga rutin menggelar buka puasa bersama setiap hari selama bulan Ramadan. Warga sekitar dan umat Muslim lainnya yang kebetulan berada di sekitar Jalan Cut Meutia pun dapat menikmati sajian takjil gratis.

Lokasi masjid ini cukup strategis jika Anda ingin berburu takjil gratis. Kamu bisa naik KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Gondangdia. Dari sana, lanjut berjalan kaki sekira 140 meter (m) ke arah selatan untuk menuju Masjid Cut Meutia.

3. Masjid Sunda Kelapa

Masjid Agung yang terletak di Jakarta Pusat itu rutin menyediakan ribuan takjil berupa nasi box setiap tahun bagi umat Islam yang berpuasa. Selain menyediakan takjil gratis, bazaar Ramadan menjelang buka puasa juga bisa menjadi pilihan untuk ngabuburit sambil menunggu adzan maghrib.

4. Masjid At Tin

Masyarakat Jakarta Timur acap memenuhi masjid yang dibangun oleh almarhum Presiden Soeharto untuk istrinya Tien Soeharto tersebut setiap menjelang buka puasa. Takjil biasanya sudah disiapkan oleh pengurus sejak pukul 17.00 WIB. Masjid ini biasa membagikan ribuan takjil berupa minuman manis dan kurma. Sedangkan nasi box atau makanan berat baru akan disajikan usai salat Maghrib.

Nikmati Keunikan Wisata Budget Pulau Tidung


Melancongyuk - Pulau Tidung, satu dari kebanyakan pulau di Kepulauan Seribu memiliki daya tarik tersendiri bagi penikmat wisata bahari. Pulau Tidung terdiri dari dua pulau, Pulau Tidung Kecil dan Pulau Tidung Besar.

Penghuni Pulau Tidung pertama kali berada di Pulau Tidung Kecil, namun setelah bertambahnya penduduk beberapa pindah ke Pulau Tidung Besar. Pulau Tidung Kecil dan Pulau Tidung Besar dihubungkan oleh jembatan merah bernama Jembatan Cinta.

Masyarakat Pulau tidung cukup unik sebagian penduduknya melakukan mobilitas dengan menggunakan sepeda. Bahkan di Pulau Tidung tersedia parkir khusus bagi pengendara sepeda.

Selain sepeda, masyarakat juga menggunakan becak sebagai alat transportasi. Tidak padatnya kendaraan berbahan bakar bensin, membuat Pulau Tidung memiliki kualitas udara yang baik.

Jika Anda ingin berlibur dan menikmati suasana pantai, pulau Tidung bisa menjadi salah satu pilihan Anda. Hanya butuh satu jam dari Pantai Marina Ancol Jakarta menuju Pulau Tidung dengan menggunakan speed boat.

Dermaga Pulau Tidung

Pengelola wisata memberikan fasilitas penyewaan sepeda dengan kisaran haraga Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per hari. Untuk berkeliling pulau dengan menggunakan becak, anda hanya dikenakan biaya Rp 100 ribu.

"Kalau mau keliling-keliling pulau Tidung Rp 100 ribu. Sama aja bule atau orang sini," kata Benny seorang pengemudi Bentor di Pulau Tidung, Rabu, 9 Mei 2018.

Untuk home stay, cukup terjangkau yakni berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu. Sayangnya untuk biaya makan di Pulau Tidung masih cukup mahal. Hal ini karena bahan pasokan bahan makan mentah masih harus dipasok dari Jakarta. "Kalau makan agak mahal disini, karena pasokannya dibawa dari Jakarta pakai kapal," kata seorang pengelola home stay.

Saat ini sendiri Pulau Tidung mulai melakukan perubahan demi menarik jumlah wisatawan, baik mancanegara maupun turis lokal. Beberapa hal yang diperbaiki adalah masalah pengolahan sampah plastik. Saat ini, pengolahan sampah mulai di fokuskan demi memperbaiki ekosistem yang ada.

Wujud ini terlihat dari banyaknya papan himbauan yang menuliskan pelarangan membuang sampah. Namun proses pengolahan sampah ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh waktu dan tenaga dalam memperbaiki hal tersebut.

Wisata Pulau Tidung ini banyak dinikmati oleh kebanyakan wisatawan lokal pada saat weekend. Menurut Abdul Rahman seorang pengelola hotel, disaat hari libur lonjakan wisatawan hingga 70 persen. "Tingkat hunian home stay di pulau tidung, untuk week end sekitar 70% dan untuk week day 10 persen," kata Abdul Rahman.

Meski dalam waktu dekat Pemerintah berencana mendatangkan investor untuk mengelola Pulau tidung sebagai lokasi wisata, Abdul Rahman yakin bahwa itu tidak akan mengganggu mata pencarian pribumi yang mengelola home stay.

"Jika ada investor yang mau masuk ke pulau seribu sebailnya diarahkan ke pulau wisata. Hal ini tidak akan mengganggu home stay di pulau pemukiman, karena pangsa pasarnya berbeda," ujarnya.

Palau seribu terdiri dari 110 pulau. 11 pulau pemukiman, 45 pulau utk resort/wisata, 4 pulau heritage dan 1 pulau untuk base camp pengeboran minyak, pulau zona inti TNL Kepulauan Seribu dan pulau dengan kawasan hijau.

Dari 45 pulau wisata, sudah pernah terbangun 10 resort, namun yang sekarang masih berjalan hanya 5 resort saja. Mulai tahun 2010 para pengembang pribumi mengembangkan pulau pemukiman (pulau tidung, pulau pramuka, harapan, pari, kelapa, untung jawa, yang saat ini banyak dikunjungi turis lokal. (Sportourism)

Pulau Bidadari, Destinasi Wisata Warga Jakarta yang Penuh Sejarah

Rancangan perombakan Bidadari Eco Resort (Foto: Dok. Taman Impian Jaya Ancol)
 Melancongyuk - Kebanyakan warga Jakarta barangkali sudah familiar dengan paket wisata tiga pulau bersejarah di Kepulauan Seribu. Apalagi jika bukan Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Berfoto di depan Benteng Martello adalah salah satu aktivitas ‘wajib’ paket itu. Padahal ada satu lagi pulau yang tak kalah indah dan bersejarah, yakni Pulau Bidadari.

Letaknya hanya 15 kilometer dari Jakarta. Kamu bisa mencapainya dengan naik speedboat dari Dermaga Marina Ancol dengan lama perjalanan sekitar 20 menit. Pulau yang dulu dinamai Purmerend oleh pemerintah Hindia Belanda itu juga berdekatan dengan Pulau Onrust, Kelor, dan Cipir.

Sejak 1972, pengelolaan Pulau Bidadari diambil alih oleh PT Seabreez Indonesia, anak perusahaan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Sempat tak berpenghuni selama 30 tahun lebih, pulau seluas 6 hektar itu lalu diubah menjadi resor wisata, memanfaatkan panorama alamnya yang menakjubkan.

Namun jauh sebelum itu, Pulau Bidadari adalah saksi bisu perjalanan sejarah Tanah Air. Pada 1679, VOC membangun rumah sakit di pulau tersebut. Warga yang terjangkit penyakit lepra dan kusta dikarantina di sana dan menjadi asal muasal pulau itu disebut pulau sakit atau purmerend dalam Bahasa Belanda.

Menara Martello di Pulau Bidadari (Foto: Dok. Taman Impian Jaya Ancol)
Pulau itu juga menjadi yang lebih dulu kena saat ada serangan ke Batavia. Pada 1800 dan 1806, Inggris menyerang Pulau Bidadari hingga hancur berantakan. Pada 1827, pemerintah Hindia Belanda kembali membangun infrastruktur di sana dengan memanfaatkan tenaga tahanan untuk mendirikan asrama haji.

Asrama haji itu digunakan sebagai peristirahatan calon haji yang akan berangkat ke Mekkah dengan kapal. Beroperasi hingga 1933, asrama tersebut akhirnya ditutup. Menjelang kemerdekaan Indonesia hingga 1970, Pulau Bidadari dibiarkan tidak berpenghuni. Namun hingga kini, pengunjung masih bisa melihat sisa bangunan Menara Martello, ikon warisan sejarah peninggalan kolonial Belanda di pulau tersebut.

Dikelola menjadi destinasi wisata, pulau itu kemudian berganti nama pada awal 1970-an menjadi Pulau Bidadari yang dianggap mewakili keindahan alamnya. Dibangunlah sebuah resor untuk memanjakan wisatawan. Sejak pertama kali berdiri, Bidadari Eco Resort tidak banyak berubah sehingga PT Seabreez Indonesia memutuskan untuk merombaknya pada akhir 2017 lalu.

Konsep yang diusung adalah The Soul of Batavia. Unsur budaya Betawi yang lekat dengan warga Jakarta akan dipadukan dengan kecanggihan teknologi. Penataan ulang resor itu akan menambahkan sentuhan digital pada infrastrukturnya.

Rancangan perombakan Bidadari Eco Resort (Foto: Dok. Taman Impian Jaya Ancol)
“Dengan hadirnya nuansa baru di Pulau Bidadari, kami berharap pengunjung dapat bernostalgia dengan kenangan Jakarta tempo dulu, namun tetap kekinian. Sehingga pengunjung bisa merasakan pengalaman yang baru dan berbeda berlibur di pulau ini. Direncanakan revitalisasi ini akan diselesaikan pada ulang tahun Jakarta yang ke 491 tahun ini” ujar Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Paul Tehusijarana.

Tak hanya itu, Pulau Bidadari juga akan dicanangkan sebagai pulau berbasis budaya dan digital. Pencanangan menjadi tonggak awal revitalisasi wisata Pulau Seribu sekaligus menyambut HUT Jakarta dan perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Rencananya akan dihadiri Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Sandiaga Uno, pada Sabtu (21/4). Selengkapnya

Ada Salju dan Igloo di Jakarta


Melancongyuk - Sering iri melihat pasangan yang romantis di atas es, atau ingin beradu cepat saat berseluncur dengan teman, bisa saja.

Permainan yang hadir sepanjang musim dingin ini ada di salah satu mal yang terletak di daerah Jakarta Utara, tepatnya di Summarecon Mal Kelapa Gading.

Selain macam-macam permainan di SnowPark Adventure, ada pula snow playground untuk membuat boneka salju, serta igloo.
 
Pengunjung tak perlu takut akan terbentur atau jatuh karena dibekali dengan alat pengaman diri, seperti helm dan sepatu boot karet. Belum lagi ada banyak kakak-kakak tampan yang akan selalu siaga memperhatikan keselamatan pengunjung.

Untuk bisa menikmati seluncur es, yang perlu diperhatikan adalah tinggi badan minimal 120 cm. Snow playground bisa dinikmati oleh anak-anak segala usia. 


Bagi anak di bawah usia tujuh tahun wajib didampingi orang dewasa minimal berusia 17 tahun. SnowPark Adventure dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga pukul 22.00.

Tiket masuk permainan dengan durasi 45 menit atau tiket one day pass di hari biasa sebesar Rp175 ribu, sedangkan untuk tiket akhir pekan atau hari libur nasional dikenai tarif Rp200 ribu. Harga tersebut sudah termasuk penyewaan sepatu boots.

Sebelum bermain di sini, pastikan untuk menggunakan jaket atau mantel dan kaus kaki agar tubuh tetap hangat. Dan tak perlu khawatir jika membawa banyak barang, karena di sini juga tersedia loker penyimpanan yang bisa memuat tas dan sepatu atau beberapa barang belanjaan.

Kerta Niaga, Tempat Kuliner Kekinian Baru di Kota Tua


Kawasan Kota Tua masih menjadi pilihan bagi banyak warga ibu kota untuk mengisi masa liburan. Bangunan museum dan beragam kuliner yang ada di sekitar lokasi ini, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.  

Tapi tahukah Anda, kini ada satu tempat kongkow kekinian yang belum lama dibuka di Kota Tua. Tempat itu bernama Kerta Niaga Market Place. Lokasi ini merupakan salah satu hasil dari proyek revitalisasi kawasan Kota Tua.   

Sayangnya, masyarakat belum banyak yang mengenal tempat ini. Padahal, sudah sejak Oktober lalu diresmikan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat.   

"Iya, masih belum banyak yang tahu, banyak yang mengira ini kayak museum, masuknya harus bayar, padahal enggak," ungkap Febri, salah satu penjual minuman di Kerta Niaga Market Place, Jumat 29 Desember 2017. 

Gedung Kerta Niaga berada persis di sebelah Kedai Djakarta. Memasuki pintu utama, pengunjung akan menemukan beragam kuliner yang dijajakan.  Saat VIVA mengunjungi lokasi itu, pilihan jajanan yang ditawarkan masih terbatas. 

Tetapi, dari aroma yang tercium, cukup mengundang selera untuk mencicipi Dum Dum Thai Tea, Bakso Tekwey, dan Teh Kotjok.  

Selain itu, tempat ini juga menyediakan co-working space yang bisa disewa untuk keperluan bekerja. Jadi, selain nongkrong, pengunjung juga bisa bekerja dengan suasana tempo dulu di tempat ini.