Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

Goa Londa, Petualangan Jelajah Kubur Unik di Toraja

Peti mati digantung di dinding via Instagram tinitalibo

Bayangkan betapa serunya menjelajah sensasi bertualang di dalam kompleks pekuburan yang begitu alami. Apalagi biasanya warga Toraja juga menjadikan Goa Londa tempat menggelar tradisi pemakaman mereka yang unik. Berikut adalah penjelasan lengkapnya oleh kontributor Travelingyuk Frenky Hizkia.

Sarat Akan Tradisi

Di pintu masuk Goa Londa sobat traveler akan langsung melihat deretan patung kayu yang dinamakan Tau-Tau. Patung-patung tersebut melambangkan jenazah yang dimakamkan dalam goa.
Selain Tau-Tau, pengunjung juga disuguhkan pemandangan peti-peti jenazah atau ‘Erong’ di dinding bukit. Peti tersebut disokong dengan kayu khusus agar tidak jatuh. Erong merupakan peti mati dari para bangsawan. Semakin tinggi letak petinya maka semakin tinggi pula derajatnya.

Goa Londa diperkirakan memiliki kedalaman 1000 meter. Di beberapa bagian, ketinggian goa hanya berkisar satu meter. Semakin ke dalam, goa akan terasa kian gelap dan lembab. Namun tak perlu khawatir, ada pemandu yang siap menceritakan asal-usul goa sekaligus membantu para pelancong agar tidak tersesat.

Patung Tau-Tau via Instagram iwan.motret

Murah dan Mudah

Goa Londa berada di Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara. Bagi sobat traveler yang datang dari arah Rantepao, hanya butuh perjalanan sekitar tujuh kilometer. Akses menuju tempat wisata ini cukup mudah. Bisa menggunakan kendaran pribadi maupun transportasi umum.

Setiap pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk sebesar 10 ribu rupiah (wisatawan lokal) atau 20 ribu rupiah (asing). Mengingat lokasi makam ada di dalam goa, maka sobat traveler disarankan menyewa lampu petromaks saat berada di loket.

Lengkap dengan Suvenir dan Pemandu

Perbukitan di Goa Londa via Instagram yulidyna

Untuk menunjang kenyamanan para pelancong, pengelola wisata Goa Londa juga menyediakan fasilitas seperti area parkir, toilet, warung makan, dan toko yang menjajakan suvenir khas kota Toraja.

Selain itu juga tersedia pemandu wisata yang siap mendampingi sobat traveler dan rombongan menyusuri goa. Biayanya tergantung kesepakatan bersama antara sang pemandu dan pengunjung. Semakin pandai menawar tentu akan makin ringan biayanya.

Tertarik untuk berkunjung dan mengenal lebih dalam sejarah Toraja? Tunggu apalagi, langsung rencanakan liburan dan datang bersama keluarga maupun sahabat ke Goa Londa.

Objek Wisata Unik di Grobogan Sajikan Api Abadi

Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jateng. (Wikimedia.org)
Melancongyuk -  Meski tak terlalu terkenal dengan objek wisatanya, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) nyatanya menyimpan beberapa yang unik, salah satunya adalah Api Abadi Mrapen. Terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Api Abadi Mrapen merupakan objek wisata yang menyajikan penampakan fenomena alam berupa api abadi yang tak pernah padam.

Dilansir dari laman resmi milik Pemprov Jateng, api di objek wisata Api Abadi Mrapen Grobogan memang tak pernah padam. Bahkan, api di tempat tersebut tak akan padam meski diguyur hujan deras.

Terlepas dari segala keunikannya, tempat wisata yang satu ini juga menyimpan cerita menarik tentang salah satu Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga. Sebagaimana dikutip dari Dream.co.id, Kesultanan Demak yang berada di sekitar Mrapen dan merupakan satu-satunya pusat pemerintahan Islam di Pulau Jawa berupaya memindahkan pendapa Kerajaan Majapahit dengan dipimpin Sunan Kalijaga.

Dalam perjalanan memasuki wilayah Kesultanan Demak Bintoro, rombongan ini mengalami masalah karena prajuritnya kelelahan. Mereka kemudian mencari mata air untuk minum, tetapi tidak ada yang dapat menemukannya. Sunan Kalijaga pun kemudian berjalan menuju tempat kosong dan menancapkan tongkatnya ke tanah. Lubang dari bekas tongkat itu tak lama menyemburkan api yang saat ini dipercaya merupakan titik awal munculnya sumber Api Abadi Mrapen.

Keunikan serta cerita rakyat itulah yang membuat wisatawan dari berbagai daerah ingin mengunjungi Api Abadi Mrapen. Menurut cerita warga sekitar, api di kawasan tersebut tidak menimbulkan luka bakar jika diinjak oleh orang yang mempunyai hati dan pikiran bersih.

unik Api Abadi Mrapen terletak sekitar 27 km sebelah barat Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Pengunjung pun tak perlu susah payah mencarinya karena terletak di tepi Jl. Purwodadi-Semarang.

Salah satu destinasi wisata di Kabupaten Grobogan tersebut tergolong sangat ramah di kantong karena pengunjung tak perlu membayar untuk memasuki lokasi Api Abadi Mrapen. Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan senilai Rp5.000 hingga Rp10.000 di kawasan Api Abadi Mrapen.

Resoinangun Garden, Kebun Bunga Warna-Warni yang Lagi Hits di Jogja


Melancongyuk - Beberapa tahun belakangan, wisata ala kebun bunga di Jogja dan sekitarnya makin banyak diminati ya. Tren ini dimulai oleh kebun bunga amarilis beberapa tahun lalu dan dilanjutkan dengan kebun bunga matahari, kebun bunga celosia dan sebagainya. Hamparan kebun bunga matahari di Pantai Samas Bantul dan Pantai Glagah Kunlonprogo kini juga jadi primadona wisata di Jogja. Belum lama ini, kebun bunga celosia di pesisir Pantai Kukup Gunungkidul juga baru saja dibuka. Wah banyak banget ya kebun bunga di Jogja!

Ada satu lagi kebun bunga yang lagi hits di Instagram. Namanya Resoinangun Garden yang berada di pesisir selatan Bantul. Baru 1 bulan dibuka, foto-fotonya sudah menghiasi linimasa. Mau lihat keindahan taman bunga di selatan Jogja ini? Yuk simak ulasan Hipwee Travel aja ya.

Resoinangun Garden berada tak jauh dari Pantai Samas, Kecamatan Sanden, Bantul. Satu jam perjalanan dari Kota Jogja

Terletak tidak jauh dari pantai Samas, Resoinangun Garden berada di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dari Jogja, jarak yang mesti kamu tempuh kurang lebih 25 km ke arah pantai Samas. Kurang lebih satu jam perjalanan. Akses menuju lokasi cukup mudah dan pemandangan sawahnya oke punya. Kamu bakal menikmati perjalananmu ke sana, apalagi kalau sudah sampai lokasi. Aneka bunga warna-warni akan menyambutmu dengan hangat.

Berbeda dengan kebun bunga lain yang biasanya cuma satu jenis bunga, di kebun ini ada banyak jenis bunga yang berwarna-warni

Selama ini kebun bunga yang hits biasanya cuma punya 1 jenis bunga. Contohnya banyak, kebun bunga amarilis, bunga matahari sampai bunga celosia. Nah, di Resoinangun ini ada banyak macam bunga yang bakal memanjakanmu. Ada bunga matahari, marigul atau kenikir, ada juga bunga kertas dengan aneka warna, bunga celosia merah dan kuning hingga bunga jengger yang tak kalah indahnya. Aneka bunga ini sengaja disiapkan agar pengunjung tidak bosan berkunjung di sana.

Ada beberapa spot foto yang bisa kamu coba, mulai dari ayunan sampai sepeda-sepedaan. Cantik banget sih tempat ini buat foto-foto

Buat kamu yang gemar berfoto selfie, kamu pasti akan betah banget liburan di sini. Banyak banget spot foto yang bisa kamu gunakan sih. Ada spot foto dengan latar becak yang dikelilingi bunga, sepeda tua dan ada juga ayunan di tengah hamparan bunga. Keren banget ‘kan?

Selain itu ada pula gardu pandang yang bisa digunakan untuk memandang luas hamparan bunga dari atas ketinggian. Dari sana kamu juga bisa menyaksikan matahari terbenam. Paket komplit!

Berapa biaya masuk ke Resoinangun Garden? Murah nggak ya?

Kebun ini dibangun dengan waktu 3 bulan. Di awal Mei ini sudah dibuka dan animonya cukup tinggi. Banyak traveler yang penasaran dengan hamparan bunga-bunga indah di kebun ini. Tiket masuknya pun cukup murah kok, 5 ribu saja. Biaya parkir 2 ribu rupiah. Murah ‘kan? Makanya banyak banget yang datang, selain tempatnya indah, masuknya pun murah.

Gimana, kapan kamu mengunjungi Resoinangun Garden di Bantul? Mumpung mau liburan, yuk mampir ke sana!

Kampung Flory, Desa Wisata Taman Hias, Homestay dan Terapi Kolam Ikan


Melancongyuk - Semakin banyak desa wisata yang muncul dengan fasilitas homestay warga yang menarik untuk kita kunjungi di daerah Sleman Yogyakarta.

Berbagai atraksi dan wisata yang tentunya menarik dan unik dijadikan salah satu daya tarik bagi desa wisata untuk menarik para wisatawan.

Seperti halnya dengan Kampung Flory yang bertempat di Dusun Jugang, Pangukan, Tridadi, Kabupaten Sleman ini.

Kampung ini mengandalkan budi daya sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan untuk dijadikan objek wisata.

Salah satu keunikan dari tempat wisata ini ialah pengunjung bisa melakukan kegiatan terapi ikan yang memiliki beberapa lokasi untuk kegiatan terapi ikan.

Ada beberapa kolm ikan yang disediakan di tempat ini dengan tempat duduk berupa batu batu kali yang ditata rapi di pinggir dan di tengah kolam.

Tempat ini memiliki lahan yang luasnya sekitar 4 hetare dan menyediakan berbagai fasilitas yang lengkap serta homestay untuk para pengunjung.

Layanan homestay ini terdiri dari dua macam yaitu Live-in di beberapa rumah warga yang berjumlah 10 unit dan homestay Ayem Ayem yang berada di dalam kawasan Kampung Flory ada 4 unit.

Fasilitas parkir untuk kendaraan anda juga lumayan luas, dapat menampung 4 bus besar, 60 mobil, dan sekitar 100 sepeda motor.

Lahan yang sebesar 4 hektare ini dibagi lagi menjadi 4 jenis yaitu.

Zona 1 (Taruna Tani) yang memiliki luas sekitar 1 hektare dan bergerak pada bidang usaha tanaman hias, tanaman buah, dan kuliner.

Zona 2 (Dewi Flory) yang memiliki luas sekitar 1 hektare dan menyajikan jasa penginapan atau homestay, outbond dan pelatihan kewirausahaan agrobisnis.

Zona 3 (Agro Bush) yang memiliki luas mencapai 2 hektare yang menyediakan wisata petik bush langsing, wisata pembelajaran atau edukasi, serta pelestarian lingkungan.

Wisata ini dibangun dengan tujuan untuk membangun kembali para generasi muda agar dapat tertarik dengan dunia pertanian yang dapat memberikan kesejahteraan.

Tempat ini juga digunakan sebagai pesat pembibitan dan budidaya tanaman buah unggul dan tanaman hias agar dapat memasok kebutuhan tanaman di DIY.

Pengunjung tempat wisata ini dapat memanfaatkan lahan untuk kegiatan belajar menanam tanaman yang baik dan benar dan belajar mengenai dunia pertanian yang menjanjikan.

Anda juga dapat belajar di tepat ini tentang pengenalan jenis tanaman, perawatan tanaman, hingga cara untuk menata tanaman hias di rumah.

Wisata ini dibuka setiap hari pada jam 08.00 sampai dengan jam 21.00, tanpa adanya hari libur kecuali saat libur besar.

Nikmati Sejuk dan Nyamannya Pesona Alam Coban Jidor


Melancongyuk - Buat anda yang suka sekali dengan wisata alam, maka wisata Coban Jidor ini dapat menjadi salah satu pilihan buat anda untuk mengisi libur anda.

Tempat ini berada di kawasan Desa Ngadireso, Kecamatan Jabung, yang baru di buka pada tahun 2016 ini masih belum banyak wisatawan yang berkunjung.

Ketika anda berkunjung ke tempat wisata ini anda akan merasakan sensasi alam yang tenang dan alami.

Akses untuk menuju tempat wisata Air Terjun Jidor ini sangatlah mudah, bahkan jika anda masih baru berada di Malang dapat dengan mudah menemukan tempat ini.

Akan terasa lebih dekat jika anda lewat daerah tumpang, selain itu jalannya masih satu arah dengan Coban Jahe yang lebih dulu dikenal oleh para wisatawan.

Pada saat akhir pekan wisata Coban Jidor ini di datangi pengunjung yang jumlahnya mencapai 30 orang.

Jangan takut untuk mengunjungi wisata Coban Jidor ini, karena setiap wisatawan telah di cover dengan asuransi kecelakaan.

Tiket masuk ke tempat wisata Coban Jidor ini cukup murah, hanya bekisar 5.000 rupiah setiap orangnya.

Wisata Coban Jidor ini masih tergolong bersih, karena masih belum banyak pengunjung yang datang ke tempat ini dari pada tempat lainnya.

Selain itu pihak pengelola tempat wisata Coban Jidor ini selalu menjaga kebersihan dari tempat wisata ini.

Dalam setiap perjalanan anda menuju air terjun, anda akan menemui banyak sekali tempat sampah untuk tetap menjaga kebersihan dari tempat wisata ini.

Dari tempat parkir wisata ini, anda hanya cukup menempuh perjalanan dengan jarak sekitar satu kilo meter saja.

Anda tidak perlu takut dalam setiap perjalanan, karena pihak pengelola sudah menata bambu untuk anak tangga pada setiap jalanan menurun.

Merasakan Sensasi Memegang Dan Dicium Ikan Dewa Di Obyek Wisata Cibulan


Melancongyuk -  Sejumlah anak-anak terlihat tengah asyik berenang di kolam mata air dengan ratusan ikan besar.

Canda dan tawa keseruan anak-anak pecah saat satu persatu dari mereka terjun ke dalam kolam dengan berkedalaman 1 meter.

Suara gemericik air mancur dan jernihnya air semakin menambah suasana tenang di kolam berukuran hampir 30 x 10 meter itu.

Deretan pohon besar yang rindah juga terlihat berjejer di sekitaran kolam tersebut.

Suasana dan pemandangan tersebut bisa dinikamati di objek wisata Cibulan yang berada di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Objek wisata yang telah ada sejak tahun 1939 ini, disebut-sebut tidak kalah cantiknya dengan objek wisata Ponggok di Klaten, Jawa Tengah.

Bahkan, yang menjadi daya tarik tersendiri, di objek wisata Cibulan ini, wisatawan bisa berenang langsung dengan ikan dewa berukuran besar.

"Ada satu keunikan tersendiri di tempat ini, di mana turis bisa berenang bersama ikan dewa, bisa dicium bersama ikan dewa. Bahkan, ada beberapa wahana baru yang tidak ketinggalan dengan zaman now," kata Direktur utama objek wisata Cibulan, Didi Sutardi .

Didi menjelaskan, Ikan dewa yang dimaksut merupakan ikan jenis kancra bodas.

Konon, ikan-ikan dewa tersebut merupakan jelmaan dari beberapa prajurit yang dikutuk oleh Prabu Siliwangi.

Di obyek wisata Cibulan, pengunjung juga bisa merasakan sensasi memegang Ikan dan dicium ikan tersebut.

Selain itu, pengunjung juga bisa mengunjungi situs petilasan Prabu Siliwangi yakni tujuh sumur mata air di dalam kawasan Objek Wisata Cibulan.

Tujuh sumur mata air itu dipercaya bisa membawa kejayaan, keselamatan, pengabulan, kemuliaan, cisadane, cirencana dan kemudahan.

"Salah satunya yang menarik di sini itu sumur tujuh wisata religi yang setiap weekend, sangat padat pengunjung," kata Didi.

Menjelang libur hari raya Idul Fitri, pengelola terus berbenah objek wisata Cibulan.

Sejumlah sarana dan prasarana terus dibenahi guna membuat para pengunjung semakin nyaman.

Pasalnya, penguunjung menjelang lebaran, objek wisata Cibulan diseru oleh ratusan ribu pengunjung.

"Untuk tahun ini, lagi pembuatan mushola baru di dalam, jembatan buat selfie, terus juga lesehan juga lagi dibenahi. Jalan-jalan juga dicat dalam persiapan menjelang Idul Fitri," terang Didi.

Untuk berkunjung ke objek wisata Cibulan, pengungjung hanya perlu merogoh kocek Rp 18 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak di hari Senin-Jumat.

Sementara, dihaeri libur Sabtu-Minggu, pengunjung harus membayar Rp 20 ribu untuk dewasa dan Rp 17 ribu untuk anak-anak.

Pengunjung juga tidak perlu khawatir apabila tidak membawa makanan saat berkunjung ke Cibulan. 
Deretan pedagang makanan sudah berjejer di luar maupun dalam kawasan Cibulan.

Kehadiran wisata alam Cibulan diakui Didi, telah berhasil memberikan dampak langsung kepada perekonomian warga sekitar.

"Yang paling positif itu dampak ekonomi. Kurang lebih 100 orang termasuk komunitas dan warga sekitar menjajakan dagangannya," terang Didi.

Bagi pengunjung yang membawa kendaraan juga tidak oerlu khawatir. Parkir di objek wisata terbilang sangat luas. Biaya parkir sendiri dikenakan Rp 3 ribu untuk motor, Rp 5 ribu untuk mobil dan Rp 25 ribu untuk Bus/Truk/Elf.

Buang Sial di Markas Siluman, Mau?


Melancongyuk - Bukan mau mengubah takdir, namun di Bantul ada sebuah tempat yang dipercaya manjur untuk dijadikan sarana guna membuang kesialan yang mendera hidup seseorang. Salah satu tempat keramat dan cukup terkenal ini terdapat di Desa Wonocatur, Banguntapan, Bantul. Warga sering menyebutnya dengan nama Goa Siluman.

Tak ada yang bisa mamastikan kapan dan siapa yang menamai demikian, bahkan Harno (81) sang juru kunci sekalipun juga tidak mengetahui tentangnya. “Nama demikian memang sudah ada sejak dulu,” kata juru kunci ini.

Tak jauh perjalanan untuk bisa menjumpai goa ini. Hanya berjarak sekitar 15 km ke arah timur kota Yogyakarta atau dari pusat kota akan memakan waktu kurang lebih 20 menit saja. Tempat dimana Goa Siluman berada, sebenarnya sudah merupakan kawasan yang cukup ramai baik penduduk ataupun aktifitas lalu lintas lainnya, namun itupun belum bisa menyamarkan aura magis yang terpancarkan dari tempat wingit yang satu ini.

Goa Siluman merupakan sebuah petilasan atau semacam situs bersejarah yang berupa tempat pemandian gaya kerajaan Jawa jaman dahulu. Bentuk bangunannya unik, berada sekitar 4 meter di bawah permukaan tanah. Bentuknya yang terpendam, maka kemudian ada pula yang menyebutnya sebagai Benteng Pendem yang artinya sebuah benteng yang terpendam.

Bangunan ini sudah tidak utuh lagi, telah habis dimakan jaman. Bagian dalam Goa Siluman terdiri dari lorong-lorong pengab yang sudah banyak ditumbuhi oleh lumut. Tak begitu luas memang areal Goa Siluman berdiri, hanya sekitar 100 x 200 m saja. Di dalam Goa Siluman terdapat mata air yang sejak dahulu sampai sekarang terus mengalir dan dipercaya memiliki kekuatan lain dibaliknya.

Markas Siluman

Gambaran tempat ini kini, jangan disamakan dengan jaman dahulunya. Ketika dulu, tempat ini adalah sebuah tempat yang megah nan mewah dan penuh dengan pesona feminisme atau kesan kewanitaan, amat sangat jauh dari kesan angker seperti sekarang ini yang terjadi.

Menilik tentang Goa Siluman, sebenarnya tempat ini dahulunya merupakan sebuah calon tempat yang digunakan untuk pemandian para putri-putri serta selir Kerajaan Mataram, yang sekarang bernama Kraton Yogyakarta tersebut. Dikatakan calon, karena dari semenjak didirikan sampai sekarang, belum pernah sekalipun tempat ini difungsikan alias belum ada sekalipun seorang putri cantik kraton yang siram dan mandi di tempat ini.

Menurut sang juru kunci, hal ini terkait erat dengan pindahnya kraton ke beberapa wilayah, dari kawasan Kota Gede kemudian ke Plered, kemudian ke Ambarketawang yang semuanya berada di kawasan Bantul. Sampai yang terakhir kalinya sampailah di tempat menetapnya yang terakhir, yaitu tempat dimana sekarang Kraton Yogyakarta megah berdiri yaitu tepat di jantung kota Yogyakarta.

Ceritanya, saat Kraton berada di Kota Gede, tak berselang lama memaksa kraton harus berpindah tempat. Beberapa opsi muncul saat itu, salah satunya kawasan Wonocatur ini. “Harusnya wahyu untuk keraton itu, jatuh di kawasan Wonocatur ini,” kata Harno.

Raja yang menjabat kala itu, lanjut Harno, mendapat wangsit atau bisikan batin untuk memindahkan kerajaan dari Kota Gede ke kawsan Wonocatur. Persiapan pun telah dilakukan, termasuk salah satunya yang pertama didirikan adalah pemandian yang mewah untuk para putri istana yang kini menjadi Goa Siliman tersebut.

Belum sampai rampung semuanya, kemudian muncul wangsit lainnya. Ternyata kerajaan tidak jadi didirikan di Wonocatur, wangsit kemudian mengharuskan sang raja untuk memindah kerajaan ke Plered. Kawasan Wonocatur yang diimpi-impikan menjadi sebuah istana megah lalu musnah sudah.

Banyak kalangan yang kecewa dengan keputusan itu, termasuk juga gaib-gaib yang selama ini kuat mengabdi. Konon, tak sedikit kemudian para gaib yang mangkir dari tugasnya kemudian memilih tempat pemandian yang belum selesai digarap tersebut sebagai markas mereka.

Mereka berkumpul menjadi satu dan menjadikan petilasan yang tidak jadi difungsikan tersebut sebagai markasnya. “Tempat itu memang gawat sekali, tidak ada orang yang berani main-main dengan tempat tersebut,” jelas juru kunci yang sudah puluhan tahun merawat Goa Siluman ini.

Tempat Buang Sial

Dibalik segudang misteri dan keangkeran di Goa Siluman tersebut, ternyata Goa Siluman juga dipercaya mamiliki keampuhan lainnya yang terkandung di dalamnya. “Goa Siluman ini dipercaya mampu untuk membuang sial,” ujar Harno.

Yang dimaksud buang sial disini adalah meruwat atau berusaha merubah nasib seseorang dari sebelumnya menjadi lebih baik lagi. Misal ada yang sepanjang hidupnya selalu sial, dililit hutang, sulit jodoh, sulit pekerjaan, dan segala problematika kehidupan ini dapat ditempuh solusinya di Goa Siluman ini.

Bagi mereka yang selama ini mempercayai, dengan bersemedi dan menenangkan pikiran di Goa Siluman maka sial yang mendera dalam hidup itu dipercaya perlahan-lahan akan sirna dengan sendirinya. Dijelaskan Harno, ritual penyucian kehidupan guna membuang sial tersebut dilakukan seyogyanya pada malam Selasa atau Jumat Kliwon, karena pada hari itulah hari yang diyakini sebagai hari berkumpulnya para gaib.

Dengan bersama dirinya, ritual dilakukan di dalam Goa Siluman tersebut tepatnya dibagian lorong sisi sebelah timur yang berada di kolam mata air abadi di dalamnya. Disertai dengan pembakaran dupa dan kemenyan dan menaburkan kembang setaman seperti kembang mawar dan melati di kolam mata air tersebut, kemudian ritual pun dimulai. “Setelah itu dilakukanlah meditasi dengan cara berendam dengan posisi badan dan muka menghadap ke arah utaram,” tambahnya.

Dengan berendam dan meditasinya, para pemohon berdoa serta memohon agar keruwetan yang selalu dilami hampir disepanjang hidupnya tersebut dapat segera berakhir. Berendam di mata air keramat tersebut dimaksudkan agar dapat membilas dan menyingkirkan segala sial yang selalu menempel di badan. Jadi, air mujarab yang berada di Goa Siluman tersebut digunakan untuk menyingkirkan aura-aura negatif yang melekat pada tubuh si pemohon.

Setelah dirasa seluruh bagian badan sudah bersih tersapu oleh mata air di Goa Siluman tersebut, kemudian pemohon dapat segera beranjak. Meditasi dan perenungan berikutnya dapat dilakukan di bibir kolam atau dapat pula tidur di sekitar bibir kolam tersebut.

Seperti dikatakan Harno, dalam tidurnya para pemohon, jika proses ritual pembuangan sial tersebut diterima dan dikabulkan, maka si pemohon akan menjumpai Gusti Ratu Sekar Ayu Pandan Sari dalam mimpinya. Namun jika permintaan belum dikabulkan, maka si pemohon tidak akan mimpi didatangi oleh sang penunggu Goa Siluman tersebut.

Setelah permintaan terkabulkan, maka si pemohon dipastikan sudah dijauhkan dari aura kesialan yang selalu mengikuti sepanjang kehidupannya. “Jika sudah seperti itu, maka permohonan telah diterima, dan kita dapat memulai kembali hidup kita yang baru lagi,” kata Harno.

Serunya Bermain Sepeda Gantung di Benteng Fort de Kock


Melancongyuk - Guna memanjakan para wisatawan yang datang, serta meningkatkan layanan dan fasilitas pariwisata, Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, saat ini membuat wahana permainan baru di kawasan objek wisata Benteng Fort de Kock. 

Inovasi ini dilakukan Fort de Kock, yang berada di kawasan Taman Marga Satwa Budaya dan Kinantan serta Taman Panorama dan Lubang Jepang, agar pengunjung tetap tertarik dan tidak merasa bosan.

Wahana permainan baru itu yakni sepeda gantung. Selain sepeda gantung, juga terdapat fasilitas hammock, dan spot swafoto yang dibangun di Taman Panorama dan Lubang Jepang. 

Wahana sepeda gantung ini sedikit memacu adrenalin. Wahana itu diyakini akan mampu menyedot perhatian para pengunjung, terutama pengunjung yang berasal dari luar Kota Bukittinggi maupun Sumatera Barat.

Wali Kota Bukittinggi, M Ramlan Nurmatias menyebutkan, sepeda gantung merupakan wahana atau fasilitas baru. Maka demikian, selain mempromosikan kepada publik, pihaknya juga akan mengatur seperti apa bagusnya regulasinya, agar ke depan bisa menambah pemasukan daerah.

Termasuk juga melakukan sejumlah pembenahan terhadap objek-objek wisata potensial yang ada di Kota Bukittinggi. Tujuannya, tak lain menjadikan kota Bukittinggi sebagai tujuan utama wisatawan, terutama wisatawan asing.

Jika Anda penasaran seperti apa rasanya bermain sepeda gantung ini, maka sembari menunggu waktu buka puasa, Anda dapat menjajal sensasinya. Anda tidak perlu khawatir jatuh, karena faktor keselamatan tetap prioritas utama. Seluruh pengunjung yang ingin mencoba naik sepeda gantung akan memakai perlengkapan khusus untuk menjaga keselamatan.

Indahnya Panorama Bukit Jamur, Destinasi Wisata Baru yang Unik dari Gresik


Melancongyuk - Kekayaan alam Indonesia memang selalu menarik untuk dijelajahi. Seperti daerah wisata unik yang belakangan digemari di kota Gresik bernama Bukit Jamur.

Daerah wisata yang dulu bernama Bukit Dakar ini sebenarnya merupakan bekas tambang kapur yang sudah ditinggalkan. Di sini, kamu akan menemukan batuan-batuan yang berbentuk seperti jamur dengan berbagai ukuran.

Batu-batu jamur ini terbentuk secara alami akibat pengikisan yang terjadi selama bertahun-tahun. Batu yang berada di puncak lebih kokoh dibandingkan batu di bagian bawah. Hal ini menyebabkan bagian bawah batu ini mudah terkikis hingga akhirnya terbentuk seperti batang jamur.

Buat kamu yang tertarik berkunjung ke Bukit Jamur, yuk simak fakta-fakta unik tentang destinasi wisata hits di Gresik berikut ini.

1. Inilah destinasi wisata Bukit Jamur yang ada di Desa Bungah, Gresik, Jawa Timur

Dari awal, daerah ini memang bukan tempat wisata. Dulu Bukit Jamur hanyalah padang tandus bekas penambangan batu kapur. Namun, nama Bukit Jamur mulai naik sejak muncul di acara travelling salah satu stasiun tv swasta di Indonesia. Sekarang, Bukit Jamur menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. 


2. Pemandangan di Bukit Jamur unik dan indah, cocok untuk penyuka fotografi

Padang yang luas dengan aksen batuan berbentuk jamur, ditambah dengan pemandangan langit biru cerah menjadikan panorama Bukit Jamur selalu diincar oleh para pecinta fotografi. Hasil jepretan kamu dijamin akan terlihat artistik!

3. Datanglah saat pagi atau sore hari

Bukit Jamur adalah perbukitan luas yang gersang. Tidak ada pohon-pohon besar disekitar tempat wisata ini. Oleh karena itu, kalau kalian tak ingin merasakan terik matahari yang menyengat, datanglah pada pagi atau sore hari. Pada saat itu, kalian akan dimanjakan dengan pemandangan langit yang cantik!

4. Terasa seperti di negeri dongeng

Saat berjalan-jalan di sini, kamu akan merasa seperti liliput yang berjalan-jalan di bukit jamur raksasa.

5. Semua batuan yang berbentuk jamur ini tercipta secara alami lho

Seluruh bentuk jamur yang ada di perbukitan ini bukan dipahat, tapi terbentuk secara alami. Selama bertahun-tahun, batuan yang ada di sini mengalami pengikisan. Pada bagian atas, batuannya lebih kokoh sehingga bentuk batunya tak berubah.

Sedangkan di bagian bawah, batuannya lebih rapuh hingga mudah terkikis. Hal inilah yang membuat batu terlihat seperti jamur, lengkap dengan batang dan payungnya.


6. Batuan berbentuk jamur terhampar di perbukitan yang luas dengan ukuran yang beragam

Ukuran batu jamur di sini beragam. Ada yang tingginya tak sampai 1 meter, ada pula yang menjulang tinggi hingga 7 meter.

7. Bisa jadi spot asik untuk foto Instagram, nih!

Banyak wisatawan yang memanfaatkan Bukit Jamur ini untuk berfoto. Gak heran deh, soalnya panorama alam di bukit ini memang memesona!

8. Kamu tertarik berkunjung ke Bukit Jamur ini?

Tiket masuk Bukit Jamur ini murah banget, lho! Kalian hanya perlu membayar parkir sebesar 3000 rupiah untuk motor dan 10.000 rupiah untuk mobil. Sangat terjangkau kan? (IDN)

Serunya Arung Jeram di Sungai Elo Magelang

Wisata arung jeram di Sungai Elo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Melancongyuk - Wisata air memang tidak melulu harus ke laut. Di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah misalnya, terdapat wisata air arung jeram di Sungai Elo yang kerap diserbu wisatawan pada akhir pekan.

Sungai Elo memang bukan sekadar aliran air hampa yang tidak memiliki kehidupan. Bahkan, tiap meternya memiliki aktivitas seru yang dapat memanjakan dahaga para wisatawan untuk bertualang.

Sejak dulu, sungai sepanjang 12 kilometer itu memang sudah dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berbagai kegiatan. Mulai dari mandi, cuci, kakus, memancing, sampai wisata petualangan seperti arung jeram.

Memiliki setidaknya lima jeram, pengunjung yang ingin menikmati serunya arung jeram memang harus datang berkelompok. Peerahu yang digunakan cukup diisi enam orang ditambah satu pemandu.

Sejumlah paguyuban-paguyuban tur telah menyediakan jasa paket sehingga pengunjung tidak direpotkan. Jasa tersebut mulai dari perahu, jasa pemandu, tempat bilas, tempat beristirahat, angkutan umum sampai makan telah diatur.

Harga berkisar Rp 700-800 ribu untuk setiap perahu yang berisikan enam penumpang. Titik kumpul awal tempat membawa peralatan berada di Desa Mendut, dan perjalanan akan berakhir di Desa Blondo.

Dari Desa Mendut, biasanya telah disediakan angkutan umum (angkot) yang membawa peserta, peralatan seperti rompi, helm dan kayuh sampai perahu. Perahu biasanya dibawa dengan diikat di atas kendaraan. Sesampainya di titik awal, peserta diberikan penjelasan oleh pemandu sekaligus instruktur arung jeram, mulai dari cara mendayung, sampai cara-cara menyelamatkan teman yang tercebur ke sungai.

Selesai berdoa, satu per satu peserta menuruni jalan setapak untuk sampai ke bibir sungai. Kemudian, peserta dipersilakan menempati perahu sesuai kelompok masing-masing yang tadi telah terbagi.

"Nanti mohon maaf bila saya agak keras memberikan instruksi, tapi itu semata-mata untuk keselamatan kita bersama," kata Fardan, salah satu pemandu di perahu sebelum memulai perjalanan.

Dalam kesempatan itu, mantan atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) yang tergabung di Netral Rafting ini diperbantukan menjadi pemandu di Delta Rafting. Perjalanan pun dimulai dengan arus-arus tenang.

Sepanjang perjalanan, pemandu memberikan penjelasan mulai dari tempat-tempat yang ada di sekitaran sungai, bangunan-bangunan yang ada sampai sejarah. Sungai Elo berada dekat candi-candi.

Candi Borobudur dan Candi Mendut jadi salah dua candi yang lokasinya cukup dekat Sungai Elo. Bahkan, salah satu alirannya berada tepat di belakang kompleks Candi Mendut.

Banyak memang cerita yang didapatkan sepanjang perjalanan, mengingat Sungai Elo membelah dua kecamatan, yaitu Muntilan dan Mungkid. Setiap mendekati jeram, pemandu tidak lupa mengingatkan peserta untuk bersiap.

Saat melintasi aliran-aliran yang tenang, peserta memang tidak dilarang berenang atau menceburkan peserta dari perahu lain. Namun, bercanda memang tidak dianjurkan setiap mendekati jeram.

Pepohonan yang masih asri menjadi selimut di sepanjang perjalanan karena memang terhampar dari garis awal sampai garis akhir. Sayang, sampah-sampah masih terlihat walau sudah ada imbauan keras menjaga kebersihan sungai.

"Sayang ya, jadi kelihatan sampah-sampah di pinggirannya," ujar Marochin, salah satu peserta.

Sepanjang perjalanan, dapat ditemui pula masyarakat sekitar yang tengah memancing. Jika sudah setengah perjalanan, perahu-perahu akan menepi ke tempat beristirahat (rest area).

Sudah tersedia kelapa-kelapa segar yang menjadi pelepas dahaga usai menyusuri Sungai Elo. Tersedia pula kue-kue basah yang menjadi bagian paket wisata, dan dapat dinikmati untuk mengisi ulang tenaga yang habis.

Pondok Rejosari dan Paradise Bali jadi salah dua titik akhir atau tempat kumpul yang tersedia. Di sana, sudah ada tempat berbilas yang bisa digunakan peserta, sekaligus balai-balai yang bisa dipakai untuk beristirahat.

Paket yang ditawarkan biasanya mencakup makan besar yang sudah tersaji di balai-balai titik kumpul yang sebagian besar bergaya resto kolam. Karenanya, sebelum pulang, pengunjung bisa melepas lelah sambil menyantap makanan dan memancing ikan. (Republika)

Menelusuri Kelimutu, Danau Ajaib 3 Warna yang Penuh Aura Mistis di Flores

Danau Kelimutu (Foto: Firmanhcf/Instagram)
Melancongyuk - Keindahan alam Nusa Tenggara Timur sudah tak diragukan lagi. Terlihat dari semakin banyaknya traveler yang mengunjungi pulau Komodo, Labuan Bajo dan Wae Rebo. Di samping 3 tujuan utama di NTT, masih ada Danau Kelimutu yang terkenal dengan keindahan warna danaunya yang bisa berubah-ubah.

Traveling ke Flores selalu challenging dan seru karena jaraknya yang lumayan jauh. Flores bisa dituju dengan menggunakan pesawat terbang salah satunya tujuan Maumere dengan transit di Denpasar, Bali. Setelah sampai di kota Maumere, hal pertama yang saya cari adalah tempat bermalam karena perjalanan ke Danau Kelimutu harus dilakukan pada tengah malam.

Perjalanan ke Danau Kelimutu dilakukan dengan menggunakan mobil sewaan. Perjalanan dimulai dari jam 3 malam selama 1,5 jam melintasi jalanan berkelok menuju Gunung Kelimutu. Jam 4.30 akhirnya tibalah saya di depan pintu gerbang Taman Nasional Kelimutu, lokasi Danau Kelimutu berada.

Danau Kelimutu berada di 3 kawah gunung berapi Kelimutu. Kecantikannya terletak pada warna danaunya yang berubah-ubah. Danau pertama berwarna hijau, yang kedua berwarna hijau kemerahan, sementara danau ketiga berwarna coklat kehitaman. Fenomena alam yang unik ini terjadi karena kandungan mineral yang beragam.

Tak cuma tertarik karena kecantikan warna danaunya, banyak traveler yang tertarik mengunjungi Danau Kelimutu juga berkat karena sisi mistisnya. Warga setempat masih percaya perubahan warna danau Kelimutu dikarenakan roh nenek moyang yang diabaikan. Ketiga danau Kelimutu juga diberi nama yang berbeda, yaitu Tiwu Ata Mbupu ( danau roh nenek moyang), Tiwu Nura Muri Koo Fai (danau roh anak muda), dan Tiwu Ata Polo (danau roh jahat).

Setelah mendaki tangga selama satu jam, akhirnya sampailah saya di depan danau Kelimutu. Panoramanya sangat menakjubkan, sepadan dengan perjuangan berangkat sejak tengah malam dan mendaki tangga. Alam Taman Nasional Kelimutu juga masih asri, dipenuhi pepohonan dan cicit burung-burung.

Dari sini saya juga menyaksikan matahari terbit. Sinarnya membuat siluet Kelimutu terlihat lebih indah bak bermandi cahaya. (Okezone)

Serunya Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung Semeru


Melancongyuk - Jalan menembus hutan. Menyurusi jalan tanah berliku. Jalur jalan kaki, berpayung rimbun hutan lereng barat Gunung Semeru, menjadi jalur pembuka menuju ke Coban Pelangi. Jalur perjalanan sering memberikan kejutan tanjakan, dan turunan curam.

Berkelok aliran sungai di tepi jurang, menjadi penghias setiap pejalanan kaki yang menyusuri jalan tanah liat. Air bening mengalir membelah hijaunya hutan tropis. Liukan alirannya, layaknya ular panjang yang menggeliat di atas permadani hijau.

Gemercik air sungai yang alirannya membentur batuan hitam, samar-samar terdengar dari kejauhan, beradu dengan kicau burung, dan suara candaan gerombolan kera. Selepas dari puluhan kelokan, dan turunan curam, sebuah jembatan bambu khas pegunungan, akan menyambut kaki yang mulai lunglai menghadapi jalan setapak.

Jembatan bambu yang melintang di atas aliran Sungai Amprong. Airnya begitu jernih, dan indah. Hijaunya pepohonan, semakin membuat teduh jembatan bambu tersebut. Sesekali air membuih seputih kapas, saat harus membentur bebatuan di tengah aliran sungai.

Segarnya air, membuat langkah kaki yang mulai gontai diterjang jalan setapak berliku dan menurun, terhenti. Jalan setapak di sisi jembatan, menuntun langkah kaki-kaki lelah, untuk mencebur ke alirannya, mencari kesegaran sesaat, sebelum melanjutkan perjalanan menuju pelangi abadi.

Airnya begitu jernih, dan dingin. Bukan hanya kaki yang terjebur di dalam aliran derasnya. Tetapi, wajah dan tangan tidak ingin ketinggalan untuk terbasuh kesegaran dan kemurnian air pegunungan tersebut.

Segarnya air di lereng barat Gunung Semeru, yang dipercaya masyarakat kuno, sebagai gunung suci ini. Seolah menjadi semangat baru dan menghapus seluruh kelelahan untuk melanjutkan perjalanan menuju Coban Pelangi.

Selepas jembatan bambu dan menghabiskan lelah dengan segar air sungai nan jernih, nampak Coban Pelangi menghujam deras dari ujung tebing. Air terjun di celah bukit setinggi 50 meter tersebut, menghadirkan pelangi abadi. Pelangi yang lahir dari butiran air, saat terpapar sinar mentari.

Sepasang mata Muhammad Topan, 14, seolah tidak ingin berkedip. Saat menyaksikan deburan air jernih, meluncur deras di antara celah bukit. “Wah, luar biasa indah. Tidak rugi datang ke sini,” ujar remaja yang masih duduk di bangku SMP itu kepada teman-temannya.

Belasan remaja itu, langsung berlarian menuju ke aliran air di sekitar air terjun. Mereka tidak sabar menikmati segarnya aliran air dari deburan air terjun. Derasnya air yang jatuh, memaksa mereka tidak bisa mendekat ke air terjun, dan lebih memilih menikmati segarnya air di alirannya, sambil menikmati selimut kabut dari butiran air yang menghadirkan warna pelangi.

Air terjun Coban Pelangi menawarkan keabadian warna pelangi. Air terjun ini, berada di ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Karena berada di lereng Gunung Semeru dan hutannya yang masih lebat membuat udara di kawasan itu bisa mencapai 19 derajat Celsius.

Kedamaian abadi, yang juga hadir di antara masyarakat desa. Air terjun ini berada di Desa Gubukklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Lokasinya berada di jalur pendakian menuju ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Desa Gubugklakah, berada di sebelah timur Kota Malang. Berjarak sekitar 32 kilometer (km). Banyak angkutan umum, yang bisa mengantarkan para pengunjung datang ke tempat wisata alam ini. Bahkan, saat ini hampir setiap hari kawasan air terjun selalu ramai wisatawan.

Ramainya wisatawan di Coban Pelangi ini, diakui oleh Harini, 50, pedagang makanan yang berjualan di sepanjang jalur menuju ke air terjun. “Kalau dahulu ramainya hanya di hari Sabtu, dan Minggu. Sekarang, hampir setiap hari ramai. Utamanya saat pagi hari,” ujarnya.

Ramainya pengunjung di air terjun yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Malang tersebut karena banyaknya paket wisata ke Gunung Semeru dan Gunung Bromo yang menjadikan Coban Pelangi sebagai salah satu bagian dari paket perjalanan wisata.

Coban Pelangi sepertinya sudah menjadi magnet untuk dikunjungi. Tempat ini seolah menawarkan keabadian, dan kesucian di Gunung Mahameru, yang suci. Pelanginya selalu abadi, mewarnai dan menghidupi segala makhluk.

Wilayah Kabupaten Malang tidak habisnya menawarkan keindahan alam. Wilayah pegunungan, pantai, dan desa-desanya hadirkan keindahan, layaknya pecahan surga yang diturunkan ke bumi untuk segala makhluk menikmati kedamaiannya.

Bupati Malang, Rendra Kresna menyebutkan, wisata di wilayah Kabupaten Malang, sangat lengkap. “Tidak cukup satu hari untuk menikmati keindahan Kabupaten Malang. Para wisatawan harus menginap di sini beberapa hari, agar bisa berwisata sampai puas,” papar dia.

Potensi alam yang luar biasa membuat Kabupaten Malang selalu menjadi maghnet bagi siapapun untuk mengunjunginya. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya jutaan wisatawan setiap tahunnya. Pada tahun 2017 silam, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 5,5 juta orang. Tahun ini, Rendra sangat optimistis jumlahnya akan mengalami kenaikan yang signifikan.

Mengintip Terasering Tempat Syuting Avengers: Infinity War


Melancongyuk - Demam film Avengers: Infinity War yang baru tayang di bioskop memang mendunia. Mulai dari menebak hadirnya musuh, jalan cerita, hingga lokasi syutingnya. Nah, sebuah terasering di Filipina ini cukup unik dan menjadi salah satu latar belakang dalam film Avengers: Infinity War.

Sudah nonton Avengers: Infinity War yang sedang menghiasi bioskop seluruh dunia? Bagi yang sudah, masih ingat dengan adegan saat Thanos yang diperankan Josh Brolin keluar dan menempati sebuah pondok kecil untuk menyaksikan matahari terbenam?

Ya, pemandangan sawah yang indah ini berada di Filipina. Tepatnya di Banaue Rice Terraces, Provinsi Ifugao, Filipina. Terasering ini memang ternama dan jadi salah satu destinasi wisata ikonik di sini.

Berada di ketinggian 1.500 mdpl, lanskap seluas 10 ribu kilometer persegi ini bisa dinikmati siapa saja. Sawah bertumpuk nan indah sambil menikmati pemandangan terbenamnya matahari menjadi wisata paling digemari di sini.

Terasering ini pun tak sembarangan, usianya bahkan sudah mencapai 2.000 tahun. Saat leluhur bangsa Filipina menciptakan sawah ini dari bahan sederhana yang akhirnya membuat sistem irigasi yang berasal dari air hutan di atas persawahan ini.

Meski terasering ini jadi perbincangan dunia saat ini karena film Avengers: Infinity War, Banaue sudah mendunia sejak lama. Banyak wisatawan asing yang sengaja datang untuk menikmati alam yang indah sambil menikmati udara sejuk di sini.

Bocorannya, meski ada adegan yang mengambil Terasering Banaue sebagai latar belakangnya, bukan berarti sang pemeran hadir ke Filipina. Mereka hanya menggunakan footage dengan bantuan rumah produksi Indochina Productions untuk menyuguhkan efek visual yang nyata.

Sesuai dengan akhir dari serial komik Infinity Gauntlet, di mana Avengers: Infinity War berasal. “Di mana Thanos mengasingkan diri untuk bekerja sebagai petani yang merefleksikan rasa kehilangannya,” kata Marie Lozano, representatif Disney seperti dikutip dari laman news.abs-cbn.com.

Namun, tidak perlu jauh ke Filipina untuk menikmati keindahaan Terasering. Hampir di seluruh wilayah Indonesia memiliki kawasan terasering yang ciamik dan bahkan sudah dilengkapi berbagai fasilitas hiburan seperti Bali. Atau di wilayah Jawa Barat terutama di kawasan adat seperti Ciptagelar, Baduy, Tasik, Garut dan berbagai wilayah lainnya, menyuguhkan pemandahan hijau, alami terasering.

Waduk Selorejo, Bendungan di Malang yang Dikelilingi Tiga Gunung


Melancongyuk - Berbicara soal Malang, Jawa Timur, barangkali terbersit suasana sejuk dengan angin semilir yang menyambut wajah kita dengan ramah. Sensasi menyejukkan mata dan batin akan semakin kamu rasakan saat berkunjung ke Waduk Selorejo. Sejauh mata memandang, kamu bisa melihat tiga gunung mengelilingi bendungan seluas 650 hektar itu.

Ya, view Gunung Kelud, Gunung Anjasmoro, dan Gunung Kawi dari kejauhan mempercantik Waduk Selorejo. Belum lagi pemandangan nelayan yang sibuk menebar jala dan tumbuhan hijau di sekitar waduk. Panorama itu tampak bagai lukisan maha karya Sang Pencipta.

Bendungan Selorejo terletak di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Malang. Jaraknya dari pusat Kota Malang sekitar 48 kilometer. Tak heran kamu akan merasa sejuk jika bertandang ke sana. Sebab, waduk yang juga dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik itu berada pada ketinggian 600 mdpl.

Bendungan yang diresmikan pada 1970 dan dikelola oleh Perum Jasa Tirta itu juga difungsikan sebagai destinasi wisata. Traveler bisa menantang adrenalin dengan melewati jembatan gantung yang melintang di sana. Saat kamu menyeberanginya, jembatan itu akan sedikit bergoyang mengikuti langkahmu. Seru!

Yang lebih menarik lagi, kamu bisa naik perahu motor milik penduduk setempat untuk menyeberang ke Pulau Jambu. Ya, pulau seluas 7,5 hektar itu terletak di tengah waduk dan dimanfaatkan sebagai kebun jambu. 
Untuk menyewa perahu motor, kamu harus menyiapkan Rp 50-100 ribu per jam. Ada juga perahu dayung yang disewakan Rp 30 ribu per jam. Sedangkan tiket masuk kebun jambu dikenai Rp 5 ribu per orang.

Di sana kamu bisa memetik jambu biji yang dibiarkan tumbuh rimbun. Kamu bisa memakan langsung hasil petikanmu sepuasnya. Selain itu, jambu biji ini juga bisa kamu beli dan dibawa pulang. Menyenangkan, bukan?

Bagi kamu yang hobi memancing, jangan lupa siapkan kailmu saat berkunjung ke Bendungan Selorejo. Potensi ikan air tawar di waduk itu memang besar. Sebab, sekitar 400-500 ribu bibit ikan disebar tiap tahun. Mulai dari nila tombro, wader, mujaer, tawas, udang, dan ikan lainnya bisa kamu buru.
Fasililtas untuk pengunjung di Selorejo pun cukup lengkap. Selain perahu wisata, telah tersedia pula hotel, cottage, food center, lapangan golf 9 hole, hingga camping ground.

Dengan fasilitas yang lengkap, tiket masuk Taman Wisata Selorejo terbilang cukup terjangkau, yakni dipatok Rp 10 ribu per orang. Dengan suasana menyejukkan dikelilingi tiga gunung dan aktivitas wisata yang menyenangkan, siapa yang bisa menolak?

Uniknya Pemandian Air Soda, Penyembuh Berbagai Penyakit


Melancongyuk - Di Indonesia ada satu tempat pemandian yang cukup unik. Yakni, berendam dalam air soda. Saat Anda menjadikan air soda sebagai minuman yang menyegarkan, di Tapanuli Utara justru dijadikan sebuah destinasi pemandian atau berendam. Penasaran?

Di Tapanuli Utara, tepatnya di Desa Parbubu I, Kecamatan Tarutung, Sumatera Utara ada satu destinasi unik. Yakni kolam berendam sekaligus pemandian dalam air soda. Ya, kolam ini memiliki buih-buih seperti air soda.

Saat masuk dalam kolam, orang akan merasa hangat dan banyak buih atau gelembung yang menempel pada tubuh. Namun, jika air soda yang biasa diminum memiliki rasa yang cenderung manis, kolam di sini tak memiliki rasa.

Air yang menyerupai soda ini pula memiliki banyak khasiat yang sudah dibuktikan para pengunjung yang hadir. Seperti mengobati penyakit kulit hingga sebagai terapi bagi penderita penyakit stroke. Ada pula yang mengatakan, berendam di kola mini membuat kulit menjadi lebih lembut.

Kolam ini memiliki kedalaman 1,8 m bahkan menurut penelitian dokter bisa juga diminum. Khasiatnya bisa menjadi obat rematik, pengapuran, dan asam urat. Namun, Anda harus tetap berhati-hati karena terkena percikan air soda ke mata akan menyebabkan perih.

Kolam yang oleh masyarakat sekitar, pemandian ini dikenal sebagai Pemandian Air Soda Tarutung atau Aek Rara. Selama berendam, Anda juga akan memandang hamparan sawah dan Bukit Barisan yang menyejukkan mata di sekitarnya.

Tak salah memang, jika destinasi ini jadi salah satu lokasi favorit wisatawan saat berakhir pekan. Selain karena ciri airnya yang berkarbonasi nan unik, destinasi ini juga tak memungut biaya bagi pengunjungnya.

Meski tak memungut biaya, pengunjung diharuskan membayar untuk membilas tubuh atau ke kamar kecil. Pengelola pun memperoleh pendapatan dari makanan atau minuman yang terdapat pada warung di sekitar lokasi. (Sportourism)

Sensasi Menantang Nyali dengan Foto di Atas Helena Sky Bridge Setinggi 100 Meter


Melancongyuk - Berjalan di atas jembatan mungkin merupakan tindakan yang biasa. Akan tetapi, bagaimana rasanya berjalan di atas jembatan gantung dengan ketinggian yang lumayan? Belum lagi di bagian bawah terdapat pemandangan taman kupu-kupu yang menarik untuk dilihat. Tentu akan timbul sensasi yang berbeda.

Sensasi tersebut bisa dirasakan bila Anda berkunjung ke Helena Sky Bridge di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Jembatan ini terletak di dalam Taman Nasional Bantimurung dan merupakan yang tertinggi dari beberapa jembatan yang ada. Tingginya mencapai 100 meter dengan panjang sekira 50 meter.

Sejak dibangun Januari tahun lalu, jembatan ini semakin populer karena banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi guna ber-selfie ria. Ya, keindahan pemandangan alam di sekitar jembatan memang menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu udara sejuk karena memiliki banyak pepohonan juga menjadi pilihan bagi wisatawan perkotaan yang jarang merasakan hal tersebut.

Pemandangan lain yang bisa dinikmati adalah ratusan jenis kupu-kupu yang berterbangan. Ada pula kawasan gunung karst Maros Pangkep yang semakin menambah keeksotisan. Melihat keindahan tersebut tidak heran bila banyak wisatawan yang menyempatkan waktu untuk berkunjung dan mengambil foto.

Keberadaan jembatan yang semula hanya sebagai sarana penunjang untuk membersihkan penangkaran kupu-kupu memang menambah minat wisatawan untuk berkunjung. Wisatawan bahkan rela mengantri untuk merasakan sensasi berjalan dan berada di atas jembatan. Maklum saja, pihak pengelola membatasi jumlah wisatawan yang bisa naik ke jembatan yaitu hanya lima orang saja. Alasannya apalagi kalau bukan karena keamanan.

Untuk dapat berfoto di atas jembatan wisatawan harus terlebih dahulu berjalan dari loket pembelian tiket menuju sebuah menara kira-kira 200 meter. Sekadar informasi, tiket masuk untuk naik ke Helena Sky Bridge sekira Rp 20ribuan. Biaya itu sudah termasuk peralatan keamanan sehingga wisatawan tidak perlu khawatir. Jembatan buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 waktu setempat. > Selengkapnya <


Indahnya Langit di Antara Tebing Terjal Lembah Harau


Melancongyuk - Indonesia punya banyak destinasi luar biasa. Salah satunya yang terdapat di Provinsi Sumatera Barat ini. Namanya Lembah Harau yang punya pemandangan indah di antara dua bukit nan cantik.

Secara geografis, Lembah Harau terletak di Kabupaten Limapuluh Koto, Sumatera Barat. Ngarai ini diapit dua bukit terjal dengan ketinggian sekitar 150 meter. Saat memandang ke atas, anda seperti melihat langsung tebing yang menembus awan.

Selain terkesima dengan pemandangan yang luar biasa, berada di lembah ini sangatlah menyenangkan. Suguhan udara segar berpemandangan indah menambah rasa nyaman pengunjung. Makanya, destinasi ini menjadi salah satu yang favorit bagi wisatawan saat berkunjung ke Sumatera Barat.

Sekitar Lembah Harau, terdapat tebing granit yang juga cukup terjal. Tingginya sekitatr 80-300 meter. Selain itu, pemandangan sekitarnya akan dijumpai banyak air terjun, pesawahan, serta area hijau lainnya yang menenangkan.

Lembah Harau juga ditetapkan sebagai Cagar Alam dan Suaka Margasatwa. Sebab di lokasi ini cukup banyak hewan khas Indonesia. Salah satunya Monyet Ekor Panjang yang termasuk langka. Ada pula siamang, harimau, beruang, tapir, landak, serta burung kuau.  

Saking indahnya pemandangan di Lembah Harau, wilayah ini dijuluki sebagai Lembang Yosemite-nya Indonesia. Sebuah taman nasional yang terletak di California, Amerika Serikat yang terkenal akan keindahannya di dunia.

Memiliki pemandangan bukit yang indah sejauh mata memandang dan dikelilingi air terjun sudah pasti membuat anda tertantang. Ya, untuk menikmati Lembah Harau ini anda bisa menjelajahinya dengan berpetualang air. Seperti canoeing dan panjat tebing.  (Sportourism)

Pelesiran Ala Jepang dan Ngeteh Cantik di Kebun Teh Kaligua Brebes


Melancongyuk - Berwisata ke luar negeri memang jadi impian setiap orang. Meskipun demikian, tidak semua orang Indonesia mampu liburan ke negara lain karena alasan dana cekak.

Nah, sembari mengumpulkan uang, berwisata di dalam negeri dengan suasana bak luar negeri mungkin bisa menjadi alternatif pilihan.

Agrowisata Kaligua di bawah kaki Gunung Slamet Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, menawarkan suasana wisata ala Negeri Sakura.

Di tempat ini, traveler bisa menikmati teh yang diproduksi dari kebun teh Kaligua milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX.

Pelancong bisa menyeruput teh seperti kebiasaan minum teh orang Jepang dalam upacara Chanoyu.
Tak hanya itu, pengunjung bisa memakai kimono sambil menyeruput teh. Pakaian khas Jepang itu juga bisa digunakan untuk berfoto di tengah kebun teh yang membentang luas.

"Pengunjung bisa menyewa baju kimono dengan harga Rp 15.000 perset," kata pengelola wisata Kaligua, Gatot, Sabtu (24/3/2018).

Di kompleks objek wisata itu, ada juga wisata sejarah Gua Jepang yang dibangun pada masa penjajahan Jepang beberapa tahun silam.


Di dalam gua ini, dapat dilihat patung- patung tentara Jepang yang dibuat dengan ukurang seperti aslinya.

Banyak ruang khusus, seperti ruang tahanan, kamar komandan, ruang pengadilan, ruang pembantaian, dan gudang senjata.

"Jika ada warga Indonesia yang membangkang, mereka akan disiksa di sini," kata pemandu Gua Jepang, Ujang.

Menurutnya, tidak hanya wisatawan domestik saja, namun juga dari mancanagera termasuk Jepang.
"Orang Jepang yang ke sini kerap menangis karena mendengar cerita bahwa orang Jepang yang menjajah ke Indonesia dan menyiksa warga sini saat membuat gua ini," jelasnya.

Gua Jepang yang berada di tengah kebun teh itu dibangun sekitar 1943-1945. Setelah Jepang kembali ke negaranya, gua tidak digunakan lagi.

Baru pada 1997, gua dibuka kembali oleh warga sekitar dan digunakan untuk objek wisata hingga saat ini.

Untuk masuk ke lokasi Agrowisata Kaligua, wisatawan merogoh kocek Rp 15 ribu saat weekday dan untuk weekend Rp 17 ribu. (Tribun)



Mendaki Air Terjun Lengket di Thailand


Melancongyuk -  Anda pernah mendaki air terjun? Mungkin terdengar mustahil, apalagi dengan derasnya air yang mengalir akan membuat hanyut atau terpental.

Ternyata ada air terjun yang bisa didaki layaknya mendaki gunung. Tempatnya di Taman Nasional Si Lanna, Chiang Mai, Thailand.

Bila ke Thailand, Anda  mesti menyambangi air terjun Bua Thong, atau yang dikenal masyarakat sekitar dengan nama Air Terjun Sticky. Jika Sahabat Sporto artikan sticky memiliki pengertian lengket.

Karena lengketnya inilah Anda bisa mendaki air terjun. Hal yang menyebabkan lengketnya air yang mengalir di air terjun ini, karena kaya kandungan kalsium dari celah bebatuan kapur.

Anda bisa mendaki dengan bebas, karena air terjunnya lengket dan bebatuannya tidak berlumut atau ganggang yang biasa ada di bebatuan air terjun.  

Keunikan lainnya dari air terjun di Negeri Gajah Putih ini pada kandungan kalsium yang tinggi. Membuat warna airnya tidak bening, justru malah menjadi putih dan lengket.

Fenomena Misterius Air Terjun Devil's Kettle, Benda yang Dilempar Hilang Tak Kembali!


  Melancongyuk - Ada yang pernah dengar kisah misterius dari air terjun Devils Kettle? 

Jika biasanya, air terjun mengalir dari atas dan jatuh ke sungai di bawahnya. Namun, tidak demikian dengan air terjun di Minnesota ini.

Salah satu dari air terjunnya jatuh bukan ke sungai dan hilang entah ke mana. Dari sekian banyak air terjun di dunia, Devil's Kettle adalah yang paling misterius hingga membingungkan para ahli geologi.

Terletak di area Taman Nasional Judge Magney, di Grand Marais Minnesota, AS, tepatnya berada di lepas pantai utara danau Superior, terdapat sebuah sungai bernama Sungai Brule yang mengalir melalui area taman.

Air sungai ini menciptakan banyak aliran air, termasuk air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 800 kaki.

Dari sekian banyak air terjun yang terbentuk, ada satu yang paling aneh dan misterius. Air terjun ini terbelah dua karena ada batu besar menonjol di tengahnya.

Satu dari cabang air terjun yang ada di sebelah timur, airnya menuju langsung ke Danau Superior. Sedangkan yang satunya lagi, yang berada di sebelah barat, airnya jatuh ke dalam lubang raksasa dan menghilang.

Tidak ada yang tahu ke mana air terjun itu bermuara. Lubang itulah yang disebut dengan Devil's Kettle atau 'ketel setan', seperti dilansir dari laman Unbelieveable-fact.com (19/3/2018).

Banyak penelitu sudah berusaha memecahkan teka-teki ini selama bertahun-tahun, tapi masih belum berhasil.

Mereka menjatuhkan pewarna ke dalam air, bola pingpong, batang kayu dan benda-benda lainnya ke dalam lubang Devil's Kettle, namun semua sia-sia.

Benda-benda yang tadi dilempar tidak muncul lagi setelah masuk ke dalam lubang tersebut. Satu di antara percobaan yang paling terkenal adalah melemparkan bola pingpong.

Pada setiap bola yang dilempar, terukir nomor telepon yang tidak bisa dihapus meskipun terkena air.
Tujuannya, jika ada orang yang menemukan bola tersebut maka harus menghubungi nomor yang tertera dan akan mendapat hadiah.

Sayangnya, tak satu panggilan pun masuk untuk mengklaim hadiahnya. Jika dilogika, seharusnya ada jalur keluar di suatu tempat, di bawah danau Superior.

Banyak teori pun bermunculan untuk menjelaskan misteri lubang ini. Beberapa menyebutkan ada sungai bawah tanah, sedangkan yang lain percata ada tabung lava terbentuk ketika batu pertama dipadatkan.


Namun, kedua teori itu tidak teruji dan dianggap salah. Teori keberadaan sungai bawah tanah disalahkan oleh ahli geologi karena formasi geologi semacam itu hanya terjadi pada jenis batuan yang lembut, seperti batu kapur.

Daerah di sekitar Devil's Kettle berupa batu yang jenisnya jauh lebih keras. Selain itu, keberadaan tabung lava jauh di dalam air terjun jelas tidak mungkin.

Pasalnya, dari ratusan batuan basal yang terbentuk oleh letusan gunung berapi di Minnesota, tidak ada tabung lava yang pernah ditemukan.

Akhirnya, pada Februari 2017, misteri hilangnya air yang jatuh dari air terjun ini mulai menemukan sedikit titik terang.

Tim ahli hidrologi dari Departemen Sumber Daya Alam Minnesota mengukur laju alir air di atas Devil's Kettle dengan kecepatan 123 kaki kubik per detik.

Airnya mengalir setinggi 121 kaki kubik per detik sejauh ratusan meter di bawah air terjun. Menurut ahli hidrologi Jeff Green, tidak ada air yang menghilang di bawah ketel..

Untuk mengkonfirmasikan teori ini, para periset berencana melakukan tes pewarna di mana mereka akan menuangkan pewarna sayuran ke dalam lubang dan memantau di mana air tersebut muncul kembali.

Tapi para periset tidak pernah kembali lagi karena menurut mereka "tidak ada alasan ilmiah yang signifikan" atas misteri air terjun ini, kata seorang manajer Taman Nasional, Pete Mott.

Mengenai barang-barang yang telah hilang saat dilemparkan ke dalam lubang, Green menjelaskan bahwa arus sirkulasi yang kuat membuat barang-barang itu hancur atau ditahan di bawah air sampai mereka muncul kembali di hilir pada suatu waktu.