Tampilkan postingan dengan label Wisata Asia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Asia. Tampilkan semua postingan

Kampong Glam, Destinasi Wisata yang Kental Dengan Budaya Melayu

Kampong Glam, di Singapura (Foto: visitsingapore.com)
Melancongyuk - Selain Geylang Serai Bazaar, adapun destinasi wisata di Singapura yang menjadi tujuan berlibur saat Lebaran yakni di Kampong Glam. Di sana, wisatawan bisa berkunjung ke berbagai bangunan yang besejarah, merasakan tradisi yang masih berkembang di sana, menikmati kuliner lezat di restoran hingga mengunjungi pertokoan.

"Selain Geylang Serai Bazaar, Kampong Glam menjadi salah satu tujuan wisatawan Muslim saat libur Lebaran. Karena, Kampong Glam merupakan destinasi yang menjadi pusat budaya Melayu," ujar Raymond Lim, Area Director Singapore Tourism Board (STB) kepada Industry.co.id, saat dijumpai di Madagaskar, Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Jika kamu berkunjung ke Kampong Glam, di sini semua tersedia mulai dari utik-butik unik sampai toko-toko yang menjual barang-barang tradisional, Kampong Glam adalah tempat surga para pecinta belanja.

Selain itu, di lokasi tersebut terdapat Masjid Sultan, Istana Kampung Glam, Taman Warisan Melayu dan perkampungan tradisional Melayu Kampung Glam yang merupakan lokasi menarik yang menyimpan 1.000 rahasia khazanah sejarah awal pembentukan Singapura.

Saat ini, tanah 'Istana' menjadi rumah bagi Pusat Warisan Melayu, di mana Anda dapat mempelajari dengan lebih baik sejarah dan kebudayaan Melayu. Kamu akan menyukai hidangan khas melayu di sini seperti nasi padang dan kuih ('kue-kue') sampai dengan makanan Timur Tengah, Jepang, Swedia, dan bahkan Meksiko

Negev, Kawasan Wisata Gurun Kebanggaan Israel

Tebing Ramon di Negev, Israel. (REUTERS/Amir Cohen)
Melancongyuk - Di tengah drama Jalur Gaza dan penolakan kunjungan warga negara Indonesia, Israel sebenarnya berharap banyak terhadap industri pariwisatanya. 

Sepanjang tahun lalu sebanyak 3,6 juta turis datang ke sini. Sebagian besar berasal dari Amerika Serikat, Rusia, Perancis, Jerman dan Inggris. 

Perputaran uang dari sektor wisatanya juga tak bisa dibilang kecil. Sepanjang tahun lalu negara berpenduduk 5 juta orang ini mendapat keuntungan sebanyak US$5,8 miliar.

Sejak awal tahun ini Israel mempromosikan banyak destinasi wisata baru demi mendatangkan turis. 

Selain objek wisata religi, Badan Pariwisata Israel juga mempromosikan kawasan wisata glamour camping (glamping) atau kemah mewah, wisata medis sampai wisata sand-boarding atau selancar di padang pasir. 

Bandara internasional baru juga sedang dibangun. Di atas lahan berpasir yang berbatasan dengan Laut Merah dan Yordania. 

Jumlah kamar hotel juga ditambah, dari yang saat ini berjumlah 2.000 pintu menjadi 5.000 pintu dalam enam sampai tujuh tahun mendatang.

Menteri Pariwisata Israel berharap pengembangan tersebut bisa meningkatkan jumlah kedatangan turis hingga sebanyak 20 persen hingga dua sampai tiga tahun ke depan.

Menawarkan Gurun Pasir

Israel dikelilingi oleh gurun pasir. Lahan kering itu menjadi alat promosi wisata mereka dengan semboyan 'selangkah ke gurun pasir di Eropa'. 

Kawasan gurun pasir di Negev menjadi destinasi wisata yang dipromosikan mereka pada tahun ini.

Menteri Pariwisata Israel Uri Sharon mengatakan bahwa Israel bisa menjadi destinasi wisata musim panas kala musim dingin melanda sebagian besar wilayah benua Eropa.

"Saat musim dingin di Eropa, misalnya bulan Desember, Januari dan Februari, suhu di sini terbilang hangat, terutama di Negev," kata Sharon seperti yang dikutip dari AFP pada Rabu (6/6).

Negev berjarak dua jam perjalanan dari Bandara Internasional Tel Aviv. 

Ada banyak kegiatan wisata alam yang bisa dilakukan Negev, kata Sharon, seperti mulai dari bersepeda sampai memanjat tebing.

Tebing Ramon juga bisa dikunjungi. Objek wisata alam ini memiliki sejarah dan bentuk yang memukau, mirip dengan Grand Canyon di Amerika Serikat yang sudah sering diulas dalam berbagai situs wisata. 


Masyarakat sekitar Negev sudah mulai merasakan dampak positif industri pariwisata untuk perekonomian mereka.

Salaam El Wadj, salah satu warga yang bermukim di sana, mengatakan kalau semakin banyak turis yang datang ke Negev. Di rumahnya yang sederhana ia menyambut mereka sehangat mungkin sambil menceritakan sejarah tempat kelahirannya.

Agar turis lebih memahami sejarah kawasan Negev, Wadj menyarankan agar mereka mendaki lintasan Negev Highland Trail sepanjang 12 kilometer. 

Masih di sekitar kawasan Negev, ada juga perkebunan anggur yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Perkebunan tersebut sudah diwariskan turun temurun sejak 2.000 tahun yang lalu.

Hasil kebun tersebut diolah oleh perusahaan minuman wine Carmey Avdat, yang memproduksi minuman anggur jenis Merlot, Cabernet Sauvignon, Chardonnay sebanyak 5.000 botol per tahunnya.

Sebagai peneman anggur, masyarakat sekitar juga memproduksi keju dari susu kambing yang mereka ternakkan di sebelah perkebunan.

Negev memang menawarkan nuansa pedesaan. Tapi ada juga nuansa kemewahan yang bisa dirasakan turis melalui glamping. 

Dalam area khusus, turis bakal bermalam di tenda dengan fasilitas dan layanan bak hotel bintang lima. Langit malam yang cerah berbintang bisa dinikmati dalam kegiatan ini.

Mandi air panas dan makan masakan yang diracik chef pribadi merupakan sejumlah layanan yang ditawarkan. (CNN)

Serunya Liburan Sambil jadi Detektif dan Pelaut Cilik di S.E.A Aquarium


Melancongyuk - Liburan ke mana Lebaran dan kenaikan kelas? Sebagai orangtua, Anda sudah harus memikirkan destinasi liburan yang mengajak anak bersenang-senang, mendapatkan pengalaman yang tak akan terlupakan, dan edukasi baru.

Mengambil momen liburan Lebaran dan kenaikan kelas, South East Asia Aquarium (S.E.A Aquarium) di Resort World Sentosa, salah satu akuarium terbesar di dunia meluncurkan Ocean Fest! mulai 25 Mei sampai 24 Juni 2018.

Selain bisa mengagumi 100.000 hewan laut dari 10.000 spesies, si kecil bisa belajar menjadi detektif untuk melawan kejahatan terhadap kehidupan laut, seperti polusi, dan limbah plastik. Pada akhir petualangan di rumah terbesar untuk 50 ragam habitat serta 80 spesies yang hampir punah ini, para investigator kecil akan mendapat semua jawaban dari kasus yang dipecahkan.

Instalasi Menggugah Pikiran

Anda akan terpukau dengan berbagai instalasi seni yang menggugah pikiran dengan judul Life in Plastic. Yang didesain agar pengunjung merasakan bagaimana hewan laut sering dikepung oleh sampah laut.

Salah satu instalasi yang dipasang di pintu masuk adalah ikan hiu colorful yang ternyata dibuat dari sisa karet sneakers. Atau instalasi pembedahan perut hiu yang dipenuhi sampah plastik, dari botol, jala, dan lainnya.


Si kecil juga bisa melihat sampah plastik dari perut hewan lewat microbead mini di Ocean Lab. Zona interaktif ini mengajarkan anak-anak untuk mempelajari berbagai bukti dan mengidentifikasi tindak kejahatan dengan tindakan sederhana. Salah satunya seperti menolak penggunaan sedotan plastik.

Sepanjang tur, Anda diajak menikmati perjalanan bawah laut yang indah. Salah satu primadonanya adalah Open Ocean Habit yang menyediakan satu jendela untuk melihat laut terbesar di planet bumi. Dengan panel menjulang dari lantai hingga ke langit-langit dengan panjang 36 m dan tinggi 8,3 m.

Primadona S.E.A Aquarium

Salah satu panel terfavorit kami adalah Sea Jellies atau galeri ubur-ubur laut yang dikemas dengan teknik pencahayaan khusus. Ada enam spesies ubur-ubur yang berhasil dikembangbiakkan , termasuk ubur-ubur bulan dan white spotted jelly. Mereka menjadi jenis ubur-ubur terpopuler dan tempat instagramable bagi para penggemar fotografi.

Selain itu ada juga Shipwreck Habitat yang mensimulasikan bagaimana bangkai kapal menjadi habitat laut. Atau Shark Seas yang menjadi rumah bagi 100 hiu dari 12 spesies.

Sementara itu Coral Garden, habitat berbentuk silinder ini memamerkan terumbu karang warna-warni dengan 5.000 ikan dari 110 spesies.

Tidur di dalam Laut


Kami juga berkesempatan melihat Ocean Suite, kamar mewah yang berlokasi di dalam akuarium. Terdiri dari 11 suite eksklusif yang didesain seperti townhouse dua lantai mewah.

Saat kami melongok Ocean Suite, awalnya memang terlihat menegangkan. Karena jendela besar sudah terpampang di depan kasur.

Namun, beberapa hewan laut seperti ikan pari cukup ramah menyambut kami dengan berseliweran dan seolah memberi senyuman. Karena ikan pari dikenal memiliki wajah seperti manusia. Jadi, sudah siap liburan di S.E.A Aquarium?

Terdapat promo khusus untuk pengunjung dari Indonesia. S.E.A Aquarium dan Maritime Experimental Museum bundel seharga 41 Dolar Singapura.

Maritime Experimental Museum menyajikan sejarah petualangan Maritime Silk Route. Salah satu yang terfavorit adalah menikmati pengalaman multi-sensoris di Typhoon Theater yang mensimulaskan tenggelamnya kapal dalam badai berbahaya.

Unik Dan Menakjubkan, Ada Ombak Batu Di Australia


Melancongyuk - Wave Rock, Ombak Batu Unik Menakjubkan di Australia merupakan fenomena alam yang fenomenal dan mengagumkan. Keunikan yang ada di negri kanguru ini menyita banyak perhatian masyarakat lokal hingga mancanegara yang kagum atas keindahan dari batu yang mirip dengan ombak air laut.Bukit batu yang bentuknya seperti gulungan ombak besar ini dinamakan wave rock yang memiliki panjang 110 meter dengan ketinggian 14 meter. Nah, tempat ini bisa anda kunjungi ketika anda plesiran ke Australia sehingga anda bisa melihat secara langsung bagaimana keindahan dari gulungan ombak yang terbuat dari batu.

Dilansir dari asliunik.net, Wave rock ini berada di Australia Barat tepatnya di wilayah cagar alam Hyden Wildlife Park. Kini tempat ini telah menjadi salah satu tempat wisata favorit para wisatawan baik lokal hingga mancanegara karena adanya keunikan dari fenomena alam yang begitu indah dan mengagumkan. Wafe rock ini bagi masyarakat lokal dikenal dengan sebutan Hyden Rock dan berada di tengah area cagar alam seluar 160 hektar.

Batu berwarna coklat membentuk gulungan ombak yang membuat para wisatawan terkagum-kagum dan setidaknya ada sekitar 140 ribu wisatawan setiap tahunnya yang datang ke tempat ini. Di tempat ini para pengunjung bisa menikmati keindahan dari gulungan ombak batu dengan berfoto-foto ala-ala sedang melakukan surfing di lautan. Nah, bagi yang tidak bisa surfing di ombak lautan bisa nih berfoto ria disini seakan-akan kita sedang melakukan surfing di lautan, keren bukan?


Di kawasan wafe rock ini pun juga sering diadakan acara musik yang menarik erhatian pengunjung dengan bertemakan wave rock festifal yang biasanya diselenggakan pada akhir bulan september. Jadi batuan granit yang menyerupai gulungan ombak tersebut dijadikan latar belakang atau backgroundnya untuk pementasan tersebut jadi terlihat begitu keren. Biasanya pada bulan tersebut banyak sekali pengunjung yang datang karena bisa menikmati keindahan gulungan ombak batu sekaligus acara musik yang begitu menarik dan meriah. Penasaran bagaimana keseruannya, maka datang langsung ke tempat ini dan nikmati keindahannya.

Alam memang tak ada henti-hentinya menyuguhkan keindahannya yang membuat manusia takjub salah satunya seperti wave rock yang ada di Australia tersebut. Dimana gulungan ombak batu yang terbentuk secara alami dari berjuta tahun lamanya. Jadi kita sebagai makhluk yang punya akal pikiran tentu harus senantiasa menjaga kelestarian alam yang indah ini dengan sebaik mungkin agar tidak hilang atau hancur.

Wave Rock, Ombak Batu Unik Menakjubkan di Australia yang bisa anda jadikan destinasi tujuan wisata anda selanjutnya. Indahnya alam ini, semoga informasi ini bisa menambah sedikit wawasan tentang keunikan atau fenomena alam yang ada di dunia.

Menikmati Malam Ramadhan di Museum Jeddah


Melancongyuk - Arsitektur yang menakjubkan di Museum Abdul Raouf Khalil di Jeddah membawa masyarakat Arab Saudi kembali ke Jeddah di masa lalu. Ukiran kayu tampak mendominasi sebagian besar arsitektur perkotaan, terutama pada pintu dan jendela museum.

Selama tiga hari sejak Senin (28/5) hingga Rabu (30/5) waktu Saudi, acara 'Ramadhan Malam' digelar di alun-alun di sekitar museum. Di depan setiap bangunan, terdapat ruang-ruang stand berdiri. Seluruh fasilitas tersebut dibuka untuk pertama kalinya ke publik.

Kepala penyelenggara acara, Mohamed Said, mengatakan acara ini membantu mengembalikan malam-malam tradisional Ramadhan di Saudi seperti halnya di masa lalu. Karena di dalamnya menampilkan bazar, makanan tradisional, seruan mesaharati (pembangun sahur) dan seruan Saqqa, serta lagu-lagu rakyat Hijazi.

"Tujuan dari acara ini adalah untuk menggambarkan warisan Saudi dan bagaimana nenek moyang kita dulu hidup dan itu juga membawa kembali kisah masa lalu," kata Said, dilansir di Arab News, Kamis (31/5).

Ia mengatakan, mereka melakukan upaya untuk membantu masyarakat menghidupkan kembali pengalaman di masa lalu yang berkaitan dengan Ramadhan. Seperti halnya masakan tradisional, Saqqa, Masahraty dan orang Balilah. Salah seorang pengunjung asal Ukraina yang tengah berada di Jeddah, Katia, mengatakan bahwa kegiatan Malam Ramadhan di Museum Jeddah tersebut sangat menarik. Menurutnya, dekorasi tempat ini sama seperti di dongeng.

"Saya sebenarnya sedang menunggu kesempatan untuk datang ke sini karena saya mendengar bahwa acara itu tidak terbuka setiap hari untuk umum. Saya jatuh cinta dengan tempat ini," ujar Katia.

Sementara itu, seorang 'pria Balilah' bernama Adel Abu Laban mengatakan bahwa ia memiliki banyak penonton untuk Balilahnya. Laban telah bekerja sebagai Balilah selama lebih dari 20 tahun.

"saya percaya acara semacam itu akan membantu orang-orang menjadi lebih dekat dengan tradisi mereka," ujarnya.

Balilah adalah hidangan populer di masyarakat Arab, terutama di Suriah, Irak, Mesir, dan Hijaz, Balilah merupakan sejenis makanan yang terdiri dari buncis rebus, jinten, acar dadu dengan cuka, dan rempah-rempah. Makanan ini kerap dijual di jalanan di lingkungan populer dan saat Ramadhan.

Mitos Rambut Buddha di Golden Rock Myanmar


Melancongyuk - Berada di tepi Gunung Kyaiktiyo, Golden Rock menjadi salah satu situs ziarah penting bagi penganut Buddha yang juga menjadi destinasi wisata. Batu granit besar yang dari kejauhan terlihat seperti ingin jatuh ini pada bagian atasnya dibangun pagoda. Konon, meski terlihat miring ke dasar jurang, batu ini tidak jatuh lantaran campur tangan rambut Buddha.

Legenda tentang sehelai rambut Buddha mengatakan, Sang Buddha dalam salah satu kunjungan memberikan sehelai rambutnya ke pertapa lokal yang dikenal dengan nama Taik Tha. Saat usia sang pertapa semakin tua, untaian rambut itu diberikan kepada sang Raja untuk diabadikan, tapi rambut itu terbang tertiup angin dan terselip di antara batu. Umur batu ini sendiri ditaksir telah mencapai usia 2.500 tahun, yang dihitung sejak Buddha Gautama masih ada. 

Menurut informasi yang dikutip dari situs Kuriositas, Selasa (5/9/2017), Golden Rock diselimuti oleh mitos yang mengatakan, mereka yang mengunjungi tempat ini tiga kali dalam setahun akan mendapat berkah kekayaan dan kebaikan. 

Selama ribuan tahun, Golden Rock menjadi situs ziarah Buddhis terkenal yang ada di negara bagian Mon, Myanmar. Batu ini berada pada ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, dengan tinggi batu mencapai 7,6 meter serta diameter sekitar 15 meter. Di atas batu “ajaib” ini dibangun pagoda kecil dengan tinggi sekitar 7 meter.

Pada awalnya, banyak yang berpikir bahwa batu tersebut adalah formasi bebatuan yang terbentuk alami, yang entah bagaimana bisa melekat. Namun, pemeriksaan selanjutnya menunjukkan, kedua batu tersebut berbeda satu sama lain.

Tradisi


Para peziarah yang datang ke Pagoda Golden Rock masih melakukan penghormatan kepada sang Buddha dengan cara meninggalkan uang kertas di antara batu. Uang tersebut kemudian diambil oleh pengelola pagoda yang digunakan untuk biaya perawatan. 

Puncak kunjungan wisata sendiri berlangsung pada November hingga Maret, dan selama kurun waktu itu, di sekitar Golden Rock bergema nyanyian kidung para peziarah. 

Untuk mencapai situs Buddha ini, wisatawan bisa melalui Yangon untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kyaiktiyo. Meski hanya berjarak 11 kilometer, untuk mencapai puncak Kyaiktiyo dapat menghabiskan waktu hingga 45 menit. Trek yang masih rusak dan berkelok menjadi salah satu alasannya.

Dubai Akan Segera Buka Taman Quran, Seperti Apa Isinya?

Desain rumah kaca di Taman Quran
Melancongyuk - Dubai seakan tidak pernah kehilangan akal untuk menarik wisatawan datang berkunjung. Kali ini negara yang identik dengan kemewahan tersebut, dikabarkan akan membuka sebuah taman yang tidak biasa.

Sesuai dengan julukannya, yaitu Taman Quran, nantinya taman tersebut akan menampilkan tanaman-tanaman yang disebutkan dalam kitab suci Al-Quran dan keajaiban lainnya yang ada dalam tulisan-tulisan Islam. Sementara tanggal pembukaan belum diumumkan, sebagaimana dilansir dari laman English Al Arabiya, Jumat (11/5/2018), para pejabat Dubai mengatakan untuk bisa masuk ke taman nantinya tidak akan ada alias gratis.

Dua hal yang akan ditampilkan oleh Taman Quran, di antaranya Cave of Miracles dan Glass House. Salah seorang pejabat tinggi bernama Dawood Abdul Rahman Al Hajiri, mengatakan, nanti tanaman yang selama ini disebutkan dalam Al-Quran beberapa di antaranya akan ditampilkan di rumah kaca.

“Di antara elemen yang paling penting dari proyek ini adalah rumah kaca yang berisi tanaman yang disebutkan dalam Al-Quran dan Sunnah, yang tumbuh di bawah suhu tertentu dan khusus faktor penentu lingkungan, serta toko yang menjual tumbuhan yang juga disebutkan di dalam Al-Quran,” ucap Dawood Abdul Rahman Al Hajiri, Direktur Jendral Dubai Municipality.

Pada bagian The Cave of Miracles sendiri, dilaporkan akan menampilkan tujuh keajaiban yang juga disebutkan dalam Al-Quran. Semua itu akan ditampilkan pada pengunjung dengan teknik yang interaktif modern terkini.

Anda mungkin sudah menebak-nebak tanaman dan buah apa saja yang disebutkan dalam Al-Quran dan dibawa ke dunia nyata oleh Taman Quran, bukan? Berdasar pada keterangan Al Hajiri, jawabannya akan ada 12 kebun berisi tanaman yang disebutkan dalam Al-Quran dan Sunnah, yang memiliki manfaat, kegunaan ilmiah, dan obat-obatan, seperti pisang, buah delima, kacang tambak, jahe, asam, basil, labu, dan mentimun.

Tidak cukup sampai di situ saja keistimewaan taman ini, sebab masih ada sederet fasilitas lainnya, yang dijamin bisa membuat pengunjung betah berlama-lama di dalam taman. Masih dari pemaparan Al Hijiri, taman akan memiliki panel surya, Wi-Fi, stasiun pengisian baterai telepon, dan tempat duduk yang teduh untuk pengunjung.

“Taman juga akan memiliki beberapa kios untuk menampilkan informasi tentang semua jenis tanaman dan pohon, jadi pengunjung bisa tahu manfaatnya,” ujar Al Hajiri. (Okezone)

Menengok Barisan Batu Karst Raksasa di Shillin Stone Forest China

Stone Forest Park (Foto: Dok: Flickr/linwujin)
Melancongyuk - Selama ini, Taman Nasional Zhangjiajie terkenal sebagai destinasi andalan China untuk wisatawan yang ingin menengok keajaiban geologi. Namun batuan raksasa yang membentuk formasi rapat tak hanya ditemukan di Zhiangjiajie. China juga memiliki Stone Forest Park, barisan batu karst raksasa di Kunming, Provinsi Yunan.

Stone Forest Park atau yang dinamai Shilin dalam bahasa Mandarin, terhampar seluas 400 km persegi. Bentuknya seperti stalagmit, namun batu itu menjulang tinggi hingga 40 meter di area terbuka. Formasi karst berwarna hitam itu diperkirakan terbentuk mulai 270 juta tahun lalu.

Dilansir Travel China Guide, kawasan itu masih tertutup laut pada era Paleozoikum periode Karbon. Pada saat itu iklim di bumi belum stabil dan hanya ada mikroorganisme bersel satu. Namun lambat laun, pergerakan litosfer menyebabkan lanskap batu tersebut naik. Erosi membuat Shilin terbentuk seperti sekarang.

Karena keunikan formasi geologinya, dua bagian dari situs itu ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 2007 lalu, yakni Naigu Forest Park dan Suogeyi Village.

Ya, Shilin dibagi ke dalam tujuh area dengan pemandangan yang memukau. Semuanya menjadi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara saat berkunjung ke Kunming. Di antaranya adalah Lizijign Stone Forest, Naigu Stone Forest, Gua Zhiyun, Danau Chang, Danau Yue, Air Terjun Dadieshui, dan Gua Qifeng.

Tak sedikit pula legenda yang menghiasi kisah Stone Forest Park. Salah satunya adalah tentang Batu Ashima, yang paling terkenal di antara turis. Menurut cerita rakyat sub etnis Sani, batu itu terbentuk setelah gadis cantik bernama Ashima kabur ke hutan. Ia berubah menjadi batu setelah dilarang menikah dengan kekasih pujaannya.

Kini tiap 24 Juni, orang Sani memperingati Festival Torch sebagai perayaan kebudayaan. Festival itu diramaikan dengan pertunjukan tradisional seperti gulat, adu kerbau, dan tarian adat. (Kumparan)

Mengintip Terasering Tempat Syuting Avengers: Infinity War


Melancongyuk - Demam film Avengers: Infinity War yang baru tayang di bioskop memang mendunia. Mulai dari menebak hadirnya musuh, jalan cerita, hingga lokasi syutingnya. Nah, sebuah terasering di Filipina ini cukup unik dan menjadi salah satu latar belakang dalam film Avengers: Infinity War.

Sudah nonton Avengers: Infinity War yang sedang menghiasi bioskop seluruh dunia? Bagi yang sudah, masih ingat dengan adegan saat Thanos yang diperankan Josh Brolin keluar dan menempati sebuah pondok kecil untuk menyaksikan matahari terbenam?

Ya, pemandangan sawah yang indah ini berada di Filipina. Tepatnya di Banaue Rice Terraces, Provinsi Ifugao, Filipina. Terasering ini memang ternama dan jadi salah satu destinasi wisata ikonik di sini.

Berada di ketinggian 1.500 mdpl, lanskap seluas 10 ribu kilometer persegi ini bisa dinikmati siapa saja. Sawah bertumpuk nan indah sambil menikmati pemandangan terbenamnya matahari menjadi wisata paling digemari di sini.

Terasering ini pun tak sembarangan, usianya bahkan sudah mencapai 2.000 tahun. Saat leluhur bangsa Filipina menciptakan sawah ini dari bahan sederhana yang akhirnya membuat sistem irigasi yang berasal dari air hutan di atas persawahan ini.

Meski terasering ini jadi perbincangan dunia saat ini karena film Avengers: Infinity War, Banaue sudah mendunia sejak lama. Banyak wisatawan asing yang sengaja datang untuk menikmati alam yang indah sambil menikmati udara sejuk di sini.

Bocorannya, meski ada adegan yang mengambil Terasering Banaue sebagai latar belakangnya, bukan berarti sang pemeran hadir ke Filipina. Mereka hanya menggunakan footage dengan bantuan rumah produksi Indochina Productions untuk menyuguhkan efek visual yang nyata.

Sesuai dengan akhir dari serial komik Infinity Gauntlet, di mana Avengers: Infinity War berasal. “Di mana Thanos mengasingkan diri untuk bekerja sebagai petani yang merefleksikan rasa kehilangannya,” kata Marie Lozano, representatif Disney seperti dikutip dari laman news.abs-cbn.com.

Namun, tidak perlu jauh ke Filipina untuk menikmati keindahaan Terasering. Hampir di seluruh wilayah Indonesia memiliki kawasan terasering yang ciamik dan bahkan sudah dilengkapi berbagai fasilitas hiburan seperti Bali. Atau di wilayah Jawa Barat terutama di kawasan adat seperti Ciptagelar, Baduy, Tasik, Garut dan berbagai wilayah lainnya, menyuguhkan pemandahan hijau, alami terasering.

Bertualang di Tebing Es Sebelah Barat Daya Samudera Pasifik


Melancongyuk - New Zealand atau Selandia Baru menjadi salah satu negara yang tengah ramai menjadi destinasi wisata. Negara ini pun terus mempromosikan beragam keindahan yang mereka miliki.

Salah satu tempat yang wajib Anda kunjungi saat liburan ke negara kepulauan di barat daya Samudera Pasifik itu adalah mendaki glasier di Franz Josef. Lokasi wisata ini begitu terkenal di dunia, karena memberikan keindahan alam yang tidak dimiliki negara lain.

Selain itu, mengunjungi tempat wisata ini, Anda bisa bertualang dengan menikmati beragam fasilitas yang disediakan, mulai dari berjalan kaki mendaki tebing es hingga naik helikopter. Menarik bukan?

Mendaki glasier di Franz Josef tidak hanya untuk mereka yang memiliki ketahanan fisik kuat. Karena, pengelola tempat wisata ini memberikan fasilitas luar biasa bagi mereka yang ingin mendaki bongkahan es, namun tidak memiliki ketahanan fisik kuat. Pemandu juga akan berada di dekat Anda selama kunjungan.

Anda bisa menikmati terbang dengan helikopter yang disediakan pengelola, baik untuk transportasi pengunjung maupun proses evakuasi. Cuaca yang kerap berubah memaksa mereka untuk menyiagakan helikopter di sekitar lokasi sepanjang hari.

Alasan glasier di Franz Josef begitu terkenal, karena tebing-tebing dan gua yang ada di lokasi wisata begitu indah dan menantang adrenalin. Salah satu tebing es di sana disebutkan paling curam mengalahkan Pegunungan Alpen. Gua es di Franz Josef juga keren, termasuk gua biru yang paling terkenal.

Berkunjung ke glasier di Franz Josef, Anda juga bisa berendam di air hangat pribadi. Langkah ini tentu mengasyikkan, terlebih setelah bertualang di dinginnya es pada kawasan tersebut. Kolam air hangat pribadi ini disediakan bagi mereka yang menikmati fasilitas helikopter.

Biaya yang dikeluarkan jika berkunjung ke tempat ini disebutkan relatif terjangkau jika disamakan dengan berlibur ke glasier di beberapa negara lain. Belum lagi Anda bisa menikmati fasilitas helikopter di tempat ini.

Puas bertualang di glasier Franz Josef, liburan di Selandia Baru semakin lengkap dengan mengunjungi Pantai Punakaiki di Pesisir Barat Selandia Baru. Dari tempat ini, Anda bisa melihat keindahan batu kapur dan derasnya gulungan ombak di pantai tersebut.

Yang paling populer dari tempat wisata ini ialah adanya semburan air laut dari bawah ke atas dan begitu deras dari tengah-tengah batu kapur. Fenomena ini bisa dilihat saat air laut pasang. Air menyembur dari sela-sela deretan batu kapur yang menyerupai pancake.

Ke China, Wajib Coba Atraksi Paling Menyeramkannya


Melancongyuk -  Tak hanya slidewheel, wahana air yang membuat Anda berputar-putar dalam ‘roda’ yang siap beroperasi pertengahan 2018 ini, masih banyak tantangan yang ditawarkan China. Seperti beberapa wahana ini yang wajib dicoba bagi para petualangan yang ingin merasakan sensasi.

Tak hanya ramai akan beragam wisata belanja yang ternama, China juga menjadi salah satu negara yang suka menggebrak kebiasaan. Salah satunya dalam menantang wisatawan mencoba berbagai wahananya. Dikutip dari laman cnn.com, berikut adalah ‘tantangan’ di Negeri Tirai Bambu yang bisa dijelajahi.

Jembatan Kaca Terpanjang

Bagi penyuka ketinggian, mungkin wahana ini terdengar biasa. Namun, jangan salah karena jembatan ini punya dasar pijakan yang terbuat dari kaca. Letaknya di Hongyagu Scenic Area, Pegunungan Tianmen, Provinsi Hebei. Jembatan kaca dengan panjang 488 meter di atas ketinggian 218 meter ini menjadi jembatan kaca terpanjang di dunia.

Jembatannya terbuat dari 1.077 panel kaca dengan ketebalan empat centimeter. Menghubungkan dua puncak di wilayah timur laut pegunungan. Jembatan ini bisa menampung hingga 2.000 orang, namun untuk menjaga keselamatan hanya 600 orang diperbolehkan melintas dalam satu waktu. Oya, untuk naik jembatan ini, Anda diharuskan menggunakan sarung sepatu khusus agar melindungi kaca dari segala kemungkinan.

Jembata Kaca di China
Jalur Tebing Horor

Setelah jembatan kaca terpanjang, ada lagi yang bisa membuat jantung deg-degan. Dikenal dengan Coiling Dragon Cliff Walk, ‘perjalanan di tebing’ ini semakin membuat siapa saja was-was. Pasalnya, area yang baru dibuka pada 2016 ini punya 1.500 meter kaca setebal 6,35 centimeter yang berada di puncak gunung.
Siapa pun yang ingin bejalan di pinggir tebing ini punya pemandangan luas. Anda bisa melihat indahnya pemandangan dari Tongtian Avenue dengan ketinggian 1.400 meter yang menyeramkan. Tak hanya indah sejauh mata memandang, melainkan juga horor saat melihat ke bawah pijakannya.

Cooling Dragon (Foto: cnn)
Gardu Pandang Terbesar

Tak hanya Indonesia yang punya gardu pandang, Cina pun punya. Namun, lebih menegangkan karena menjorok 32,8 meter di tepi lembah setinggi 396 meter. Shinlinxia Viewing Patform ini sangat besar dan lagi-lagi menggunakan panel kaca pada pijakannya. Letaknya di titik tertinggi Shinlin Gorge, perbukitan di distrik Pinggu, sekitar 100 km dari Pusat Kota Beijing.

Anda wajib mendaki sekitar 1,5 jam sebelum bisa merasakan sensari gardu pandang yang menawan ini. Jangan khawatir, karena gardu ini terbuat dari material titanium yang bisa menampung beban hingga 150 ton dan 2.000 orang. (Sportourism)

Sholat di 'Angkasa' Hong Kong

 Mushola di Sky100 Hong Kong

Melancongyuk - Sky100 yang terletak di lantai 100 Gedung International Commerce Centre (ICC), West Kowloon, Hong Kong, selalu menjadi destinasi yang wajib dikunjungi traveler.

Dari atas sini, kalian bisa memandang negeri berjuluk 'Pearl of the Orient' dari angkasa secara leluasa, dengan area pandang 360 derajat.

Selain menawarkan sensasi menakjubkan itu, Sky100 juga menyediakan fasilitas khusus turis muslim. Di lantai 100 gedung setinggi 393 meter di atas permukaan laut itu, kini telah ada mushola kecil yang bisa digunakan untuk sholat.

" Traveler muslim yang datang ke sini jumlah terus banyak. Kami ingin mereka nyaman, bisa beribadah saat berada di sini," ujar Senior Marketing Officer Sky100, Katherine Wan saat berbicang dengan Dream di Kowloon, Hong Kong, Senin kemarin.

Dari segi ukuran, mushola yang dibuat sejak setahun itu tidak terlalu besar. Hanya ada lima sejadah yang tergelar di sana. Pengunjung masih bisa melakukan sholat berjamaah.

Sky100 di lantai 100 Gedung International Commerce Centre (www.sky100.com.hk)

Mushola mini yang lantainya sudah dilapisi karpet tebal itu boleh dibilang cukup bersih serta nyaman.

Namun, tak ada tempat wudhu yang khusus disediakan di mushola itu. Kalian harus pergi ke toilet yang jaraknya tak terlalu jauh, untuk mengambil air wudhu.

Tentu depannya, Sky100 berencana menambah fasilitas tempat wudhu, agar lebih memudahkan lagi turis muslim.

International Commerce Centre (ICC) berada di West Kowloon ini selesai dibangun pada 2011 lalu dan menjadi gedung tertinggi di Hong Kong, serta tertinggi ke-4 di dunia.

Lantai 1-4 diisi oleh shopping mall, lantai 5-99 diisi dengan pusat perkantoran. Lantai 101-102 adalah restoran, serta lantai 103-118 adalah Hotel Ritz Carlton. (Dream)

Menelusuri Masjid Nabawi


Melancongyuk - Sebagaimana banyak dijelaskan, Masjid Nabawi merupakan salah satu masjid yang sangat mulia. Rasulullah bersabda, ''Janganlah kalian berkunjung kecuali pada tiga masjid, yakni Masjid al-Haram (Makkah), Masjidku ini (Nabawi di Madinah), dan Masjid al-Aqsha (Palestina).''

Bahkan, Rasulullah juga bersabda, beribadah di Masjid Nabawi pahalanya akan dilipatgandakan hingga 1000 kali. Karena itu, tak heran, sebagian besar umat Islam yang pernah berkunjung ke Madinah, senantiasa menyempatkan diri untuk beribadah di Masjid ini. Bahkan, pada musim haji, jutaan umat Islam dari seluruh dunia, berusaha melaksanakan shalat sebanyak 40 kali (arbain) di Masjid ini selama delapan hari, untuk memperoleh keberkahannya.

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun Nabi Muhammad SAW di Madinah, setelah masjid pertama Quba, sekitar dua mil dari Madinah. Masjid Quba dibangun ketika Nabi SAW menunggu Ali bin Abi Thalib yang hijrah belakangan.

Dalam Masjid Nabawi terdapat sejumlah lokasi yang sangat bersejarah dalam Islam. Mulai dari tempat tinggal (rumah) Rasulullah, rumah Abu Bakar, Umar, dan sahabat lainnya, hingga makam Rasulullah SAW.

Beberapa ahli sejarah melukiskan ruangan dalam Masjid Nabawi. Diantaranya —sebagaimana dikutip Imtiaz Ahmad dalam bukunya Historical Site of Madinah Munawarrah (Tempat-tempat Bersejarah di Madinah)— adalah Syekh Dehlawi (958-1052 H). Secara lengkap Syekh Dehlawi menggambarkan berbagai tempat dalam Masjid Nabawi, yang ditandai dengan nomor-nomornya.

1. Tiang DutaUtusan. Nabi SAW biasa menggunakan tempat ini untuk menemui para utusan yang datang. Dan para sahabat terkemuka duduk di sekitar Rasul selama pertemuan berlangsung.

2. Tiang Pengawal. Tiang ini menjadi tempat berdiri para pengawal Nabi SAW., dan tempat ini dijadikan pintu masuk Rasul ke Masjid Nabawi.

3. Tiang Tempat Tidur. Abdullah bin Umar RA bercerita, ''Nabi SAW menggunakan tempat ini sebagai tempat tidur selama i'tikaf di Masjid.''

4. Tiang Abu Lubabah. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, Rasul SAW bermaksud untuk menghukum bani Quraizhah (salah satu suku Yahudi) atas pengkhianatannya pada Nabi SAW. Abu Lubabah kemudian ditunjuk menjadi penengah. Namun, tanpa sengaja, Abu Lubabah membocorkan rahasia itu kepada suku Yahudi tersebut. Kemudian ia menyadari kekeliruannya dan mengikatkan dirinya di tiang tersebut selama tujuh hari dan baru melepaskan diri setelah Allah menerima taubatnya (QS Al-Anfal [8] : 27-28).

5. Tiang Aisyah. Thabrani menyebutkan, Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, ''Ada tempat yang sangat penting dalam Masjid nabawi. Jika seseorang mengetahuinya, mereka akan mengadakan undian untuk mendapatkan kesempatan agar bisa shalat disana.'' Para sahabat berusaha mencari keterangan tersebut, namun Aisyah RA enggan menceritakannya. Dan ketika itu ada Abdullah bin Zubair RA, keponakannya. Sahabat yakin, Aisyah menceritakan tempat itu pada Abdullah bin Zubair. Ibnu Zubair RA sering shalat di tiang ini.

Rasulullah pernah mengimami shalat dari titk ini selama beberapa hari setelah adanya perubahan kiblat dari Masjid al-Aqsha ke Masjid al-Haram. Dan belakangan, Nabi mengimami shalat dari titk yang sekarang ini dikenal dengan nama Mihrab Nabawi asy-Syarif.

6. Tiang Mukhallaqah. Jabir RA meriwayatkan sebagaimana ditulis dalam Shahih Bukhari, ''Nabi SAW bersandar pada sebatang pohon kurma (yang awalnya terletak pada tiang ini) saat melaksanakan khutbah Jumat. Hingga kemudian kaum Anshar mengusulkan untuk membuat sebuah mimbar untuk Nabi SAW berkhutbah. Setelah mimbar tersebut dibuat, sejumlah sahabat mendengar pohon kurma tersebut menangis, hingga Rasul mendekatinya kemudian memeluknya.''

7. Mihrab Nabawi. Tidak ada mihrab di dalam masjid nabawi selama masa Rasul SAW dan empat khalifah Islam. Pada tahun 91 H, Umar bin Abdul Aziz pertama kali melakukan shalat di sini di dalam sebuah bentuk mihrab.

8. Mihrab Utsmani. Khalifah Usman RA mengimami shalat di tempat ini. Dan sekarang, imam Masjid nabawi juga mengimami shalat di tempat ini. Umar bin Abdul Aziz kemudian membangun sebuah mihrab di lokasi ini.

9. Mihrab Hanafi. Sebelumnya imam shalat dari empat mazhab (Hanafi, Syafii, Hambali, dan Maliki) mengimami shalat di Masjid Nabawi secara terpisah. Dan Imam Hanafi mengimami shalat dari tempat ini. Sekarang, hanya ada satu shalat berjamaah di Masjid Nabawi yang dipimpin oleh imam dari mazhab Hambali. Hal ini berlaku sejak kekuasaan dipegang oleh Pemerintahan Saudi.

10. Mihrab Tahajud. Nabi SAW biasa melakukan shalat tahajud di tempat ini.

11. Mimbar. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA, Nabi bersabda, ''Antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga, dan mimbarku akan berada di telaga Kautsar pada hari Kiamat.''

Berbagai pemerintahan muslim mengirimkan mimbar untuk masjid Nabawi dari waktu ke waktu. Mimbar yang ada sekarang dikirim oleh Sultan Murad ke-3 dari Dinasti Usmani tahun 998 H.

12. Tempat Muazin. Tempat ini berupa balkon segi empat, terletak di sebelah Utara Mimbar Nabawi. Selain untuk azan, tempat ini juga dipergunakan untuk menguatkan suar takbir pada shalat lima waktu.

13. Panggung di sekitar tempat tahajud.

14. Panggung tempat petugas keamanan. Saat memasuki Masjid Nabawi dari Bab Jibril, panggung ini berada di sebelah kanan. Dibangun oleh Sultan Nuruddin Zanki. Panggung ini bukanlah tempat ahli suffah, seperti perkiraan banyak peziarah.

15. Tempat Ahlu Suffah. Suffah berarti tempat beteduh. Sahabat nabi yang tidak memiliki rumah, dulunya bertempat tinggal di sini.

16. Bab Baqi. Pintu ini berhadapan dengan Bab Salam.

17. Bab Jibril. Terletak di bagian Timur, dan disebut juga dengan Bab Nabi, karena Nabi sering masuk melalui pintu ini.

18. Bab Nisa’. Pintu ini di buka oleh Umar Ibn Khaththab RA tahun 12 H. ''Umar berkata, ''Alangkah baiknya kalau pintu ini dikhususkan untuk wanita.''

19. Bir (Sumur) Thallhah. Jika memasuki masjid dari bagian paling kiri dari bab Fahd, sumur ini berlokasi sekitar 15 meter ke dalam masjid dan ditandai dengan tiga lingkaran. Sumur dan taman yang mengelilingi adalah milik Abu Talhah yang menginfakkannya karena mengharap ridla Allah, seteklah turun ayat ke-92 surah Ali Imran [3].

20. Bab Pintu Salam. Umar Ibn Khaththab RA membuka pintu ini yang terletak di tembok Masjid sebalah Barat, ketika dilakukan perbaikan Masjid tahun 12 H.

21. Rumah Abu Bakar RA. Jika seseorang berjalan dari mimbar melalui Bab Siddiq, rumah Abu Bakar terletak setelah tiang ke-5 sejajar degan Bab Siddiq. Nabi SAW pernah bersabda, ''Semua pintu rumah-rumah yang terbuka langsung ke dalam Masjid harus ditutup kecuali pintu Abu Bakar.'' (Republika)

Maladewa Bangun Hotel Bawah Laut dengan Teknologi Paling Mutakhir

Foto: Conrad Hotels & Resorts
Melancongyuk - Conrad Maldives Rangali Island dikabarkan sedang membangun sebuah hotel mewah bertingkat senilai USD 15 juta dolar atau sekitar Rp 207 miliar, yang sebagian bangunannya berada di 16,4 meter di bawah permukaan Samudera Hindia.

Menurut informasi yang dikutip dari laman CNN Travel, Jumat (20/4/2018), properti ini diyakini akan benar-benar menjadi hotel pertama di bawah laut yang sedang dibangun di maladewa, dan akan selesai pada November.

Hotel yang diberi nama “Muraka”, yang dalam bahasa setempat berarti “karang”, akan memberikan pengalaman wisata paling fantastis di muka bumi. Bahkan hotel bawah laut in juga akan dilengkapi dengan gym, bar, kolam renang tanpa batas, butler, dan bak mandi yang menghadap langsung ke laut. Yang paling penting, lantai kamar tidur dibuat sedemikian mungkin sehingga tergambar pemandangan bawah laut yang menakjubkan.

Sensasi Wisata Bahari yang Luar Biasa

Foto: Conrad Hotels & Resorts

Secara anatomi, kamar-kamar ini akan saling terhubung ke bagian atas dengan tangga spiral. Bagian atas juga memiliki area relaksasi berukuran 550 meter persegi yang menghadap langsung ke matahari terbit.

General Manager Conrad Maldives Rangali Island, Stefano Ruzza mengatakan, pihaknya sangat senang bisa menyajikan kamar tidur yang unik bernama Muraka. Pengunjung bisa merasakan sensasi hotel bawah laut yang luar biasa di Maladewa.

“Kami ingin memberikan wisatawan pemandangan bawah laut yang luar biasa dari perspektif yang benar-benar baru,” ungkap Stefano.

Didesain langsung oleh MJ Murphy Ltd, Muraka mampu menampung hingga sembilan tamu di waktu bersamaan. Hotel ini dirancang menggunakan kubah akrilik melengkung yang mampu menyediakan 180 derajat pemandangan bawah laut.

Paling Mutakhir

Foto: Conrad Hotels & Resorts

Meski di beberapa negara tujuan wisata dunia, hotel-hotel bawah laut telah hadir, mulai dari Manta Resort di Pulau Pemba yang punya ruang bawah laut yang menyajikan pemandangan bawah laut Atlantis, The Palm Dubai yang punya kamar dengan jendela pemandangan bawah laut, dan Resort World Sentosa di Singapura yang menawarkan suite dengan pemandangan bawah laut, Muraka di Maladewa dianggap sebagai yang pertama hotel bawah laut dengan teknologi paling maju.

Ahmed Saleem, arsitek kepala dan perancang Hotel Muraka mengatakan, pihaknya ingin menjadi pelopor dalam inovasi yang mewah dalam menciptakan hotel bawah laut.

“Kami bangga untuk tetap berada di garis terdepan dalam desain, teknologi, dan arsitektur dalam menciptakan hotel bawah laut yang sempurna,” ungkap Ahmed.

Jeollanamdo, Destinasi Wisata Baru Ramah Muslim di Korea Selatan

Suncheon Bay. Foto: Benjamin M/flickr
Melancongyuk - Korea Selatan saat ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat Indonesia. Kepopuleran musik K-pop dan drama Korea membuat semakin banyak wisatawan Indonesia yang penasaran dan berkunjung ke sana setiap tahunnya.

Namun, selama ini kebanyakan wisatawan Indonesia hanya berkunjung ke destinasi wisata mainstream yang ada di Korea, misalnya saja seperti Seoul, Busan, dan juga Pulau Jeju. Padahal, Korea Selatan masih banyak memiliki destinasi wisata lainnya yang tak kalah menarik, salah satunya yang berada di Jeollanamdo atau Provinsi Jeolla Selatan.

Provinsi Jeolla Selatan yang berada di barat daya Korea Selatan itu menawarkan beragam pilihan wisata, mulai dari menikmati pegunungan, menelusuri pantai yang indah, hingga kuliner yang lezat. Wisatawan bisa mengunjungi Boseong County, yang merupakan kebun teh yang bisa dinikmati sepanjang tahun.

Ada pula museum teh Korea untuk mengetahui sejarah tentang teh. Selanjutnya, tempat wisata yang tidak boleh dilewatkan adalah Suncheon Bay, yang merupakan tempat tumbuhnya alang-alang terbesar di Korea. Selain itu, wisatawan Indonesia juga bisa menikmati pengalaman bermalam di Hanok, rumah tradisional khas Korea Selatan. Selengkapnya

Wow, Desaru Coast Jadi Waterpark Terbesar di Dunia


Melancongyuk - Desaru Coast akan segera menjadi destinasi wisata terintegrasi pertama untuk kelas premium di Malaysia dan akan mulai beroperasi pada akhir Juni 2018.

Wisata ini terletak di Desaru, Johor Baru, Malaysia, di mana Desaru Coast menempati lahan seluas 1.578 hektare dengan garis pantai sepanjang 17 kilometer menghadap Laut Cina Selatan.

Desaru Coast juga menjadi rumah bagi tiga hotel dan resor internasional yakni The Westin Desaru Coast, Anantara Desaru Coast Resort & Villas dan Hard Rock Hotel Desaru Coast. Penginapan kelas dunia ini siap memanjakan para pengunjung dengan keindahan pantai serta keramahtamahan warga Malaysia.

Sebagai pelengkap liburan, Desaru Coast juga dilengkapi dengan Desaru Coast Riverside, area yang dipenuhi berbagai toko retail, restoran hingga pusat entertainment yang semakin menjadikan Desaru Coast sebagai one stop destination untuk wisatawan. Dibangun oleh Desaru Development Holdings One Sdn. Bhd, Desaru Coast memiliki wahana atraksi yakni Desaru Coast Adventure Waterpark.

Wahana ini menjadi salah satu waterpark terbesar yang ada di dunia. Dilengkapi dengan wavepool terbesar di Asia Tenggara serta 20 wahana bermain lainnya, Desaru Coast Adventure Waterpark dapat menampung hingga 12000 pengunjung sekaligus. Selain itu, untuk memanjakan setiap pengunjung, Desaru Coast juga menghadirkan The Els Club Desaru Coast satu-satunya di Asia Tenggara.

The Els Club Desaru Coast akan menjadi surga bagi pegolf lantaran memiliki dua golf course (27 hole dan 18 hole) yang akan memberikan sensasi bermain golf kelas dunia dengan pemandangan alam yang indah. Sadar akan pentingnya wisata MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions), Desaru Coast menghadirkan Desaru Coast Conference Centre dengan daya tampung 1000 orang.

"Kami harap preview ini dapat menjadi inspirasi bagi para turis maupun business travellers untuk memilih Desaru Coast sebagai destinasi wisata andalan. Kami tidak sabar untuk segera menyambut kehadiran para wisatawan Indonesia di Desaru Coast," kata Desaru Development Holdings One Sdn Bhd, Muhammad Zainal Ashikin saat acara MATTA Sales Mission Visit Indonesia di Hotel Pullman, Jakarta, kemarin. Selengkapnya

Bagi yang Bernyali, Rasakan Sensasi Naik Kereta dengan Kemiringan 52 Derajat


Melancongyuk - Pernah kah Anda merasakan sensasi naik kereta api berpenumpang dan turun dari ketinggian hingga 52 derajat? Jika belum, maka patut mencoba wahana yang ada di Scenic World Blue Mountain, Katoomba, Australia.

Nama wahananya ialah Scenic Railway, yakni sebuah kereta berpenumpang dengan atap dan sisi kanan serta kiri dilapisi kaca. Kereta yang terdiri lebih dari delapan gerbong ini akan membawa Anda meluncur dari ketinggian sudut kemiringan hingga 52 derajat.

Selama meluncur, Anda akan diajak melihat keindahan hutan hujan tropis di Blue Mountain, lalu menyusuri semak-semak belukar dan masuk ke dalam sebuah goa tua bekas galian tambang. Hmmm… Seru bukan? Mau tau cerita lengkapnya?

Scenic Railway merupakan salah satu wahana yang tidak pernah sepi jika berkunjung ke Scenic World, Blue Mountain, Katoomba, Australia. Setelah membayar tiket masuk, Anda harus rela antri beberapa menit sebelum memulai petualangan di Scenic Railway.

Begitu saatnya tiba, petugas akan mempersilahkan Anda masuk ke dalam kereta dan duduk di kursi yang masih terbuat dari kayu, satu baris kursi bisa diisi dua hingga tiga penumpang. Setelah semua kursi terisi maka pintu kaca bakal tertutup, Anda pun akan diminta untuk menggunakan sabuk pengaman.

Tidak berselang lama, kereta bakal meluncur. Tapi, jangan berpikir bahwa kereta akan meluncur secepat jet coaster. Kereta berjalan tidak terlalu cepat, tujuannya agar Anda merasakan betul kemiringan di dalam kereta sembari melihat keindahan hutan hujan tropis di Blue Mountain.

Setelah meluncur, Anda juga bakal melewati semak belukar lalu masuk ke dalam sebuah goa tua bekas galian tambang. Menikmati wahana ini terdapat dua bagian, Anda bisa menikmati meluncur dari atas ke bawah atau naik dari bawah ke atas. Keduanya sama-sama bikin uji nyali.

Salah seorang petugas bercerita bahwa dulunya kereta itu digunakan secara manual dengan bantuan manusia, hanya berbekal tuas pengereman seadanya untuk menuruni bukit. Kereta itu dulunya digunakan untuk membawa hasil tambang dari atas ke bawah atau sebaliknya. Namun, karena area pertambangan itu sudah tidak aktif lagi, kini digunakan sebagai destinasi wisata.

Tapi, saat ini tidak perlu lagi khawatir, karena kereta yang digunakan saat ini tergolong aman. Pengaturan kecepatan dan pengeremannya pun sudah modern.

Usai menikmati Scenic Railway, Anda juga bisa berkeliling di area bekas pertambangan. Lalu, menikmati keindahan Blue Mountain dengan Skyway atau Cableway.

Incheon Jadi Primadona Baru Pariwisata Korea Selatan


Melancongyuk - Korea Selatan saat ini masih menjadi destinasi yang menarik untuk para pelancong dari luar negeri, karena memiliki keunikan budaya dan masyarakatnya. Negeri gingseng ini juga melakukan terobosan menarik dengan menawarkan wisata halal.

Jika sebelumnya para pelancong dari mancanegara hanya datang ke kota-kota besar seperti Seoul dan Busan, namun kali ini Korea Selatan mulai mengeksplor seluruh tempat untuk dijadikan destinasi wisata mancanegara.

Salah satu kota yang mulai dipromosikan Korea Selatan (Korsel) adalah Incheon. Kota pelabuhan ini sebelumnya memang sudah cukup dikenal, karena terdapat Bandara Internasional Incheon. Namun sayangnya para pelancong mancanegara banyak yang mengetahui banyak tempat-tempat menarik di kota tersebut, karena biasanya para pelancong langsung melanjutkan perjalanannya menuju kota Seoul atau kota besar lainnya.

"Jadi kita mendapat kesempatan yang belum banyak menjadi destinasi wisata di Korea Selatan. Pemerintah setempat memang sedang mempromosikan tempat-tempat baru di Incheon Korea Selatan," kata Direktur Cheria Travel, Cheriatna di Incheon.

Menurut dia, banyak destinasi wisata di kota Incheon (jika dibaca dalam bahasa Indonesia Inchon) yang belum diketahui wisatawan. Untuk itu pemerintah setempat memfalisitasi agen-agen travel di seluruh dunia khususnya Indonesia untuk mencoba lokasi wisata di Incheon. "Grup Framtrip ini satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang diundang oleh pemerintah Incheon," katanya.

Untuk mempromosikan kawasan-kawasan baru di Incheon, Cheria Travel menggandeng Bomun Travel yang menjadi mitra dari Pemerintah Kota Incheon. Bomun World Travel Company sendiri saat ini memang sedang mempomosikan tempat-tempat wisata khususnya dengan paket halal travel. Untuk itu mereka bermitra dengan Cheria Travel yang memang konsen dalam halal travel.


"Tempat-tempat wisata ini memang baru. Karena pemerintah Incheon sedang gencar mengembangkan kawasan wisata," kata Deloni Hanis yang merupakan perwakilan Bomun World Travel Company.

Di Incheon sendiri terdapat lokasi wisata yang menarik diantaranya;

1. Shongwol-dong Fairy Tale Village

Hanya berjarak 15-20 menit dari Bandara Internasional Incheon, Korsel para pelancong sudah bisa menyinggahi tempat ini. Tempat ini merupakan sebuah desa yang di design dengan dekorasi seperti ada di negeri dongeng. Awalnya tempat ini adalah sebuah perkampungan asli warga Incheon yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan, sehingga tempat ini banyak disebut sebagai kampung nelayan.

Namun anak-anak muda disana banyak meninggalkan tempat itu untuk mencari pengalaman baru atau merantau. Semakin banyak anak-anak muda merantau, tempat ini menjadi kosong dan tak tersentuh lagi.

Lewat pemerintah kota Incheon, tempat ini didesign ulang agar bisa menarik anak-anak muda keturunan disana untuk pulang sekaligus manarik para wisatawan yang singgah di Incheon.

Sekarang Songwol-dong Fairy Tale Village menjadi salah satu destinasi yang wajib di kunjungi bagi para wisatawan yang tiba di Incheon.

2. Shinpo Global Market

Shinpo Global Market atau biasa disebut dengan Shinpo Internasional Market, merupakan pasar yang menjual barang-barang dari berbagai negara. Sekilas jika kita pertama singgah, pasar ini seperti sebuah pasar tradisional, karena saat masuk anda akan langsung melihat jajanan atau makanan asil dari masyarakat Korsel.

Tidak hanya makanan, di tempat tersebut wisatawan akan menemukan toko-toko pakaian dan kebutuhan rumah tangga seperti peralatan dapur, sayuran, buah, ikan laut, dan daging.

3. Incheon Port Museum

Tempat yang dikenal juga dengan nama Incheon open Port modern Architecture Exhibition Center merupakan tempat bekas lokasi penggerak perekonomian Jepang saat menjajah di Korea. Museum ini banyak menceritakan soal pusat perekonomian, karena lokasi ini berdekatan dengan pelabuhan.

4. Dapdong Catholic Church

Tempat ini merupakan sebuah gereja yang pertama kali berdiri di kota Incheon. Selain bangunannya yang tua, gereja ini merupakan gereja bersejarah yang ada di kota Incheon.

5. Wolmindo Culture Street

Lokasi ini merupakan sebuah kawasan wisata yang terdapat festival budaya khas Kota Incheon. Di tempat ini wisatawan bisa menikmati live music, live street performance dengan panorama yang menghadap langsung ke laut.

6. Wolmi Traditional Park

Tempat ini merupakan taman khas Incheon yang terdapat bunga sakura di sekelilingnya. Lokasi ini digunakan warga lokal dan wisatawan untuk sekadar bermain dan berfoto.

7. Bomunsa Temple

Bomunsa Temple terletak di pulau Seokmodo yang berada di sebelah barat pulau Ganghwado. Menurut cerita kuil ini dibangun oleh Ratu Seondeok selama Era Silla pada 635 Masehi.

Untuk menuju kuil ini kita harus menempuh perjalanan yang menanjak selama kurang lebih 1 jam. Selain itu para wisatawan juga bisa bersantai di beberapa tempat makan atau kafe yang ada di bahwa bukit sebelum menuju kuil. Selengkapnya

Koh Ped, Pulau di Thailand yang Dikuasai Ratusan Monyet Makaka


Melancongyuk - Bagi kamu yang pernah plesir ke Thailand pasti tidak mau melewatkan Pattaya sebagai destinasi utama. Sesampai di Pattaya, sempatkan untuk menyeberang dari Bang Saray ke pulau kecil di sebelah baratnya. Di sana lah terdapat Koh Ped, pulau yang dihuni ratusan monyet makaka.

Monyet makaka (Macaca fascicularis) adalah penghuni asli di pulau itu. Koh Ped berarti pulau bebek, namun anehnya tidak ada bebek di sana, melainkan kawanan monyet makaka ekor panjang yang disebut Ling Samae oleh warga sekitar. Oleh karenanya, penduduk setempat lebih sering menyebutnya Koh Ped sebagai Koh Ling yang berarti pulau monyet.

Makaka ekor panjang memang tersebar luas di negara-negara Asia Tenggara. Sangat mudah beradaptasi, populasi monyet makaka mudah berkembang baik. Monyet ini juga pandai berenang, bahkan suka berburu kepiting untuk dimakan. Di Koh Ped, mamalia ini kerap berenang di bibir pantai dan menyambut turis, bahkan saat kapal mereka baru tiba.

A post shared by Tereza Proch√°zkov√° (@terezawalk) on

Koh Ped sendiri tidak begitu subur. Vegetasi tropis yang tumbuh di sana tidak begitu lebat, sehingga persediaan makanan bagi monyet di pulau seluas 24 hektare itu terbatas. Akibatnya, mereka sangat bergantung pada makanan yang diberikan turis.
Sayangnya, kunjungan turis tak selalu tinggi. Pada bulan-bulan tertentu, seperti Mei hingga September adalah low season bagi arus wisatawan. Di saat itulah kawanan monyet di Koh Ped kekurangan suplai makanan.
Untungnya, angkatan laut Kerajaan Thai atau Royal Thai Navy secara berkala membawa makanan untuk mereka. Mulai dari buah-buahan hingga kacang-kacangan, sangat disukai Ling Samae.

Jika kamu berencana berkunjung ke Koh Ped, jangan lupa membawa ‘bingkisan’ untuk perut kawanan monyet di sana. Boleh pisang atau kacang, namun buah favorit mereka adalah semangka. Jangan takut memberi makan langsung dari tanganmu, karena monyet-monyet itu sangat bersahabat dengan manusia.

Kolam Renang Hotel Tertinggi di Dunia Dibuka untuk Umum


Melancongyuk - Dubai seakan punya obsesi untuk memiliki bangunan yang memecahkan rekor, mulai dari termewah, terbesar, sampai tertinggi. Belum lama ini, ada hotel tertinggi di dunia yang berdiri di sana, yakni Gevora.

Hotel Gevora memiliki tinggi 356 meter. Tak hanya kamar yang berjumlah 528 unit, hotel ini juga memiliki beragam fasilitas nomor wahid, salah satunya ialah kolam renang di atas atap.

Dengan pemandangan seluruh sudut kota Dubai, kolam renang ini juga digadang mendapat predikat sebagai yang tertinggi di dunia. 


Ukuran panjanganya 25 meter untuk kolam dewasa dan empat meter untuk kolam anak. 

Tak hanya tamu hotel, saat ini kolam renang tersebut juga dibuka untuk turis narsis yang sekadar ingin berfoto di atasnya. 

Untuk hari biasa, harga tiket masuknya US$40 (sekitar Rp550 ribu). Sementara untuk hari libur, seharga US$54 (sekitar Rp743). 

"Kami ingin semua orang merasakan sensasi berada di atas hotel tertinggi di dunia ini, meski tak menginap di kamarnya. Jika tak ingin berenang, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan matahari terbenam dari deknya," kata Jairaj Gorsia, Manajer Hotel Gevora, seperti yang dilansir dari Lonely Planet.

Hotel Gevora berada hanya beberapa meter dari JW Marriott Marquiss, tepatnya di kawasan 101 Sheikh Zayed.

Ruangannya bertema Art Deco dengan lapisan serba emas, khas gaya ruangan bangunan mewah di Dubai.

Harga sewa kamar di hotel tertinggi di dunia ini dibanderol mulai dari US$163 (sekitar Rp2,2 juta) per malam. 

Tarifnya terbilang lebih murah ketimbang harga hotel di sekitarnya, yang rata-rata mematok harga mulai dari US$243 (sekitar Rp3,2) per malam.

Satu hal yang harus diperhatikan untuk pengunjung adalah hotel ini tidak menyediakan alkohol.