Tampilkan postingan dengan label Sulawesi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sulawesi. Tampilkan semua postingan

Liang Tembo, Destinasi Wisata Unik Sitaro


Melancongyuk - "Liang Tembo" menjadi salah satu destinasi wisata andalan baru, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Lokasi ini memang menyimpan sejumlah keunikan yang menarik untuk didatangi.

"Liang tembo berarti gua kepala, karena memang di tempat itu ada 12 tengkorak kepala manusia dan berlokasi di Dusun Tanganga, Desa Tanaki, Siau barat Selatan, Sitaro," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sitaro, Eddy Salindeho, di Ondong, Sitaro, Sabtu (14/4).

Ia mengatakan, "liang tembo" memiliki keunikan karena sering dianggap sebagai gua keramat dan punya kekuatan mistik oleh warga sekitar, bahkan oleh umumnya penduduk asli daerah tersebut.

Seorang pemandu wisata lepas, di Tanaki, bernama Jokman Harani, mengatakan "liang tembo" konon merupakan tempat tengkorak 12 kakak beradik, yang merupakan leluhur dusun Tanganga Tanaki yang dalam bahasa lokal disebut "yupung".

"Di antara 12 orang ini, ada seorang perempuan yang sangat terkenal keberanian dan kehebatannya bernama Dorongdasi, sehingga diabadikan oleh masyarakat dalam tarian lokal Sitaro," katanya.

Menurut Jokman, dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, "liang tembo" banyak dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara, yang mau melihat keberadaan tempat itu dan mendengarkan cerita mistik dibaliknya.

Bahkan menurutnya, warga lokal Sitaro, juga menjadikan "liang tembo" sebagai lokasi kunjungan sehingga setiap hari tempat itu ramai oleh pengunjung.

Dia bertutur, berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat, "liang tembo", sering dijadikan sebagai tempat perlindungan terutama pada saat orang-orang Mangindano datang menyerang, maka secara mistis akan dibantu oleh tengkorak ke-12 yupung itu.

"Ternyata orang-orang yang datang menyerang dan menjarah desa tersebut, dihalaukan secara misterius, sehingga warga sangat menghormati dan menghargai tempat itu sebagai "liang tembo".

Seorang wisatawan asal Jerman bernama Heiko M Schauer, yang sedang mengunjungi tempat itu, mengaku merasa ada keanehan saat berada di situ, tetapi senang. "Rasanya aneh namun menyenangkan bisa berada di yang penuh misteri seperti ini," katanya. (Antara)

Indahnya Labengki Sombori, Miniatur Raja Ampat di Sulawesi


Melancongyuk -  Keindahan Raja Ampat yang terletak di Papua Barat sudah tersohor ke pelosok negeri hingga ke mancanegara. Keindahan tersebut sebanding dengan biaya mahal yang harus dikeluarkan. Bagi wisatawan berkantong tipis, tentu saja mengunjungi Raja Ampat bagaikan impian.

Namun jangan khawatir, bagi mereka yang berbudjet minim dan penasaran dengan keindahan Raja Ampat, tempat yang satu ini wajib dikunjungi. Mungkin bagi beberapa wisatawan tempat ini sudah tak asing lagi, Labengki Sombori, wisata alam yang terletak di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil serta pulau besar. Lima pulau besar disebut Labengki besar, Labengki Kecil, Pulau Namira, Tukoh Kulay dan Pulau Mauang, serta banyak pulau kecil tanpa nama. Pulau ini menjadi surga bagi mereka yang gemar menyelam, snorkeling, memancing.

"Labengki miniatur Raja Ampat, tidak jauh dari Kendari  sekitar 2,5 jam. Tempat ini sedang hits di kalangan turis ataupun wisatawan lokal," kata Aries Mukti, marketing Kakaban Trip saat ditemui di Garuda Indonesia Travel Fair 2018, Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Minggu 8 April 2018.

Paket tur yang ditawarkan juga lebih terjangkau yaitu Rp 1,9 juta untuk paket tiga hari dua malam. Paket sudah termasuk menginap dengan menggunakan tenda, makan, tour, antar jemput, tiket on the spot, kecuali sewa alat snorkeling. >Selengkapnya<

A post shared by LABENGKI DIVE TRIP (@labengkidivetrip) on

Sensasi Menantang Nyali dengan Foto di Atas Helena Sky Bridge Setinggi 100 Meter


Melancongyuk - Berjalan di atas jembatan mungkin merupakan tindakan yang biasa. Akan tetapi, bagaimana rasanya berjalan di atas jembatan gantung dengan ketinggian yang lumayan? Belum lagi di bagian bawah terdapat pemandangan taman kupu-kupu yang menarik untuk dilihat. Tentu akan timbul sensasi yang berbeda.

Sensasi tersebut bisa dirasakan bila Anda berkunjung ke Helena Sky Bridge di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Jembatan ini terletak di dalam Taman Nasional Bantimurung dan merupakan yang tertinggi dari beberapa jembatan yang ada. Tingginya mencapai 100 meter dengan panjang sekira 50 meter.

Sejak dibangun Januari tahun lalu, jembatan ini semakin populer karena banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi guna ber-selfie ria. Ya, keindahan pemandangan alam di sekitar jembatan memang menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu udara sejuk karena memiliki banyak pepohonan juga menjadi pilihan bagi wisatawan perkotaan yang jarang merasakan hal tersebut.

Pemandangan lain yang bisa dinikmati adalah ratusan jenis kupu-kupu yang berterbangan. Ada pula kawasan gunung karst Maros Pangkep yang semakin menambah keeksotisan. Melihat keindahan tersebut tidak heran bila banyak wisatawan yang menyempatkan waktu untuk berkunjung dan mengambil foto.

Keberadaan jembatan yang semula hanya sebagai sarana penunjang untuk membersihkan penangkaran kupu-kupu memang menambah minat wisatawan untuk berkunjung. Wisatawan bahkan rela mengantri untuk merasakan sensasi berjalan dan berada di atas jembatan. Maklum saja, pihak pengelola membatasi jumlah wisatawan yang bisa naik ke jembatan yaitu hanya lima orang saja. Alasannya apalagi kalau bukan karena keamanan.

Untuk dapat berfoto di atas jembatan wisatawan harus terlebih dahulu berjalan dari loket pembelian tiket menuju sebuah menara kira-kira 200 meter. Sekadar informasi, tiket masuk untuk naik ke Helena Sky Bridge sekira Rp 20ribuan. Biaya itu sudah termasuk peralatan keamanan sehingga wisatawan tidak perlu khawatir. Jembatan buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 waktu setempat. > Selengkapnya <


Pantai Khayalan Baliri Tempat Tepat Berselancar dan Berlayar di Pasangkayu


Melancongyuk - Pasangkayu menjadi salah satu daerah di Indonesia yang belum begitu populer. Mendengar namanya pasti akan terasa asing, karena memang Pasangkayu tidak sepopuler daerah lainnya di Provinsi Sulawesi Barat.

Namun, soal destinasi wisata, kabupaten yang satu ini tidak perlu diragukan lagi. Ada cukup banyak pilihannya jika Anda memutuskan untuk berlibur ke Kabupaten Pasangkayu. Beberapa di antaranya ada Pantai Pasangkayu, Pantai Cinoki, Air Terjun Kaluku Nangka, Goa Lawah, dan masih banyak destinasi wisata lainnya yang masih terbilang perawan serta jarang diketahui wisatawan.

Jika Anda melancong ke Pasangkayu kunjungilah salah satu pantai yang dimiliki kabupaten tersebut, namanya Pantai Khayalan Baliri. Pantai yang berada di Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat ini, memiliki banyak keistimewaan yang tidak akan membuat para pelancong kecewa setelah datang berkunjung.

Saat berada di Pantai Khayalan Baliri pada siang hari, para wisatawan akan melihat air laut yang berkilauan diterpa sinar matahari. Ombak-ombak susu-menyusul seakan saling mengejar satu sama lain, untuk kemudian terhempas pecah seketika menyentuh bibir pantai terserap pasir.

Pasir yang menghampar di pantai juga masih bersih tanpa sampah dan kotoran sedikitpun. Letaknya yang jauh dari pemukiman dan masih jarang dikunjungi wisatawan membuat Pantai Khayalan Baliri tergolong pantai yang sunyi. Cocok bagi wisatawan yang merindukan ketenangan saat berlibur.

Bila Anda datang dari kecamatan, maka jarak pantai sekira lima kilometer. Namun, jika Anda datang dari pusat kabupaten, jarak ke pantai cukup jauh, yaitu 40 kilometer.

Wisatawan yang gemar berselancar, baiknya bisa datang ke Pantai Khayalan Baliri pada musim barat tepatnya ketika ombak cukup besar. Sedangkan, ketika musim timur laut, ombak akan lebih tenang dan biasanya para wisatawan yang sudah tahu keistimewaannya memanfaatkan kondisi tersebut dengan berperahu atau canoing, menyelam, dan berlayar.

Bagi Anda yang ingin mengenal daerah Pasangkayu dan tengah mencari destinasi wisata alam dengan suasana yang masih sepi pengunjung, maka Pantai Batu Oge ini bisa jadi pilihan yang tepat. Jadi, tunggu apa lagi?


Keunikan Pulau Tasipi, Mulai Penduduk hingga Bentang Alamnya


Melancongyuk - Pulau Tasipi menjadi salah satu pulau di Indonesia yang luasnya tidak lebih dari tiga hektar. Di pulau ini traveler bisa merasakan pengalaman menjelajah yang unik dan tidak bisa didapatkan dari tempat mana pun.

Pulau yang masih berada di Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut termasuk dalam Kabupaten Muna, yang juga bertetanggaan dengan Pulau Muna. Mengunjungi Pulau Tasipi, traveler akan benar-benar merasakan nikmatnya berlibur tanpa gangguan pekerjaan atau media sosial. Pasalnya, di Pulau Tasipi para traveler akan sulit mendapatkan sinyal telepon atau internet.


Jangankan sinyal telepon atau internet, tiang listrik saja tidak akan para traveler lihat di pulau tersebut. Sementara, untuk tetap mendapatkan pasokan listrik dan menyalakan alat-alat elektronik, masyarakat memiliki generator pembangkit listrik berbahan bakar solar atau bensin sendiri dan beberapa rumah memiliki pembangkit listrik tenaga matahari.

Dengan luasnya yang tiga hektar saat keadaan surut terendah, Pulau Tasipi dihuni oleh 782 jiwa penduduknya, yang berdampingan dengan ratusan ekor kambing yang gemuk-gemuk, melansir dari laman Rare, Senin (19/3/2018). Selain itu, di Pulau Tasipi pun para traveler bisa melihat pemandangan pohon-pohon bakau, kelapa, papaya, pohon kelor, dan lainnya.


Jika berminat untuk mengunjungi dan berlibur di Pulau Tasipi yang memiliki air jernih, para traveler harus menyiapkan air minum sendiri, karena di pulau ini air tawar bersih untuk minum cukup sulit ditemukan, karena tidak ada sumber air tawaar bersih di pulau. Penduduk lokal hanya mendapatan air tawar dari hujan yang datangnya musiman atau berlayar terlebih dahulu ke Pulau Simuang dan harus merogoh kocek sekira Rp1.000 perjeriken isi 20 liter.

Selain kondisi alam, Pulau Tasipi juga memiliki penduduk yang kebiasaannya cukup unik, bahkan bisa dibilang berbeda dengan penduduk pulau lainnya. Bagaimana tidak, meskipun tidak ada pasokan listrik, penduduk di Pulau Tasipi kerap menyalakan musik dengan volume maksimal hingga terdengar sampai ke pulau tetangga. Tidak hanya satu penduduk, tapi beberapa penduduk melakukan hal serupa, sehingga ketika malam datang, Anda akan mendengar banyak musik dimainkan.

Sulawesi Selatan Kini Punya Kincir Angin Seperti di Belanda


Melancongyuk -  Wisata kincir angin yang paling popular berada di Belanda. Di sana Sahabat Sporto akan melihat deretan kincir angin yang berputar, karena benda ini juga menjadi salah satu fungsi tenaga untuk listrik dan air. Kini jika ingin melihatnya, bisa datang ke Sulawesi Selatan.

Pemerintah daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan mengubah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap berkapasitas 75 megawatt yang berada di wilayah perbukitan Pabbaresseng, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, menjadi destinasi wisata menarik.
Menariknya, Sidrap tersebut termasuk yang pertama dan terbesar di Asia Tenggara. Proyek baru selesai pada Febriari lalu. Terdapat 25 kincir angin yang menancap di atas bukit. Sahabat Sporto juga sekaligus bisa melihat pemandangan menarik dari atas.

"Apalagi ini baru pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara," ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap, Sudirman Bungi seperti dikutip dari laman Halallifestyle.id.

Selain itu, dengan adanya kincir angin ini dapat menjadi destinasi wisata ikonik. Wisatawan juga bisa menyaksikan langsung ketika matahari terbit (sunrise). Tak lupa, Pemkab Sidrap juga menggandeng pengembang PLTB Sidrap, UPC Renewable. 

"Juga ada spot melihat sunrise dan sunset. Objek utama yang dijual adalah pemandangan, yang akan dibangun oleh investor dan dikelola Pemda bersama masyarakat desa," katanya.