Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

Sensasi Liburan di 'Teras' Awan Tomamu Resort Jepang


Melancongyuk - Jika berbicara wisata di Jepang pikiran orang akan langsung tertuju pada musim bunga sakura, Harajuku, Resor Ski, Gunung Fuji hingga Tokyo Tower. Beberapa hal itu memang menjadi incaran bagi wisatawan terutama wisatawan asal Indonesia.

Namun sesungguhnya, masih banyak destinasi yang memang tidak kalah menarik dari ikon-ikon wisata tersebut. Salah satunya adalah menikmati keindahan dari atas puncak gunung di Pulau Hokkaido, tepatnya di Tomamu Resort Jepang. Yang paling menonjol dari resor ini adalah Teras Unkai.

Teras Unkai ini menawarkan pemandangan unik yang bertengger di puncak gunung yakni awan putih tebal. Tidak heran banyak pengunjung yang menjuluki tempat ini sebagai lautan awan atau negeri di atas awan. Lautan awan ini menjadi fenomena yang menarik banyak wisatawan ke resor ini selama bertahun-tahun.

Namun sayang, hanya sedikit orang yang memiliki kesempatan untuk dapat menikmati fenomena alam yang indah ini. Karena mereka harus berjalan dan mendaki gunung untuk sampai di bagian Teras Unkai, yang merupakan bagian dari Tomamu Resort. Selain jalur tersebut, ada gondola yang dapat digunakan, namun harganya cukup mahal untuk sekali perjalanan.

Meski begitu, perjuangan Anda pun akan terbayar saat berhasil melihat pemandangan matahari terbit yang muncul dari sisi gunung Hidaka dan Tokachi dan menembus kabut halus sambil menikmati secangkir kopi atau semangkuk sup.

Teras Unkai terbuka bagi wisatawan selama musim panas sampai akhir September. Pengunjung juga tidak dianjurkan datang selama musim dingin, karena hanya sedikit awan yang bisa diamati.

Tidak hanya itu, Anda juga sebaiknya tahu kondisi cuaca di sekitar. Sebab jika berawan, seluruh tempat yang indah diliputi oleh kabut tebal. Tetapi Anda masih dapat memiliki waktu yang menyenangkan untuk mendaki lereng gunung yang berkelok-kelok.

Atau Anda bisa menikmati kecantikan fenomena alam tersebut melalui kartu pos yang diberikan oleh operator gondola kepada para turis yang tidak dapat melihat fenomena cantik itu karena terhalang cuaca.

Jika cuaca cukup cerah, Anda harus bangun pagi-pagi sekali untuk dapat menangkap momen langka dan cantik ini. Sebab, Gondola akan mengangkut pengunjung pada pukul 04.00 pagi sampai pukul 08.30 pagi, jadi jika Anda berencana untuk berjalan di atas awan, pastikan untuk mengatur alarm Anda.

Unik, Ada Hotel yang Terombang-ambing Ombak Laut


Melancongyuk -  Saat memilih hotel, tentunya anda akan memilih tempat yang nyaman, aman, ditambah dengan pemandangan yang menakjubkan. Hotel di atas pohon suda biasa, bagaimana jika kali ini mencoba menginap di kamar yang mengapung di atas air. Hotel unik ini dapat ditemukan di Jepang.

Hotel satu ini berbentuk kapsul, dan menawarkan sensai bermalam sambil mengapung di laut. Hotel ini tidak akan diam seperti kebanyak lainya. Tapi, anda akan terombang-ambing oleh ombak. Sehingga, anda akan serasa sedang menaiki kapal yang sedang melaju.

Arsitekturnya cukup unik, mengapung karena berbahan dasar kayu. Meski demikian, tapi hotel ini tetap aman untuk ditinggali. Jadi, anda tidak perlu takut tenggelam.

Coba anda banyangkan, jika saat membuka mata di sekeliling adalah lautan lepas dan luas. Bagi yang mabuk laut, tapi tetap ingin merasakan sensasi meginap di hotel. Siap-siap meminum obat anti mabuk terlebih dahulu.

Anda bisa mencoba langsung hotel kapsul terapung ini di Huis Ten Bosch, sebuah resort bergaya Eropa di kawasan Nagasaki, Jepang. Hotel ini menyediakan kamar dengan kapasitas hingga tiga orang.

Tapi jangan terburu-buru, karena hotel kapsul ini akan mulai dioperasikan pada musim panas mendatang. Tarif per-malamnya yaitu, 35.000 Yen dengan syarat minimal menginap selama dua malam. Penasaran? (sportourism)

Festival Bunga Musim Semi di Jepang

Melancongyuk - Musim semi sebentar lagi tiba dan banyak pelancong sudah bersiap diri untuk menyambut datangnya momen bunga-bunga bermekaran untuk pertama kalinya di awal tahun. 

Jepang menjadi negara favorit untuk merayakan peristiwa cherry blossom, tapi tak hanya sakura yang menjadi daya tarik wisata, ada ragam festival bunga di musim semi yang bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin menikmatinya, apa sajakah itu?

Festival Fuji Shibazakura

Lokasi : Minamitsuru, Prefektur Yamanashi
Waktu : 14 April-27 Mei 2018

Merupakan salah satu festival bunga teranyar, yang digelar di Fuji Motosu Lake Resort di Prefektur Yamanashi, yang menyajikan pemandangan bunga-bunga bermekaran aneka warna dengan latar Gunung Fuji yang tersohor itu. 


Pengunjung bisa menikmati pemandangan cantik ini sejak pukul 08:00-17:00, dengan harga tiket masuk untuk dewasa sebesar 600 yen dan anak 250 yen. 

Shibazakura adalah jenis bunga kecil yang biasa berwarna merah, merah muda, putih, atau ungu, yang berasa dari Amerika Utara, yang dikenal sebagai Moss Phlox. Rupanya mirip dengan sakura, namun Shibazakura merupakan tanaman merambat yang menutupi tanah seperti rumput. Shiba-zakura sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti rumput ceri.

Festival Freesia

Lokasi : Pulau Hachijojima
Waktu : Akhir Maret hingga awal April 2018

Mungkin tak banyak yang familiar dengan Pulau Hachijojima yang berjarak satu jam perjalanan udara dari kota Tokyo. 


Pulau ini terangkat pamornya berkat kehadiran Festival Freesia yang menghadirkan sekitar 350 ribu bunga freesia yang dapat dipetik bebas oleh para pengunjung yang tersedia di area tertentu. 

Bunga freesia sendiri adalah salah satu jenis bunga yang paling harum, yang mulai dibudidayakan sejak 1878. 

Untuk menikmati kecantikan bunga freesia yang biasa berwarna putih, merah, dan kuning ini, pengunjung dapat mengunjungi dari pukul 10:00-16:30.

Festival Wisteria

Lokasi : Ashikaga, Prefektur Tochigi
Waktu : 18 April-20 Mei 2018

Setiap tahunnya, Taman Bunga Ashikaga di Prefektur Tochigi kebanjiran pengunjung yang semangat untuk menyaksikan aneka bunga cantik yang bermekaran di Negara Sakura ini, salah satunya adalah bunga wisteria yang memiliki pohon yang besar dan bunga bervarian warna, dari putih, merah mudah, dan ungu. 

Keunikan festival ini terlihat dari rangkaian bunga wisteria yang tersusun layaknya sebuah terowongan berwarna putih, yang menjadi symbol taman ini. 

Festival menarik ini sudah berlangsung selama 150 tahun, yang diselenggarakan di lahan seluas 900 meter persegi. 


Jika berkunjung di periode 21 April hingga 13 Mei, taman bunga ini akan semarak dengan cahaya warna-warni dari lampu yang dinyalakan sepanjang area, yang dimulai dari pukul 17:30-21:00. Untuk tiket masuk, di siang hari dikenakan biaya 900-1.800 yen untuk dewasa dan 500-900 yen untuk anak, sedangkan di malam hari, dikenakan biaya masuk 600-1.500 yen untuk dewasa dan 300-800 yen untuk anak.

Festival Bunga Tulip Serakogen

Lokasi : Sera, Prefektur Hiroshima
Waktu : 15 April-14 Mei 2018

Perkebunan Serakogen di Hiroshima menjadi rumah bagi kemeriahan festival bunga tulip yang kerap digelar setiap musim semi. 

Ada sekitar 75.000 bunga tulip yang ditanam di atas lahan seluas 65.000 meter persegi, yang merupakan lahan terbesar di Jepang untuk menanam tulip. 

Festival ini begitu indah karena didesain mengikuti warna-warni bunga tulip yang berubah setiap tahunnya. Untuk 2018, festival ini mengangkat temat Kachoufugetsu, yang berarti kecantikan alam Jepang. 


Pengunjung dapat menghadiri lahan perkebunan tulip mulai pukul 09:00-17:00, dengan tiket masuk 800 yen untuk dewasa dan 400 yen untuk anak. 

Selain menikmati rangkaian bunga tulip, pengunjung dibebaskan untuk membawa bekal makanan untuk dinikmati di kawasan taman bunga.

Kawachi Fujien

Lokasi : Kita-Kyushi, Prefektur Fukuoka
Waktu : Pertengahan April hingga pertengahan Mei

Sama seperti Festival Weesteria di Ashikaga, Kawachi Fujien termasuk salah satu festival bunga favorit yang diselenggarakan di Prefektur Fukuoka. 

Terkenal dengan terowongan yang tersusun dari bunga wisteria, yang dapat dinikmati pengunjung sesaat setelah memasuki taman. Terowongan yang menyerbakan harum bunga dengan warna-warni yang memukau mata, layaknya sebuah lukisan. 


Festival ini membangun dua terowongan sepanjang 80 meter dan 110 meter, yang sama-sama menyajikan pemandangan terbaik. Festival ini dibuka mulai pukul 09:00-18:00, dengan tiket masuk 300-1.000 yen, tergantung tahap-tahapan bunga bermekaran. 

Kawachi Fujien sendiri merupakan taman kecil di daerah pegunungan yang dapat diakses dari Bandara Fukuoka menggunakan Kereta JR menuju Stasiun Yahata sekitar satu jam perjalanan. 

Kemudian, dilanjutkan naik bus nomor 56 menuju Kawachi Shogakko-Mae sekitar 20 menit dan diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit menuju lokasi taman.

Hashima Island, Pulau Berhantu di Jepang Dengan Sejarah yang Memilukan


Melancongyuk - Dulunya, pulau ini dihuni oleh puluhan ribu pria yang bekerja di tambang batu bara. Setidaknya, pulau Hashima dihuni sekitar satu abad, antara tahun 1887 hingga 1974. Pulau ini merupakan tempat penambangan batu bara yang menampung ribuan pekerja. Bahkan, dulu Hashima sempat menjadi lokasi padat penduduk, ada sekitar 5.259 penduduk yang mayoritas adalah pria.

Hashima Pada tahun 1890, perusahaan Mitsubishi membeli pulau yang memiliki luas sekitar 6,3 hektar itu untuk melakukan proyek batu bara di dasar laut. Pada tahun 1916, mereka bahkan membangun apartemen yang memiliki sembilan lantai di pulau tersebut untuk melindungi para pekerja dari angin topan.

Pada tahun 1974, proyek penambangan di pulau ini resmi ditutup dikarenakan batu bara yang tak lagi tersisa. Para penduduk pun mulai meninggalkan Pulau Hashima hingga akhirnya kosong tanpa penghuni. Meski telah jadi kota mati, pada tahun 2000, ketertarikan wisatawan pada pulau tersebut mulai muncul. Hingga 9 tahun kemudian, lokasi tersebut resmi dibuka untuk wisata, meski tak semua area di pulau tersebut boleh dikunjungi.

Mengenai kebenaran Isu Tentang Kerja Paksa, Jepang tidak mengelak atas tersebut. Bahkan pemerintah Jepang juga berkomitmen untuk membuat semacam information center yang menjelaskan tentang para pekerja paksa tersebut untuk menghormati mereka.

Diceritakan bahwa empat dari lima pekerja paksa tewas setiap bulannya di pulau tersebut akibat kecelakaan. Suh Jung-Woo, seorang mantan pekerja di Hashima mengemukakan hal ini saat wawancara tahun 1983. Tewasnya para pekerja menurutnya karena tidak ada prosedur keamanan yang baik. 

Sejak pulau tersebut ditinggalkan oleh penduduknya, memang semua bangunan dibiarkan begitu saja. Seiring berjalannya waktu, bangunan yang ada di sana pun mulai runtuh, Banyak pengunjung yang mengaku jika mereka mendengar suara-suara misterius yang sulit dijelaskan. Meski demikian, tidak pernah ada bukti fisik tentang beragam misteri pulau ini.

Tempat Pembuangan Sampah Ini Jadi Tempat Wisata di Jepang

Melancongyuk - Jika pada umumnya tempat pembuangan sampah adalah tempat yang paling dihindari oleh banyak orang di Indonesia, lain lagi di Jepang. Negara yang serba canggih ini malah menyulap tempat pembuangan sampah mereka menjadi tempat wisata.

Masih berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah tapi didesain sedemikian rupa untuk wisata

Maishima Incineration Plant dari luar.
Maishima Incineration Plant adalah nama TPA di Osaka Jepang yang kini juga difungsikan untuk wisata. Bangunannya unik, bahkan banyak orang yang mengira TPA ini adalah bagian dari Universal Studio.

TPA ini memiliki tema ‘hidup selaras dengan alam’ dan dilengkapi dengan pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Pengolahan sampahnya sangat canggih, bahkan tak mengeluarkan asap satupun karena telah melewati proses yang canggih.

Para wisatawan yang datang ke Maishima Incineration Plant biasanya akan diajak untuk mengenal lebih jauh bagaimana pengolahan sampah di Osaka Jepang yang ramah lingkungan.

Pengalaman wisata yang tak bisa dilupakan
 
Ruangan dalam Maishima Incineration Plant.
Saat memasuki Maishima Incineration Plant, wisatawan akan disambut dengan video penjelasan mengenai TPA ini di dalam ruangan meeting besar. Setelah itu wisatawan bisa melihat sampah-sampah dikumpulkan di dalam ruangan penampung raksasa ke tempat pembakaran mengggunakan crane.

Karena pengunjung tidak bisa melihat proses pembakaran, sebagai gantinya kita bisa melihat penjelasannya dengan gambar 3D dengan alur cerita seperti dalam komik. Setelah itu para pengunjung akan diajak untuk tebak-tebakan di Quiz Corner di Maishima Incineration Plant sehingga mampu menambah ketangkasan berpikir.

Pengunjung tak akan bosan karena di Maishima Incineration Plant punya taman indah
 
Taman Maishima Incineration Plant.
Selain berkeliling untuk melihat proses pengolahan sampah, para wisatawan juga bebas berkeliling Maishima Incineration Plant atau mengunjungi taman indah di luar bangunan yang dirancang oleh Hundertwasserhaus, seorang arsitek berkebangsaan Australia yang terkenal dengan bangunan ramah lingkungannya.

Tamannya sangat indah sehingga akan membuat para pengunjung betah. Bukan hanya itu saja, para wisatawan yang penasaran dengan ruang kendali TPA di Osaka ini juga bisa melihat secara langsung ruangan itu.

Pencinta Alam, Coba Restoran di Tokyo yang Berdesain Hutan dan Gua


Melancongyuk - Saat menikmati makanan di restoran, desain sebuah restoran menjadi salah satu daya tarik pengunjung untuk datang. Maka itu, ada banyak restoran yang menggunakan konsep unik agar restorannya menarik.

Jepang yang dikenal memiliki kuliner lezat memiliki beberapa restoran yang unik. Restoran unik yang terbaru adalah restoran Nikunotoriko. Restoran ini dirancang oleh arsitektur Ryoji Iedokoro. Bagian dari restoran tersebut terinspirasi oleh Canyon Antelope Arizona, dengan tema alam.


Restoran ini terdiri dari dua lantai, lantai pertama di desain seperti gua. Lalu, di lantai dua dirancang agar terlihat seperti hutan. Dengan menggunakan pipa baja, arsitek membuatnya menyerupai pohon.
Di sana, Anda dapat makan santai sambil menikmati desian unik terasa seperti dalam hutan dan gua. Anda dapat memesan makanan khas Jepang, yakiniku atau menu lainnya seperti kimchi, stone baked bibimbap, sup telur, salad dan ayam goreng.


Jika Anda suka menikmati makanan di ruang terbuka dengan pemandangan bintang-bintang pada malam hari, restoran indah ini juga menyediakan ruang barbekyu terbuka. Restoran Nikunotoriko terletak tiga menit berjalan kaki dari Stasiun Roppongi di jalur Toei Oedo dan buka setiap hari untuk makan siang dan malam.

Gedung Kayu Tertinggi di Dunia Akan Dibangun di Tokyo


Melancongyuk - Arsitek Jepang mengumumkan rencana untuk membangun gedung pencakar langit yang terbuat kayu tertinggi di dunia. Gedung setinggi 350 meter itu akan menjadi pusat perkantoran, perumahan, dan hotel.

Sang arsitek, Nikken Sekkei mengatakan bahwa gedung tersebut akan diposisikan di pusat kota Tokyo, dan bertujuan untuk mengubah ibukota Jepang menjadi kota yang ramah lingkungan dan membantu "mengubah kota menjadi hutan".

Proyek tersebut dinamai w350 Project, dan akan dibangun oleh kelompok Kehutanan dari Sumitomo Group, salah satu konglomerat bisnis terbesar di Jepang. Ini diperkirakan akan menelan biaya 4,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp56,7 triliun.


Gedung ini memiliki 70 lantai di atas permukaan tanah dan terbuat dari kombinasi kayu (90 %) dan baja. Nikken Sekkei mengatakan bahwa struktur bangunan akan tahan lama, serta mampu menahan angin kencang, dan gempa yang sering terjadi di Jepang.

Seperti halnya perkantoran, hotel, pertokoan dan unit perumahan lainnya, gedung ini akan memiliki taman atap, balkon tertutup tanaman hijau, fitur air dan ruang terbuka internal yang besar yang dipenuhi cahaya alami. 

Saat ini, Brock Commons Tallwood House, di Kanada memegang rekor sebagai bangunan kayu tertinggi di dunia, dengan ketinggian 53 meter.