Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

Sensasi Liburan di 'Teras' Awan Tomamu Resort Jepang


Melancongyuk - Jika berbicara wisata di Jepang pikiran orang akan langsung tertuju pada musim bunga sakura, Harajuku, Resor Ski, Gunung Fuji hingga Tokyo Tower. Beberapa hal itu memang menjadi incaran bagi wisatawan terutama wisatawan asal Indonesia.

Namun sesungguhnya, masih banyak destinasi yang memang tidak kalah menarik dari ikon-ikon wisata tersebut. Salah satunya adalah menikmati keindahan dari atas puncak gunung di Pulau Hokkaido, tepatnya di Tomamu Resort Jepang. Yang paling menonjol dari resor ini adalah Teras Unkai.

Teras Unkai ini menawarkan pemandangan unik yang bertengger di puncak gunung yakni awan putih tebal. Tidak heran banyak pengunjung yang menjuluki tempat ini sebagai lautan awan atau negeri di atas awan. Lautan awan ini menjadi fenomena yang menarik banyak wisatawan ke resor ini selama bertahun-tahun.

Namun sayang, hanya sedikit orang yang memiliki kesempatan untuk dapat menikmati fenomena alam yang indah ini. Karena mereka harus berjalan dan mendaki gunung untuk sampai di bagian Teras Unkai, yang merupakan bagian dari Tomamu Resort. Selain jalur tersebut, ada gondola yang dapat digunakan, namun harganya cukup mahal untuk sekali perjalanan.

Meski begitu, perjuangan Anda pun akan terbayar saat berhasil melihat pemandangan matahari terbit yang muncul dari sisi gunung Hidaka dan Tokachi dan menembus kabut halus sambil menikmati secangkir kopi atau semangkuk sup.

Teras Unkai terbuka bagi wisatawan selama musim panas sampai akhir September. Pengunjung juga tidak dianjurkan datang selama musim dingin, karena hanya sedikit awan yang bisa diamati.

Tidak hanya itu, Anda juga sebaiknya tahu kondisi cuaca di sekitar. Sebab jika berawan, seluruh tempat yang indah diliputi oleh kabut tebal. Tetapi Anda masih dapat memiliki waktu yang menyenangkan untuk mendaki lereng gunung yang berkelok-kelok.

Atau Anda bisa menikmati kecantikan fenomena alam tersebut melalui kartu pos yang diberikan oleh operator gondola kepada para turis yang tidak dapat melihat fenomena cantik itu karena terhalang cuaca.

Jika cuaca cukup cerah, Anda harus bangun pagi-pagi sekali untuk dapat menangkap momen langka dan cantik ini. Sebab, Gondola akan mengangkut pengunjung pada pukul 04.00 pagi sampai pukul 08.30 pagi, jadi jika Anda berencana untuk berjalan di atas awan, pastikan untuk mengatur alarm Anda.

Unik, Ada Hotel yang Terombang-ambing Ombak Laut


Melancongyuk -  Saat memilih hotel, tentunya anda akan memilih tempat yang nyaman, aman, ditambah dengan pemandangan yang menakjubkan. Hotel di atas pohon suda biasa, bagaimana jika kali ini mencoba menginap di kamar yang mengapung di atas air. Hotel unik ini dapat ditemukan di Jepang.

Hotel satu ini berbentuk kapsul, dan menawarkan sensai bermalam sambil mengapung di laut. Hotel ini tidak akan diam seperti kebanyak lainya. Tapi, anda akan terombang-ambing oleh ombak. Sehingga, anda akan serasa sedang menaiki kapal yang sedang melaju.

Arsitekturnya cukup unik, mengapung karena berbahan dasar kayu. Meski demikian, tapi hotel ini tetap aman untuk ditinggali. Jadi, anda tidak perlu takut tenggelam.

Coba anda banyangkan, jika saat membuka mata di sekeliling adalah lautan lepas dan luas. Bagi yang mabuk laut, tapi tetap ingin merasakan sensasi meginap di hotel. Siap-siap meminum obat anti mabuk terlebih dahulu.

Anda bisa mencoba langsung hotel kapsul terapung ini di Huis Ten Bosch, sebuah resort bergaya Eropa di kawasan Nagasaki, Jepang. Hotel ini menyediakan kamar dengan kapasitas hingga tiga orang.

Tapi jangan terburu-buru, karena hotel kapsul ini akan mulai dioperasikan pada musim panas mendatang. Tarif per-malamnya yaitu, 35.000 Yen dengan syarat minimal menginap selama dua malam. Penasaran? (sportourism)

Festival Bunga Musim Semi di Jepang

Melancongyuk - Musim semi sebentar lagi tiba dan banyak pelancong sudah bersiap diri untuk menyambut datangnya momen bunga-bunga bermekaran untuk pertama kalinya di awal tahun. 

Jepang menjadi negara favorit untuk merayakan peristiwa cherry blossom, tapi tak hanya sakura yang menjadi daya tarik wisata, ada ragam festival bunga di musim semi yang bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin menikmatinya, apa sajakah itu?

Festival Fuji Shibazakura

Lokasi : Minamitsuru, Prefektur Yamanashi
Waktu : 14 April-27 Mei 2018

Merupakan salah satu festival bunga teranyar, yang digelar di Fuji Motosu Lake Resort di Prefektur Yamanashi, yang menyajikan pemandangan bunga-bunga bermekaran aneka warna dengan latar Gunung Fuji yang tersohor itu. 


Pengunjung bisa menikmati pemandangan cantik ini sejak pukul 08:00-17:00, dengan harga tiket masuk untuk dewasa sebesar 600 yen dan anak 250 yen. 

Shibazakura adalah jenis bunga kecil yang biasa berwarna merah, merah muda, putih, atau ungu, yang berasa dari Amerika Utara, yang dikenal sebagai Moss Phlox. Rupanya mirip dengan sakura, namun Shibazakura merupakan tanaman merambat yang menutupi tanah seperti rumput. Shiba-zakura sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti rumput ceri.

Festival Freesia

Lokasi : Pulau Hachijojima
Waktu : Akhir Maret hingga awal April 2018

Mungkin tak banyak yang familiar dengan Pulau Hachijojima yang berjarak satu jam perjalanan udara dari kota Tokyo. 


Pulau ini terangkat pamornya berkat kehadiran Festival Freesia yang menghadirkan sekitar 350 ribu bunga freesia yang dapat dipetik bebas oleh para pengunjung yang tersedia di area tertentu. 

Bunga freesia sendiri adalah salah satu jenis bunga yang paling harum, yang mulai dibudidayakan sejak 1878. 

Untuk menikmati kecantikan bunga freesia yang biasa berwarna putih, merah, dan kuning ini, pengunjung dapat mengunjungi dari pukul 10:00-16:30.

Festival Wisteria

Lokasi : Ashikaga, Prefektur Tochigi
Waktu : 18 April-20 Mei 2018

Setiap tahunnya, Taman Bunga Ashikaga di Prefektur Tochigi kebanjiran pengunjung yang semangat untuk menyaksikan aneka bunga cantik yang bermekaran di Negara Sakura ini, salah satunya adalah bunga wisteria yang memiliki pohon yang besar dan bunga bervarian warna, dari putih, merah mudah, dan ungu. 

Keunikan festival ini terlihat dari rangkaian bunga wisteria yang tersusun layaknya sebuah terowongan berwarna putih, yang menjadi symbol taman ini. 

Festival menarik ini sudah berlangsung selama 150 tahun, yang diselenggarakan di lahan seluas 900 meter persegi. 


Jika berkunjung di periode 21 April hingga 13 Mei, taman bunga ini akan semarak dengan cahaya warna-warni dari lampu yang dinyalakan sepanjang area, yang dimulai dari pukul 17:30-21:00. Untuk tiket masuk, di siang hari dikenakan biaya 900-1.800 yen untuk dewasa dan 500-900 yen untuk anak, sedangkan di malam hari, dikenakan biaya masuk 600-1.500 yen untuk dewasa dan 300-800 yen untuk anak.

Festival Bunga Tulip Serakogen

Lokasi : Sera, Prefektur Hiroshima
Waktu : 15 April-14 Mei 2018

Perkebunan Serakogen di Hiroshima menjadi rumah bagi kemeriahan festival bunga tulip yang kerap digelar setiap musim semi. 

Ada sekitar 75.000 bunga tulip yang ditanam di atas lahan seluas 65.000 meter persegi, yang merupakan lahan terbesar di Jepang untuk menanam tulip. 

Festival ini begitu indah karena didesain mengikuti warna-warni bunga tulip yang berubah setiap tahunnya. Untuk 2018, festival ini mengangkat temat Kachoufugetsu, yang berarti kecantikan alam Jepang. 


Pengunjung dapat menghadiri lahan perkebunan tulip mulai pukul 09:00-17:00, dengan tiket masuk 800 yen untuk dewasa dan 400 yen untuk anak. 

Selain menikmati rangkaian bunga tulip, pengunjung dibebaskan untuk membawa bekal makanan untuk dinikmati di kawasan taman bunga.

Kawachi Fujien

Lokasi : Kita-Kyushi, Prefektur Fukuoka
Waktu : Pertengahan April hingga pertengahan Mei

Sama seperti Festival Weesteria di Ashikaga, Kawachi Fujien termasuk salah satu festival bunga favorit yang diselenggarakan di Prefektur Fukuoka. 

Terkenal dengan terowongan yang tersusun dari bunga wisteria, yang dapat dinikmati pengunjung sesaat setelah memasuki taman. Terowongan yang menyerbakan harum bunga dengan warna-warni yang memukau mata, layaknya sebuah lukisan. 


Festival ini membangun dua terowongan sepanjang 80 meter dan 110 meter, yang sama-sama menyajikan pemandangan terbaik. Festival ini dibuka mulai pukul 09:00-18:00, dengan tiket masuk 300-1.000 yen, tergantung tahap-tahapan bunga bermekaran. 

Kawachi Fujien sendiri merupakan taman kecil di daerah pegunungan yang dapat diakses dari Bandara Fukuoka menggunakan Kereta JR menuju Stasiun Yahata sekitar satu jam perjalanan. 

Kemudian, dilanjutkan naik bus nomor 56 menuju Kawachi Shogakko-Mae sekitar 20 menit dan diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit menuju lokasi taman.

Hashima Island, Pulau Berhantu di Jepang Dengan Sejarah yang Memilukan


Melancongyuk - Dulunya, pulau ini dihuni oleh puluhan ribu pria yang bekerja di tambang batu bara. Setidaknya, pulau Hashima dihuni sekitar satu abad, antara tahun 1887 hingga 1974. Pulau ini merupakan tempat penambangan batu bara yang menampung ribuan pekerja. Bahkan, dulu Hashima sempat menjadi lokasi padat penduduk, ada sekitar 5.259 penduduk yang mayoritas adalah pria.

Hashima Pada tahun 1890, perusahaan Mitsubishi membeli pulau yang memiliki luas sekitar 6,3 hektar itu untuk melakukan proyek batu bara di dasar laut. Pada tahun 1916, mereka bahkan membangun apartemen yang memiliki sembilan lantai di pulau tersebut untuk melindungi para pekerja dari angin topan.

Pada tahun 1974, proyek penambangan di pulau ini resmi ditutup dikarenakan batu bara yang tak lagi tersisa. Para penduduk pun mulai meninggalkan Pulau Hashima hingga akhirnya kosong tanpa penghuni. Meski telah jadi kota mati, pada tahun 2000, ketertarikan wisatawan pada pulau tersebut mulai muncul. Hingga 9 tahun kemudian, lokasi tersebut resmi dibuka untuk wisata, meski tak semua area di pulau tersebut boleh dikunjungi.

Mengenai kebenaran Isu Tentang Kerja Paksa, Jepang tidak mengelak atas tersebut. Bahkan pemerintah Jepang juga berkomitmen untuk membuat semacam information center yang menjelaskan tentang para pekerja paksa tersebut untuk menghormati mereka.

Diceritakan bahwa empat dari lima pekerja paksa tewas setiap bulannya di pulau tersebut akibat kecelakaan. Suh Jung-Woo, seorang mantan pekerja di Hashima mengemukakan hal ini saat wawancara tahun 1983. Tewasnya para pekerja menurutnya karena tidak ada prosedur keamanan yang baik. 

Sejak pulau tersebut ditinggalkan oleh penduduknya, memang semua bangunan dibiarkan begitu saja. Seiring berjalannya waktu, bangunan yang ada di sana pun mulai runtuh, Banyak pengunjung yang mengaku jika mereka mendengar suara-suara misterius yang sulit dijelaskan. Meski demikian, tidak pernah ada bukti fisik tentang beragam misteri pulau ini.

Tempat Pembuangan Sampah Ini Jadi Tempat Wisata di Jepang

Melancongyuk - Jika pada umumnya tempat pembuangan sampah adalah tempat yang paling dihindari oleh banyak orang di Indonesia, lain lagi di Jepang. Negara yang serba canggih ini malah menyulap tempat pembuangan sampah mereka menjadi tempat wisata.

Masih berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah tapi didesain sedemikian rupa untuk wisata

Maishima Incineration Plant dari luar.
Maishima Incineration Plant adalah nama TPA di Osaka Jepang yang kini juga difungsikan untuk wisata. Bangunannya unik, bahkan banyak orang yang mengira TPA ini adalah bagian dari Universal Studio.

TPA ini memiliki tema ‘hidup selaras dengan alam’ dan dilengkapi dengan pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Pengolahan sampahnya sangat canggih, bahkan tak mengeluarkan asap satupun karena telah melewati proses yang canggih.

Para wisatawan yang datang ke Maishima Incineration Plant biasanya akan diajak untuk mengenal lebih jauh bagaimana pengolahan sampah di Osaka Jepang yang ramah lingkungan.

Pengalaman wisata yang tak bisa dilupakan
 
Ruangan dalam Maishima Incineration Plant.
Saat memasuki Maishima Incineration Plant, wisatawan akan disambut dengan video penjelasan mengenai TPA ini di dalam ruangan meeting besar. Setelah itu wisatawan bisa melihat sampah-sampah dikumpulkan di dalam ruangan penampung raksasa ke tempat pembakaran mengggunakan crane.

Karena pengunjung tidak bisa melihat proses pembakaran, sebagai gantinya kita bisa melihat penjelasannya dengan gambar 3D dengan alur cerita seperti dalam komik. Setelah itu para pengunjung akan diajak untuk tebak-tebakan di Quiz Corner di Maishima Incineration Plant sehingga mampu menambah ketangkasan berpikir.

Pengunjung tak akan bosan karena di Maishima Incineration Plant punya taman indah
 
Taman Maishima Incineration Plant.
Selain berkeliling untuk melihat proses pengolahan sampah, para wisatawan juga bebas berkeliling Maishima Incineration Plant atau mengunjungi taman indah di luar bangunan yang dirancang oleh Hundertwasserhaus, seorang arsitek berkebangsaan Australia yang terkenal dengan bangunan ramah lingkungannya.

Tamannya sangat indah sehingga akan membuat para pengunjung betah. Bukan hanya itu saja, para wisatawan yang penasaran dengan ruang kendali TPA di Osaka ini juga bisa melihat secara langsung ruangan itu.

Pencinta Alam, Coba Restoran di Tokyo yang Berdesain Hutan dan Gua


Melancongyuk - Saat menikmati makanan di restoran, desain sebuah restoran menjadi salah satu daya tarik pengunjung untuk datang. Maka itu, ada banyak restoran yang menggunakan konsep unik agar restorannya menarik.

Jepang yang dikenal memiliki kuliner lezat memiliki beberapa restoran yang unik. Restoran unik yang terbaru adalah restoran Nikunotoriko. Restoran ini dirancang oleh arsitektur Ryoji Iedokoro. Bagian dari restoran tersebut terinspirasi oleh Canyon Antelope Arizona, dengan tema alam.


Restoran ini terdiri dari dua lantai, lantai pertama di desain seperti gua. Lalu, di lantai dua dirancang agar terlihat seperti hutan. Dengan menggunakan pipa baja, arsitek membuatnya menyerupai pohon.
Di sana, Anda dapat makan santai sambil menikmati desian unik terasa seperti dalam hutan dan gua. Anda dapat memesan makanan khas Jepang, yakiniku atau menu lainnya seperti kimchi, stone baked bibimbap, sup telur, salad dan ayam goreng.


Jika Anda suka menikmati makanan di ruang terbuka dengan pemandangan bintang-bintang pada malam hari, restoran indah ini juga menyediakan ruang barbekyu terbuka. Restoran Nikunotoriko terletak tiga menit berjalan kaki dari Stasiun Roppongi di jalur Toei Oedo dan buka setiap hari untuk makan siang dan malam.

Gedung Kayu Tertinggi di Dunia Akan Dibangun di Tokyo


Melancongyuk - Arsitek Jepang mengumumkan rencana untuk membangun gedung pencakar langit yang terbuat kayu tertinggi di dunia. Gedung setinggi 350 meter itu akan menjadi pusat perkantoran, perumahan, dan hotel.

Sang arsitek, Nikken Sekkei mengatakan bahwa gedung tersebut akan diposisikan di pusat kota Tokyo, dan bertujuan untuk mengubah ibukota Jepang menjadi kota yang ramah lingkungan dan membantu "mengubah kota menjadi hutan".

Proyek tersebut dinamai w350 Project, dan akan dibangun oleh kelompok Kehutanan dari Sumitomo Group, salah satu konglomerat bisnis terbesar di Jepang. Ini diperkirakan akan menelan biaya 4,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp56,7 triliun.


Gedung ini memiliki 70 lantai di atas permukaan tanah dan terbuat dari kombinasi kayu (90 %) dan baja. Nikken Sekkei mengatakan bahwa struktur bangunan akan tahan lama, serta mampu menahan angin kencang, dan gempa yang sering terjadi di Jepang.

Seperti halnya perkantoran, hotel, pertokoan dan unit perumahan lainnya, gedung ini akan memiliki taman atap, balkon tertutup tanaman hijau, fitur air dan ruang terbuka internal yang besar yang dipenuhi cahaya alami. 

Saat ini, Brock Commons Tallwood House, di Kanada memegang rekor sebagai bangunan kayu tertinggi di dunia, dengan ketinggian 53 meter.

Unik, Berkirim Surat Lewat Mailbox Bawah Laut



Melancongyuk - Saat biasanya zaman dulu berkirim surat masih melalui kotak surat—belum menggunakan surel—beberapa lokasi wisata ini punya cara yang unik. Berkirim surat via bawah laut. Bagaimana caranya?

Ya, beberapa wisata di negara-negara ini punya jaringan surat bawah laut. Tepatnya, menempatkan kotak surat di dalam air. Tentunya, kegiatan ini harus dibarengi dengan aktivitas menyelam agar surat-surat yang akan dikirim bisa sampai ke tempat tujuan.

Pulau Hideaway, Vanuatu

Lokasinya sekitar tiga meter di bawah laut. Kantor pos yang sudah berdiri sejak 2003 ini jadi salah satu yang paling terkenal di dunia. Kantor pos ini menyediakan kartu pos kedap air yang didesain spesial sehingga para wisatawan bisa menyetorkannya pada kotak pos terendam dengan tangan mereka sendiri, atau meminta tolong petugas melakukannya.

Susami Bay, Jepang


Jepang juga punya kotak bawah air sebagai objek pertama yang ada di dunia. Tepatnya di Susami, Wakayama Prefecture. Kotak pos bawah laut ini juga jadi yang terdalam sebelum ada objek lainnya di Malaysia, mencapai 10 meter. Padahal, sebelum adanya kotak surat unik ini, Susami tak punya atraksi istimewa. Sampai akhirnya pada 1999 hadir dan jadi aktivitas menyenangkan sekaligus unik di sana.
Para penyelam bisa membeli kartu pos kedap air di toko terdekat dan ditulis dengan pulpen berbasis minyak. Lalu mulailah menyetorkannya pada kotak pos bawah air yang akan dikolektif setiap beberapa hari sekali. Jangan salah, setiap tahunnya kotak pos ini bisa menerima 1.000-1.500 surat.

Pulau Layang-Layang, Malaysia


Kotak pos ini punya kedalaman hingga 40 meter di bawah laut. Cara mengirimkannya di sini berbeda, yakni kartu pos biasa yang dimasukkan dalam plastik tahan air lalu ditandai dengan cap pos spesial. Uniknya lagi, stampelnya mennggunakan logo Malaysia Book of Records.

Bahamas


Walau sudah tak eksis, kantor pos Sea Floor di Bahamas ini merupakan objek bawah laut pertama yang ada di dunia. Berdiri pada tahun 1939 dan didirikan oleh seorang fotografer asal Amerika Serikat yang juga jadi pelopor fotografi bawah laut. Sayangnya, kantor pos bawah laut ini hanya berdiri sebentar, pada 1941 Sea Floor kembali ditutup. (Sportourism)

Mampir ke Work Art Keren di Luar Negeri Gratis? Catat Lokasinya, Ya!

Melancongyuk - Jalan-jalan ke negeri orang nggak lengkap rasanya kalau kamu nggak mengunjungi salah satu tempat wisata di sana. Nah, salah satu kendala yang mengurungkan niat kamu untuk pergi ke tempat wisata di luar negeri, ya apalagi kalau bukan budget. Biaya yang mahal, seperti akomodasi dan makan sehari-hari di sana aja udah bikin pusing tujuh keliling. Apalagi kalau kamu plesirannya ke Eropa. Waduh, dijamin mesti irit banget, beb. Tapi jangan khawatir, kamu tetep bisa kok mengunjungi tempat yang artsy di luar negeri kayak gini.

1. Cloud Gate - Taman Millenium. Chicago, Amerika Serikat

 
Chicago selalu punya cara untuk menampilkan keunikan dan hal yang artsy untuk negerinya tersebut. Cloud Gate, sebuah taman perkotaan yang indah berada di pusat kota cukup ramai dikunjungi warga setempat dan turis asing lainnya untuk bersantai menikmati musim dingin. Saat musim dingin, taman langsung disulap jadi tempat bermain skating! Waduh, kalau kamu ke sini dapet banyak keuntungan ya. Karena selain gratis, banyak karya seniman dengan benda artistik yang dimilikinya.

2. Teshima Art Museum, Jepang


Terletak di sebuah bukit di pulau Teshima yang menghadap ke Laut Pedalaman Seto. Teshima, sebuah karya memukai dari seniman Rei Naito dan arsitek Ryue Nishizawa. Bangunan dari Teshima sendiri menyerupai tetesan air saat mendarat di daratan. Kamu akan dibuat terkesima sama konsep bangunan museum ini. Cocok buat jadi list tempat wisata gratis kamu di Jepang.

3. Giant Shuttlecock di Museum Seni The Nelson-Atkins, Amerika Serikat

 
Jauh-jauh ke Amerika Serikat, ada baiknya mengunjungi museum gratis satu ini. GIant Shuttlestock yang ini memiliki tinggi 15 kaki, dan nggak cuma 1, tapi ada 4 Giant Shuttlecock yang bertengger di sana! Siap-siap pasang pose ala atlet badminton favorit kamu, ya :)

4. Yellow Pumpkin, Situs Seni Benesse, Kota Naoshima, Jepang

 
Salah satu aset terbesar Jepang, yaitu seniman Yayoi Kusama sudah sejak lama meletakkan karyanya di sini. Berada di pantai selatan Naoshima sejak tahun 1994, karyanya telah resmi menjadi simbol di pulau ini sekaligus menjadi Situs Benesse Art Naoshima. Meski tidak secara resmi menjadi karya seni di festival Setaouchi International Art Festival 2010 lalu, Yellow Pumpkin ini berhasil menghiasi sampul buku panduan festival tersebut. Lumayan loh bisa pasang gaya dan mengabadikan momen karya Yayoi secara gratis pas jalan-jalan ke sini!
Tertarik untuk menyambangi museum-museum di atas? Pastikan baterai kamera full dan siap buat cerita perjalanan terbaik untuk jadi kenang - kenangan ya.

Begini Cara Jepang Berdandan Demi Gaet Wisatawan Muslim


Melancongyuk - Jepang menjadi salah satu negara favorit yang sering dikunjungi masyarakat Indonesia. Tercatat, setidaknya ada 342.200 wisatawan asal Indonesia yang datang ke Jepang di 2017 lalu.

Angka ini pun diketahui meningkat 30 persen dari 2016, di mana ada 271 ribu wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke negara yang dijuluki matahari terbit itu. Dari angka itu, wisatawan asal Indonesia masih banyak menyasar Tokyo sebagai tujuan liburan mereka.

"Tiga daerah yang paling banyak disasar wisatawan asal Indonesia itu masih di Tokyo, kemudian Osaka, ketiga di Kyoto dan Sapporo," ungkap Chief Editor Japon Magazine, Michiko Kannari, saat ditemui di Citywalk Sudirman Jakarta, Senin 22 Januari 2018.

Lebih lanjut, untuk tahun ini dia  memprediksi jumlah wisatawan asal Indonesia akan meningkat hingga 400 ribu di 2018 ini. Hal ini merujuk pada jumlah angka wisatawan yang datang pada tahun lalu.

"Wisatawan asal Indonesia yang mengunjungi Jepang memungkinkan akan meningkat dan mungkin bisa mencapai 400 ribu di tahun 2018," jelasnya.

Seperti diketahui, pemerintah Jepang tengah menggencarkan promosi wisata negara mereka. Pihaknya pun telah membuat beberapa terobosan mulai dari bebas visa kunjungan untuk beberapa negara termasuk Indonesia.

Selain itu, beberapa tahun belakangan ini negara Matahari Terbit itu pun tengah gencar mempromosikan wisata halal. Mereka menyediakan beberapa fasilitas penunjang bagi wisatawan Muslim seperti masjid, musala di beberapa restoran dan menyediakan beberapa makanan halal yang telah tersertifikasi oleh lembaga terkait di kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan kini mulai menyasar Kyoto.

Dengan demikian, bagi beberapa wisatawan, terutama Muslim pun dapat dengan tenang berlibur ke sana.

"Wisata halal sudah banyak di sana. Wisatawan yang ingin informasi lengkapnya pun bisa melihat lokasi makanan halal, atau bahkan lokasi ibadah di beberapa situs resmi seperti muslimguide.jp," tuturnya. (viva)

Dunia Makin Aneh, Sejumlah Restoran Ini Mewajibkan Pengunjung untuk Menanggalkan Pakaiannya

Melancongyuk - Restoran saat ini tak cuma menawarkan kelezatan makanannya saja. Namun juga keunikan yang ada di dalamnya.

Seperti beberapa restoran ini misalnya. Tema yang mereka tawarkan cukup gila. Mereka menawarkan pengalaman makan tanpa mengenakan sehelai pakaian.

Ya, pelanggan yang makan di sana benar-benar tanpa busana. Dilansir dari laman curiosity.com, berikut empat restoran yang haruskan pelanggannya tanpa busana.

1. O'Naturel, Paris

Pada November 2017, Paris membuka restoran tanpa busana pertama, bernama O'Naturel.

Restoran ini mampu menampung 40 pengunjung dan menawarkan makanan sekitar USD 35 setara Rp 455 ribu.

Para pengunjung yang berniat makan diminta untuk melepas semua pakaian dan menyimpannya di dalam lemari restoran.

2. Innato tenerife, Spanyol

Pada Januari 2017, Innato Tenerife menjadi restoran tanpa baju pertama di Spanyol.

Keunikan restoran ini ada pada hidangannya. Sebab selain tamunya yang tak berbusana, pelayannya juga.

Mereka bahkan bertindak sebagai pengganti piring, dimana tubuhnya dijadikan alas untuk makanan.

3. Bunyadi, London

Restoran ini pertama kali dibuka pada 2016. Menurut pemilik, restoran ini diciptakan untuk menawarkan tamu kesempatan membebaskan diri.

Meski awalnya dianggap aneh, namun kini berubah menjadi satu restoran paling populer di dunia. Daftar tunggunya bahkan lebih dari 50.000 orang.

4. Amrita, Tokyo, Jepang

Merupakan restoran tanpa busana pertama di Jepang.

Ada yang unik dari restoran ini. Selain harga makanannya yang fantastis yakni USD 563 setara Rp 7,3 juta, ada aturan khusus bagi pengunjung yang mau masuk ke sana. Mereka tak boleh berusia dibawah 18 tahun, gemuk, dan memiliki tato. (Tribunnews)

Tiga Istana Terindah Di Dunia Yang Wajib Anda Kunjungi

Istana lebih dikenal sebagai tempat tinggal Raja dan Ratunya dalam dunia dongeng. Namun, ternyata hal itu juga pernah terjadi di dunia nyata. Meskipun pada zaman sekarang ini tidak di tinggal oleh raja, melainkan dialih fungsikan sebagai tempat pariwisata. Namun, kita masih dapat menikmati indahnya pemandangan seperti melihat istana dalam dongeng.

Seperti yang dilansir dari zona1000.com (27/11/17), berikut 3 istana terindah di dunia yang wajib anda kunjungi untuk liburan anda.

1. Istana Potala, istana yang didirikan pada tahun 1645 ini terletak di Tibet, China.


2. Istana Medieval, istana yang didirikan pada tahun 1880 ini merupakan salah satu istana terindah di Perancis.


3. Istana Matsumoto, Istana terindah dari negara Jepang ini didirikan pada tahun 1592 hingga 1614.


Itulah 3 istana terindah di dunia yang wajib anda kunjungi untuk liburan anda. Jika ada informasi lain terkait pembahasan dalam artikel ini. Silahkan tambahkan informasi tersebut pada kolom komentar. Terima kasih.
Sumber : zona1000.com/2016/06/istana-terindah-yang-ada-di-dunia.html

4 Tempat Cocok untuk Menikmati Musim Gugur di Jepang


Musim gugur telah tiba di Jepang. Musim yang terjadi setahun sekali ini pun sangat cocok untuk berlibur. Utamanya dalam melihat keindahan pohon di musisi gugur. Dalam hal ini, Kyushu memiliki banyak tempat wisata yang pas untuk musim gugur yang luar biasa. Dan hanya bisa dilihat pada tahun ini.

Diantaranya adalah dedaunan musim gugur di pagi hari dan barisan pohon gingko yang khas di Jepang. Mengutip Wow Japan, berikut tempat wisata yang cocok di musim gugur.

1. Danau Kinrin

Danau Kinrin adalah tujuan klasik bagi siapa pun yang mengunjungi Yufuin. Banyak sejarah yang ada di Danau Kinrin. Seperti asal mula danau ini diberi nama Kinrin yang memiliki arti timbangan emas.

Penamaan ini diberikan oleh Mori Kuso - seorang sarjana Konfusius pada Periode Meiji awal. Di danuai ini busa melihat beberapa jenis ijan dengan pemandangan yang berkilauan emas.

Serta ada onsen segar atau dikenal sebagai sumber air panas yang mengalir di bagian bawah, sehingga suhu danau menjadi tinggi. Dari akhir musim gugur sampai musim dingin pada pagi hari, ketika suhu udara rendah, seseorang mungkin bisa melihat kabut yang keluar dari danau. Danau ini dikelilingi pepohonan - termasuk berbagai jenis  pohon maple, ivy dan gingko.

Di danau ini terdapat jalur khusus untuk pejalan kaki yang ingin mengunjungI danau ini. Tidak hanya itu dari  area pintu masuk bisa melihat  Kuil Shitanyu dan Tenso. Untuk mengunjungi pada akhir November dengan akses yang ditempuh selama 80 menit dengan menaiki mobil.

2. Lapangan Shichimenso Pantai Higashiyoka

Kira-kira 16km  luas dari lapangan Shichimenso . Sejauh mata memandang terdiri dari Shichimenso setinggi 20 cm-40 cm (Suaeda japonica), serta tanaman tahunan keluarga Chenopodiaceae. Tanaman ini masuk kategori halophyte langka. Sebab tanaman ini tumbuh di perairan dengan kadar garam tinggi) yang tumbuh dengan liar di bagian Laut Ariake.

Kadang-kadang disebut sebagai "dedaunan musim gugur di lautan" karena warna merahnya yang cerah pada akhir musim gugur. Anda bisa melihat panorama lapangan Shichimenso dan pasang surut pantai Higashiyoka.

Waktu terbaik untuk melihat adalah pukul 18.00 dan 20.00 mulai Sabtu, 28 Oktober hingga Jumat 3 November (hari libur). Tempat ini menghadirkan tampilan yang berbeda dari siang hari. Lalu terdapat The Higashiyoka Tidal Flat yang terdaftar sebagai lahan basah penting di bawah Konvensi Ramsar.

3. Hutan Bundar Bungo Tua

Hutan Bundar Bungo adalah simbol bagi Kusu-machi, yang pernah berkembang sebagai kota kereta api. Hutan yang berbentuk seperti rumah ini berbentuk kipas dan meja putar kereta api yang pernah dibuat pada tahun 1934 (9 tahun Showa). Ketika seluruh Jalur Utama Kyudai mulai beroperasi, dan masih ada bahkan setelah depot mesin Bungo Forest dihapuskan pada tahun 1971 (46 tahun Showa).

Saat bulan Juni 2015, lokomotif uap yang rencananya akan dibongkar di Kota Shime, Prefektur Fukuoka, dipindahkan. Agar pengunjung bisa melihat kereta api yang terlihat seperti akan naik ke langit saat musim gugur. Layaknya seperti kereta api di Jepang yang terkenal seperti di dalam novel yang berjudul Night on the Galactic Railroad.

Taman ini memiliki Museum Bundar Bungo Forest, di mana Anda dapat menikmati belajar tentang sejarah rel kereta api. Setiap tahun, terdapat Festival bernama Roundhouse diadakan pada hari Minggu berdekatan dengan perayaan Hari Kereta Nasional yang jatuh pada 14 Oktober. Tahun ini, akan digelar pada hari Minggu, 15 Oktober.

Waktu terbaik untuk berkunjung yakni September sampai November. Dengan jarah yang ditempuh selama 60 menit.

4. Deretan Pohon Gingko di Gedung Pemerintahan Prefektur Kumamoto

Kawasan pejalan kaki yang mengarah ke gedung Pemerintah Prefektur Kumamoto memiliki 54 pohon gingko yang berjejer seperti lukisan. Ada 54 pohon yang mewakili ukuran 540.000 goku (ukuran Jepang kuno berdasarkan jumlah beras yang digunakan untuk menentukan nilai benda) .
Sehingga , wilayah Domain Higo selama periode Edo, dan pohon gingko diakui sebagai kota resmi pohon. Pohon gingko yang berubah menjadi emas di musim gugur di Kumamoto paling indah saat daunnya baru mulai turun.

Sekitar berjalan sepanjang 80m yang mengarah ke pintu masuk utama gedung Pemerintah Prefektur Kumamoto dengan hamparan daun-daun yang tak terhitung jumlahnya dari pepohonan. Serta memberi kesan terowongan yang dikelilingi oleh pohon gingko emas. (Sindonews)

Melihat Kehidupan Nyata Geisha di Osaka


Kehidupan wanita penghibur Jepang, geisha, yang misterius membuat masyarakat dunia penasaran. Geisha telah menjadi daya tarik wisatawan asing untuk mengenal budaya masa lalu Jepang.

Sebuah pusat kebudayaan di Osaka telah membuka sebuah kafe geisha. Di sini, pengunjung dapat bertemu dengan geisha yang tengah berlatih, dan belajar segala hal yang diperlukan untuk menjadi "pemain seni" Jepang.

Dilansir dari laman Star2, Selasa 12 September 2017, pusat kebudayaan Maikoya Osaka menjadi tempat penduduk Jepang dan wisatawan untuk bertemu dengan geisha secara terbuka. Nantinya pengunjung ini akan dikenalkan oleh Maiko (geisha magang) di sebuah ruangan di daerah Shinmachi, yang digunakan sebagai rumah geisha sampai pertengahan 1980-an.

Manajer Maiko Cafe, Miho Hirata, menyebut bahwa pembukaan kafe ini sebagai ajang untuk memberi tahu kepada dunia bahwa geisha adalah seorang seniman, bukan pelacur.

"Seorang geisha harus pandai dalam seni dan kerajinan tradisional Jepang, seperti upacara minum teh, mengenakan kimono, bermain shamisen, melakukan pengaturan bunga, dan melakukan buyoo, sebuah tari tradisional Jepang," katanya.

Ketertarikan terhadap Geisha membuat wisatawan rela membayar lebih dari US$1.000 atau setara dengan Rp13 juta untuk mendapatkan pengalaman otentik bersama geisha di sebuah rumah teh tradisional Jepang, lengkap dengan ryokan mewah (penginapan tradisional Jepang).

Bagi Anda yang ingin melihat kehidupan Geisha secara lebih dekat, namun tidak memiliki bujet besar, dapat mempelajari seni upacara minum teh dengan Maiko. Anda hanya perlu membayar sekitar US$90 atau setara dengan Rp1,7 juta.

Tempat ini pun menawarkan menu "es krim emas" dan sandwich daging sapi Kobe berlapis emas seharga US$300 atau setara dengan Rp 3,9 juta. Tempat ini pun dilengkapi dengan fasilitas penerjemah bahasa Inggris, sehingga Anda dapat melakukan perbincangan dengan geisha.

Tsumago, Spot Paling Sempurna untuk Rasakan Suasana Tempo Dulu di Jepang

 

Meski beberapa wilayah di Jepang sudah banyak dipadati dengan gedung pencakar langit, tak membuat negeri ini lupa dengan sejarah masa lalunya. Hingga kini suasana zaman era Edo yang hidup sekitar tahun 1841 pun masih bisa dirasakan saat Anda berkunjung ke Tsumago, sebuah kota kecil dengan bangunan bersejarahnya.

Jika ditilik dari gambar, kawasan tempo doeloe di sini begitu terasa ketika melihat rumah-rumah kayu tradisional atau Ryokan yang biasa dilihat dari film Jepang. Area ini masih sangat terjaga dan terlestarikan dengan baik, terlebih sebagaimana dilansir dari Japanguide, di jalan utama ini Anda tidak boleh menggunakan kendaraan.

Kemudian di dalam rumahnya juga tidak ada alat elektronik terpasang sehingga membuatnya masih sangat tradisional. Suasana sejuk juga terlihat dari pepohonan rindang dan perbukitan yang mengitari Tsumago ini. Tak heran jika destinasi tersebut banyak diburu wisatawan yang ingin menikmati sepi dan hening serta belajar budaya Jepang.

Sebab, saat pemerintah Edo masih berjaya, lokasi ini menjadi tempat bermukimnya Kaisar. Anda pun masih bisa melihat masa ini dari lokasi-lokasi bersejarah yang ada di sekitar.

Penasaran di mana saja? Berikut ulasannya.

Kuil Kotoku


Dibandingkan kuil lainnya di Jepang, kuil ini tidak terlalu menakjubkan namun memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi. Jika Anda berkesempatan menelusuri kuil, Anda pun akan melihat patung Buddha yang sangat besar dengan tinggi 11.3 meter dan berat 121 ton. Ini lah yang menjadi harta karun berharga sebagai warisan sejarah dari seni Buddha di Jepang.

Bangunan kuil sebenarnya sudah sangat kuno , di mana kuil dibangun abad akhir 12 menuju 13. Sementara pembangunan patung Buddha dilakukan tahun 1252, orang Jepang percaya jika pemuka agama bernama Joko mengumpulkan dana untuk membangun patung tersebut

Honjin


Di era Edo, tempat ini menjadi akomodasi spesial bagi pejabat-pejabat. Bangunan tersebut terlihat sangat kuno dan kayunya seperti sudah lapuk. Namun, hingga kini masih berdiri kokoh dan menjadi daya tarik utama ketika mengunjungi Tsumago.
Dulunya, bangunan ini memiliki banyak perubahan setelah masa Edo runtuh dan sempat dihancurkan, Namun, selama era Meiji di tahun 1868-1912 bangunan kembali direnovasi dengan membangun kamar penginapan nyaman untuk para kaisar atau pejabat masa itu. Di setiap kamar terdapat perapian yang sangat cantik.

Wakihonjin


Bangunan ini sudah ada sejak awal abad ke 19 dan kini menjadi sebuah situs museum. Dulunya, Wakihonjin berfungsi sebagai akomodasi penginapan dengan gaya khas rumah tradisional Jepang. Lokasinya juga berhadapan dengan Honjin langsung lho.

Jika Anda menelusuri ke dalam setiap sudut ruangan, Anda akan melihat banyak benda-benda peninggalan masa pemerintahan Edo yang bikin merinding. Rasanya suasana zaman dulu di dalam bangunan masih sangat terasa.   

Sumber: okezone

Tak Mau Kalah dengan Jepang, Inilah Inovasi Kereta Wisata Indonesia


Melihat tren kereta api yang semakin diminati masyarakat Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (KAI) luncurkan kereta wisata dengan strategi baru. Kereta wisata baru diluncurkan, juga dengan aneka rute.

Setelah meluncurkan gerbong Kereta Wisata Prioritas, pada Jumat (4/8/2017), PT KA Wisata akan meluncurkan lagi rangkaian-rangkaian kereta yang khusus menjelajah destinasi wisata dengan paket-paketnya.

"Ke depannya memang ingin kita jalankan satu rangkaian hanya untuk kereta wisata. Jalur khusus, jalan dari satu kota ke kota lain yang banyak destinasinya. Lalu sekaligus trip wisata di kota tersebut," ujar Totok Suryono, Presiden Direktur PT KA Wisata, saat Konferensi Pers di kantor KA Wisata, Gambir, Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Ia menggambarkan dalam waktu beberapa hari, kereta wisata tersebut akan beroperasi dari Jakarta ke Banyuwangi. Hari pertama wisatawan transit di Yogyakarta untuk menikmati tur di sana, lalu sore harinya menginap di Semarang. Keesokan harinya, wisatawan berkunjung ke aset KAI, ada Lawang Sewu dan Museum Ambarawa kemudin lanjut ke Solo, Surabaya, hingga tur ke Banyuwangi.

Totok merencanakan, ke depannya beragam kereta wisata bisa dinikmati secara perorangan, tidak perlu memesan dalam grup atau rombongan. Juga bisa dijual dalam bentuk paket-paket wisata di kota-kota destinasi kereta tersebut.

"Di Jepang, Australia, dan India memang kereta dengan pelayanan VVIP untuk wisata sudah ramai. Kita rencananya akhir 2018 mulai beroperasi, karena sudah ada keretanya, hanya penyesuaian, jalur, juga gerbong restorasinya," ujar Toto.

Pihak KA Wisata menilai potensi wisata dari kereta api sangat bisa berkembang. Ini karena destinasi wisata Indonesia tidak kalah dengan negara lain, infrastrukturnya terus berkembang, juga pengguna kereta api yang semakin baik.

"Kami merasa pengguna KA itu sudah mulai 'naik kelas'. Ada yang mulai membutuhkan pelayanan lebih, atau tidak cukup dengan pelayanan yang ada," ungkap Totok.

Meski begitu, pihaknya membangun KA Wisata bukan dalam rangka bersaing dengan kereta konvensional yang langsung dikelola oleh induk perusahaan yakni PT KAI.

"Dengan layanan kereta wisata berbentuk ritel, jadi semakin memperlengkap pelayanan KAI yang ada. Kereta wisata juga jadi salah satu ikon KAI nantinya," sahutnya pada rekan-rekan wartawan.

Sampai saat ini, kereta wisata yang beroperasi masih skitar delapan gerbong. Kereta Nusantara, Bali, Toraja, dan Jawa untuk pesanan kelompok. Sedang Kereta Wisata Prioritas untuk dipesan perorangan. Semuanya masih beroperasi menempel pada rangkaian kereta api eksekutif.