Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

Goa Londa, Petualangan Jelajah Kubur Unik di Toraja

Peti mati digantung di dinding via Instagram tinitalibo

Bayangkan betapa serunya menjelajah sensasi bertualang di dalam kompleks pekuburan yang begitu alami. Apalagi biasanya warga Toraja juga menjadikan Goa Londa tempat menggelar tradisi pemakaman mereka yang unik. Berikut adalah penjelasan lengkapnya oleh kontributor Travelingyuk Frenky Hizkia.

Sarat Akan Tradisi

Di pintu masuk Goa Londa sobat traveler akan langsung melihat deretan patung kayu yang dinamakan Tau-Tau. Patung-patung tersebut melambangkan jenazah yang dimakamkan dalam goa.
Selain Tau-Tau, pengunjung juga disuguhkan pemandangan peti-peti jenazah atau ‘Erong’ di dinding bukit. Peti tersebut disokong dengan kayu khusus agar tidak jatuh. Erong merupakan peti mati dari para bangsawan. Semakin tinggi letak petinya maka semakin tinggi pula derajatnya.

Goa Londa diperkirakan memiliki kedalaman 1000 meter. Di beberapa bagian, ketinggian goa hanya berkisar satu meter. Semakin ke dalam, goa akan terasa kian gelap dan lembab. Namun tak perlu khawatir, ada pemandu yang siap menceritakan asal-usul goa sekaligus membantu para pelancong agar tidak tersesat.

Patung Tau-Tau via Instagram iwan.motret

Murah dan Mudah

Goa Londa berada di Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara. Bagi sobat traveler yang datang dari arah Rantepao, hanya butuh perjalanan sekitar tujuh kilometer. Akses menuju tempat wisata ini cukup mudah. Bisa menggunakan kendaran pribadi maupun transportasi umum.

Setiap pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk sebesar 10 ribu rupiah (wisatawan lokal) atau 20 ribu rupiah (asing). Mengingat lokasi makam ada di dalam goa, maka sobat traveler disarankan menyewa lampu petromaks saat berada di loket.

Lengkap dengan Suvenir dan Pemandu

Perbukitan di Goa Londa via Instagram yulidyna

Untuk menunjang kenyamanan para pelancong, pengelola wisata Goa Londa juga menyediakan fasilitas seperti area parkir, toilet, warung makan, dan toko yang menjajakan suvenir khas kota Toraja.

Selain itu juga tersedia pemandu wisata yang siap mendampingi sobat traveler dan rombongan menyusuri goa. Biayanya tergantung kesepakatan bersama antara sang pemandu dan pengunjung. Semakin pandai menawar tentu akan makin ringan biayanya.

Tertarik untuk berkunjung dan mengenal lebih dalam sejarah Toraja? Tunggu apalagi, langsung rencanakan liburan dan datang bersama keluarga maupun sahabat ke Goa Londa.

Objek Wisata Unik di Grobogan Sajikan Api Abadi

Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jateng. (Wikimedia.org)
Melancongyuk -  Meski tak terlalu terkenal dengan objek wisatanya, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) nyatanya menyimpan beberapa yang unik, salah satunya adalah Api Abadi Mrapen. Terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Api Abadi Mrapen merupakan objek wisata yang menyajikan penampakan fenomena alam berupa api abadi yang tak pernah padam.

Dilansir dari laman resmi milik Pemprov Jateng, api di objek wisata Api Abadi Mrapen Grobogan memang tak pernah padam. Bahkan, api di tempat tersebut tak akan padam meski diguyur hujan deras.

Terlepas dari segala keunikannya, tempat wisata yang satu ini juga menyimpan cerita menarik tentang salah satu Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga. Sebagaimana dikutip dari Dream.co.id, Kesultanan Demak yang berada di sekitar Mrapen dan merupakan satu-satunya pusat pemerintahan Islam di Pulau Jawa berupaya memindahkan pendapa Kerajaan Majapahit dengan dipimpin Sunan Kalijaga.

Dalam perjalanan memasuki wilayah Kesultanan Demak Bintoro, rombongan ini mengalami masalah karena prajuritnya kelelahan. Mereka kemudian mencari mata air untuk minum, tetapi tidak ada yang dapat menemukannya. Sunan Kalijaga pun kemudian berjalan menuju tempat kosong dan menancapkan tongkatnya ke tanah. Lubang dari bekas tongkat itu tak lama menyemburkan api yang saat ini dipercaya merupakan titik awal munculnya sumber Api Abadi Mrapen.

Keunikan serta cerita rakyat itulah yang membuat wisatawan dari berbagai daerah ingin mengunjungi Api Abadi Mrapen. Menurut cerita warga sekitar, api di kawasan tersebut tidak menimbulkan luka bakar jika diinjak oleh orang yang mempunyai hati dan pikiran bersih.

unik Api Abadi Mrapen terletak sekitar 27 km sebelah barat Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Pengunjung pun tak perlu susah payah mencarinya karena terletak di tepi Jl. Purwodadi-Semarang.

Salah satu destinasi wisata di Kabupaten Grobogan tersebut tergolong sangat ramah di kantong karena pengunjung tak perlu membayar untuk memasuki lokasi Api Abadi Mrapen. Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan senilai Rp5.000 hingga Rp10.000 di kawasan Api Abadi Mrapen.

Resoinangun Garden, Kebun Bunga Warna-Warni yang Lagi Hits di Jogja


Melancongyuk - Beberapa tahun belakangan, wisata ala kebun bunga di Jogja dan sekitarnya makin banyak diminati ya. Tren ini dimulai oleh kebun bunga amarilis beberapa tahun lalu dan dilanjutkan dengan kebun bunga matahari, kebun bunga celosia dan sebagainya. Hamparan kebun bunga matahari di Pantai Samas Bantul dan Pantai Glagah Kunlonprogo kini juga jadi primadona wisata di Jogja. Belum lama ini, kebun bunga celosia di pesisir Pantai Kukup Gunungkidul juga baru saja dibuka. Wah banyak banget ya kebun bunga di Jogja!

Ada satu lagi kebun bunga yang lagi hits di Instagram. Namanya Resoinangun Garden yang berada di pesisir selatan Bantul. Baru 1 bulan dibuka, foto-fotonya sudah menghiasi linimasa. Mau lihat keindahan taman bunga di selatan Jogja ini? Yuk simak ulasan Hipwee Travel aja ya.

Resoinangun Garden berada tak jauh dari Pantai Samas, Kecamatan Sanden, Bantul. Satu jam perjalanan dari Kota Jogja

Terletak tidak jauh dari pantai Samas, Resoinangun Garden berada di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dari Jogja, jarak yang mesti kamu tempuh kurang lebih 25 km ke arah pantai Samas. Kurang lebih satu jam perjalanan. Akses menuju lokasi cukup mudah dan pemandangan sawahnya oke punya. Kamu bakal menikmati perjalananmu ke sana, apalagi kalau sudah sampai lokasi. Aneka bunga warna-warni akan menyambutmu dengan hangat.

Berbeda dengan kebun bunga lain yang biasanya cuma satu jenis bunga, di kebun ini ada banyak jenis bunga yang berwarna-warni

Selama ini kebun bunga yang hits biasanya cuma punya 1 jenis bunga. Contohnya banyak, kebun bunga amarilis, bunga matahari sampai bunga celosia. Nah, di Resoinangun ini ada banyak macam bunga yang bakal memanjakanmu. Ada bunga matahari, marigul atau kenikir, ada juga bunga kertas dengan aneka warna, bunga celosia merah dan kuning hingga bunga jengger yang tak kalah indahnya. Aneka bunga ini sengaja disiapkan agar pengunjung tidak bosan berkunjung di sana.

Ada beberapa spot foto yang bisa kamu coba, mulai dari ayunan sampai sepeda-sepedaan. Cantik banget sih tempat ini buat foto-foto

Buat kamu yang gemar berfoto selfie, kamu pasti akan betah banget liburan di sini. Banyak banget spot foto yang bisa kamu gunakan sih. Ada spot foto dengan latar becak yang dikelilingi bunga, sepeda tua dan ada juga ayunan di tengah hamparan bunga. Keren banget ‘kan?

Selain itu ada pula gardu pandang yang bisa digunakan untuk memandang luas hamparan bunga dari atas ketinggian. Dari sana kamu juga bisa menyaksikan matahari terbenam. Paket komplit!

Berapa biaya masuk ke Resoinangun Garden? Murah nggak ya?

Kebun ini dibangun dengan waktu 3 bulan. Di awal Mei ini sudah dibuka dan animonya cukup tinggi. Banyak traveler yang penasaran dengan hamparan bunga-bunga indah di kebun ini. Tiket masuknya pun cukup murah kok, 5 ribu saja. Biaya parkir 2 ribu rupiah. Murah ‘kan? Makanya banyak banget yang datang, selain tempatnya indah, masuknya pun murah.

Gimana, kapan kamu mengunjungi Resoinangun Garden di Bantul? Mumpung mau liburan, yuk mampir ke sana!

Kampung Flory, Desa Wisata Taman Hias, Homestay dan Terapi Kolam Ikan


Melancongyuk - Semakin banyak desa wisata yang muncul dengan fasilitas homestay warga yang menarik untuk kita kunjungi di daerah Sleman Yogyakarta.

Berbagai atraksi dan wisata yang tentunya menarik dan unik dijadikan salah satu daya tarik bagi desa wisata untuk menarik para wisatawan.

Seperti halnya dengan Kampung Flory yang bertempat di Dusun Jugang, Pangukan, Tridadi, Kabupaten Sleman ini.

Kampung ini mengandalkan budi daya sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan untuk dijadikan objek wisata.

Salah satu keunikan dari tempat wisata ini ialah pengunjung bisa melakukan kegiatan terapi ikan yang memiliki beberapa lokasi untuk kegiatan terapi ikan.

Ada beberapa kolm ikan yang disediakan di tempat ini dengan tempat duduk berupa batu batu kali yang ditata rapi di pinggir dan di tengah kolam.

Tempat ini memiliki lahan yang luasnya sekitar 4 hetare dan menyediakan berbagai fasilitas yang lengkap serta homestay untuk para pengunjung.

Layanan homestay ini terdiri dari dua macam yaitu Live-in di beberapa rumah warga yang berjumlah 10 unit dan homestay Ayem Ayem yang berada di dalam kawasan Kampung Flory ada 4 unit.

Fasilitas parkir untuk kendaraan anda juga lumayan luas, dapat menampung 4 bus besar, 60 mobil, dan sekitar 100 sepeda motor.

Lahan yang sebesar 4 hektare ini dibagi lagi menjadi 4 jenis yaitu.

Zona 1 (Taruna Tani) yang memiliki luas sekitar 1 hektare dan bergerak pada bidang usaha tanaman hias, tanaman buah, dan kuliner.

Zona 2 (Dewi Flory) yang memiliki luas sekitar 1 hektare dan menyajikan jasa penginapan atau homestay, outbond dan pelatihan kewirausahaan agrobisnis.

Zona 3 (Agro Bush) yang memiliki luas mencapai 2 hektare yang menyediakan wisata petik bush langsing, wisata pembelajaran atau edukasi, serta pelestarian lingkungan.

Wisata ini dibangun dengan tujuan untuk membangun kembali para generasi muda agar dapat tertarik dengan dunia pertanian yang dapat memberikan kesejahteraan.

Tempat ini juga digunakan sebagai pesat pembibitan dan budidaya tanaman buah unggul dan tanaman hias agar dapat memasok kebutuhan tanaman di DIY.

Pengunjung tempat wisata ini dapat memanfaatkan lahan untuk kegiatan belajar menanam tanaman yang baik dan benar dan belajar mengenai dunia pertanian yang menjanjikan.

Anda juga dapat belajar di tepat ini tentang pengenalan jenis tanaman, perawatan tanaman, hingga cara untuk menata tanaman hias di rumah.

Wisata ini dibuka setiap hari pada jam 08.00 sampai dengan jam 21.00, tanpa adanya hari libur kecuali saat libur besar.

Nikmati Sejuk dan Nyamannya Pesona Alam Coban Jidor


Melancongyuk - Buat anda yang suka sekali dengan wisata alam, maka wisata Coban Jidor ini dapat menjadi salah satu pilihan buat anda untuk mengisi libur anda.

Tempat ini berada di kawasan Desa Ngadireso, Kecamatan Jabung, yang baru di buka pada tahun 2016 ini masih belum banyak wisatawan yang berkunjung.

Ketika anda berkunjung ke tempat wisata ini anda akan merasakan sensasi alam yang tenang dan alami.

Akses untuk menuju tempat wisata Air Terjun Jidor ini sangatlah mudah, bahkan jika anda masih baru berada di Malang dapat dengan mudah menemukan tempat ini.

Akan terasa lebih dekat jika anda lewat daerah tumpang, selain itu jalannya masih satu arah dengan Coban Jahe yang lebih dulu dikenal oleh para wisatawan.

Pada saat akhir pekan wisata Coban Jidor ini di datangi pengunjung yang jumlahnya mencapai 30 orang.

Jangan takut untuk mengunjungi wisata Coban Jidor ini, karena setiap wisatawan telah di cover dengan asuransi kecelakaan.

Tiket masuk ke tempat wisata Coban Jidor ini cukup murah, hanya bekisar 5.000 rupiah setiap orangnya.

Wisata Coban Jidor ini masih tergolong bersih, karena masih belum banyak pengunjung yang datang ke tempat ini dari pada tempat lainnya.

Selain itu pihak pengelola tempat wisata Coban Jidor ini selalu menjaga kebersihan dari tempat wisata ini.

Dalam setiap perjalanan anda menuju air terjun, anda akan menemui banyak sekali tempat sampah untuk tetap menjaga kebersihan dari tempat wisata ini.

Dari tempat parkir wisata ini, anda hanya cukup menempuh perjalanan dengan jarak sekitar satu kilo meter saja.

Anda tidak perlu takut dalam setiap perjalanan, karena pihak pengelola sudah menata bambu untuk anak tangga pada setiap jalanan menurun.

Merasakan Sensasi Memegang Dan Dicium Ikan Dewa Di Obyek Wisata Cibulan


Melancongyuk -  Sejumlah anak-anak terlihat tengah asyik berenang di kolam mata air dengan ratusan ikan besar.

Canda dan tawa keseruan anak-anak pecah saat satu persatu dari mereka terjun ke dalam kolam dengan berkedalaman 1 meter.

Suara gemericik air mancur dan jernihnya air semakin menambah suasana tenang di kolam berukuran hampir 30 x 10 meter itu.

Deretan pohon besar yang rindah juga terlihat berjejer di sekitaran kolam tersebut.

Suasana dan pemandangan tersebut bisa dinikamati di objek wisata Cibulan yang berada di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Objek wisata yang telah ada sejak tahun 1939 ini, disebut-sebut tidak kalah cantiknya dengan objek wisata Ponggok di Klaten, Jawa Tengah.

Bahkan, yang menjadi daya tarik tersendiri, di objek wisata Cibulan ini, wisatawan bisa berenang langsung dengan ikan dewa berukuran besar.

"Ada satu keunikan tersendiri di tempat ini, di mana turis bisa berenang bersama ikan dewa, bisa dicium bersama ikan dewa. Bahkan, ada beberapa wahana baru yang tidak ketinggalan dengan zaman now," kata Direktur utama objek wisata Cibulan, Didi Sutardi .

Didi menjelaskan, Ikan dewa yang dimaksut merupakan ikan jenis kancra bodas.

Konon, ikan-ikan dewa tersebut merupakan jelmaan dari beberapa prajurit yang dikutuk oleh Prabu Siliwangi.

Di obyek wisata Cibulan, pengunjung juga bisa merasakan sensasi memegang Ikan dan dicium ikan tersebut.

Selain itu, pengunjung juga bisa mengunjungi situs petilasan Prabu Siliwangi yakni tujuh sumur mata air di dalam kawasan Objek Wisata Cibulan.

Tujuh sumur mata air itu dipercaya bisa membawa kejayaan, keselamatan, pengabulan, kemuliaan, cisadane, cirencana dan kemudahan.

"Salah satunya yang menarik di sini itu sumur tujuh wisata religi yang setiap weekend, sangat padat pengunjung," kata Didi.

Menjelang libur hari raya Idul Fitri, pengelola terus berbenah objek wisata Cibulan.

Sejumlah sarana dan prasarana terus dibenahi guna membuat para pengunjung semakin nyaman.

Pasalnya, penguunjung menjelang lebaran, objek wisata Cibulan diseru oleh ratusan ribu pengunjung.

"Untuk tahun ini, lagi pembuatan mushola baru di dalam, jembatan buat selfie, terus juga lesehan juga lagi dibenahi. Jalan-jalan juga dicat dalam persiapan menjelang Idul Fitri," terang Didi.

Untuk berkunjung ke objek wisata Cibulan, pengungjung hanya perlu merogoh kocek Rp 18 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak di hari Senin-Jumat.

Sementara, dihaeri libur Sabtu-Minggu, pengunjung harus membayar Rp 20 ribu untuk dewasa dan Rp 17 ribu untuk anak-anak.

Pengunjung juga tidak perlu khawatir apabila tidak membawa makanan saat berkunjung ke Cibulan. 
Deretan pedagang makanan sudah berjejer di luar maupun dalam kawasan Cibulan.

Kehadiran wisata alam Cibulan diakui Didi, telah berhasil memberikan dampak langsung kepada perekonomian warga sekitar.

"Yang paling positif itu dampak ekonomi. Kurang lebih 100 orang termasuk komunitas dan warga sekitar menjajakan dagangannya," terang Didi.

Bagi pengunjung yang membawa kendaraan juga tidak oerlu khawatir. Parkir di objek wisata terbilang sangat luas. Biaya parkir sendiri dikenakan Rp 3 ribu untuk motor, Rp 5 ribu untuk mobil dan Rp 25 ribu untuk Bus/Truk/Elf.