Tampilkan postingan dengan label Wisata Bahari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Bahari. Tampilkan semua postingan

Menyelam di Laut Jepara, Menikmati Indahnya Terumbu Karang


Melancongyuk - Di Laut Jepara, Jawa Tengah ada terumbu karang yang kini mulai banyak wisatawan yang menikmati keindahannya. Terumbu karang ini adalah hasil upaya nelayan melakukan tranplantasi atau penyambungan terumbu di perairan setempat.

"Kami memang masih merintis destinasi wisata baru yang lokasinya berada kawasan Pulau Panjang Jepara, setelah transplantasi terumbu karang mulai mendatangkan berbagai jenis ikan," kata Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Jogoloyo Jepara Mustain di Jepara, beberapa waktu lalu.

Ia berharap, lewat mereka destinasi wisata baru tersebut akan ikut dipromosikan ke sesama teman komunitas.

Jenis ikan yang mulai muncul di antara terumbu karang tersebut, kata dia, cukup banyak, di antaranya ada ikan badut, kete-kete, serta berbagai jenis ikan hias.

Untuk keperluan snorkeling, katanya, sudah disediakan peralatannya, termasuk pemandunya dari kalangan nelayan sendiri.

Pemandu wisata snorkeling sudah mengantongi setifikat, sehingga keahliannya tidak diragukan lagi dalam melakukan snorkeling.

Untuk kedalaman air yang menjadi objek wisata bawah laut, kata dia, berkisar 2,5 meter hingga lima meter. Selain menyediakan wisata bawah laut, katanya, wisatawan juga bisa memancing ikan karena disediakan peralatan memancing. Wisatawan yang berkunjung, juga ikut diedukasi terkait pentingnya menjaga terumbu karang.(Antara)

Mengintip Surga dan Tugu 0 Kilometer di Bawah Laut Ujung Barat Indonesia

Foto di Tugu 0 Kilometer Indonesia juga bisaa | Foto: Serambinews.com/M Anshar

Melancongyuk - Ada satu taman laut di ujung barat Indonesia yang pesonanya tak kalah indah dan kaya dengan laut-laut timur Indonesia. Di Pulau Rubiah tepatnya, satu pulau yang merupakan bagian dari wilayah Kota Sabang, Aceh dan berada di sebelah barat-laut Pulau Weh.

Seperti laut-laut indah lainnya, taman laut di Pulau Rubiah ini juga merupakan surga bagi biota laut yang sangat beragam. Tak heran bila tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap akhir pekan untuk melihat keindahan dan merasakan keseruan menyelam di Taman Laut Pulau Rubiah.

Air tenang dan warnanya yang biru jernih tak henti menggoda para wisatawan. Lokasi taman lautnya yang terletak di antara Pulau Rubiah dan Pantai Iboih membuat jarang sekali muncul ombak kencang di titik lokasi selamnya. Tentu saja ini membuat penyelam akan lebih aman dan nyaman saat bertemu dengan penduduk bawah laut taman ini.

Di Taman Laut Rubiah pengunjung akan diberikan dua jenis keindahan bawah laut, yaitu yang alami dan buatan.

Keindahan bawah laut alami menjadi tempat tinggal bagi ikan-ikan hias berwarna-warni yang kalau diberi roti, ikan-ikan tersebut akan langsung menyambarnya. Salah satu ikan yang dapat dijumpai di sini adalah ikan badut atau clownfish.

Nemo-nemo di Laut Rubiah | Foto: Daily Voyagers

Jenis ikan lainnya juga ada, seperti ikan Bendera, ikan Kepe-kepe, ikan Botana Biru, ikan Sersan, ikan Kerapu, dan berbagai macam ikan lainnya. Bintang laut, bunga lili laut, cumi-cumi, dan berbagai macam terumbu karang juga dapat ditemui di taman laut ini.

Selain itu, di Taman Laut Rubiah juga ada daerah yang cukup luas dengan dasarnya hanya pasir putih. Inilah keindahan bawah laut buatan yang ada di taman laut ini.
Untuk mempercantik lokasi yang kosong tersebut, telah diletakkan beberapa benda seperti ayunan, meja dan kursi, bangkai mobil dan bangkai motor yang bisa mempercantik foto bawah laut para penyelam.

Tak hanya itu, miniatur Tugu 0 Kilometer pun ada di bawah laut Rubiah dengan kedalaman 12 meter.

Sedikit Kisah Tentang Rubiah

Selain Taman Laut Rubiah yang indah ini, ternyata nama Rubiah di sini juga menyimpan kisah sejarah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Rubiah sendiri berarti wanita yang saleh, istri ulama, atau wanita yang menjadi guru mengaji. Jika memutar waktu ke belakang, memang arti-arti tersebut ada benarnya.

Main ayunan di bawah laut? Bisa! | Foto: Daily Voyagers

Menilik cerita masa lalu, Siti Rubiah merupakan seorang istri dari Tengku Ibrahim yang memiliki gelar Tengku Iboih. Tengku Ibrahim ini adalah seorang ulama dan guru mengaji sehingga arti Rubiah yang merupakan istri ulama dan guru mengaji adalah benar adanya.
Siti Rubiah juga merupakan seorang wanita yang taat. Kala Tengku Ibrahim harus menetap selama beberapa waktu di Pulau We untuk berdakwa, beliau pun menyusul suaminya ke sana. Namun karena ada sedikit perselisihan, Siti Rubiah harus berpisah dengan Tengku Ibrahim.

Tengku Ibrahim tinggal di Iboih dan Siti Rubiah tinggal di pulau di seberang pantai Iboih. Kepindahan inilah yang kemudian membuat pulau tersebut diberi nama Pulau Rubiah.

Komaneka Keramas Beach Resort, Pesona Alami Berbalut Kemewahan


Melancongyuk - Desa Keramas, Blahbatuh,Gianyar, tak hanya jadi kawasan tempat art shop, namun juga punya panorama yang indah. Salah satunya adalah keindahan pesisir pantainya yang dipadukan dengan suasana pedesaan yang masih asri. Jadi, tidak salah di kawasan ini terdapat banyak sekali akomodasi wisata, di antaranya adalah Komaneka Keramas Beach Resort.

Komaneka Keramas Beach Resort merupakan akomodasi wisata bintang lima yang tentu saja memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Bahkan, wisatawan akan diperkenalkan dengan pola kehidupan masyarakat pedesaan yang masih alami.

General Manager Komaneka Keramas Beach Resort, Kariyana, mengatakan, Komaneka Keramas Beach Resort tidak saja berfungsi sebagai tempat menginap bagi wisatawan yang datang ke Bali. Namun, dengan beragam fasilitas yang disediakan, Komaneka Keramas Beach Resort sudah menjadi destinasi berlibur bagi wisatawan.

Komaneka Keramas Beach Resort ini adalah resort butik mewah yang berlokasi di tepi Pantai Keramas dengan luas mencapai 4 hektare. Dari resort pantai ini, wisatawan bisa menyaksikan pemandangan alam, mulai dari hamparan samudra Hindia dengan pulau tetangga, Nusa Penida, plus persawahan yang luas dan Gunung Agung di kejauhan.

Selain itu, Komaneka juga dirancang gaya kontemporer yang terinspirasi arsitektur Bali, menggunakan material alami seperti kayu, bata merah dan bambu, sehingga setiap ruangan memiliki keindahan alam Bali yang nyata.

Beragam jenis fasilitas yang bisa dinikmati wisatawan, mulai dari fasilitas penginapan yang nyaman, di mana setiap villa di Komaneka Keramas Beach Resort dilengkapi kolam renang pribadi, sehingga tamu bisa menghabiskan waktu liburan dengan tenang.

Di samping itu, juga memiliki beragam aktivitas yang mampu memanjakan para tamunya, seperti fasilitas Spa yang dilakukan oleh terapis berpengalaman yang menggunakan produk Spa lokal. “Produk Spa yang kami gunakan adalah produk yang dihasilkan oleh para pengrajin produk Spa lokal yang menggunakan beragam jenis rempah-rempah dan bahan baku lokal lainnya,” ungkapnya.

Beragam aktivitas olahraga, juga bisa dilakukan di pusat kebugaran Komaneka Keramas Beach Resort. Salah satu fasilitas kebugaran yang paling diminati wisatawan asing adalah Yoga.

Yoga di Komaneka Keramas Beach Resort dipandu oleh seorang instruktur Yoga berpengalaman. “Yoga menjadi salah satu aktivitas yang diminati, bisa dibilang setiap tamu yang datang ke selalu tertarik untuk melakukan aktivitas ini setiap pagi, sehingga kami memiliki jadwal latihan setiap hari,” ungkapnya.

Didukung Restoran Menu Organik

Selain menawarkan hunian mewah yang nyaman, Komaneka Keramas Beach Resort juga memiliki restoran mewah, Restoran Timur Kitchen.

Selain menyajikan beragam jenis menu makanan, Restoran Timur Kitchen juga menyajikan menu makanan organik.

Kariyana mengatakan, Restoran Timur Kitchen merupakan restoran pendukung dari resort mewah ini. “Di restoran ini, kami berusaha untuk memberikan pengalamam kuliner yasng menyenangkan bagi para tamu, sehingga mereka akan disuguhkan menu makan yang spektakuler,” jelasnya.

Meskipun standar menu makanan yang disajikan adalah standar internasional, namun untuk bahan makanan yang digunakan, lanjut Kariyana, bahan makanan lokal yang disiapkan dengan baik. Bahkan, sebagian besar dari bahan makanan yang digunakan dihasilkan dari sawah milik sendiri dan kebun organik milik resort.

Dikatakannya, selain wisatawan domestik, wisatawan asal Australia yang mendominasi menginap karena mencari lokasi wisata yang mempunyai pantai dengan ombak yang bagus untuk surfing. “Untuk memperkenalkan potensi atau produk wisata, kami memanfaatkan media sosial. Selain itu bekerjasama dengan travel agent serta berpromosi ke luar negeri di berbagai travel fair,” tambahnya.

Serunya Liburan Sambil jadi Detektif dan Pelaut Cilik di S.E.A Aquarium


Melancongyuk - Liburan ke mana Lebaran dan kenaikan kelas? Sebagai orangtua, Anda sudah harus memikirkan destinasi liburan yang mengajak anak bersenang-senang, mendapatkan pengalaman yang tak akan terlupakan, dan edukasi baru.

Mengambil momen liburan Lebaran dan kenaikan kelas, South East Asia Aquarium (S.E.A Aquarium) di Resort World Sentosa, salah satu akuarium terbesar di dunia meluncurkan Ocean Fest! mulai 25 Mei sampai 24 Juni 2018.

Selain bisa mengagumi 100.000 hewan laut dari 10.000 spesies, si kecil bisa belajar menjadi detektif untuk melawan kejahatan terhadap kehidupan laut, seperti polusi, dan limbah plastik. Pada akhir petualangan di rumah terbesar untuk 50 ragam habitat serta 80 spesies yang hampir punah ini, para investigator kecil akan mendapat semua jawaban dari kasus yang dipecahkan.

Instalasi Menggugah Pikiran

Anda akan terpukau dengan berbagai instalasi seni yang menggugah pikiran dengan judul Life in Plastic. Yang didesain agar pengunjung merasakan bagaimana hewan laut sering dikepung oleh sampah laut.

Salah satu instalasi yang dipasang di pintu masuk adalah ikan hiu colorful yang ternyata dibuat dari sisa karet sneakers. Atau instalasi pembedahan perut hiu yang dipenuhi sampah plastik, dari botol, jala, dan lainnya.


Si kecil juga bisa melihat sampah plastik dari perut hewan lewat microbead mini di Ocean Lab. Zona interaktif ini mengajarkan anak-anak untuk mempelajari berbagai bukti dan mengidentifikasi tindak kejahatan dengan tindakan sederhana. Salah satunya seperti menolak penggunaan sedotan plastik.

Sepanjang tur, Anda diajak menikmati perjalanan bawah laut yang indah. Salah satu primadonanya adalah Open Ocean Habit yang menyediakan satu jendela untuk melihat laut terbesar di planet bumi. Dengan panel menjulang dari lantai hingga ke langit-langit dengan panjang 36 m dan tinggi 8,3 m.

Primadona S.E.A Aquarium

Salah satu panel terfavorit kami adalah Sea Jellies atau galeri ubur-ubur laut yang dikemas dengan teknik pencahayaan khusus. Ada enam spesies ubur-ubur yang berhasil dikembangbiakkan , termasuk ubur-ubur bulan dan white spotted jelly. Mereka menjadi jenis ubur-ubur terpopuler dan tempat instagramable bagi para penggemar fotografi.

Selain itu ada juga Shipwreck Habitat yang mensimulasikan bagaimana bangkai kapal menjadi habitat laut. Atau Shark Seas yang menjadi rumah bagi 100 hiu dari 12 spesies.

Sementara itu Coral Garden, habitat berbentuk silinder ini memamerkan terumbu karang warna-warni dengan 5.000 ikan dari 110 spesies.

Tidur di dalam Laut


Kami juga berkesempatan melihat Ocean Suite, kamar mewah yang berlokasi di dalam akuarium. Terdiri dari 11 suite eksklusif yang didesain seperti townhouse dua lantai mewah.

Saat kami melongok Ocean Suite, awalnya memang terlihat menegangkan. Karena jendela besar sudah terpampang di depan kasur.

Namun, beberapa hewan laut seperti ikan pari cukup ramah menyambut kami dengan berseliweran dan seolah memberi senyuman. Karena ikan pari dikenal memiliki wajah seperti manusia. Jadi, sudah siap liburan di S.E.A Aquarium?

Terdapat promo khusus untuk pengunjung dari Indonesia. S.E.A Aquarium dan Maritime Experimental Museum bundel seharga 41 Dolar Singapura.

Maritime Experimental Museum menyajikan sejarah petualangan Maritime Silk Route. Salah satu yang terfavorit adalah menikmati pengalaman multi-sensoris di Typhoon Theater yang mensimulaskan tenggelamnya kapal dalam badai berbahaya.

Keindahan Danau Kembar di Buleleng yang Instagramable


Melancongyuk - Jika hendak melangkah ke Bali Utara cobalah untuk melewati jalan raya Wanagiri atau belok kiri dari arah Denpasar setelah sampai di Wanagiri Rest Area. Sepanjang jalan ini kalian akan menemukan sekitar delapan tempat swafoto dengan berbagai spot yang akan menambah keindahan foto kalian.

Namun jika kalian ingin mendapatkan background dua danau sekaligus indahnya jajaran perbukitan kalian hanya lurus hingga sampai di Bali Twin Lake trakking Point. Keindahan Danau Buyan dan Danau Tamblingan akan memanjakan mata setelah lelah dalam perjalanan. Selain dijadikan tempat swafoto, disekitar lokasi juga berjajar warung dan minizoo yang memamerkan beberapa binatang saat siang menjelang.

Moment terbaik untuk berfoto disini adalah ketika pagi menjelang sebab jika beruntung (biasanya pagi berkabut atau mendung-red) indahnya sunrice yang muncul dari belakang perbukitan akan menambah dramatis foto kalian.

Tidak heran pula jika lokasi ini cukup sering dijadikan sebagai tempat foto prawedding. Tidak ada pungutan jika kalian melakukan sesi foto ditempat ini namun perlu digaris bawahi jika kalian berfoto ditempat ini haruslah mengutamakan keselamatan karena disekitar tempat ini hanya di batasi oleh pagar bambu itu pun tidak secara menyeluruh.

Made Wijaya, salah satu pengunjung yang sempat ditemui mengaku jika dirinya memang sering menjadikan tempat ini sebagai tempat pesinggahan kala dirinya hendak bertugas ke Singaraja. “Kebetulan saya seorang photographer ini adalah lokasi yang sempurna,”paparnya.

Keindahan Twin lake itu juga mendapat pujian dari wisatawan asal Jakarta, bahkan dia mengaku kunjungannya itu adalah yang pertama. “Saya penasaran karena hanya melihat dari website, namun sekarang saya buktikan jika ini lebih bagus daripada foto yang ada,”papar Maya perempuan asli Jakarta. (Kumparan)

Pantai Gunung Payung, Destinasi Andalan Baru di Bali Selatan


Melancongyuk - Jika sedang berada di Bali dan ingin merasakan keindahan pantai selain Pantai Kuta atau Tegal Wangi, coba arahkan langkah menuju Pantai Gunung Payung  di Desa Kutuh, Kuta Selatan.

Lokasinya tak langsung berhadapan dengan pantai melainkan harus menuruni anak tangga yang berkelok, Di sinilah letak ujian sebelum bertemu dengan indahnya tebing yang secara langsung menghadap Samudra Hindia.

Di sini kalian juga bisa berenang atau melakukan aktifitas lainnya seperti photography bahkan hingga camping pun bisa dilakukan di pantai ini.

Ingatlah untuk berbekal air karena perlu tenaga ekstra bagi kalian yang tidak biasa melakukan perjalanan jauh, di sepanjang perjalanan juga tersedia tempat peristirahatan.

Jika weekend atau hari libur pantai ini biasanya dipadati oleh wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara. Sepajang jalan menuju pantai haruslah berhati-hati mengingat kawanan monyet senantiasa akan menghampiri kalian jika ketahuan lengah.

Toilet sudah tersedia, begitupun dengan tempat sampah, jadi tidak ada alasan untuk kalian melakukan tindakan negative seperti membuang sampah sembarangan.

Disarankan jika hendak mengunjungi lokasi ini untuk datang pagi hari atau sore menjelang karena jika saat siang hari pantai ini akan berubah menjadi panas. (Kumparan)

Kampung Akuarium Hadirkan Wisata Bahari ala Batavia


Melancongyuk - Setelah mengalami rentetan kisah kelam, Kampung Akuarium yang terletak di Penjaringan, Jakarta Utara , kini mulai berbenah. Kampung ini akan dikembalikan fungsinya sebagai cagar alam seperti semula saat Jakarta masih memiliki nama Batavia.

Lokasi yang sempat dijadikan pusat penelitian ikan pada tahun 1919 ini merupakan kawasan yang dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa yang saat itu merupakakan lokasi peleburan ekonomi dan budaya.

Menurut warga, pusat penelitian tersebut berbentuk kaca yang berukuran sangat besar dan menmpung ikan beragam jenis dengan jumlah yang banyak. Bahkan berdiri patung kuda dimana banyak anak-anak bermain di area tersebut. Sayangnya, 1960, kawasan penelitian ditutup. Setelahnya kawasan tersebut beralih fungsi sebagai asrama polisi.

Seiring perubahan zaman, Kampung Akuarium semakin kumuh dan tidak terawat. Akibatnya banyak warga yang terserang penyakit. Saat masa jabatan Ahok sebagai Gubernur DKI, warga kawasan Kampung Akuarium direlokasi ke rumah susun. Sayangnya, sebagian warga yang masih bergantung hidup di Kampung Akuarium masih bertahan meski kawasan tersebut hapir rata dengan tanah.

Usai masa jabatan Ahok berakhir dan berganti kepemimpinan Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno, Kampung Akuarium direvitalisasi menjadi sebuah kawasan bahari yang menunjang nilai pariwisata sekaligus mendorong kegiatan ekonomi kreatif masyarakat Kampung Akuarium.

"Iya kita mau wisata bahari, ada perumahan. Ada commercial areanya juga. Ada usaha kecil menengah, usaha kecil berbasis kemaritiman, dan perikanan," kata Sandiaga.

Sandi mengatakan, dalam proses Revitalisai Kampung Akuarium ini ia berharap agar masyarakat berpartisipasi secara kolaboratif. Hal ini guna membangun kembali nilai-nilai ekosistem budaya, ekosiatem pendidikan dan ekonomi.

"Mereka dilibatkan dalam pentaan tersebut, sehingga partisipasi masyarakatnya sangat tinggi. Itu pendekatan baru kita. Ada beberapa RW di yang akan pelan-pelan kita lakukan pendekatan terkait kearifan lokal," ujar Sandi.

Gubernur Anies Basweda mengatakan bahwa saat ini proses revitalisasi sudah berjalan. Pembuatan Shelter (hunian sementara) saat ini perlahan sudah mulai dibangun. Pengadaan shelter itu nantinya akan ditempati sementara oleh lebih kurang 180 Kepala Keluarga. Saat ini pihak Jakarta Propertindo akan menyelesaikan proyek tersebut sesuai instruksi Pemprov DKI.

"JakPro yang bergerak di bidang konstruksi, harus segera menyelesaikannya shelternya. Sehingga teman-teman di Akuarium punya tempat tinggal nanti. Apalagi ini masuk cuaca ekstrem. Mereka harus diberikan shelter sehingga hidup lebih layak," kata Anies Baswedan. (Sportourism)