Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan

Terkenal Horor, Destinasi Ini Malah Ramai Wisatawan


Melancongyuk - Mayoritas orang pasti akan takut jika pergi ke tempat yang menyeramkan. Namun kini beberapa destinasi wisata yang berbau mistis malah menjadi tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi. Kegiatan wisata misteri ini biasanya di minati oleh komunitas atau peneliti.

Bicara misteri, beberapa tempat di dunia sudah memiliki destinasi wisata yang tak lazim ini. Bahkan, Indonesia pun punya tempat wisata horor yang mendunia. Jika punya nyali, berikut ini beberapa destinasi wisata menyeramkan yang patut dikunjungi.

Lawang Sewu, Semarang

Lawang Sewu adalah bangunan bersejarah, pada masa lalu gedung ini merupakan kantor kereta api (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij). Dibangun pada tahun 1904 sebagian dari bangunannya masih utuh hingga sekarang.

Di sini ada sebuah ruangan yang mengerikan bernama ruang ‘penyiksaan bawah tanah’ yang dipercaya didiami oleh sosok-sosok makhluk tak kasat mata yang berteriak dan menangis. Bahkan ruangan-ruangan dan koridor di sini begitu suram dan butuh keberanian tinggi untuk melintasinya. Meski begitu, banyak sekali wisatawan yang ingin melakukan ‘uji nyali’ di sini.

Bukit Salib, Lithuania

Bukit ini merupakan situs pemakaman umat Katolik yang dibangun pada 1830. Ada 100 ribu salib di sini, dan itu berarti ada 100 ribuan kuburan orang yang berusia lebih dari satu abad. Paus John Paul II menyebut Bukit Salib sebagai sebagai sebuah tempat untuk harapan, kedamaian, dan cinta. Meski begitu, Bukit Salib tetap ramai dikunjungi oleh wisatawan yang hendak berziarah.

Kuburan (Londa), Toraja

Toraja, selain menjadi salah satu destinasi wisata favorit dan penghasil kopi terbaik di Indonesia, ternyata Tana Toraja juga punya lokasi wisata yang menyeramkan. Adalah kuburan atau makam dari orang Toraja yang berada di tebing atau gua. Makam-makam ini diisi oleh mayat sanak saudara yang telah meninggal dengan kondisi fisik yang relatif masih utuh, hampir mirip dengan mumi Mesir. Yang menambah kesan mistis adalah adanya patung kayu yang merupakan miniatur dari mayat Suku Toraja yang dimakamkan di sana.

Pulau Boneka, Meksiko

Para penggemar horor pasti tahu film Chucky dan Annabelle di mana hantu bersemayam di dalam tubuh boneka. Dan ternyata pulau Boneka itu benar-benar ada di Xochimilco, sebuah distrik di Kota Meksiko. Pulau ini memiliki hutan yang dipenuhi dengan boneka-boneka digantung di atas pohon.

The Mines Of Paris, Perancis

Tempat wisata menyeramkan lainnya adalah The Mines Of Paris atau Les Catacombes. Tempat ini dulunya dikenal sebagai lokasi tambang, kemudian diubah menjadi kuburan bawah tanah dan penjara. Karena itu, tak heran terdapat banyak tulang dan tengkorak di sana. Tapi ini tak mengurangi minat pengunjung yang datang ke sana, sebab tempat ini merupakan salah satu wisata andalan di kota Paris.

Mau Jalan-jalan ke Semarang? Jangan Lewatkan Tiga Destinasi Kekinian Ini

Melancongyuk - Pariwisata Kota Semarang, Jawa Tengah kini memiliki berbagai opsi menarik, yang tak itu-itu saja.

Terutama bagi yang sudah seringkali berkunjung ke kota lumpia ini, Anda harus mencoba ragam sensasi baru wisata Semarang di akhir pekan.

Lokasinya yang cukup berdekatan, membuat Anda tidak perlu meluangkan banyak waktu. Cukup di akhir pekan, Anda sudah bisa menjelajahi destinasi wisata baru, di Semarang ini.

Berikut destinasi wisata baru di Semarang :

1. Naik Si Kenang, City Tour Semarang


Kini Kota Semarang memiliki ikon pariwisata baru, ialah Si Kenang. Bus tingkat yang akan memandu wisatawan keliling Kota Semarang ini diluncurkan tahun 2017, dan sangat layak untuk menyambut wisatawan.

Untuk naik Si Kenang, tiket diperoleh secara gratis. Anda hanya diminta menukarkan kartu tanda penduduk (KTP) dengan tiket untuk sementara.

Setelah trip selesai, Anda akan mendapatkan KTP kembali. Anda bisa menaikinya di Museum Mandala Bhakti, pemberangkatan pertama mulai pukul 08.00 WIB.

2. Kampung Pelangi


Kampung Pelangi yang tak jauh dari destinasi favorit Sam Poo Kong juga jadi ikon wisata Semarang kini.

Hampir setiap akhir pekan diburu para penikmat swafoto, termasuk wisatawan mancanegara.

Anda bisa naik bus Si Kenang untuk menuju ke sini. Di dalam Kampung Pelangi ini banyak spot-spot foto instagramable yang dibuat sendiri oleh warga di teras rumahnya masing-masing.

Untuk berfoto di sini, wisatawan cukup membayar seikhlasnya, ataupun cukup membeli jajanan dan minuman yang dijual masyarakat di sana.

3. Berpacu Gokart di Speedway


Bagi yang suka kebut-kebutan, Anda harus uji kemampuan mengemudikan gokart di sini.

Sirkuit gokart pertama di Semarang ini bernama Semarang Speedway, lokasinya di di Jalan Raya Marina, Boulevard kav 88, Marina, Semarang.

Untuk mencobanya Anda perlu mendaftar sebagai member yang didapat secara gratis dengan pemesanan dua kali paket balap/race.

Satu kali paket balap, Anda akan mendapatkan kesempatan lima menit atau sekitar delapan sampai sembilan lap. Anda akan menjajal sirkuit beton sepanjang 300 meter.

Dengan mesin GT 200 cc yang bisa melaju hingga 150 kilometer per jam.

Setelah semua perlengkapan siap, pengunjung pun diedukasi tentang peraturan dan tata cara pertama kali mengendarai gokart.

Brown Canyon, Tempat Penambangan Pasir yang Mulai Dilirik Wisatawan


Melancongyuk - Jika berbicara tentang Semarang, yang ada dibenak banyak orang adalah Lumpia dan Lawang Sewu. Sebagai ibu kota Jawa Tengah, Semarang memang terkenal dengan 'wisata mistik' Lawang Sewu dan juga kuliner khasnya, seperti lumpia.

Namun, nyatanya kini Semarang tak hanya sebatas dengan wisata Lawang Sewu atau Simpang Limanya. Ada pula sebuah danau bekas penambangan yang justru kini menjadi daya tarik wisatawan.
Adalah Brown Canyon, yang merupakan sebuah proyek galian C yang usianya sudah lebih dari 10 tahun. Bagi sebagian orang tempat ini mereka gunakan untuk mengais rezeki dengan melakukan penggalian pasir, tanah urug, dan batu padas. Tapi bagi sebagian kalangan justru untuk berburu foto yang ciamik.


Memang sejatinya Brown Canyon bukanlah tempat wisata, melainkan hanya perbukitan dan areal pertambangan. Namun, karena aktivitas penambangan yang dilakukan setiap hari selama bertahun-tahun, tempat ini berubah menjadi layaknya Green Canyon yang ada di Amerika.
Deretan bukit dan palung terbentuk dari penggalian dataran tinggi yang akhirnya membentuk sebuah cekungan dan bukit-bukit yang menjulang tinggi. Tak jarang bagian atas bukit ini ditumbuhi beberapa pohon yang turut menghiasinya.

Brown Canyon kian populer setelah pengunjung yang datang mengunggah foto mereka di akun media sosial. Biasanya pengujung datang di sore atau pagi hari sebelum aktivitas penambangan dilakukan.


Tentu karena tempat ini merupakan kawasan penambangan, jika ingin berkunjung sebaiknya menggunakan motor atau sepeda. Mengingat medan yang dilewati sulit dengan jalanan yang tidak bersahabat.

Pengunjung juga akan ditemani debu-debu yang bertebaran dan berpapasan dengan truk-truk pengangkut bahan material. Jangan lupa bawalah masker atau buff untuk melindungi diri dari debu.
Jika penasaran dengan keindahannya langsung saja meluncur ke daerah Rowosari, Meteseh, Tembalang.

Ingin Nyatakan Cinta? Datang Saja ke Taman Bunga Celosia


Melancongyuk -Di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, tepatnya di kawasan wisata Gedung Songo, Kecamatan Bandungan, ada tempat wisata yang bisa dikatakan baru. Tempat wisata itu bernama Taman Bunga Celosia.

Sebuah tempat wisata romantis, yang pas untuk kawula muda. Di tempat wisata ini seperti halnya namanya, penuh dengan bunga Celosia. Bisa digunakan untuk tempat mengungkapkan rasa cinta pada sang kekasih.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Rifki. Pemuda asal Demak ini, dengan tersenyum malu datang ke Taman Bunga Celosia bersama kekasihnya. Selain untuk refreshing, tujuan datang ke Celosia untuk memupuk benih cinta di hatinya.

“Baru 1 mingguan jadian. Kami ingin suasana romantis,” ujar Rifki.
 
Rifki menuturkan di Taman Bunga Celosia ini, ia lebih banyak selfie bernama sang kekasih.
“Kalau banyak kenangan mesra, tentu akan menambah rasa cinta kita,“ katanya sambil tersenyum lebar.

Sementara pacar Rifki, Yulianti, mengaku sepanjang jalan di dalam Taman Bunga Celosia, dirinya banyak digombali sama kekasihnya.

“Tiba-tiba dia kayak pujangga saja. Banyak ngerayunya,” kata Yuli malu-malu.


Meskipun cocok dikunjungi oleh anak muda, Taman Bunga Celosia juga banyak dikunjungi orang tua dan anak-anak. Taman Bunga Celosia juga dilengkapi beberapa bangunan miniatur seperti Menara Pisa, kincir angin, dan singa simbol negara Singapura.

“Kita seperti berada di luar negeri,” kata Ani, seorang ibu asal Rembang.


Ani datang ke Taman Bunga Celosia bersama keluarga besar. “Ada 6 orang. Besok kalau sempat akan bawa ibu-ibu PKK, naik bus,” ujarnya.

Nah, kalau Anda ingin ke tempat wisata Taman Bunga Celosia, dari Semarang, naik menuju Ungaran, lalu ke arah Bandungan. Dari Bandungan, lurus ke arah tempat wisata Gedong Songo.


Di tengah perjalanan ke Gedong Songo, nanti Anda akan temukan tempat wisata Taman Bunga Celosia. Tempatnya berada di pinggir jalan.

Taman Kasmaran, Spot Selfie Baru di Kota Semarang


Melancongyuk - Kampung Pelangi di Kota Semarang, Jawa Tengah kini terlihat makin cantik. Kawasan yang ditata sejak 2017 lalu ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik di hari biasa ataupun di akhir pekan.

Kawasan ini dipastikan makin memikat pengunjung berkat kehadiran Taman Kasmaran. Ya, gardu pandang yang berada di Kelurahan Kalisari itu baru saja diresmikan Wali Kota Semarang bersamaan dengan hadirnya food court.

Taman Kasmaran terletak di sebelah kiri Pasar Bunga. Gedung food court dan Taman Kasmaran dibangun dua lantai. Lantai bawah utuk spot dijadikan wisata kuliner, sementara lantai atas menjadi taman.


Tidak sekadar taman biasa, Taman Kasmaran itu dilengkapi dengan pemandangan yang amat menarik dengan background Kampung Pelangi.

Taman Kasmaran cukup luas, dilengkapi perabotan kursi dan meja ala kafe. Lokasi baru ini diyakini akan menjadi spot alternatif selfie terbaru di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bercerita soal mengapa gardu pandang diberi nama Taman Kasmaran. Nama taman itu bukan karena orang yang tengah di mabuk asmara, namun lebih karena kependekan dari Kali Semarang yang berada tepat di atas taman itu.

"Kenapa namanya Taman Kasmaran? Ternyata Kasmaran itu singkatan Kali Semarang," kata Hendrar, Senin (8/1/2018).

Keberadaan taman yang unik itu menambah ruang publik dan daftar taman di Kota Semarang. Pemkot Semarang bakal membuat lebih banyak taman tematik untuk merubah wajah kota menjadi lebih indah.


"Ini dibuat untuk menata kawasan, dikembangkan di daerah sekitar agar nyaman dikunjungi. PKL yang masih ada di bantaran sungai akan direlokasi, sungai akan dipercantik," tambahnya.

Kampung Pelangi di Kota Semarang,terus bersolek sejak April 2017. Kala itu atap rumah-rumah warga di Bukit Brintik dicat warna-warni.

Bangunan Kampung Warna-warni ini berada di Bukit Brintik, Kelurahan Kalisari, atau di belakang Pasar Kembang Semarang. Meski pengecetan belum tuntas seluruhnya, bangunan sudah tampak indah. 

Sebagian besar tembok rumah warga sudah warna-warni. Bahkan di beberapa bagian tembok diberi sentuhan kreatif berupa gambar-gambar unik. Kampung pun tampak mempunyai jiwa seni. (kompas)

Mau Nyoba Sensasi Menggelinding dalam Bola Raksasa? Ada di Kopeng Tree Top


Pernah membayangkan berada di dalam bola raksasa kemudian digelindingkan dari atas bukit?
Mungkin yang terbayang di fikiran adalah takut dan pusing. Kopeng Treetop mengenalkan wahana baru yaitu Zorbing.

"Ini termasuk wahana baru dari Kopeng Treetop, baru dibuka sekitar bulan Juni 2017," ucap Santi Ratanadewi, Kepala Operasional Permainan di Kopeng Treetop.

Zorbing merupakan sebuah bola plastik raksasa yang bisa dimasuki oleh dua orang, lalu digelindingkan dari atas bukit.

Bola plastik raksasa tersebut tersusun dari gelembung plastik yang saling terhubung dengan 500 tali.
Permainan ini berasal dari Selandia Baru.

Jika di tempat asalnya permainan Zorbing digulingkan di lapangan, di Kopeng Treetop ada jalur khusus yang dibuat mengikuti jalur zig zag pohon pinus.

"Jalur Zorbing kita buat mengikuti alur pohon pinus agar tidak menebang pohon, jadi kita bermain tapi tetap menjaga alam," lanjut Santi  beberapa waktu lalu.

Lintasan Zorbing dibuat sepanjang 200 meter dan akan ditempuh dalam waktu satu menit. Ada dua cara yang bisa dipilih saat menggelinding dengan wahana ini, yaitu Zorbing kering dan Zorbing berisi air.



Bagi yang ingin mencoba Zorbing tanpa air, pengunjung harus menggunakan alat harnes untuk mengikat badan di dinding bagian dalam bola raksasa.

"Kalau yang pakai harnes harus diisi dua orang sebagai penyeimbang sisi kanan dan kiri," lanjut Santi.

Sedangkan Zorbing berisi air bisa dilakukan sendiri, karena bola raksasa tersebut akan diisi air setinggi lutut.

Zorbing akan menggerakkan tubuh pemain dengan pantulan pantulan gelembung yang menyusun zorbing. Tubuh akan berputar mengikuti gelindingan bola raksasa.

Bagi yang gampang mual tidak dianjurkan mencoba wahana ini karena dikhawatirkan muntah di dalam Zorbing.

Untuk mencoba wahana ini cukup membayar Rp 50.000, sekali putaran.

Bagi yang suka dengan tantangan bisa mencoba wahana Zorbing di Kawasan Kopeng Treetop yang berada di Batur, Kopeng, Getasan, Semarang. (tribun)

Spot Foto Baru Ala Mahasiswa Undip, Buat Selfie dan Lihat Sunset


Belakangan banyak sekali tempat selfie atau foto ngehits bermunculan.  Satu di antaranya adalah Gardu Pandang Universitas Diponegoro.

Gardu pandang ini terletak di kawasan Kampus Universitas Diponegoro,Tembalang,Semarang,Jawa Tengah. Tepatnya di belakang Stadion Diponegoro. 

Gardu pandang ini digunakan untuk mengawasi aliran air di Waduk Pendidikan Diponegoro, yang berada tepat di depan gardu pandang. 

Namun oleh sebagian mahasiwa dijadikan tempat foto untuk diupload di Instagram.

"Saya awalnya tidak tahu kalau di sini ada tempat foto bagus. Saya tahu dari Instagram, terus saya datang kesini," ungkap Irfa (22) mahasiswi Universitas Diponegoro. 

Spot favorit adalah pagar besi di bagian pinggir, dengan latarbelakang waduk dan lembah dengan rumput yang hijau. 

"Aku suka di samping pagar , belakangnya pemandangan waduk dan rumput hijau," ucap Puspita(22) kepada Tribunjateng.com, Kamis(02/11/2017) 

Spot lain yang bagus adalah bagian dinding kaca yang di atasnya bertuliskan Gardu Pandang. 

Tempat ini mulai ramai dikunjungi anak-anak muda yang berburu foto hits pada pukul 16.00 WIB.  Karena pada jam tersebut foto yang dihasilkan bagus. Bahkan di sini bisa digunakan untuk melihat sunset atau matahari tenggelam.

Bahtera Nabi Nuh Terdampar di Semarang

Masjid Safinatun Najah (Masjid Kapal) di Jalan Kiai Padak, Desa Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Semarang
Nabi Nuh, kisahnya tertulis di kitab suci memiliki kapal yang sangat besar dan megah. Kapal itu digunakan untuk mengangkut semua umatnya serta aneka satwa agar selamat dari banjir bandang.

Beberapa peneliti merilis penemuan kerangka Kapal Nabi Nuh di Gunung Judi Armenia Turki. Namun hingga kini penemuan itu masih menjadi perdebatan.

Terlepas dari berbagai perdebatan itu, di Semarang Jawa Tengah terdapat masjid dengan arsitektur berbentuk Kapal Nabi Nuh. Masjid ini dikelilingi kolam, seakan kapal sungguhan yang sedang berlayar. Kolam itu pun diisi dengan berbagai macam ikan.

Masjid yang dibangun mulai sejak 2015 itu belum dioperasionalkan secara penuh, karena masih terdapat aktivitas pembangunan. Banyaknya pengunjung yang penasaran, menjadi hambatan sehingga batas waktu pembangunan menjadi tertunda.

“Untuk proses pembangunan masjidnya sudah 90 persen, masih ada proses perbaikan kubah di atas. Untuk pengunjung tetap kami persilakan datang. Baik siang maupun malam, pintu depan itu masih terbuka. Kasihan kalau mereka sudah datang jauh-jauh tapi sampai di sini ternyata sudah tutup, makanya kita selalu terbuka,” kata pengelola masjid, Muhammad.

Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 7.000 meter persegi, dan menelan biaya sekitar tujuh miliar rupiah. Sumber dana berasal dari Yayasan Safinatun Najah Pekalongan. Sementara ukuran bangunan masjid tiga lantai ini, lebih dari 2.000 meter persegi dan bisa menampung lebih dari 1.000 jemaah shalat.

“Untuk lantai I, itu nantinya dipakai sebagai gedung serbaguna. Jika warga sekitar ada acara nikahan, sunanatan, atau acara keagamaan bisa pakai ruangan itu, tanpa dipungut biaya. Karena kita memang misinya dari awal adalah sosial,” terang Muhammad.

Dia menambahkan, untuk tempat shalat berada di lantai II dan III. Sedangkan lantai III sebagian ruang akan dibagi untuk perpustakaan. Menariknya bagian rooftop atau atap digunakan sebagai tempat kubah, sekaligus menjadi ruang terbuka untuk menyaksikan pemandangan alam.

“Lingkungan sini kan masih sangat asri, jadi nanti jemaah bisa naik ke rooftop untuk menyaksikan sawah dan hutan yang menghijau. Kita biarkan menjadi ruang terbuka agar tak menghalangi pandangan,” jelasnya.

Rencananya masjid kapal itu juga akan dilengkapi taman aneka satwa, seperti kapal Nabi Nuh yang tak hanya menyelamatkan manusia tetapi juga berbagai binatang. Tak heran saat ini terdapat beberapa ekor kambing yang dibiarkan berkeliaran di sekeliling masjid.

Masjid yang berlokasi di Jalan Kiai Padak, Desa Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Semarang ini sudah viral di media sosial sejak beberapa bulan lalu. Masjid Safinatun Najah atau yang lebih dikenal dengan sebutan masjid kapal, kini menjadi viral di media sosial.

Banyak dari pengunjung yang mengagumi bentuk bangunan yang indah dan sangat mirip dengan kapal kayu sesungguhnya.

Padahal badan kapal yang terlihat seperti tekstur kayu, merupakan tembok yang dilukis manual dengan cat khusus. Sementara bagian atas dek, terdapat bangunan bercat putih lengkapdengan jendela-jendela besar.

Tak hanya itu kesan megah juga terlihat dari seluruh pintu masuk yang dihias dengan kaligrafi dengan desain sangat halus.

Pemandangan eksotis tersaji menjelang malam hari, Anda bisa menyaksikan cahaya lampu-lampu kapal sembari menunggu shalat Maghrib.

Hmm... Menarik bukan untuk dikunjungi. Masjid ini berjarak 20 km dari pusat Kota Semarang. Untuk menuju ke masjid ini pengunjung akan melewati kawasan hutan dan jalan yang tak mulus. Namun Anda tak perlu khawatir akan tersesat. Sebab sepanjang jalan sudah dilengkapi papan penunjuk arah. (times)

Nuansa Eropa Tempo Dahulu Bakal Hadir di Kota Lama Semarang

Kota Lama Semarang
Sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Semarang, kawasan Kota Lama terus memunculkan ikon baru dengan berbagai event menarik. Salah satu event yang segera digelar adalah Festival Oudestadt Kota Lama.

Festival Oudestadt digelar selama tiga hari pada 28-30 Oktober 2017. Event yang bertujuan menarik wisatawan di kawasan Kota Lama ini ke depan akan digelar rutin setiap akhir pekan. Lokasinya berada di Jalan Jalak, Jalan Sendowo, dan Jalan Kepodang Kota Lama.

Di sejumlah kawasan itu, Badan Pengelola Kawasan Kota Lama dan Kamar Dagang Indonesia Semarang akan menyulap menjadi nuansa Eropa tempo dahulu berkonsep manequin life.

"Jadi konsepnya outdoor, di Jalan Jalak, Sendowo, dan Kepodang. Ada pameran barang antik, pasar seni, UMKM, mobil klasik, sampai kuliner," kata Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Jumat, 27 Oktober 2017.

Konsep Eropa dalam festival Oudestadt akan diperkuat dengan penataan meja kursi kafe bergaya Eropa klasik. Panitia acara juga menerapkan sistem ketat bagi stan kuliner yang berada di kawasan itu untuk menjaga suasana tampak bersih dan rapi. Konsepnya dengan menyajikan makanan kemasan sekali buang.

"Jadi tidak meninggalkan piring gelas untuk dicuci kembali. Hanya akan disediakan tempat cuci tangan saja. Ini untuk menjaga Kota Lama tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung," tutur perempuan yang menjabat wakil wali kota Semarang itu.

Ketua Bidang Event Kadin Kota Semarang, Sari Asih menyebut, konsep outdoor dan manequin life di Oudestadt akan memberikan edukasi sejarah terkait wisata sejarah Kota Lama.

"Tujuannya agar wisatawan tak sekadar berkunjung tapi memiliki experience yang membekas dan tak terlupakan," tutur Sari. (Viva)