Tampilkan postingan dengan label Wisata Bahari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Bahari. Tampilkan semua postingan

Menyelam di Laut Jepara, Menikmati Indahnya Terumbu Karang


Melancongyuk - Di Laut Jepara, Jawa Tengah ada terumbu karang yang kini mulai banyak wisatawan yang menikmati keindahannya. Terumbu karang ini adalah hasil upaya nelayan melakukan tranplantasi atau penyambungan terumbu di perairan setempat.

"Kami memang masih merintis destinasi wisata baru yang lokasinya berada kawasan Pulau Panjang Jepara, setelah transplantasi terumbu karang mulai mendatangkan berbagai jenis ikan," kata Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Jogoloyo Jepara Mustain di Jepara, beberapa waktu lalu.

Ia berharap, lewat mereka destinasi wisata baru tersebut akan ikut dipromosikan ke sesama teman komunitas.

Jenis ikan yang mulai muncul di antara terumbu karang tersebut, kata dia, cukup banyak, di antaranya ada ikan badut, kete-kete, serta berbagai jenis ikan hias.

Untuk keperluan snorkeling, katanya, sudah disediakan peralatannya, termasuk pemandunya dari kalangan nelayan sendiri.

Pemandu wisata snorkeling sudah mengantongi setifikat, sehingga keahliannya tidak diragukan lagi dalam melakukan snorkeling.

Untuk kedalaman air yang menjadi objek wisata bawah laut, kata dia, berkisar 2,5 meter hingga lima meter. Selain menyediakan wisata bawah laut, katanya, wisatawan juga bisa memancing ikan karena disediakan peralatan memancing. Wisatawan yang berkunjung, juga ikut diedukasi terkait pentingnya menjaga terumbu karang.(Antara)

Mengintip Surga dan Tugu 0 Kilometer di Bawah Laut Ujung Barat Indonesia

Foto di Tugu 0 Kilometer Indonesia juga bisaa | Foto: Serambinews.com/M Anshar

Melancongyuk - Ada satu taman laut di ujung barat Indonesia yang pesonanya tak kalah indah dan kaya dengan laut-laut timur Indonesia. Di Pulau Rubiah tepatnya, satu pulau yang merupakan bagian dari wilayah Kota Sabang, Aceh dan berada di sebelah barat-laut Pulau Weh.

Seperti laut-laut indah lainnya, taman laut di Pulau Rubiah ini juga merupakan surga bagi biota laut yang sangat beragam. Tak heran bila tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap akhir pekan untuk melihat keindahan dan merasakan keseruan menyelam di Taman Laut Pulau Rubiah.

Air tenang dan warnanya yang biru jernih tak henti menggoda para wisatawan. Lokasi taman lautnya yang terletak di antara Pulau Rubiah dan Pantai Iboih membuat jarang sekali muncul ombak kencang di titik lokasi selamnya. Tentu saja ini membuat penyelam akan lebih aman dan nyaman saat bertemu dengan penduduk bawah laut taman ini.

Di Taman Laut Rubiah pengunjung akan diberikan dua jenis keindahan bawah laut, yaitu yang alami dan buatan.

Keindahan bawah laut alami menjadi tempat tinggal bagi ikan-ikan hias berwarna-warni yang kalau diberi roti, ikan-ikan tersebut akan langsung menyambarnya. Salah satu ikan yang dapat dijumpai di sini adalah ikan badut atau clownfish.

Nemo-nemo di Laut Rubiah | Foto: Daily Voyagers

Jenis ikan lainnya juga ada, seperti ikan Bendera, ikan Kepe-kepe, ikan Botana Biru, ikan Sersan, ikan Kerapu, dan berbagai macam ikan lainnya. Bintang laut, bunga lili laut, cumi-cumi, dan berbagai macam terumbu karang juga dapat ditemui di taman laut ini.

Selain itu, di Taman Laut Rubiah juga ada daerah yang cukup luas dengan dasarnya hanya pasir putih. Inilah keindahan bawah laut buatan yang ada di taman laut ini.
Untuk mempercantik lokasi yang kosong tersebut, telah diletakkan beberapa benda seperti ayunan, meja dan kursi, bangkai mobil dan bangkai motor yang bisa mempercantik foto bawah laut para penyelam.

Tak hanya itu, miniatur Tugu 0 Kilometer pun ada di bawah laut Rubiah dengan kedalaman 12 meter.

Sedikit Kisah Tentang Rubiah

Selain Taman Laut Rubiah yang indah ini, ternyata nama Rubiah di sini juga menyimpan kisah sejarah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Rubiah sendiri berarti wanita yang saleh, istri ulama, atau wanita yang menjadi guru mengaji. Jika memutar waktu ke belakang, memang arti-arti tersebut ada benarnya.

Main ayunan di bawah laut? Bisa! | Foto: Daily Voyagers

Menilik cerita masa lalu, Siti Rubiah merupakan seorang istri dari Tengku Ibrahim yang memiliki gelar Tengku Iboih. Tengku Ibrahim ini adalah seorang ulama dan guru mengaji sehingga arti Rubiah yang merupakan istri ulama dan guru mengaji adalah benar adanya.
Siti Rubiah juga merupakan seorang wanita yang taat. Kala Tengku Ibrahim harus menetap selama beberapa waktu di Pulau We untuk berdakwa, beliau pun menyusul suaminya ke sana. Namun karena ada sedikit perselisihan, Siti Rubiah harus berpisah dengan Tengku Ibrahim.

Tengku Ibrahim tinggal di Iboih dan Siti Rubiah tinggal di pulau di seberang pantai Iboih. Kepindahan inilah yang kemudian membuat pulau tersebut diberi nama Pulau Rubiah.

Komaneka Keramas Beach Resort, Pesona Alami Berbalut Kemewahan


Melancongyuk - Desa Keramas, Blahbatuh,Gianyar, tak hanya jadi kawasan tempat art shop, namun juga punya panorama yang indah. Salah satunya adalah keindahan pesisir pantainya yang dipadukan dengan suasana pedesaan yang masih asri. Jadi, tidak salah di kawasan ini terdapat banyak sekali akomodasi wisata, di antaranya adalah Komaneka Keramas Beach Resort.

Komaneka Keramas Beach Resort merupakan akomodasi wisata bintang lima yang tentu saja memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Bahkan, wisatawan akan diperkenalkan dengan pola kehidupan masyarakat pedesaan yang masih alami.

General Manager Komaneka Keramas Beach Resort, Kariyana, mengatakan, Komaneka Keramas Beach Resort tidak saja berfungsi sebagai tempat menginap bagi wisatawan yang datang ke Bali. Namun, dengan beragam fasilitas yang disediakan, Komaneka Keramas Beach Resort sudah menjadi destinasi berlibur bagi wisatawan.

Komaneka Keramas Beach Resort ini adalah resort butik mewah yang berlokasi di tepi Pantai Keramas dengan luas mencapai 4 hektare. Dari resort pantai ini, wisatawan bisa menyaksikan pemandangan alam, mulai dari hamparan samudra Hindia dengan pulau tetangga, Nusa Penida, plus persawahan yang luas dan Gunung Agung di kejauhan.

Selain itu, Komaneka juga dirancang gaya kontemporer yang terinspirasi arsitektur Bali, menggunakan material alami seperti kayu, bata merah dan bambu, sehingga setiap ruangan memiliki keindahan alam Bali yang nyata.

Beragam jenis fasilitas yang bisa dinikmati wisatawan, mulai dari fasilitas penginapan yang nyaman, di mana setiap villa di Komaneka Keramas Beach Resort dilengkapi kolam renang pribadi, sehingga tamu bisa menghabiskan waktu liburan dengan tenang.

Di samping itu, juga memiliki beragam aktivitas yang mampu memanjakan para tamunya, seperti fasilitas Spa yang dilakukan oleh terapis berpengalaman yang menggunakan produk Spa lokal. “Produk Spa yang kami gunakan adalah produk yang dihasilkan oleh para pengrajin produk Spa lokal yang menggunakan beragam jenis rempah-rempah dan bahan baku lokal lainnya,” ungkapnya.

Beragam aktivitas olahraga, juga bisa dilakukan di pusat kebugaran Komaneka Keramas Beach Resort. Salah satu fasilitas kebugaran yang paling diminati wisatawan asing adalah Yoga.

Yoga di Komaneka Keramas Beach Resort dipandu oleh seorang instruktur Yoga berpengalaman. “Yoga menjadi salah satu aktivitas yang diminati, bisa dibilang setiap tamu yang datang ke selalu tertarik untuk melakukan aktivitas ini setiap pagi, sehingga kami memiliki jadwal latihan setiap hari,” ungkapnya.

Didukung Restoran Menu Organik

Selain menawarkan hunian mewah yang nyaman, Komaneka Keramas Beach Resort juga memiliki restoran mewah, Restoran Timur Kitchen.

Selain menyajikan beragam jenis menu makanan, Restoran Timur Kitchen juga menyajikan menu makanan organik.

Kariyana mengatakan, Restoran Timur Kitchen merupakan restoran pendukung dari resort mewah ini. “Di restoran ini, kami berusaha untuk memberikan pengalamam kuliner yasng menyenangkan bagi para tamu, sehingga mereka akan disuguhkan menu makan yang spektakuler,” jelasnya.

Meskipun standar menu makanan yang disajikan adalah standar internasional, namun untuk bahan makanan yang digunakan, lanjut Kariyana, bahan makanan lokal yang disiapkan dengan baik. Bahkan, sebagian besar dari bahan makanan yang digunakan dihasilkan dari sawah milik sendiri dan kebun organik milik resort.

Dikatakannya, selain wisatawan domestik, wisatawan asal Australia yang mendominasi menginap karena mencari lokasi wisata yang mempunyai pantai dengan ombak yang bagus untuk surfing. “Untuk memperkenalkan potensi atau produk wisata, kami memanfaatkan media sosial. Selain itu bekerjasama dengan travel agent serta berpromosi ke luar negeri di berbagai travel fair,” tambahnya.

Serunya Liburan Sambil jadi Detektif dan Pelaut Cilik di S.E.A Aquarium


Melancongyuk - Liburan ke mana Lebaran dan kenaikan kelas? Sebagai orangtua, Anda sudah harus memikirkan destinasi liburan yang mengajak anak bersenang-senang, mendapatkan pengalaman yang tak akan terlupakan, dan edukasi baru.

Mengambil momen liburan Lebaran dan kenaikan kelas, South East Asia Aquarium (S.E.A Aquarium) di Resort World Sentosa, salah satu akuarium terbesar di dunia meluncurkan Ocean Fest! mulai 25 Mei sampai 24 Juni 2018.

Selain bisa mengagumi 100.000 hewan laut dari 10.000 spesies, si kecil bisa belajar menjadi detektif untuk melawan kejahatan terhadap kehidupan laut, seperti polusi, dan limbah plastik. Pada akhir petualangan di rumah terbesar untuk 50 ragam habitat serta 80 spesies yang hampir punah ini, para investigator kecil akan mendapat semua jawaban dari kasus yang dipecahkan.

Instalasi Menggugah Pikiran

Anda akan terpukau dengan berbagai instalasi seni yang menggugah pikiran dengan judul Life in Plastic. Yang didesain agar pengunjung merasakan bagaimana hewan laut sering dikepung oleh sampah laut.

Salah satu instalasi yang dipasang di pintu masuk adalah ikan hiu colorful yang ternyata dibuat dari sisa karet sneakers. Atau instalasi pembedahan perut hiu yang dipenuhi sampah plastik, dari botol, jala, dan lainnya.


Si kecil juga bisa melihat sampah plastik dari perut hewan lewat microbead mini di Ocean Lab. Zona interaktif ini mengajarkan anak-anak untuk mempelajari berbagai bukti dan mengidentifikasi tindak kejahatan dengan tindakan sederhana. Salah satunya seperti menolak penggunaan sedotan plastik.

Sepanjang tur, Anda diajak menikmati perjalanan bawah laut yang indah. Salah satu primadonanya adalah Open Ocean Habit yang menyediakan satu jendela untuk melihat laut terbesar di planet bumi. Dengan panel menjulang dari lantai hingga ke langit-langit dengan panjang 36 m dan tinggi 8,3 m.

Primadona S.E.A Aquarium

Salah satu panel terfavorit kami adalah Sea Jellies atau galeri ubur-ubur laut yang dikemas dengan teknik pencahayaan khusus. Ada enam spesies ubur-ubur yang berhasil dikembangbiakkan , termasuk ubur-ubur bulan dan white spotted jelly. Mereka menjadi jenis ubur-ubur terpopuler dan tempat instagramable bagi para penggemar fotografi.

Selain itu ada juga Shipwreck Habitat yang mensimulasikan bagaimana bangkai kapal menjadi habitat laut. Atau Shark Seas yang menjadi rumah bagi 100 hiu dari 12 spesies.

Sementara itu Coral Garden, habitat berbentuk silinder ini memamerkan terumbu karang warna-warni dengan 5.000 ikan dari 110 spesies.

Tidur di dalam Laut


Kami juga berkesempatan melihat Ocean Suite, kamar mewah yang berlokasi di dalam akuarium. Terdiri dari 11 suite eksklusif yang didesain seperti townhouse dua lantai mewah.

Saat kami melongok Ocean Suite, awalnya memang terlihat menegangkan. Karena jendela besar sudah terpampang di depan kasur.

Namun, beberapa hewan laut seperti ikan pari cukup ramah menyambut kami dengan berseliweran dan seolah memberi senyuman. Karena ikan pari dikenal memiliki wajah seperti manusia. Jadi, sudah siap liburan di S.E.A Aquarium?

Terdapat promo khusus untuk pengunjung dari Indonesia. S.E.A Aquarium dan Maritime Experimental Museum bundel seharga 41 Dolar Singapura.

Maritime Experimental Museum menyajikan sejarah petualangan Maritime Silk Route. Salah satu yang terfavorit adalah menikmati pengalaman multi-sensoris di Typhoon Theater yang mensimulaskan tenggelamnya kapal dalam badai berbahaya.

Keindahan Danau Kembar di Buleleng yang Instagramable


Melancongyuk - Jika hendak melangkah ke Bali Utara cobalah untuk melewati jalan raya Wanagiri atau belok kiri dari arah Denpasar setelah sampai di Wanagiri Rest Area. Sepanjang jalan ini kalian akan menemukan sekitar delapan tempat swafoto dengan berbagai spot yang akan menambah keindahan foto kalian.

Namun jika kalian ingin mendapatkan background dua danau sekaligus indahnya jajaran perbukitan kalian hanya lurus hingga sampai di Bali Twin Lake trakking Point. Keindahan Danau Buyan dan Danau Tamblingan akan memanjakan mata setelah lelah dalam perjalanan. Selain dijadikan tempat swafoto, disekitar lokasi juga berjajar warung dan minizoo yang memamerkan beberapa binatang saat siang menjelang.

Moment terbaik untuk berfoto disini adalah ketika pagi menjelang sebab jika beruntung (biasanya pagi berkabut atau mendung-red) indahnya sunrice yang muncul dari belakang perbukitan akan menambah dramatis foto kalian.

Tidak heran pula jika lokasi ini cukup sering dijadikan sebagai tempat foto prawedding. Tidak ada pungutan jika kalian melakukan sesi foto ditempat ini namun perlu digaris bawahi jika kalian berfoto ditempat ini haruslah mengutamakan keselamatan karena disekitar tempat ini hanya di batasi oleh pagar bambu itu pun tidak secara menyeluruh.

Made Wijaya, salah satu pengunjung yang sempat ditemui mengaku jika dirinya memang sering menjadikan tempat ini sebagai tempat pesinggahan kala dirinya hendak bertugas ke Singaraja. “Kebetulan saya seorang photographer ini adalah lokasi yang sempurna,”paparnya.

Keindahan Twin lake itu juga mendapat pujian dari wisatawan asal Jakarta, bahkan dia mengaku kunjungannya itu adalah yang pertama. “Saya penasaran karena hanya melihat dari website, namun sekarang saya buktikan jika ini lebih bagus daripada foto yang ada,”papar Maya perempuan asli Jakarta. (Kumparan)

Pantai Gunung Payung, Destinasi Andalan Baru di Bali Selatan


Melancongyuk - Jika sedang berada di Bali dan ingin merasakan keindahan pantai selain Pantai Kuta atau Tegal Wangi, coba arahkan langkah menuju Pantai Gunung Payung  di Desa Kutuh, Kuta Selatan.

Lokasinya tak langsung berhadapan dengan pantai melainkan harus menuruni anak tangga yang berkelok, Di sinilah letak ujian sebelum bertemu dengan indahnya tebing yang secara langsung menghadap Samudra Hindia.

Di sini kalian juga bisa berenang atau melakukan aktifitas lainnya seperti photography bahkan hingga camping pun bisa dilakukan di pantai ini.

Ingatlah untuk berbekal air karena perlu tenaga ekstra bagi kalian yang tidak biasa melakukan perjalanan jauh, di sepanjang perjalanan juga tersedia tempat peristirahatan.

Jika weekend atau hari libur pantai ini biasanya dipadati oleh wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara. Sepajang jalan menuju pantai haruslah berhati-hati mengingat kawanan monyet senantiasa akan menghampiri kalian jika ketahuan lengah.

Toilet sudah tersedia, begitupun dengan tempat sampah, jadi tidak ada alasan untuk kalian melakukan tindakan negative seperti membuang sampah sembarangan.

Disarankan jika hendak mengunjungi lokasi ini untuk datang pagi hari atau sore menjelang karena jika saat siang hari pantai ini akan berubah menjadi panas. (Kumparan)

Kampung Akuarium Hadirkan Wisata Bahari ala Batavia


Melancongyuk - Setelah mengalami rentetan kisah kelam, Kampung Akuarium yang terletak di Penjaringan, Jakarta Utara , kini mulai berbenah. Kampung ini akan dikembalikan fungsinya sebagai cagar alam seperti semula saat Jakarta masih memiliki nama Batavia.

Lokasi yang sempat dijadikan pusat penelitian ikan pada tahun 1919 ini merupakan kawasan yang dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa yang saat itu merupakakan lokasi peleburan ekonomi dan budaya.

Menurut warga, pusat penelitian tersebut berbentuk kaca yang berukuran sangat besar dan menmpung ikan beragam jenis dengan jumlah yang banyak. Bahkan berdiri patung kuda dimana banyak anak-anak bermain di area tersebut. Sayangnya, 1960, kawasan penelitian ditutup. Setelahnya kawasan tersebut beralih fungsi sebagai asrama polisi.

Seiring perubahan zaman, Kampung Akuarium semakin kumuh dan tidak terawat. Akibatnya banyak warga yang terserang penyakit. Saat masa jabatan Ahok sebagai Gubernur DKI, warga kawasan Kampung Akuarium direlokasi ke rumah susun. Sayangnya, sebagian warga yang masih bergantung hidup di Kampung Akuarium masih bertahan meski kawasan tersebut hapir rata dengan tanah.

Usai masa jabatan Ahok berakhir dan berganti kepemimpinan Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno, Kampung Akuarium direvitalisasi menjadi sebuah kawasan bahari yang menunjang nilai pariwisata sekaligus mendorong kegiatan ekonomi kreatif masyarakat Kampung Akuarium.

"Iya kita mau wisata bahari, ada perumahan. Ada commercial areanya juga. Ada usaha kecil menengah, usaha kecil berbasis kemaritiman, dan perikanan," kata Sandiaga.

Sandi mengatakan, dalam proses Revitalisai Kampung Akuarium ini ia berharap agar masyarakat berpartisipasi secara kolaboratif. Hal ini guna membangun kembali nilai-nilai ekosistem budaya, ekosiatem pendidikan dan ekonomi.

"Mereka dilibatkan dalam pentaan tersebut, sehingga partisipasi masyarakatnya sangat tinggi. Itu pendekatan baru kita. Ada beberapa RW di yang akan pelan-pelan kita lakukan pendekatan terkait kearifan lokal," ujar Sandi.

Gubernur Anies Basweda mengatakan bahwa saat ini proses revitalisasi sudah berjalan. Pembuatan Shelter (hunian sementara) saat ini perlahan sudah mulai dibangun. Pengadaan shelter itu nantinya akan ditempati sementara oleh lebih kurang 180 Kepala Keluarga. Saat ini pihak Jakarta Propertindo akan menyelesaikan proyek tersebut sesuai instruksi Pemprov DKI.

"JakPro yang bergerak di bidang konstruksi, harus segera menyelesaikannya shelternya. Sehingga teman-teman di Akuarium punya tempat tinggal nanti. Apalagi ini masuk cuaca ekstrem. Mereka harus diberikan shelter sehingga hidup lebih layak," kata Anies Baswedan. (Sportourism)

Uniknya Pantai Dlodo Tulungagung, Punya Gurun Pasir dan Pasir 2 Warna


Melancongyuk - Mendengar nama Pantai Dlodo mungkin bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, masih merasa asing, sebab memang destinasi wisata ini kalah populer ketimbang Pantai Sioro. Namun, bukan berarti Pantai Dlodo di Jawa timur tidak memiliki keistimewaan.

Pantai Dlodo yang berada di Desa Dlodo, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, memiliki daya tarik yang tidak pernah para wisatawan duga sebelumnya, apalagi mereka yang belum pernah menginjakkan kaki di atas pasirnya. Bagaimana tidak, Pantai Dlodo jadi salah satu pantai yang memiliki dua warna pasir sekaligus, yaitu hitam dan putih, yang dibelah oleh sungai.

Keistimewaan lainnya, Pantai Dlodo memiliki garis pantai yang juga salah satu terpanjang, yaitu dua kilometer dan memiliki ombak dahsyat mencapai tujuh meter. Bahkan, saat fenomena supermoon berlangsung ombak di Pantai Dlodo bisa mencapai 10 hingga 12 meter.


Selain tinggi, ombak di Pantai Dlodo juga termasuk ombak yang cukup lama pecahnya, bahkan memiliki tiga tingkat, sehingga tidaklah heran jika banyak peselancar yang melakukan hobi berselancarnya di pantai ini.

Panjangnya garis pantai yang dimiliki oleh Pantai Dlodo membuat pantai yang berada di Tulungagung tersebut mirip dengan gurun pasir Parangkusumo di Yogyakarta. Sehingga, bagi keluarga yang membawa anak-anak, bisa mengajak bermain pasir sepuasnya.

Saat berada di Pantai Dlodo dan menikmati gurun pasirnya, Anda dan keluarga bisa bermain seluncuran alami menggunakan pelepah daun kelapa. Meskipun matahari terik dan cuaca panas, tapi langit cerah dan riangnya tawa anak-anak saat bermain seluncuran tidak dapat dibeli dengan.


Di pantai lainnya Anda hanya bisa menemukan pemandangan pantai dan langit, berbeda dengan Pantai Dlodo. Pasalnya, selain memiliki dua warna pasir sekaligus dan ombak yang besar, Pantai Dlodo memiliki pemandangan lainnya, yaitu rawa-rawa yang mampu menyejukan mata.

Air rawa-rawa yang ada di kawasan Pantai Dlodo memiliki air yang jernih. Alamnya yang ditumbuhi rimbun pepohonan juga dapat dijadikan lokasi yang tepat untuk menyegarkan pikiran.

Nikmati Keunikan Wisata Budget Pulau Tidung


Melancongyuk - Pulau Tidung, satu dari kebanyakan pulau di Kepulauan Seribu memiliki daya tarik tersendiri bagi penikmat wisata bahari. Pulau Tidung terdiri dari dua pulau, Pulau Tidung Kecil dan Pulau Tidung Besar.

Penghuni Pulau Tidung pertama kali berada di Pulau Tidung Kecil, namun setelah bertambahnya penduduk beberapa pindah ke Pulau Tidung Besar. Pulau Tidung Kecil dan Pulau Tidung Besar dihubungkan oleh jembatan merah bernama Jembatan Cinta.

Masyarakat Pulau tidung cukup unik sebagian penduduknya melakukan mobilitas dengan menggunakan sepeda. Bahkan di Pulau Tidung tersedia parkir khusus bagi pengendara sepeda.

Selain sepeda, masyarakat juga menggunakan becak sebagai alat transportasi. Tidak padatnya kendaraan berbahan bakar bensin, membuat Pulau Tidung memiliki kualitas udara yang baik.

Jika Anda ingin berlibur dan menikmati suasana pantai, pulau Tidung bisa menjadi salah satu pilihan Anda. Hanya butuh satu jam dari Pantai Marina Ancol Jakarta menuju Pulau Tidung dengan menggunakan speed boat.

Dermaga Pulau Tidung

Pengelola wisata memberikan fasilitas penyewaan sepeda dengan kisaran haraga Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per hari. Untuk berkeliling pulau dengan menggunakan becak, anda hanya dikenakan biaya Rp 100 ribu.

"Kalau mau keliling-keliling pulau Tidung Rp 100 ribu. Sama aja bule atau orang sini," kata Benny seorang pengemudi Bentor di Pulau Tidung, Rabu, 9 Mei 2018.

Untuk home stay, cukup terjangkau yakni berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu. Sayangnya untuk biaya makan di Pulau Tidung masih cukup mahal. Hal ini karena bahan pasokan bahan makan mentah masih harus dipasok dari Jakarta. "Kalau makan agak mahal disini, karena pasokannya dibawa dari Jakarta pakai kapal," kata seorang pengelola home stay.

Saat ini sendiri Pulau Tidung mulai melakukan perubahan demi menarik jumlah wisatawan, baik mancanegara maupun turis lokal. Beberapa hal yang diperbaiki adalah masalah pengolahan sampah plastik. Saat ini, pengolahan sampah mulai di fokuskan demi memperbaiki ekosistem yang ada.

Wujud ini terlihat dari banyaknya papan himbauan yang menuliskan pelarangan membuang sampah. Namun proses pengolahan sampah ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh waktu dan tenaga dalam memperbaiki hal tersebut.

Wisata Pulau Tidung ini banyak dinikmati oleh kebanyakan wisatawan lokal pada saat weekend. Menurut Abdul Rahman seorang pengelola hotel, disaat hari libur lonjakan wisatawan hingga 70 persen. "Tingkat hunian home stay di pulau tidung, untuk week end sekitar 70% dan untuk week day 10 persen," kata Abdul Rahman.

Meski dalam waktu dekat Pemerintah berencana mendatangkan investor untuk mengelola Pulau tidung sebagai lokasi wisata, Abdul Rahman yakin bahwa itu tidak akan mengganggu mata pencarian pribumi yang mengelola home stay.

"Jika ada investor yang mau masuk ke pulau seribu sebailnya diarahkan ke pulau wisata. Hal ini tidak akan mengganggu home stay di pulau pemukiman, karena pangsa pasarnya berbeda," ujarnya.

Palau seribu terdiri dari 110 pulau. 11 pulau pemukiman, 45 pulau utk resort/wisata, 4 pulau heritage dan 1 pulau untuk base camp pengeboran minyak, pulau zona inti TNL Kepulauan Seribu dan pulau dengan kawasan hijau.

Dari 45 pulau wisata, sudah pernah terbangun 10 resort, namun yang sekarang masih berjalan hanya 5 resort saja. Mulai tahun 2010 para pengembang pribumi mengembangkan pulau pemukiman (pulau tidung, pulau pramuka, harapan, pari, kelapa, untung jawa, yang saat ini banyak dikunjungi turis lokal. (Sportourism)

Flores Timur, Surganya Pencari Virgin Beach


Melancongyuk - Nama Flores semakin naik daun sejak beberapa tahun belakangan. Keindahan pantai dan lautannya tak perlu diragukan lagi.

Sayangnya sebagian besar traveler lebih banyak mengeksplor bagian barat pulau Flores. Padahal pantai-pantai di Flores bagian timur juga tak kalah cantik. Malahan pantainya sepi jadi serasa pantai pribadi.

Bagian barat pulau Flores memang lebih ramai dikunjungi seperti Labuan Bajo yang sering dijadikan starting point menuju ke pulau Komodo. Padahal bagian timur pulau Flores juga sama menariknya.

Untuk menjelajah bagian timur pulau Flores saya putuskan naik pesawat tujuan Maumere, sebuah kota di kabupaten Ende. Pesawat yang saya naiki sempat transit di Denpasar, Bali sebelum melanjutkan terbang ke bandara Frans Seda di Maumere.

Dari Maumere, perjalanan dilanjutkan dengan naik mobil selama 4 jam menuju kota Larantuka. Kota yang berada di kabupaten Flores timur ini terkenal sebagai destinasi wisata religi kristiani dan ramai dengan wisatawan saat perayaan paskah maupun kenaikan Isa Al Masih. Perjalanan ke Larantuka sangat lancar karena jalanan sangat terawat dan mulus.


Ternyata Larantuka tak hanya menarik dikunjungi berkat tradisi Santa Semana, dimana warga mengarak patung keliling kota dan melintasi lautan menggunakan perahu. Kota yang bernuansa kota Portugis di masa lampau ini juga memiliki banyak pantai cantik.

Serunya, pantai-pantai di sekitar Larantuka sangat sepi. Selama 9 hari menjelajah Flores bagian timur, saya hanya melihat beberapa warga setempat berada di sekitar pantai. Itupun karena ada kegiatan kerja bakti. Diluar itu suasana pantai sangat tenang, cocok untuk relaksasi. Bonus lagi, pantai-pantai di Flores timur sangat bersih.

Salah satu pantai yang membuat saya terkesan adalah pantai Waimana yang berada persis di pinggir desa Waimana, kecamatan Ile Mandiri. Air laut disini sangat bersih dan jernih. Di beberapa bagian pantai hutan bakau tumbuh subur. Memberi kesan teduh dan asri di sekitar pantai.


Menghabiskan waktu di pantai Waimana terasa sangat menyenangkan. Bermain air terasa seru karena pantainya bersih. Nongkrong juga asyik karena suasananya tenang. Mengamati kegiatan warga desa pun asyik.

Beberapa orang tampak jogging di pinggir pantai saat sore hari. Anak- anak pun senang bermain di sekitar pantai. Kalau anda suka mencari pantai indah nan sepi dari turis, cobalah mengunjungi Flores bagian timur. Dijamin takjub! (Okezone)

Maladewa Bangun Hotel Bawah Laut dengan Teknologi Paling Mutakhir

Foto: Conrad Hotels & Resorts
Melancongyuk - Conrad Maldives Rangali Island dikabarkan sedang membangun sebuah hotel mewah bertingkat senilai USD 15 juta dolar atau sekitar Rp 207 miliar, yang sebagian bangunannya berada di 16,4 meter di bawah permukaan Samudera Hindia.

Menurut informasi yang dikutip dari laman CNN Travel, Jumat (20/4/2018), properti ini diyakini akan benar-benar menjadi hotel pertama di bawah laut yang sedang dibangun di maladewa, dan akan selesai pada November.

Hotel yang diberi nama “Muraka”, yang dalam bahasa setempat berarti “karang”, akan memberikan pengalaman wisata paling fantastis di muka bumi. Bahkan hotel bawah laut in juga akan dilengkapi dengan gym, bar, kolam renang tanpa batas, butler, dan bak mandi yang menghadap langsung ke laut. Yang paling penting, lantai kamar tidur dibuat sedemikian mungkin sehingga tergambar pemandangan bawah laut yang menakjubkan.

Sensasi Wisata Bahari yang Luar Biasa

Foto: Conrad Hotels & Resorts

Secara anatomi, kamar-kamar ini akan saling terhubung ke bagian atas dengan tangga spiral. Bagian atas juga memiliki area relaksasi berukuran 550 meter persegi yang menghadap langsung ke matahari terbit.

General Manager Conrad Maldives Rangali Island, Stefano Ruzza mengatakan, pihaknya sangat senang bisa menyajikan kamar tidur yang unik bernama Muraka. Pengunjung bisa merasakan sensasi hotel bawah laut yang luar biasa di Maladewa.

“Kami ingin memberikan wisatawan pemandangan bawah laut yang luar biasa dari perspektif yang benar-benar baru,” ungkap Stefano.

Didesain langsung oleh MJ Murphy Ltd, Muraka mampu menampung hingga sembilan tamu di waktu bersamaan. Hotel ini dirancang menggunakan kubah akrilik melengkung yang mampu menyediakan 180 derajat pemandangan bawah laut.

Paling Mutakhir

Foto: Conrad Hotels & Resorts

Meski di beberapa negara tujuan wisata dunia, hotel-hotel bawah laut telah hadir, mulai dari Manta Resort di Pulau Pemba yang punya ruang bawah laut yang menyajikan pemandangan bawah laut Atlantis, The Palm Dubai yang punya kamar dengan jendela pemandangan bawah laut, dan Resort World Sentosa di Singapura yang menawarkan suite dengan pemandangan bawah laut, Muraka di Maladewa dianggap sebagai yang pertama hotel bawah laut dengan teknologi paling maju.

Ahmed Saleem, arsitek kepala dan perancang Hotel Muraka mengatakan, pihaknya ingin menjadi pelopor dalam inovasi yang mewah dalam menciptakan hotel bawah laut.

“Kami bangga untuk tetap berada di garis terdepan dalam desain, teknologi, dan arsitektur dalam menciptakan hotel bawah laut yang sempurna,” ungkap Ahmed.

Waduk Selorejo, Bendungan di Malang yang Dikelilingi Tiga Gunung


Melancongyuk - Berbicara soal Malang, Jawa Timur, barangkali terbersit suasana sejuk dengan angin semilir yang menyambut wajah kita dengan ramah. Sensasi menyejukkan mata dan batin akan semakin kamu rasakan saat berkunjung ke Waduk Selorejo. Sejauh mata memandang, kamu bisa melihat tiga gunung mengelilingi bendungan seluas 650 hektar itu.

Ya, view Gunung Kelud, Gunung Anjasmoro, dan Gunung Kawi dari kejauhan mempercantik Waduk Selorejo. Belum lagi pemandangan nelayan yang sibuk menebar jala dan tumbuhan hijau di sekitar waduk. Panorama itu tampak bagai lukisan maha karya Sang Pencipta.

Bendungan Selorejo terletak di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Malang. Jaraknya dari pusat Kota Malang sekitar 48 kilometer. Tak heran kamu akan merasa sejuk jika bertandang ke sana. Sebab, waduk yang juga dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik itu berada pada ketinggian 600 mdpl.

Bendungan yang diresmikan pada 1970 dan dikelola oleh Perum Jasa Tirta itu juga difungsikan sebagai destinasi wisata. Traveler bisa menantang adrenalin dengan melewati jembatan gantung yang melintang di sana. Saat kamu menyeberanginya, jembatan itu akan sedikit bergoyang mengikuti langkahmu. Seru!

Yang lebih menarik lagi, kamu bisa naik perahu motor milik penduduk setempat untuk menyeberang ke Pulau Jambu. Ya, pulau seluas 7,5 hektar itu terletak di tengah waduk dan dimanfaatkan sebagai kebun jambu. 
Untuk menyewa perahu motor, kamu harus menyiapkan Rp 50-100 ribu per jam. Ada juga perahu dayung yang disewakan Rp 30 ribu per jam. Sedangkan tiket masuk kebun jambu dikenai Rp 5 ribu per orang.

Di sana kamu bisa memetik jambu biji yang dibiarkan tumbuh rimbun. Kamu bisa memakan langsung hasil petikanmu sepuasnya. Selain itu, jambu biji ini juga bisa kamu beli dan dibawa pulang. Menyenangkan, bukan?

Bagi kamu yang hobi memancing, jangan lupa siapkan kailmu saat berkunjung ke Bendungan Selorejo. Potensi ikan air tawar di waduk itu memang besar. Sebab, sekitar 400-500 ribu bibit ikan disebar tiap tahun. Mulai dari nila tombro, wader, mujaer, tawas, udang, dan ikan lainnya bisa kamu buru.
Fasililtas untuk pengunjung di Selorejo pun cukup lengkap. Selain perahu wisata, telah tersedia pula hotel, cottage, food center, lapangan golf 9 hole, hingga camping ground.

Dengan fasilitas yang lengkap, tiket masuk Taman Wisata Selorejo terbilang cukup terjangkau, yakni dipatok Rp 10 ribu per orang. Dengan suasana menyejukkan dikelilingi tiga gunung dan aktivitas wisata yang menyenangkan, siapa yang bisa menolak?

Pulau Pantara Sebuah Pulau Resort Yang Terjauh Di Kepulauan Seribu


Melancongyuk - Pulau Pantara Resort mempunyai restoran di pinggir pantai yang menyediakan berbagai masakan tradisional Indonesia, western, chinese dan juga japanese. Hal ini karena memang turis yang datang kesini berasal dari berbagai negara di dunia. wisatawan Jepang pernah menjadi langganan terbesar di pulau pantara resort ini.  Pulau Pantara memiliki cottage yang berada di dekat pantai dengan pemandangan laut yang hijau dan biru. Cottage di pulau pantara beratapkan jerami dan memiliki dinding kaca berbentuk jendela besar sehingga para wisatawan yang menginap dapat menikmati view laut.


Pulau Pantara dibandingkan dengan pulau resort lainnya yang ada di kepulauan seribu, resort di pulau pantara ini merupakan sebuah pulau resort yang berlokasi paling jauh yang ada di Pulau Seribu, apabila Pulau Putri, Pulau Sepa, Pulau Macan, Pulau Kotok, Pulau Pelangi hanya ditempuh dalam waktu 90 menit, maka untuk ke pulau pantara wisata yang ada di Provinsi Dki Jakarta ini memerlukan waktu 2 jam perjalanan mulai dari Marina Ancol menuju pulau pantara.


Fasilitas yang tersedia di pulau pantara seperti :
  • Cottage,
  • Bar,
  • Lapangan bermain,
  • Dive shop rental,
  • Snorkeling dan Diving,
  • Ruang Meeting,
  • Kolam Renang,
  • Lapangan Tennis,
  • Tenis Meja,
  • Jetski,
  • Banana Boat, dan
  • Canoe.
Pulau Pantara memiliki suasana yang sangat romantis sehingga cocok dijadikan tujuan wisata bagi para wisatawan yang sedang memadu kasih atau yang ingin berbulan madu dan juga dengan keluarga, teman kerja atau perusahaan untuk mengadakan acara di pulau pantara.


Pulau Pantara sudah termasuk sebagai Hotel setaraf berbintang 4 yang memiliki cottage-cottage besar dan juga cottage tersebut memiliki fasilitas kamar yang terdapat AC, Living Room, Bathroom di lengkapi shower dan bathup, hot water, wardrobe, tempat tidur double dan single bed, private teras.


Sumber: Pulau Pantara

Gili Iyang, "Pulau Awet Muda" di Sumenep


Melancongyuk - Mendengar kata “Gili” pasti benak langsung tertuju pada Nusa Tenggara Barat. Namun, tidak semua gili ada di NTB lho, traveler! Pasalnya, di Sumenep pun ada sebuah daerah bernama Gili Iyang.

Pulau yang berada di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur tersebut, tidak hanya sekadar pulau yang bisa dijadikan destinasi wisata, tapi mengunjungi Gili Iyang Anda pasti akan terus tercengang. Bagaimana tidak, di Gili Iyang banyak penduduk yang berusia satu abad alias seratus tahun lebih!

Untuk itu wajar saja menyebut Gili Iyang sebagai Pulau Awet Muda. Adapun salah satu faktor yang membuat banyak penduduknya berumur panjang ialah kandungan oksigen di udara yang banyak. Bahkan, kadar oksigen di Gili Iyang menempati posisi kedua tertinggi di dunia, dengan rata-rata lebih banyak 20 persen.

Mengunjungi Gili Iyang, para wisatawan dapat menyelam di lautan biru, bersantai di pantai berkarang, dan bermain-main di pantai berpasirnya yang indah. Selain itu, ada pula gua-gua yang tidak akan membuat traveler kecewa, sekira 10 gua bisa traveler jelajahi.

Menikmati pesona alam tidak akan lengkap jika tanpa berinteraksi dengan penduduk lokal. Di Gili Iyang para wisatawan pun bisa menjelajah dan berkeliling Gili Iyang ditemani penduduk setempat. Mereka bahkan akan mengajak Anda ke spot-spot yang dianggap mengandung oksigen tertinggi.

Para wisatawan juga bisa naik odong-odong untuk berkeliling pulau. Bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu liburan lebih lama, Anda bisa menginap di homestay, rumah penduduk, atau warung makan.

Tertarik untuk mengunjungi Pulau Awet Muda dan berinteraksi dengan penduduk lokalnya yang awet muda? Anda bisa naik pesawat dari Surabaya ke Sumenep atau naik bus dari Terminal Bungurasih Surabaya menuju ke Terminal Arya Wiraraja Sumenep.

Dari bandara atau terminal di Sumenep, Anda bisa naik angkutan umum atau sewa mobil ke Pelabuhan Dungkek. Para traveler harus melanjutkan perjalanan dengan menyewa kapal dan menyeberang perairan Pulau Madura dari Pelabuhan Dungkek menuju Gili Iyang sekira 1 jam, jika ombak bersahabat.

Pantai Khayalan Baliri Tempat Tepat Berselancar dan Berlayar di Pasangkayu


Melancongyuk - Pasangkayu menjadi salah satu daerah di Indonesia yang belum begitu populer. Mendengar namanya pasti akan terasa asing, karena memang Pasangkayu tidak sepopuler daerah lainnya di Provinsi Sulawesi Barat.

Namun, soal destinasi wisata, kabupaten yang satu ini tidak perlu diragukan lagi. Ada cukup banyak pilihannya jika Anda memutuskan untuk berlibur ke Kabupaten Pasangkayu. Beberapa di antaranya ada Pantai Pasangkayu, Pantai Cinoki, Air Terjun Kaluku Nangka, Goa Lawah, dan masih banyak destinasi wisata lainnya yang masih terbilang perawan serta jarang diketahui wisatawan.

Jika Anda melancong ke Pasangkayu kunjungilah salah satu pantai yang dimiliki kabupaten tersebut, namanya Pantai Khayalan Baliri. Pantai yang berada di Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat ini, memiliki banyak keistimewaan yang tidak akan membuat para pelancong kecewa setelah datang berkunjung.

Saat berada di Pantai Khayalan Baliri pada siang hari, para wisatawan akan melihat air laut yang berkilauan diterpa sinar matahari. Ombak-ombak susu-menyusul seakan saling mengejar satu sama lain, untuk kemudian terhempas pecah seketika menyentuh bibir pantai terserap pasir.

Pasir yang menghampar di pantai juga masih bersih tanpa sampah dan kotoran sedikitpun. Letaknya yang jauh dari pemukiman dan masih jarang dikunjungi wisatawan membuat Pantai Khayalan Baliri tergolong pantai yang sunyi. Cocok bagi wisatawan yang merindukan ketenangan saat berlibur.

Bila Anda datang dari kecamatan, maka jarak pantai sekira lima kilometer. Namun, jika Anda datang dari pusat kabupaten, jarak ke pantai cukup jauh, yaitu 40 kilometer.

Wisatawan yang gemar berselancar, baiknya bisa datang ke Pantai Khayalan Baliri pada musim barat tepatnya ketika ombak cukup besar. Sedangkan, ketika musim timur laut, ombak akan lebih tenang dan biasanya para wisatawan yang sudah tahu keistimewaannya memanfaatkan kondisi tersebut dengan berperahu atau canoing, menyelam, dan berlayar.

Bagi Anda yang ingin mengenal daerah Pasangkayu dan tengah mencari destinasi wisata alam dengan suasana yang masih sepi pengunjung, maka Pantai Batu Oge ini bisa jadi pilihan yang tepat. Jadi, tunggu apa lagi?


Menyusuri Sungai Sekonyer di Tanjung Puting

Wisatawan tengah santai menikmati suasana Sungai Sekonyer di atas perahu kelotok
Melancongyuk - Melihat orangutan di alam liar merupakan atraksi utama yang bisa dilakukan wisatawan saat berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kotawaringan Barat, Kalimantan Tengah. Namun tidak hanya itu, masih banyak hal yang bisa dinikmati wisatawan saat berpetualang ke TNTP.

Yomie dari Orangutan Days menjelaskan, yang menjadi highlight dari paket wisata di TNTP selain melihat orangutan adalah wisata susur sungai Sekonyer. Atau yang juga disebut sebagai Amazon di Indonesia.

"Wisata susur sungai adalah salah satu yang disukai. Banyak wisatawan yang sangat menikmati suasana saat menyusuri sungai ini," kata Yomie.

Sungai Sekonyer adalah salah satu sungai utama tempat lalu lalang kapal-kapal kelotok menuju TNTP. Dinamakan Sekonyer karena di muara sungai ini menjadi lokasi karamnya Kapal Patroli Belanda Lonen Konyer, yang rusak akibat tembakan meriam para pejuang rakyat Kotawaringin Barat. Mereka bersembunyi di balik rimbunnya pohon nipah yang saat ini masih terjaga asri hingga kini di sisi sungai Sekonyer.

Selama mengarungi Sungai Sekonyer di siang hari, wisatawan yang menggunakan kapal kelotok akan dimanjakan rimbunnya pohon di sisi sungai yang membentuk koridor alami. Wisatawan dapat menyusuri sungai sambil melihat hewan-hewan khas di pinggir sungai. 

Mulai dari Bekantan, uwa-uwa dan kera ekor panjang. Biasanya mereka berkelompok sehingga sangat mudah untuk ditemukan.

Ada juga deretan burung-burung dengan suara dan warnanya yang indah. Mulai dari burung raja udang, burung bubut, juga enggang atau rangkong.

Tidak hanya di darat dan di atas pohon, kehidupan hewan liar Sungai Sekonyer juga terdapat di dalam sungai. Sungai Sekonyer menjadi habitat alami buaya muara juga buaya sinyulong serta ular. Namun untuk bisa melihat buaya membutuhkan kejelian mata. Selain itu juga sedikit keberuntungan.

Wisatawan menikmati makan siang di atas perahu kelotok Princess Kumai menyusuri Sungai Sekonyer di Taman Nasional Tanjung Puting
Tidak perlu khawatir dengan keberadaan mereka. Asalkan wisatawan menaati peraturan dan imbauan yang sudah ditetapkan.

Salah satunya adalah dengan tidak berenang di sungai. Karena buaya-buaya itu lebih banyak berada di bawah air.

Sementara di petang dan malam hari, kapal-kapal akan menepi di pinggir sungai ataupun dermaga-dermaga kecil yang ada di sepanjang Sungai Sekonyer. Disinilah sensasi yang akan membuat pengalaman wisata tidak terlupakan. 

Menikmati nyanyian alam dari binatang-binatang malam di bawah terpaan sinar bulan tanpa sinyal dan minim aktivias digital, akan membuat suasana begitu menenangkan.

Bahkan jika anda bisa bertambat di dermaga Pondok Ambung, siapkan waktu untuk melakukan night tracking. Didampingi petugas setempat, anda akan diajak menembus hutan di malam hari, menembus jalur dan "berburu" hewan-hewan yang beraktivitas di malan hari.

Mulai dari Tarsius juga kukang. Atau juga macan dahan, ular piton, glowing mushroom dan banyak lainnya.

"Semua itu bisa dilakukan di Tanjung Puting. Dan kapal klotok menjadi rumah bagi wisatawan tinggal. Di kapal ini semua kebutuhan tersedia. Ibaratnya hotel di atas sungai," kata Yomie.

"Jadi mulai dari susur sungai dengan klotok, pengamatan hewan, melihat pemberian makan orang utan, trekking siang dan malam, camping, kadang kanoing, juga adopsi pohon. Wisatawan dijamin tidak akan bosan berada di Tanjung Puting," kata dia.

Ada banyak pilihan kapal klotok yang bisa dipilih wisatawan. Harganya pun beragam mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 4 juta per orang untuk empat hari tiga malam.

"Tapi bisa disesuaikan dengan keinginan wisatawan. Ada yang hanya satu hari atau bahkan lebih dari empat hari," kata Yomie yang juga pemilik dari tour operator Orangutan Days.


Unik! Tiga Danau Ini Berada di Atas Danau


Melancongyuk - Danau Toba dikenal sebagai danau terbesar di Asia. Danau yang terbentuk karena erupsi hebat Gunung Toba yang terjadi pada 74.000 tahun lalu ini menawarkan pesona yang rupawan. Selain Pulau Samosir, di danau ini juga terdapat tiga danau lainnya.

Tiga danau tersebut terletak di Pulau Samosir. Masyarakat setempat menyebut ketiga danau tersebut dengan nama yang berbeda. Yaitu Sidihoni, Aek Natonang, dan Aek Parohan adalah danau di atas danau. Berikut ini ketiga danau tersebut

Danau Sidihoni

Tao Sidihoni, atau Danau Sidihoni, terletak di Kecamatan Ronggur Nihuta dan Pangururan. Pesona danau seluas kira-kira 105 hektar ini ini dikelilingi hamparan rumput hijau, perbukitan, dan pohon-pohon pinus. Danau indah ini kerap menjadi arena bermain anak-anak setempat. Mulai dari berenang, berlari-lari sampai bermain sepak bola di lapang yang datar.

Aek Natonang

Danau lainnya adalah Aek Natonang. Danau ini berada di Desa Tanjungan, Kecamatan Simanindo, Pulau Samosir, Aek Natonang berada di kawasan perbukitan, sekitar 20 kilometer dari Ambarita, ibu kota Kecamatan Simanindo. panorama sekitar danau sedemikian menarik, yaitu bukit-bukit dengan pepohonan lebat.

Aek Porohan

Danau ketiga terletak di Salaon, Kecamatan Ronggur Nihuta. Dibanding dua danau lainnya, Aek Porohan punya legenda, yaitu tentang saudara kembar; laki-laki dan perempuan, yang melakukan incest dan tenggelam di danau itu. Mayat keduanya tidak pernah ditemukan. Warga yakin arwah keduanya menghuni Aek Parohan, dan warga menjadikan danau sebagai situs keramat. (Sportourism)

Pulau Nyamuk di Karimunjawa, Pulau yang Menyimpan Misteri


Melancongyuk - Karimunjawa menyimpan banyak rahasia, baik mengenai sejarah maupun keadaan di sana. Jika kamu pernah atau belum ke Karimunjawa maka kamu wajib untuk tahu apa saja yang ada di Karimunjawa dan misteri apa yang harus diungkap. Saya akan sedikit memberikan informasi mengenai misteri yang wajib kamu tahu tentang salah satu pulau di Karimunjawa. 

Karimunjawa terdiri dari 22 pulau tak berpenghuni dan 5 berpenghuni. Yang perlu kita ketahui adalah pulau yang berpenghuni. Karena di sana ada  penduduk asli yang mendiami pulau tersebut. Pulau–pulau tersebut tentunya menyimpan banyak cerita.

Sering sekali banyak wisatawan yang datang ke Karimunjawa untuk sekadar berwisata dan sebagainya. Pulau yang paling sering dikunjungi wisatawan adalah pulau Karimunjawa, Kemojan, Menjangan, Cemara dan Geleyang. Artinya masih banyak pulau yang belum tersentuh oleh wisatwan. 

Pulau yang banyak menyimpan biota laut dan ikan hias hingga 242 ikan ini memang sudah dinobatkan menjadi Taman Wisata Nasional. Semenjak itulah wisatwan baik lokal maupun mancanegara berbondong–bondong mengunjungi Pulau Karimunjawa. 

Semakin banyak media yang mengeksplorasi keindahan Karimunjawa maka secara otomatis jumlah wisatawan juga semakin meningkat. Oh iya kita kembali ke pembahasan mengenai pulau misterius yang ada di Karimunjawa, yaitu Pulau Nyamuk.

Pulau Nyamuk merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kecamatan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. Berdasarkan data statistik kecamatan Karimunjawa yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah yang didukung oleh data Monografi Desa, Desa Nyamuk memiliki kawasan keseluruhan berada pada 110010'44" - 110011'50" BT dan 5.48'39" LS. 

Luas wialayah Pulau Nyamuk adalah 139 Ha berada pada dataran tinggi dan sumber air tawar yang baik sehingga menjadikan keadaan tanahnya memiliki kesuburan yang bagus.

Sejarah dan Misteri Pulau Nyamuk

Pulau Nyamuk pastinya memiliki sejarah baik secara nama maupun budaya. Sejarah ini pastinya ada beberapa versi. Yakni versi masyarakat asli penghuni pulau Nyamuk dan versi Mbah Google.

Ada beberapa metode yang ingin kami sampaikan pada artikel ini mengenai sejarah nama pulau Nyamuk. 

Pertama, kami pernah survei langsung kemasyarakat. Ada beberapa versi juga dari berbagai pihak masyarakat di sana, baik dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan beberapa orang yang memang kami pilih secara random. dari situ kami mengambil kesimpulan bahwa kami belum menemukan pasti sejarah mengenai pulau Nyamuk. 

Kami juga melakukan diskusi rutin yang kemudian masyarakat di sana menyampaikan bahwa mereka belum tahu pasti dikarenakan mereka adalah generasi ketiga yang sudah jauh dari generasi pertama. Ada beberapa orang yang menyampaikan namun data itu belum kuat. Salah satunya berkata bahwa sejarah nama pulau Nyamuk berasal dari bentuk pulau yang menyerupai hewan peminum darah yaitu nyamuk.

Nah itulah menjadi misteri salah satu pulau di Karimunjawa. Jika kamu ingin lebih tahu mengenai pulau Nyamuk maka silahkan kunjungi dan berwisata di sana karena masih banyak juga tempat–tempat wisata yang dapat kamu eksplorasi di Karimunjawa. (CNN)

Keunikan Pulau Tasipi, Mulai Penduduk hingga Bentang Alamnya


Melancongyuk - Pulau Tasipi menjadi salah satu pulau di Indonesia yang luasnya tidak lebih dari tiga hektar. Di pulau ini traveler bisa merasakan pengalaman menjelajah yang unik dan tidak bisa didapatkan dari tempat mana pun.

Pulau yang masih berada di Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut termasuk dalam Kabupaten Muna, yang juga bertetanggaan dengan Pulau Muna. Mengunjungi Pulau Tasipi, traveler akan benar-benar merasakan nikmatnya berlibur tanpa gangguan pekerjaan atau media sosial. Pasalnya, di Pulau Tasipi para traveler akan sulit mendapatkan sinyal telepon atau internet.


Jangankan sinyal telepon atau internet, tiang listrik saja tidak akan para traveler lihat di pulau tersebut. Sementara, untuk tetap mendapatkan pasokan listrik dan menyalakan alat-alat elektronik, masyarakat memiliki generator pembangkit listrik berbahan bakar solar atau bensin sendiri dan beberapa rumah memiliki pembangkit listrik tenaga matahari.

Dengan luasnya yang tiga hektar saat keadaan surut terendah, Pulau Tasipi dihuni oleh 782 jiwa penduduknya, yang berdampingan dengan ratusan ekor kambing yang gemuk-gemuk, melansir dari laman Rare, Senin (19/3/2018). Selain itu, di Pulau Tasipi pun para traveler bisa melihat pemandangan pohon-pohon bakau, kelapa, papaya, pohon kelor, dan lainnya.


Jika berminat untuk mengunjungi dan berlibur di Pulau Tasipi yang memiliki air jernih, para traveler harus menyiapkan air minum sendiri, karena di pulau ini air tawar bersih untuk minum cukup sulit ditemukan, karena tidak ada sumber air tawaar bersih di pulau. Penduduk lokal hanya mendapatan air tawar dari hujan yang datangnya musiman atau berlayar terlebih dahulu ke Pulau Simuang dan harus merogoh kocek sekira Rp1.000 perjeriken isi 20 liter.

Selain kondisi alam, Pulau Tasipi juga memiliki penduduk yang kebiasaannya cukup unik, bahkan bisa dibilang berbeda dengan penduduk pulau lainnya. Bagaimana tidak, meskipun tidak ada pasokan listrik, penduduk di Pulau Tasipi kerap menyalakan musik dengan volume maksimal hingga terdengar sampai ke pulau tetangga. Tidak hanya satu penduduk, tapi beberapa penduduk melakukan hal serupa, sehingga ketika malam datang, Anda akan mendengar banyak musik dimainkan.

Keunikan dan Mitos Pulau Satonda


Melancongyuk -Keindahan gugusan pulau tak hanya milik Raja Ampat (Papua), Flores, Rote, dan Timor. Jika Anda mengunjungi Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, selain dapat melihat pesona Gunung Tambora di Sumbawa Besar, Anda juga dapat menyambangi Pulau Satonda.

Satonda merupakan salah satu dari gugusan pulau yang berada di ujung barat Kabupaten Dompu, di Desa Nangamiro.

Digambarkan Travelingyuk.com, Pulau Satonda merupakan sebuah daratan yang terbentuk oleh letusan gunung api dari dasar laut jutaan tahun lalu, dan menyimpan keindahan alam yang memesona.

Karena keindahannya itu, Pulau Satonda ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam laut (TWAL) oleh Menteri Kehutanan dan Perkebunan pada tahun 1999. Di kawasan pesisirnya, Anda akan menemui hamparan pasir putih pantai yang bersih dengan luas pulau yang mencapai 2.600 hektare.

Pelancong dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti snorkeling atau diving untuk melihat keindahan ragam terumbu karang fauna dasar lautnya.

Di dasar laut itu Anda dapat melihat beragam jenis karang, seperti Labophyton sp, Nephtea sp, sampai dengan Lemnalia sp, dan beberapa binatang laut lain, seperti penyu sisik dan aneka ikan hias.


Pulau terlarang

Keindahan dan pesona pulau ini tak lepas dari cerita masyarakat sekitar, yakni soal pulau yang disebut terlarang. Sebagian masyarakat meyakini, pulau ini juga merupakan pulau terkutuk, siapapun tidak boleh mendiaminya.

Pasalnya pulau ini merupakan tempat pengasingan Puteri Dae Minga dari kerajaan Sanggar.

Dalam detikTravel dikisahkan, pada masanya putri kerajaan itu banyak diperebutkan oleh banyak orang dari berbagai kerajaan karena pesona parasnya. Hal tersebut pun memicu pertikaian antarkerajaan.

Karena tak ingin banyak pertikaian terjadi, Raja Sanggar mengasingkan putrinya ke Pulau Satonda.

Namun begitu, sebelum tenggelam di tengah Danau Satonda, sang putri pun mengeluarkan kutukan sekaligus sumpah terakhirnya, "Tidak ada wanita yang bisa mendapatkan anggun dan cantik dalam satu waktu. Jika ia anggun, maka ia tidak cantik. Jika ia cantik, maka ia tidak anggun."

Sumpah ini ditujukan kepada semua perempuan, agar nasibnya tidak sama dengan dirinya, hingga tak ada lagi gadis tak bersalah yang harus dikorbankan seperti dirinya.

Mitos pohon harapan
 

Selain mitos sang putri, pada bagian pesisir di pulau ini, Anda akan banyak menjumpai beberapa pohon bernama Pohon Kalibuda atau Pohon Harapan.

Dinamakan begitu karena menurut orang sekitar, pohon ini dipercaya dapat mengabulkan segala permintaan dengan cara menggantungkan apapun yang dimilikinya dan memanjatkan doa kepada leluhur dengan mengambil tempat di sekitar pohon.

Karenakan mitos tersebut juga, banyak barang-barang tak jelas yang bergelantungan di ranting atau dahan Pohon Kalibuda. Mulai dari bungkus rokok, sepatu bekas, bahkan batu.


Satonda dalam sejarah

Pulau Satonda seperti ditulis Travel Kompas, juga terkenal sampai mancanegara. Adalah dua ilmuwan asal Eropa, yakni Stephan Kempe dan Josef Kazmierczak yang meneliti Danau Satonda pada tahun 1984, 1989, dan 1996.

Dari hasil penelitian mereka, disebutkan bahwa Danau Satonda adalah fenomena langka. Karena airnya yang sangat asin dengan tingkat kebasaan (alkalinitas) sangat tinggi dibandingkan air laut pada umumnya.

Keduanya berpendapat, bahwa air asin Danau Satonda muncul bersamaan dengan terbentuknya kawah tua Gunung Satonda yang dikatakan berumur lebih dari 10.000 tahun lalu, lebih tua dari Gunung Tambora.

Penelitian lain menyebutkan bahwa Danau Satonda dulunya terisi air tawar. Letusan Gunung Tambora yang dahsyat pada 1815 mengakibatkan tsunami besar mengantar air laut mengisi kawah tersebut dan mengubahnya menjadi danau air asin hingga hari ini.

Namun begitu, kadar asin dari Danau Satonda ini sampai sekarang masih menjadi misteri, walaupun sudah ada beberapa kali diteliti oleh para pakar dengan mengemukakan segudang teori akan hal ini.

Bahkan menurut sebuah penelitian, biota dan segala hal yang ada di dalam Danau Satonda mirip dengan lautan pada zaman purba. hal itu diyakini karena banyaknya material strimalit yang hanya ada sekitar 3,4 miliar tahun lalu, dan tidak pernah ditemukan lagi sekarang.

Akses dan fasilitas

Untuk menuju Pulau Satonda, Anda dapat memilih dari beberapa jalur alternatif yang dapat dilalui. Salah satunya memulai perjalanan dari Sumbawa Besar ke Desa Nangamiro dengan jarak tempuh sekitar delapan jam, atau dari Dompu dengan jarak tempuh sekitar lima jam.

Setelah sampai di pelabuhan Nangamiro, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu ke Pulau Satonda dengan jarak perjalanan satu jam.

Tarif untuk jasa transportasi perahunya sangat bervariatif, namun rata-rata setiap orang dikenakan harga sekitar Rp25 ribu.

Alternatif lain adalah dengan cara naik kapal pesiar dari Pulau Bali atau Lombok, mengambil jurusan Flores. Kapal pesiar memang kerap mampir di Pulau Satonda sebelum melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Komodo, di Labuan Bajo, Flores.

Atau Jika Anda ingin lebih praktis lagi, dapat membeli paket wisata Pulau Moyo, Kenawa, dan Satonda. Tapi bujetnya pasti lebih mahal.

Harga tiket masuk pulau untuk wisatawan lokal berbeda dengan mancanegara, untuk lokal tiket masuk hanya dipatok Rp2 ribu, sementara wisatawan mancanegara Rp15 ribu.

Jika Anda menginginkan snorkeling, siapkan saja uang Rp30 ribu, lebih murah Rp10 ribu dari tarif turis asing.

Sedangkan untuk tarif diving, tak terpaut jauh, hanya Rp40 ribu untuk turis lokal, dan Rp50 ribu untuk para bule.

Jika betah, Anda juga dapat bermalam dengan menempati penginapan di sekitar pantai, tarifnya bervariasi, mulai dari Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta.