Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

Waduk Selorejo, Bendungan di Malang yang Dikelilingi Tiga Gunung


Melancongyuk - Berbicara soal Malang, Jawa Timur, barangkali terbersit suasana sejuk dengan angin semilir yang menyambut wajah kita dengan ramah. Sensasi menyejukkan mata dan batin akan semakin kamu rasakan saat berkunjung ke Waduk Selorejo. Sejauh mata memandang, kamu bisa melihat tiga gunung mengelilingi bendungan seluas 650 hektar itu.

Ya, view Gunung Kelud, Gunung Anjasmoro, dan Gunung Kawi dari kejauhan mempercantik Waduk Selorejo. Belum lagi pemandangan nelayan yang sibuk menebar jala dan tumbuhan hijau di sekitar waduk. Panorama itu tampak bagai lukisan maha karya Sang Pencipta.

Bendungan Selorejo terletak di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Malang. Jaraknya dari pusat Kota Malang sekitar 48 kilometer. Tak heran kamu akan merasa sejuk jika bertandang ke sana. Sebab, waduk yang juga dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik itu berada pada ketinggian 600 mdpl.

Bendungan yang diresmikan pada 1970 dan dikelola oleh Perum Jasa Tirta itu juga difungsikan sebagai destinasi wisata. Traveler bisa menantang adrenalin dengan melewati jembatan gantung yang melintang di sana. Saat kamu menyeberanginya, jembatan itu akan sedikit bergoyang mengikuti langkahmu. Seru!

Yang lebih menarik lagi, kamu bisa naik perahu motor milik penduduk setempat untuk menyeberang ke Pulau Jambu. Ya, pulau seluas 7,5 hektar itu terletak di tengah waduk dan dimanfaatkan sebagai kebun jambu. 
Untuk menyewa perahu motor, kamu harus menyiapkan Rp 50-100 ribu per jam. Ada juga perahu dayung yang disewakan Rp 30 ribu per jam. Sedangkan tiket masuk kebun jambu dikenai Rp 5 ribu per orang.

Di sana kamu bisa memetik jambu biji yang dibiarkan tumbuh rimbun. Kamu bisa memakan langsung hasil petikanmu sepuasnya. Selain itu, jambu biji ini juga bisa kamu beli dan dibawa pulang. Menyenangkan, bukan?

Bagi kamu yang hobi memancing, jangan lupa siapkan kailmu saat berkunjung ke Bendungan Selorejo. Potensi ikan air tawar di waduk itu memang besar. Sebab, sekitar 400-500 ribu bibit ikan disebar tiap tahun. Mulai dari nila tombro, wader, mujaer, tawas, udang, dan ikan lainnya bisa kamu buru.
Fasililtas untuk pengunjung di Selorejo pun cukup lengkap. Selain perahu wisata, telah tersedia pula hotel, cottage, food center, lapangan golf 9 hole, hingga camping ground.

Dengan fasilitas yang lengkap, tiket masuk Taman Wisata Selorejo terbilang cukup terjangkau, yakni dipatok Rp 10 ribu per orang. Dengan suasana menyejukkan dikelilingi tiga gunung dan aktivitas wisata yang menyenangkan, siapa yang bisa menolak?

Uniknya Pemandian Air Soda, Penyembuh Berbagai Penyakit


Melancongyuk - Di Indonesia ada satu tempat pemandian yang cukup unik. Yakni, berendam dalam air soda. Saat Anda menjadikan air soda sebagai minuman yang menyegarkan, di Tapanuli Utara justru dijadikan sebuah destinasi pemandian atau berendam. Penasaran?

Di Tapanuli Utara, tepatnya di Desa Parbubu I, Kecamatan Tarutung, Sumatera Utara ada satu destinasi unik. Yakni kolam berendam sekaligus pemandian dalam air soda. Ya, kolam ini memiliki buih-buih seperti air soda.

Saat masuk dalam kolam, orang akan merasa hangat dan banyak buih atau gelembung yang menempel pada tubuh. Namun, jika air soda yang biasa diminum memiliki rasa yang cenderung manis, kolam di sini tak memiliki rasa.

Air yang menyerupai soda ini pula memiliki banyak khasiat yang sudah dibuktikan para pengunjung yang hadir. Seperti mengobati penyakit kulit hingga sebagai terapi bagi penderita penyakit stroke. Ada pula yang mengatakan, berendam di kola mini membuat kulit menjadi lebih lembut.

Kolam ini memiliki kedalaman 1,8 m bahkan menurut penelitian dokter bisa juga diminum. Khasiatnya bisa menjadi obat rematik, pengapuran, dan asam urat. Namun, Anda harus tetap berhati-hati karena terkena percikan air soda ke mata akan menyebabkan perih.

Kolam yang oleh masyarakat sekitar, pemandian ini dikenal sebagai Pemandian Air Soda Tarutung atau Aek Rara. Selama berendam, Anda juga akan memandang hamparan sawah dan Bukit Barisan yang menyejukkan mata di sekitarnya.

Tak salah memang, jika destinasi ini jadi salah satu lokasi favorit wisatawan saat berakhir pekan. Selain karena ciri airnya yang berkarbonasi nan unik, destinasi ini juga tak memungut biaya bagi pengunjungnya.

Meski tak memungut biaya, pengunjung diharuskan membayar untuk membilas tubuh atau ke kamar kecil. Pengelola pun memperoleh pendapatan dari makanan atau minuman yang terdapat pada warung di sekitar lokasi. (Sportourism)

Sensasi Menantang Nyali dengan Foto di Atas Helena Sky Bridge Setinggi 100 Meter


Melancongyuk - Berjalan di atas jembatan mungkin merupakan tindakan yang biasa. Akan tetapi, bagaimana rasanya berjalan di atas jembatan gantung dengan ketinggian yang lumayan? Belum lagi di bagian bawah terdapat pemandangan taman kupu-kupu yang menarik untuk dilihat. Tentu akan timbul sensasi yang berbeda.

Sensasi tersebut bisa dirasakan bila Anda berkunjung ke Helena Sky Bridge di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Jembatan ini terletak di dalam Taman Nasional Bantimurung dan merupakan yang tertinggi dari beberapa jembatan yang ada. Tingginya mencapai 100 meter dengan panjang sekira 50 meter.

Sejak dibangun Januari tahun lalu, jembatan ini semakin populer karena banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi guna ber-selfie ria. Ya, keindahan pemandangan alam di sekitar jembatan memang menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu udara sejuk karena memiliki banyak pepohonan juga menjadi pilihan bagi wisatawan perkotaan yang jarang merasakan hal tersebut.

Pemandangan lain yang bisa dinikmati adalah ratusan jenis kupu-kupu yang berterbangan. Ada pula kawasan gunung karst Maros Pangkep yang semakin menambah keeksotisan. Melihat keindahan tersebut tidak heran bila banyak wisatawan yang menyempatkan waktu untuk berkunjung dan mengambil foto.

Keberadaan jembatan yang semula hanya sebagai sarana penunjang untuk membersihkan penangkaran kupu-kupu memang menambah minat wisatawan untuk berkunjung. Wisatawan bahkan rela mengantri untuk merasakan sensasi berjalan dan berada di atas jembatan. Maklum saja, pihak pengelola membatasi jumlah wisatawan yang bisa naik ke jembatan yaitu hanya lima orang saja. Alasannya apalagi kalau bukan karena keamanan.

Untuk dapat berfoto di atas jembatan wisatawan harus terlebih dahulu berjalan dari loket pembelian tiket menuju sebuah menara kira-kira 200 meter. Sekadar informasi, tiket masuk untuk naik ke Helena Sky Bridge sekira Rp 20ribuan. Biaya itu sudah termasuk peralatan keamanan sehingga wisatawan tidak perlu khawatir. Jembatan buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 waktu setempat. > Selengkapnya <


Indahnya Langit di Antara Tebing Terjal Lembah Harau


Melancongyuk - Indonesia punya banyak destinasi luar biasa. Salah satunya yang terdapat di Provinsi Sumatera Barat ini. Namanya Lembah Harau yang punya pemandangan indah di antara dua bukit nan cantik.

Secara geografis, Lembah Harau terletak di Kabupaten Limapuluh Koto, Sumatera Barat. Ngarai ini diapit dua bukit terjal dengan ketinggian sekitar 150 meter. Saat memandang ke atas, anda seperti melihat langsung tebing yang menembus awan.

Selain terkesima dengan pemandangan yang luar biasa, berada di lembah ini sangatlah menyenangkan. Suguhan udara segar berpemandangan indah menambah rasa nyaman pengunjung. Makanya, destinasi ini menjadi salah satu yang favorit bagi wisatawan saat berkunjung ke Sumatera Barat.

Sekitar Lembah Harau, terdapat tebing granit yang juga cukup terjal. Tingginya sekitatr 80-300 meter. Selain itu, pemandangan sekitarnya akan dijumpai banyak air terjun, pesawahan, serta area hijau lainnya yang menenangkan.

Lembah Harau juga ditetapkan sebagai Cagar Alam dan Suaka Margasatwa. Sebab di lokasi ini cukup banyak hewan khas Indonesia. Salah satunya Monyet Ekor Panjang yang termasuk langka. Ada pula siamang, harimau, beruang, tapir, landak, serta burung kuau.  

Saking indahnya pemandangan di Lembah Harau, wilayah ini dijuluki sebagai Lembang Yosemite-nya Indonesia. Sebuah taman nasional yang terletak di California, Amerika Serikat yang terkenal akan keindahannya di dunia.

Memiliki pemandangan bukit yang indah sejauh mata memandang dan dikelilingi air terjun sudah pasti membuat anda tertantang. Ya, untuk menikmati Lembah Harau ini anda bisa menjelajahinya dengan berpetualang air. Seperti canoeing dan panjat tebing.  (Sportourism)

Pelesiran Ala Jepang dan Ngeteh Cantik di Kebun Teh Kaligua Brebes


Melancongyuk - Berwisata ke luar negeri memang jadi impian setiap orang. Meskipun demikian, tidak semua orang Indonesia mampu liburan ke negara lain karena alasan dana cekak.

Nah, sembari mengumpulkan uang, berwisata di dalam negeri dengan suasana bak luar negeri mungkin bisa menjadi alternatif pilihan.

Agrowisata Kaligua di bawah kaki Gunung Slamet Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, menawarkan suasana wisata ala Negeri Sakura.

Di tempat ini, traveler bisa menikmati teh yang diproduksi dari kebun teh Kaligua milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX.

Pelancong bisa menyeruput teh seperti kebiasaan minum teh orang Jepang dalam upacara Chanoyu.
Tak hanya itu, pengunjung bisa memakai kimono sambil menyeruput teh. Pakaian khas Jepang itu juga bisa digunakan untuk berfoto di tengah kebun teh yang membentang luas.

"Pengunjung bisa menyewa baju kimono dengan harga Rp 15.000 perset," kata pengelola wisata Kaligua, Gatot, Sabtu (24/3/2018).

Di kompleks objek wisata itu, ada juga wisata sejarah Gua Jepang yang dibangun pada masa penjajahan Jepang beberapa tahun silam.


Di dalam gua ini, dapat dilihat patung- patung tentara Jepang yang dibuat dengan ukurang seperti aslinya.

Banyak ruang khusus, seperti ruang tahanan, kamar komandan, ruang pengadilan, ruang pembantaian, dan gudang senjata.

"Jika ada warga Indonesia yang membangkang, mereka akan disiksa di sini," kata pemandu Gua Jepang, Ujang.

Menurutnya, tidak hanya wisatawan domestik saja, namun juga dari mancanagera termasuk Jepang.
"Orang Jepang yang ke sini kerap menangis karena mendengar cerita bahwa orang Jepang yang menjajah ke Indonesia dan menyiksa warga sini saat membuat gua ini," jelasnya.

Gua Jepang yang berada di tengah kebun teh itu dibangun sekitar 1943-1945. Setelah Jepang kembali ke negaranya, gua tidak digunakan lagi.

Baru pada 1997, gua dibuka kembali oleh warga sekitar dan digunakan untuk objek wisata hingga saat ini.

Untuk masuk ke lokasi Agrowisata Kaligua, wisatawan merogoh kocek Rp 15 ribu saat weekday dan untuk weekend Rp 17 ribu. (Tribun)



Mendaki Air Terjun Lengket di Thailand


Melancongyuk -  Anda pernah mendaki air terjun? Mungkin terdengar mustahil, apalagi dengan derasnya air yang mengalir akan membuat hanyut atau terpental.

Ternyata ada air terjun yang bisa didaki layaknya mendaki gunung. Tempatnya di Taman Nasional Si Lanna, Chiang Mai, Thailand.

Bila ke Thailand, Anda  mesti menyambangi air terjun Bua Thong, atau yang dikenal masyarakat sekitar dengan nama Air Terjun Sticky. Jika Sahabat Sporto artikan sticky memiliki pengertian lengket.

Karena lengketnya inilah Anda bisa mendaki air terjun. Hal yang menyebabkan lengketnya air yang mengalir di air terjun ini, karena kaya kandungan kalsium dari celah bebatuan kapur.

Anda bisa mendaki dengan bebas, karena air terjunnya lengket dan bebatuannya tidak berlumut atau ganggang yang biasa ada di bebatuan air terjun.  

Keunikan lainnya dari air terjun di Negeri Gajah Putih ini pada kandungan kalsium yang tinggi. Membuat warna airnya tidak bening, justru malah menjadi putih dan lengket.

Fenomena Misterius Air Terjun Devil's Kettle, Benda yang Dilempar Hilang Tak Kembali!


  Melancongyuk - Ada yang pernah dengar kisah misterius dari air terjun Devils Kettle? 

Jika biasanya, air terjun mengalir dari atas dan jatuh ke sungai di bawahnya. Namun, tidak demikian dengan air terjun di Minnesota ini.

Salah satu dari air terjunnya jatuh bukan ke sungai dan hilang entah ke mana. Dari sekian banyak air terjun di dunia, Devil's Kettle adalah yang paling misterius hingga membingungkan para ahli geologi.

Terletak di area Taman Nasional Judge Magney, di Grand Marais Minnesota, AS, tepatnya berada di lepas pantai utara danau Superior, terdapat sebuah sungai bernama Sungai Brule yang mengalir melalui area taman.

Air sungai ini menciptakan banyak aliran air, termasuk air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 800 kaki.

Dari sekian banyak air terjun yang terbentuk, ada satu yang paling aneh dan misterius. Air terjun ini terbelah dua karena ada batu besar menonjol di tengahnya.

Satu dari cabang air terjun yang ada di sebelah timur, airnya menuju langsung ke Danau Superior. Sedangkan yang satunya lagi, yang berada di sebelah barat, airnya jatuh ke dalam lubang raksasa dan menghilang.

Tidak ada yang tahu ke mana air terjun itu bermuara. Lubang itulah yang disebut dengan Devil's Kettle atau 'ketel setan', seperti dilansir dari laman Unbelieveable-fact.com (19/3/2018).

Banyak penelitu sudah berusaha memecahkan teka-teki ini selama bertahun-tahun, tapi masih belum berhasil.

Mereka menjatuhkan pewarna ke dalam air, bola pingpong, batang kayu dan benda-benda lainnya ke dalam lubang Devil's Kettle, namun semua sia-sia.

Benda-benda yang tadi dilempar tidak muncul lagi setelah masuk ke dalam lubang tersebut. Satu di antara percobaan yang paling terkenal adalah melemparkan bola pingpong.

Pada setiap bola yang dilempar, terukir nomor telepon yang tidak bisa dihapus meskipun terkena air.
Tujuannya, jika ada orang yang menemukan bola tersebut maka harus menghubungi nomor yang tertera dan akan mendapat hadiah.

Sayangnya, tak satu panggilan pun masuk untuk mengklaim hadiahnya. Jika dilogika, seharusnya ada jalur keluar di suatu tempat, di bawah danau Superior.

Banyak teori pun bermunculan untuk menjelaskan misteri lubang ini. Beberapa menyebutkan ada sungai bawah tanah, sedangkan yang lain percata ada tabung lava terbentuk ketika batu pertama dipadatkan.


Namun, kedua teori itu tidak teruji dan dianggap salah. Teori keberadaan sungai bawah tanah disalahkan oleh ahli geologi karena formasi geologi semacam itu hanya terjadi pada jenis batuan yang lembut, seperti batu kapur.

Daerah di sekitar Devil's Kettle berupa batu yang jenisnya jauh lebih keras. Selain itu, keberadaan tabung lava jauh di dalam air terjun jelas tidak mungkin.

Pasalnya, dari ratusan batuan basal yang terbentuk oleh letusan gunung berapi di Minnesota, tidak ada tabung lava yang pernah ditemukan.

Akhirnya, pada Februari 2017, misteri hilangnya air yang jatuh dari air terjun ini mulai menemukan sedikit titik terang.

Tim ahli hidrologi dari Departemen Sumber Daya Alam Minnesota mengukur laju alir air di atas Devil's Kettle dengan kecepatan 123 kaki kubik per detik.

Airnya mengalir setinggi 121 kaki kubik per detik sejauh ratusan meter di bawah air terjun. Menurut ahli hidrologi Jeff Green, tidak ada air yang menghilang di bawah ketel..

Untuk mengkonfirmasikan teori ini, para periset berencana melakukan tes pewarna di mana mereka akan menuangkan pewarna sayuran ke dalam lubang dan memantau di mana air tersebut muncul kembali.

Tapi para periset tidak pernah kembali lagi karena menurut mereka "tidak ada alasan ilmiah yang signifikan" atas misteri air terjun ini, kata seorang manajer Taman Nasional, Pete Mott.

Mengenai barang-barang yang telah hilang saat dilemparkan ke dalam lubang, Green menjelaskan bahwa arus sirkulasi yang kuat membuat barang-barang itu hancur atau ditahan di bawah air sampai mereka muncul kembali di hilir pada suatu waktu.



Unik! Tiga Danau Ini Berada di Atas Danau


Melancongyuk - Danau Toba dikenal sebagai danau terbesar di Asia. Danau yang terbentuk karena erupsi hebat Gunung Toba yang terjadi pada 74.000 tahun lalu ini menawarkan pesona yang rupawan. Selain Pulau Samosir, di danau ini juga terdapat tiga danau lainnya.

Tiga danau tersebut terletak di Pulau Samosir. Masyarakat setempat menyebut ketiga danau tersebut dengan nama yang berbeda. Yaitu Sidihoni, Aek Natonang, dan Aek Parohan adalah danau di atas danau. Berikut ini ketiga danau tersebut

Danau Sidihoni

Tao Sidihoni, atau Danau Sidihoni, terletak di Kecamatan Ronggur Nihuta dan Pangururan. Pesona danau seluas kira-kira 105 hektar ini ini dikelilingi hamparan rumput hijau, perbukitan, dan pohon-pohon pinus. Danau indah ini kerap menjadi arena bermain anak-anak setempat. Mulai dari berenang, berlari-lari sampai bermain sepak bola di lapang yang datar.

Aek Natonang

Danau lainnya adalah Aek Natonang. Danau ini berada di Desa Tanjungan, Kecamatan Simanindo, Pulau Samosir, Aek Natonang berada di kawasan perbukitan, sekitar 20 kilometer dari Ambarita, ibu kota Kecamatan Simanindo. panorama sekitar danau sedemikian menarik, yaitu bukit-bukit dengan pepohonan lebat.

Aek Porohan

Danau ketiga terletak di Salaon, Kecamatan Ronggur Nihuta. Dibanding dua danau lainnya, Aek Porohan punya legenda, yaitu tentang saudara kembar; laki-laki dan perempuan, yang melakukan incest dan tenggelam di danau itu. Mayat keduanya tidak pernah ditemukan. Warga yakin arwah keduanya menghuni Aek Parohan, dan warga menjadikan danau sebagai situs keramat. (Sportourism)

Inilah Curug Tertinggi di Jawa Tengah


Melancongyuk - Air terjun yang terletak di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini menyajikan pemandangan alam sekitar yang terlihat sangat indah dan menawan. Namanya adalah Curug Sewu, sebuah air terjun megah yang mempunyai tiga tingkatan berbeda.

Seperti namanya, lokasi air terjun ini terletak di Desa Curug Sewu, Patean, Kendal. Saat memasuki area Curug Sewu ini Anda bakal disambut dengan patung Prabu Baladewa di depan pintu masuknya. Setelah berjalan sedikit melewati pintu masuk, Anda akan berada di kawasan perbukitan yang menghijau.

Di balik perbukitan tersebut, Curug Sewu juga menawarkan pesona hamparan hutan dan sawah yang hijau dan indah dapat dilihat dari ketinggian. Selain itu, Anda bisa menuju gardu pandang agar dapat menikmati lanskap air terjun yang eksotis dibalut udara sejuk.

Bila belum puas, Anda dapat melihat lebih dekat air terjun dan merasakan cipratan airnya yang dingin. Namun untuk hal ini, Sahabat Sporto harus menuruni ratusan anak tangga menuju air terjun. Meski agak melelahkan, tetapi semua usaha itu akan segera terbayarkan.

Sesampainya di bawah, Anda langsung disambut udara sejuk yang bercampur kabut air dari air terjun, dan juga spektrum pelangi yang terpancar di sekitar air terjun. Momen ini pun sangat apik jika diabadikan kemudian dipamerkan di sosial media.

Dari dekat, Anda dapat dengan jelas melihat Curug Sewu yang terdiri dari tiga tingkatan. Pada tingkat yang pertama memiliki ketinggian 45 meter, pada tingkatan kedua 15 meter dan 20 meter pada tingkatan ke tiga. (Sportourism)

Sampuran Aek Malakkut, Air Terjun Perawan yang Tebingnya Berukir Eksotis


Melancongyuk - Menemukan air terjun yang masih perawan di Indonesia cukup mudah. Pasalnya, banyak daerah di Indonesia yang memiliki kawasan gunung atau pegunungan, yang beberapa di antaranya memiliki sumber mata air terjun.

Salah satu provinsi yang memiliki objek wisata alam masih perawan tersebut ialah Sumatera Utara. Berada di Desa Marancar, Tapanuli Selatan, Sampuran Aek Malakkut menjadi air terjun cukup unik yang dimiliki warga Sumatera Utara dan Indonesia. Pasalnya, air terjun yang masih memiliki alam yang asri dan natural ini, turun dari tebing yang istimewa tampilannya, sebab tebing tersebut nampak seperti diukir, tidak sekadar datar seperti tebing air terjun pada umumnya.

Keistimewaan lainnya yang dimiliki Sampuran Aek Malakkut, air terjun ini memiliki air yang jernih dan bersih, serta terasa segar ketika menjamah kulit. Bebatuan yang terdapat di sekitarnya membuat suasana yang tercipta menjadi semakin alami dan bisa dijadikan pijakan atau tempat duduk sambil bersantai merendam kaki menikmati pancuran air terjun.

Lingkungan air terjun yang masih cukup hijau, jauh dari keramaian juga bisa jadi tempat yang sempurna bagi traveler untuk menghilangkan kepenatan dan sejenak menjauh dari rutinitas pekerjaan. Bila berkunjung ke air terjun Sampuran Aek Malakkut, jangan lupa untuk membawa kamera sport yang anti air dan jenis kamera lainnya untuk mengabadikan momen ketika melakukan kegiatan di sekitar air terjun yang cantik dan masih perawan ini.

Akan tetapi, untuk bisa sampai dan menikmati keperawanan Sampuran Aek Malakkut, Anda harus terlebih dahulu melakukan perjuangan melintasi hutan berjalan kaki. Ingat, untuk mendapatkan keindahan maka harus ada yang dilakukan terlebih dahulu, tidak bisa langsung terwujud.

Nah, dalam hal ini yang harus Anda lakukan terlebih dahulu, yakni trekking melewati hutan rimbun sekira dua jam, yang sekaligus membuat air terjun jarang diketahui oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Untuk itu, agar bisa tepat waktu mencapai air terjun, sebaiknya Anda menggunakan jasa pemandu wisata dari penduduk sekitar atau mengajak teman yang sudah lebih dulu berkunjung, karena ketika menuju ke air terjun, Anda tidak akan menemukan petunjuk jalan dan harus menembus hutan, dan kemungkinan tersesat cukup tinggi.

Tapi, para traveler tidak perlu khawatir, karena pemandangan yang dimiliki Sampuran Aak Malakkut bisa membayar perjuangan yang telah dilakukan itu. Bahkan, Anda juga bisa bermain air sepuasnya sambil menikmati harmoni alam yang tersedia. Suara gemuruh air terjun hingga suara aliran air menuju ke sungai, mampu memberikan efek rileks, yang tidak bisa diutarakan dengan kata-kata.

Berani Plesiran ke Pulau Hantu di Laut India?


Melancongyuk - Pulau Ross, adalah sebuah pulau terpencil bekas pendudukan Inggris di Kepulauan Andaman, India. Pulau ini merupakan bagian dari kelompok  572 pulau tropis, di mana hanya 38 pulau yang berpenghuni.

Dilansir BBC, Pulau Ross adalah kota hantu yang sangat menarik. Di pulau ini masih ada sisa-sisa pemukiman Inggris abad ke-19 yang terbengkalai. Pemukiman ini sudah berpenghuni sejak 1940-an, dan telah direklamasi oleh alam.

Terlihat reruntuhan bungalow mewah, sebuah gereja besar, ballrooms, bahkan pemakaman, telah diliputi oleh pohon-pohon liar.

Berdasarkan sejarah, pada 1857, Kerajaan Inggris memilih pulau dengan luas sekitar 300 meter persegi ini sebagai lokasi penghukuman para pemberontak India. Saat Inggris tiba pada 1858 dengan 200 narapidana India, pulau ini ditutupi hutan purba yang tak dapat ditembus. 


Para tahanan dihukum untuk membersihkan hutan lebat, sementara para tentara tetap berada di kapal. Saat teritori kolonial meluas, narapidana dipindahkan ke penjara dan barak di pulau-pulau tetangga. Sedangkan Pulau Ross menjadi markas administrasi, sekaligus pemukiman eksklusif bagi para pejabat militer berpangkat tinggi dan keluarga mereka.

Rumah-rumah mewah penuh perabotan dibangun, halaman rumput terawat, dan lapangan tenis dibangun, bersama dengan gereja, pabrik pemurnian air, barak militer, dan sebuah rumah sakit. Sebuah pembangkit tenaga listrik berbahan bakar diesel pun dibangun untuk menerangi pulau.

Pada 1942, invasi Jepang memaksa pasukan Inggris meninggalkan pulau tersebut. Meski beberapa tahun kemudian kembali berada di bawah kekuasaan Inggris setelah perang berakhir. 


Namun tidak lama setelah itu India memperoleh kemerdekaannya. Setelah itu pulau ditinggalkan tak penghuni sampai Angkatan Laut India mengambil alih pada 1979.

Kini sudah hampir 80 tahun, Pulau Ross tertutup oleh hutan dan terlupakan. Kini hanya terlihat hutan lebat mengambil alih reruntuhan gedung-gedung dan burung-burung bertengger di atas pohon. 

Brown Canyon, Tempat Penambangan Pasir yang Mulai Dilirik Wisatawan


Melancongyuk - Jika berbicara tentang Semarang, yang ada dibenak banyak orang adalah Lumpia dan Lawang Sewu. Sebagai ibu kota Jawa Tengah, Semarang memang terkenal dengan 'wisata mistik' Lawang Sewu dan juga kuliner khasnya, seperti lumpia.

Namun, nyatanya kini Semarang tak hanya sebatas dengan wisata Lawang Sewu atau Simpang Limanya. Ada pula sebuah danau bekas penambangan yang justru kini menjadi daya tarik wisatawan.
Adalah Brown Canyon, yang merupakan sebuah proyek galian C yang usianya sudah lebih dari 10 tahun. Bagi sebagian orang tempat ini mereka gunakan untuk mengais rezeki dengan melakukan penggalian pasir, tanah urug, dan batu padas. Tapi bagi sebagian kalangan justru untuk berburu foto yang ciamik.


Memang sejatinya Brown Canyon bukanlah tempat wisata, melainkan hanya perbukitan dan areal pertambangan. Namun, karena aktivitas penambangan yang dilakukan setiap hari selama bertahun-tahun, tempat ini berubah menjadi layaknya Green Canyon yang ada di Amerika.
Deretan bukit dan palung terbentuk dari penggalian dataran tinggi yang akhirnya membentuk sebuah cekungan dan bukit-bukit yang menjulang tinggi. Tak jarang bagian atas bukit ini ditumbuhi beberapa pohon yang turut menghiasinya.

Brown Canyon kian populer setelah pengunjung yang datang mengunggah foto mereka di akun media sosial. Biasanya pengujung datang di sore atau pagi hari sebelum aktivitas penambangan dilakukan.


Tentu karena tempat ini merupakan kawasan penambangan, jika ingin berkunjung sebaiknya menggunakan motor atau sepeda. Mengingat medan yang dilewati sulit dengan jalanan yang tidak bersahabat.

Pengunjung juga akan ditemani debu-debu yang bertebaran dan berpapasan dengan truk-truk pengangkut bahan material. Jangan lupa bawalah masker atau buff untuk melindungi diri dari debu.
Jika penasaran dengan keindahannya langsung saja meluncur ke daerah Rowosari, Meteseh, Tembalang.

Janjang Koto Gadang, Tembok China ala Indonesia


Melancongyuk - Dunia mengenal Tembok Raksasa Cina sebagai salah satu Situs Warisan Dunia. Memiliki panjang 8,851 kilometer, Great Wall of China menjadi daya tarik tersendiri buat wisatawan berkunjung ke Negeri Tirai Bambu.

Kini, kamu nggak perlu jauh-jauh ke Cina buat menikmati tembok raksasa. Lantaran, provinsi Sumatera Barat memiliki wisata serupa yang nggak kalah megahnya, Janjang Koto Gadang.

Terletak di Kota Bukittinggi, Janjang Koto Gadang menawarkan wisata tembok besar yang dikelilingi hutan dan tebing yang cukup curam. Nggak seperti Tembok Raksasa Cina, Janjang Koto Gadang memiliki panjang trek 1,5 kilometer saja.

Soal keindahan, panorama alam di sekitar Jajang Koto Gadang. masih sangat asri. Ditambah dengan udara sejuk khas Bukittinggi menambah sensasi liburan yang nggak terlupa bagi tiap wisatawan yang rela datang Janjang Koto Gadang.

Salah satunya Meryam Zahida. Karyawan swasta salah satu media di Jakarta ini sempat menjadi saksi keindahan Janjang Koto Gadang yang dikelilingi tebing terkenal, Ngarai Sianok.

“Salah satu tempat wisata yang punya kemiripan dengan Tembok Cina. Lumayan buat dikunjungi kalau belum kesampaian ke Tembok Cina. Pemandangannya bagus banget!” ujarnya.

PENDEK TAPI MENANTANG

Jika dibandingkan dengan panjang Great Wall of China, Janjang Koto Gadang sangatlah pendek. Tapi jangan sekali-kali meremehkan medan yang hadir di jalur trekking sepanjang 1,5 kilometer ini, lho!


Fisik dan mental kamu harus dipersiapkan sebelum mengijakkan kaki Janjang Koto Gadang. Sepanjang trek trekking, terdapat ribuan anak tangga yang siap menguras dahaga.

Yang bikin menarik dari Janjang Koto Gadang adalah kamu bisa memilih akses yang lebih mudah. Jika kamu masuk dari pintu Goa Jepang, treknya mudah karena banyak didominasi turunan. Sedangkan, jika kamu melewati rute Ngarai Sianok, medannya cukup menantang, dengan banyak kelok dan trek sempit.

Tapi, tenang saja karena pengelola Janjang Koto Gadang sudah menyediakan beberapa titik buat kamu beristirahat sejenak. Sebotol air mineral ditambah dengan aliran angin semilir khas Bukittinggi dapat mengembalikan tenaga kamu, deh!

Untuk menikmati panorama Janjang Koto Gadang, kamu nggak dipungut biaya retribusi, kok. Cukup bayar saja fasilitas parkir jika kamu membawa kendaraan pribadi.

Tertarik buat traveling ke Janjang Koto Gadang?

Bukit Lemped Menawarkan Sensasi Makan di Atas Pohon


Melancongyuk - Pesona Bali memang tak diragukan lagi. Gak akan ada habisnya jika KLovers ngomongin tentang semua keindahan yang ada di Bali. Begitu juga dengan destinasi wisatanya.

Setiap tempat wisata di Bali selalu mempunyai daya tariknya masing-masing. Seperti pada objek wisata yang satu ini. Bernama Bukit Lemped yang berada di Desa Pladung, Kelurahan Padang Kerta, Kabupaten Karangasem, Bali.
Awalnya tempat ini merupakan areal perbukitan. Kemudian diubahnya menjadi tempat wisata yang lagi tren di Bali. Tempat ini menawarkan sebuah tempat, yang mana KLovers dapat menyantap makanan di ketinggian.


Dari Bukit Lemped kita dapat melihat dua pemandangan sekaligus, pantai dan Gunung Agung. "Ya di atas itu, di puncak memang menjadi spot selfie," ujar I Wayan Mudita menjelaskan. KLovers dapat menikmati sarapan atau makan siang dengan semilir angin yang menyejukkan.

Sang owner, I Wayan Mudita menjelaskan rumah pohon miliknya ini dibangun di atas lahan seluas tiga ratus meter persegi. "Ini dibangunnya sudah sembilan bulan lalu. Pengerjaan tahap awal tiga bulan, sudah operasi enam bulan," kata I Wayan Mudita seperti yang dilansir oleh merdeka.com.

Belum lama tempat ini dibuka, para pengunjung sudah ramai berdatangan. Untuk sehari saja rata-rata sekitar 40 orang pengunjung yang datang. Pengunjung yang datang pun beragam, dari masyarakat lokal, turis domestik dan turis asing.


Untuk masuk ke rumah pohon Bukit Lemped ini, pengunjung dewasa hanya dikenai biaya masuk Rp 10 ribu saja, sementara untuk anak-anak Rp 5 rupiah. Dan tambahan biaya parkir Rp 5 ribu.

Keamanan dari rumah pohon ini terjamin. Asalkan mengikuti prosedur yang berlaku dari pihak pengelola. Bagaimana KLovers tertarik untung datang ke sana?

Keindahan Bukit Mbeser yang Unik dan Menawan


Melancongyuk -  Menjelajah keindahan alam di Kabupaten Wonosobo, rupanya tidak pernah ada habisnya. Wonosobo menyimpan ribuan potensi alam yang sangat indah dan menawan. Selain kawasan wisata Dieng, terdapat berbagai obyek wisata lain yang layak dikunjungi para wisatawan, baik wisata kreasi budaya (culture), peninggalan sejarah (heritage), pengembangan potensi minat khusus sejarah dan purbakala mau pun jenis wisata alam (nature).

Potensi wisata berbasis desa, bahkan saat ini terus bermunculan. Hampir semua desa di Wonosobo memiliki daya tarik untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan guna menopang wisata andalan yang saat ini telah mendunia, yakni Dieng. Bukit Mbeser. Ya namanya memang unik didengar, karena berbicara mengenai beser, dalam bahasa Jawa dikonotasikan sebagai aktivitas membuang air kecil di mana pun tempat, yang terkesan jorok.

Namun, di balik nama itu rupanya sebuah bukit yang berada di Desa Lipursari Kecamatan Leksono, Wonosobo itu tengah menjadi buah bibir masyarakat dan menjadi destinasi yang diganderungi pelancong, lebih khusus kaula muda. Penataan obyek wisata alam bukit Mbeser, telah dimulai sejak 2017 lalu. Bahkan, pembangunan jalan hingga akses pertanian juga turut mendukung perkembangan wisata desa yang terkenal karena panorama yang indah baik saat sunrise maupun sunset.

Meski pun sudah mulai dibuka untuk umum, namun pihak pengelola dan desa masih melakukan beberapa upaya pengembangan. Menurut salah satu perangkat desa setempat, Mustajib, lokasi bukit Mbeser yang telah dibangun embung, nantinya akan dikembangkan sebagai wisata edukasi alam. “Bukit Mbeser ini memang masih memiliki keterbatasan, karena baru sekitar setengah tahun berjalan dan baru launching," ungkapnya baru-baru ini.

Dalam kurun waktu sekitar setengah tahun terakhir, berbagai peningkatan infrastruktur juga sudah dilakukan khususnya untuk Desa Lipursari. Berbagai pembangunan, termasuk senderan, drainase, dan pembenahan lokasi wisata juga sudah dilakukan. Rencananya, di kawasan embung tersebut akan dibuat wisata edukasi yakni berupapa taman buah dan sayuran di bagian tepinya. "Jika sudah ada taman buah dan sayur, wisatawan bisa berwisata sembari memetik buah dan sayur," beber dia.

Menurut Sekretaris Desa Lipursari, Ahmad Zuhair, taman buah yang akan dikembangkan, nantinya diisi tanaman jambu kristal, duku dan salak. Karena lokasi wisata belum dibuka secara resmi, pihaknya tidak mematok tarif mahal kepada para pengunjung yang datang, mereka hanya menarik biaya parkir kendaraan mereka. Untuk pendapatan dari parkir akan dikelola kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di bawah naungan Badan Usaha milik Desa (BUMDes).

Berbagai potensi hasil bumi di Desa Lipursari juga sangat mendukung wisata alam desa tersebut. Bahkan, berbagai produk siap jual seperti gula jawa dan kuliner khas, akan diproyeksikan menjadi ikon wisata Gunung Beser. Selama ini, bukit Mbeser banyak dikenal masyarakat lewat media sosial seperti instagram, twitter dan facebook dengan menyajikan banyak spot foto indah yang mampu menarik minat wisatawan yang bertandang ke Lipursari.

Pembenahan wisata sekitar embung memang diakui belum bisa terealisasi dalam waktu dekat, karena keterbatasan dana, diharapkan para pengelola atau pokdarwis, bisa mempercantik kawasan Mbeser sendiri. “Harapannya selain untuk wisata,embung ini juga berfungsi untuk menampung air saat musim hujan dan di gunakan untuk irigasi pada saat musim kemarau. Pemerintah desa akan memaksimalkan keberadaan embung tersebut,” pungkasnya.

Nama Bukit Mbeser sendiri memiliki sejarah sebagai jalan kabupaten yang menghubungkan Wonosobo dengan Kaliwiro. Di masa belum ada kendaraan bermotor, dahulu masyarakat berjalan melewati Bukit Mbeser dan beristirahat di bukit tersebut. Terdapat tiga jalur untuk sampai ke Bukit Mbeser dan yang tercepat yaitu melalui jalan utama Selokromo. Menurut salah satu pengunjung, Febri, beberapa hal butuh pembenahan termasuk masalah keamanan pengunjung.

“Di bukit ini masih kurang pengawasan terhadap pengunjung, sehingga apabila terjadi musibah tidak langung diketahui oleh petugas. Di sini juga perawatanya masih kurang, banyak kayu yang rapuh, sehingga dapat membahayakan para pengunjung. Namun, kami akui lokasi bukit Mbeser ini menyimpan potensi alam yang sangat bagus dan layak menjadi destinasi unggulan wilayah selain Dieng,” ungkap dia.

Taman Bunga Di Indonesia Yang Cantik dan Instagramable Banget

Melancongyuk - Jika selama ini banyak orang yang menghabiskan waktu berlibur di gunung atau pantai, mengapa tidak mencoba untuk berlibur di taman bunga. Menikmati pemandangan bunga yang warna-warni dan cantik menjadi opsi liburan anti-mainstream yang bisa kamu coba.

1. Taman Bunga Nusantara, Cianjur


Jika kamu ingin berkeliling ke sebuah taman bunga yang indah layaknya seperti yang ada di kisah-kisah dongeng maka taman bunga yang satu ini patut untuk dikunjungi. Taman Bunga Nusantara ini berlokasi di Cianjur, Jawa Barat. Di sini kamu bisa menikmati bunga-bunga layaknya di Eropa dengan pemandangan yang begitu cantik.

Taman seluas 35 hektare ini memiliki beberapa spot-spot menarik untuk berfoto. Tak hanya bisa menikmati pemandangan bunga, kamu bisa menikmati taman labirin, taman air, hingga taman dengan konsep Perancis yang begitu mempesona.

2. Taman Begonia, Lembang

 
Taman bunga lainnya yang dapat kamu kunjungi adalah Taman Begonia yang terletak di Lembang Jawa Barat. Bagaimana tidak cantik? Begitu masuk ke kawasan taman, kamu sudah akan terpesona dengan deretan bunga yang tertata rapi serta berwarna-warni indahnya. Taman ini berada pada ketinggian 1200 mdpl sehingga membuat udara di sekitarnya terasa sejuk. Untuk tiket masuknya sendiri sekitar 10 ribu Rupiah saja.

3. Kebun Bunga Gemitir


Pulau Bali tidak hanya dikenal akan pantai-pantainya yang indah, namun juga terdapat wisata kebun bunga yang layak untuk dikunjungi yaitu Kebun Bunga Gemitir. Untuk masyarakat Bali sendiri, bunga menjadi kelengkapan upacara yang mungkin tidak dapat dipisahkan. Kebun bunga ini dipenuhi dengan bunga Marigold dengan warna kuning keemasan.

Kombinasi bunga yang kuning dengan dedaunan hijau segar menjadi daya tarik tersendiri. Bagi kamu yang ingin mengunjunginya, kebun bunga ini berlokasi di Desa Belok, Kabupaten Badung.

4. Orchid Garden, Bali

 
Kebun bunga lainnya yang dapat kamu kunjungi ketika berlibur di Pulau Dewata adalah Orchid Graden. Berjalan-jalan di kawasan ini akan benar-benar memuaskan mata kamu. Di taman ini kamu bisa melihat berbagai macam bunga anggrek yang indah dan cantik. Bahkan taman bunga ini begitu populer untuk wisatawan asing. Bahkan jika kamu ingin mempelajari lebih jelas mengenai bunga-bunga yang ada di tempat ini, kamu bisa menyewa pemandu wisata. Menariknya lagi, kamu bisa menikmati seduhan kowi luwak yang lezat dan hangat.

5. Taman Bunga Sakura, Cibodas

 
Jika kamu ingin melihat pemandangan bunga Sakura yang indah, sepertinya kamu tidka perlu jauh-jauh datang ke Jepang. kamu bisa menyaksikkannya di Indonesia, tepatnya di Taman Bunga Sakura, Cibodas. Hanya saja sayangnya, bunga-bunga Sakura di tempat ini hanya dapat mekar 2 kali dalam setahun sekitar bulan Januari-Februari serta Agustus-September. Sehingga jika kamu ingin mengunjungi tempat ini, pastikan kamu mengunjunginya di bulan-bulan tersebut.

Tak hanya dapat menikmati pemandangan taman bunga, kamu juga dapat bersantai dan berfoto ria di wisata ini. Ada banyak spot-spot foto yang instagramable yang dapat kamu coba.

6. Taman Bunga Matahari, Kediri

 
Wisata taman bunga yang baru di Jawa Timur yang dapat kamu kunjungi adalah Taman Bunga Matahari yang berada di Kediri. Di tempat ini kamu bisa melihat hamparan bunga matahari yang bermekaran indah. Awalnya, wisata ini berupa lahan kosong yang kemudian dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Kediri untuk ditanami bunga matahari. Namun ketika sudah bermekaran, ternyata menjadi daya tarik tersendiri dan memikat hati wisatawan.

7. Selecta, Batu, Malang

 
Satu lagi wisata taman bunga yang berada di Jawa Timur adalah Taman Selecta yang berada di Kota Batu. Tidak hanya hiburannya saja yang membuat wisatawan tertarik mengunjunginya, namun taman bunga di kawasan ini memang benar-benar indah. Bahkan kamu bisa melihat berbagai jenis bunga yang ada di taman bunga ini. Karena berada di kawasan dataran tinggi, suasana sejuk tentunya bisa kamu rasakan.

Jernih dan Segar, Pemandian Instagramable Ini Dipenuhi Ganggang Hijau Menakjubkan


Melancongyuk - Sudah pernah coba berenang di antara ganggang-ganggang berwarna hijau yang menakjubkan? Yang penasaran, kamu bisa datang ke Pemandian Sumber Sirah. Tempat wisata ini menyajikan tempat pemandian bawah air yang memesona.


Airnya jernih dan menyegarkan badan, hingga kamu akan dengan mudah melihat permukaan tempat pemandian. Yang dipenuhi dengan ganggang hijau dan ikan-ikan kecil berenang di antara bebatuan. Berenang di sini sayang banget kalau enggak bawa kamera underwater. Kedalamannya hanya 80 cm hingga 1.5 meter. Selain berenang, kamu juga bisa snorkeling dan menyewa ban untuk tubing.


Sebelumnya, tempat pemandian ini merupakan tempat menyuci bagi warga Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hingga akhirnya netizen menemukan Pemandian Sumber Sirah ini, dan menyebarkan foto-foto keindahan tempat tersebut di sosial media.


Sekarang, Sumber Sirah menjadi tempat wisata keluarga yang hits. Harga tiket masuknya sangat ekonomis, yakni Rp3 ribu per orangnya.

Nikmati Sensasi Berwisata di Amazon Van Bantul


Melancongyuk - Kicau burung nan indah ditambah suasana asri dan teduh, bisa kita temui saat berkunjung ke Taman Glugut, di Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul DIY.

Di tempat yang dijuluki Amazon Van Bantul ini, pengunjung bisa menikmati suasana lingkungan yang alami di tengah kebun bambu, sembari melihat aliran Sungai Opak. Ada empat unit perahu motor, yang bisa disewa pengunjung untuk aktivitas susur sungai.

Ketua Pokdarwis Desa Wonokromo Nurfi Agus Subekti mematok tarif lima ribu rupiah saja, bagi setiap pengunjung Taman Glugut, yang ingin menyusuri sungai menggunakan perahu motor.


”Kita memang berfikir untuk menciptakan wahana air, berupa perahu motor dan ternyata setelah kita lihat banyak pengunjung yang tertarik,” ujarnya, Jumat (9/3/2018).

Selain wisata perahu motor, para pengunjung tempat ini juga bisa menyusuri Sungai Opak menggunakan perahu gethtek, yang terbuat dari susunan bambu. Tidak hanya itu saja, pengunjung juga bisa merasakan serunya mandi di sungai, dengan cara melompat dari sebuah pohon.

Nikmati Sensani Ayunan Setinggi 15 Meter di Puncak Makkaroewa Maros


Melancongyuk - Bagi penyuka olah raga ekstrem, datang saja ke puncak Makkaroewa, di Desa Labuaja Kecamatan Cenrana, Maros. Anda bisa menikmati ayuna setinggi 15 meter di atas ketinggian 540 mdpl.

Wisata yang mulai dikenal sejak 2017 lalu berada di wilayah Camba ini hanya berjarak kurang lebih 1500 meter dari Jl Poros Makassar-Maros.

Tempat yang menawarkan wisata alam ini dikelolah oleh sejumlah pemuda Desa Labuaja yang tergabung dalam organisasi kepemudaan Forum labuaja bekerja (Forlab).

Akses menuju puncak Makkaroewa bisa ditempu menggunakan kendaraan roda dua maupun roda. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan melewati rindangnya pohon pinus dengan jalan menanjak.
Untuk memasuki area wisata, pengujung hanya perlu membayar 5000 untuk registrasi dan 2000 untuk parkir.

Di lokasi ini pengujung dapat menikmati hamparan alam dengan pepohonan yang hijau. Selain itu, tempat wisata yang pernah menyabet juara ke 2 Di Sulsel ini juga menyiapkan beberapa spot foto menarik untuk mengabadikan gambar pengunjung.

Salah satu yang banyak diminati pengujung adalah ayunan. Ayunan setinggi kurang lebih 15 meter ini tepat berada pinggir tebing yang tingginya ratusan meter.

Seperti halnya mahasiswi Universitas Muslim Maros (Umma), Ervina Burnama dia mengaku senang dan merasa tertangan untuk mencoba ayunan setinggi kurang lebih 15 meter tersebut.

“Awalnya merasa deg-degan dan merasa tertantang, tapi setelah mencoba alhamdulillah kayak pengen naik lagi,” ujur Vina sapaan akrabnya.

Kesejukan di atas pucak Makkaroewa selalu mengundang untuk didatangi. Sejumlah pejabat pemerintah kabupaten (Pemkab) Maros, sudah berkunjung ke tempat ini.

Dan hampir setiap akhir pekan tempat ini cukup ramai, baik pengujung dari dalam maupun luar negeri sudah datang ketempat ini.

Menengok Kemisteriusan Curug Genting yang Eksotis


Melancongyuk - Curug Genting sudah menjadi pelopor ikon wisata air terjun sejak beberapa tahun lalu. Meski harus menempuh jarak puluhan kilometer dari Batang, Curug Genting punya eksotisme sendiri yang memikat dan menantang bagi pengunjung.

Curug Genting, mendengar namanya pasti anda sudah membayangkan jika suasana di sana yang begitu genting. Namun Genting sendiri merupakan bahasa setempat yang berarti gua. Pasalnya di lokasi ini ada gua alam dengan kedalaman lebih kurang 17 meter yang di dalamnya mengalir air bersih di sela-sela batu-batu yang berserakan.

Akses menuju Curug Genting sendiri terbilang cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Batang. Terletak di Desa Bawang Kecamatan Blado perjalan harus ditempuh sekitar kurang lebih 30 kilometer melewati jalur utama Batang-Bandar-Blado. Sampai di Desa Bawang, perjalanan pun masih menyisakkan sekitar beberapa kilometer untuk menuju lokasi parkir.

Jalanannya sudah beraspal, meski begitu kondisinya cukup jauh dari kata mulus. Bahkan di setengah perjalanan akhir kondisi jalan makadam cukup mendominasi. Akibatnya, tubuh dipaksa bergoyang-goyang ketika menelusuri jalan dengan berkendara.

Beruntung, pemandangan sepanjang jalan mampu menyegarkan mata. Hamparan hutan pinus pun siap memanjakan mata dan menarik minat anda untuk berswafoto. Pasalnya curug ini terletak di petak 49 derajat hutan lindung tertutup (HLT) RPH Kembanglangit, BKPH Bandar, memiliki luas sekitar tujuh hektare dan dikelola lewat kerja sama antara Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur dan Pemkab Batang.

Terlebih, kurang lebih satu kilometer menuju lokasi pemuda setempat telah menyulap hutan pinus tersebut menjadi wisata gardu pandang. Spot wisata ini tentu tak boleh dilewatkan. Khususnya bagi anda yang ingin eksis di media sosial lewat foto berlatar belakang perbukitan khas Batang Selatan.

Untuk masuk ke wisata Curug Genting, pengunjung dikenakan biaya Rp5.000 per orang. Sedangkan untuk parkir, pengelola wisata, yakni Pokdarwis Agung Lestari mematok tarif Rp2.000 untuk motor, dan Rp5.000 untuk mobil.

Dari area parkir kita akan menaiki sedikit anak tangga, dan kemudian kita akan tiba di gapura. Kesan misterius bakal sedikit kita rasakan ketika melewati gapura. Dimana gapura ini berbentuk kepala Betara Kala dengan sentuhan tulisan aksara jawa yang bertuliskan “Wening Manjing Gapuro Tunggal”.

Ketika kita memasuki gapura tersebut, rasanya kita seperti masuk ke dalam mulut Betara Kala. Masyarakat sekitar pun percaya jika kita sudah masuk ke dalam kita harus memasrahkan diri kepada Tuhan yang maha esa. Sehingga dapat kembali pulang dengan selamat melewati mulut Betara Kala kembali.

Usai memasuki gapura tak lama kita bakal menemui jalur menuju gardu pandang. Spot ini tak boleh ketinggalan untuk disinggahi, pasalnya di sini kita bisa menyaksikan keindahan curug yang merupakan aliran dari Sungai Andong Sili ini. Bagi anda yang mungkin kurang fit atau ragu untuk menuruni sekitar 447 anak tangga, berfoto di sini saja sudah bisa menjadi kepuasan tersendiri. Pasalnya dari atas pemandangan Curug Genting bak kolam air yang dikelilingi rimbunan pohon. Begitu menggoda untuk diabadikan.

Tapi rasanya kepalang tanggung jika hanya bisa memandangnya dari atas. Meski jalur menuju curug cukup menurun tajam, keindahan yang ditampilkan dari atas sangat menggoda diri untuk menyusuri setapak demi tapak ratusan tangga.

Rasa tak sabar pasti datang saat kita menuruni anak tangga. Tapi ingatlah untuk tetap berhati-hati. Apalagi ketika hujan anak tangga yang sudah berlumut itu lebih licin dari biasanya. Lebih dari itu pemandangan rerimbunan aneka pohon juga sayang untuk dilewatkan.

Jika lelah, di tengah perjalanan juga ada juga tempat istirahat yang bisa anda gunakan untuk melepas penat. Tak jauh dari situ anda juga akan bakal menemukan diding batu yang eksotis saat melanjutkan perjalanan. Dan tinggal beberapa puluh anak tangga lagi anda akan berjumpa langsung dengan curug setinggi kurang lebih 45 meter tersebut.

Keindahan Curug Genting tak dapat dipandang sebelah mata. Dominasi batu-batu besar di aliran sungainya menjadikan pemandangan yang apik. Di samping itu dinding batu di sekitar curug menjadikan pemandangan lebih eksotis.

“Kalau di sini kalau bisa jangan pipis sembarangan mbak. Apalagi di dekat air suci, nanti katanya ndak bisa pulang ke rumah. Kami sudah sediakan toilet, meski belum ada musala di sini,” terang pengurus pokdarwis Angung Lestari, Kasmari didampingi Oyid.

Hari-hari biasa, curug ini mampu menarik sekitar 20 puluh pengunjung. Jumlahnya bisa naik dua kali lipat jika akhir pekan. Dan paling ramai ketika libur lebaran. Jumlahnya bahkan dapat menembus 2000 pengunjung.