Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan

Air Mata Pengantin Jadi Favorit Untuk Buka Puasa di Pekanbaru


Melancongyuk - Tiap daerah punya ciri khas kuliner tersendiri yang mencerminkan kekayaan alam Indonesia, termasuk di Pekanbaru, Riau. Di bulan puasa seperti saat ini, makanan maupun minuman tradisional biasanya banyak dicari.

Ada sejumlah kuliner khas Pekanbaru yang cocok jadi teman berbuka puasa kamu. Untuk minuman, ada satu yang jadi favorit banyak orangm, terutama di bulan puasa. Namanya adalah Es Air Mata Pengantin.

Ini adalah minuman yang selalu dinanti masyarakat Riau terutama saat digelar pesta pernikahan. Tentunya minuman ini bukan berasal dari aliran air mata sang mempelai, tapi hanya sebutannya saja.  Seperti dilansir dari pegimakan, air mata pengantin adalah sebutan untuk minuman dingin, segar dan bikin nagih ini yang terus populer dari masa ke masa.

Seperti dilansir dari pegimakan, air mata pengantin adalah sebutan untuk minuman dingin, segar dan bikin nagih ini yang terus populer dari masa ke masa .Kabarnya, diberi nama air mata pengantin karena minuman ini hampir selalu ada saat pesta pernikahan.

Air mata yang dimaksud juga bukanlah air mata kesedihan tapi justru air mata kebahagiaan yang diwujudkan dalam rasa manis minuman. Isian minuman ini hampir sama dengan sajian es campur, yaitu sari kelapa, blewah, biji selasih, es serut dan sirup.

Lalu bisa juga ditambah potongan agar agar untuk menambah ragam warna minuman ini. Selain jadi suguhan di pesta pernikahan, es air mata pengantin ini juga jadi minuman segar yang biasanya dijual di siang hari atau dijadikan minuman berbuka puasa.

Harganya pun cukup terjangkau yaitu sekitar 5 ribu sampai 7 ribu rupiah. Menikmati es air mata pengantin di Pekanbaru sepertinya menarik dan menggugah selera, terutama untuk teman berbuka puasa.

Kuliner Langka di Nusantara, Yang Hanya Ada Saat Bulan Ramadhan

Melancongyuk - Ramadan sudah tiba, nih. Selain suasana penuh rahmat, ritual sahur dan buka puasa bersama keluarga dan teman juga ditunggu-tunggu. Tak hanya itu, kuliner tradisional langka yang hanya muncul saat Ramadan adalah hal yang selalu dinanti. Jika sedang berkunjung ke daerah-daerah tertentu, jangan lupa untuk berburu makanan yang hanya ada setahun sekali tersebut. Apa saja contohnya?

1. Sate Susu di Bali

Sate susu di Bali via Instagram/@dhaneeeeee

Bali memang memiliki banyak daya tarik. Selain alam yang luar biasa indah, makanan di Pulau Dewata ini juga memiliki cita rasa unik yang bikin kangen. Salah satunya adalah sate susu, yaitu yang dibuat dari puting sapi yang diberi bumbu khusus sebelum dibakar. Kuliner ini hanya ada di bulan puasa. Kamu bisa menemukan sate susu di Kampung Jawa di Bali, yaitu di kawasan Masjid Baiturrahmah, Desa Wonosari, Denpasar.

2. Kicak di Jogja

Kuliner Tradisional Langka, Kicak di Jogja via Instagram/@galuhirawati

Kuliner tradisional langka yang hanya muncul di Ramadan lainnya adalah Kicak. Jika menghabiskan waktu dia Jogja, sayang jika tak berburu Kicak, yaitu makanan yang dibuat dari beras ketan. Jajanan ini disajikan dengan parutan kelapa di atasnya dan ditambah potongan buah nangka sebagai toppingnya. Untuk mencarinya, datang saja ke daerah Kauman, Jogja, tempat Kicak berasal.

3. Gulai Siput di Riau

Kuliner Tradisional Langka, Gulai Siput via Instagram/@zazathevogue
Berbeda lagi dengan Riau, provinsi satu ini memiliki sajian yang ditunggu-tunggu saat menjelang Lebarang, yaitu Gulai Siput. Seperti namanya, makanan ini menggunakan siput sebagai bahan utamanya. Bumbu yang digunakan menggunakan banyak rempah, dengan kuah kuning yang terasa sangat sedap. Sayang rasanya jika sekali saja tak berbuka puasa dengan menu khas Riau yang hanya muncul setahun sekali ini.

4. Sotong Pangkong di Pontianak

Sotong pangkong di Pontianak via Instagram/@arahdotcom

Satu lagi kuliner tradisional langka yang hanya ada saat menjelang Lebaran, yaitu Sotong Pangkong. Ini merupakan kuliner khas yang bisa kamu temukan di Pontianak. Sotong Pangkong adalah cumi kering yang kemudian dipanggang di atas tungku. Saat dipanggang, cumi dipukul-pukul hingga pipih. Cara penyajian sotong ini bisa dinikmati dengan sambal kuah kacang, bisa juga disantap dengan sambal ebi yang gurih pedas. Yakin tak ingin mencobanya?

Ternyata ada banyak juga kuliner tradisional yang hanya muncul musiman, bikin kangen saja, ya. Bagaimana, kudapan mana nih yang paling kamu tunggu-tunggu? 

Aceh Culinary Festival 2018 Siap Bikin Inovasi Baru


Melancongyuk -  Aceh Culinary Festival kembali dihelat tahun ini dengan mengangkat tema " New Traditional: Look Good, Taste Good" . Festival kuliner yang telah menjadi agenda tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh ini adalah salah satu unggulan dalam 100 event wisata wonderful Indonesia yang diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata.

#AcehCulinaryFestival2018 diharapkan dapat menjadi katalisator dalam industri kuliner di Aceh, sehingga kekayaan cita rasa lokal bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Hal ini mengacu pada pesatnya perkembangan tren kuliner yang didominasi makanan internasional.

Lebih dari 100 pelaku usaha kuliner, pengamat serta komunitas penikmat dan hobi, akan berpartisipasi dalam perayaan kuliner Aceh ini. Semuanya akan berkontribusi dalam pelestarian budaya kuliner Aceh serta menciptakan berbagai menu inovasi yang menggabungkan cita rasa Aceh dengan berbagai unsur kuliner dunia.

Acara yang akan diselenggarakan pada 4 – 6 Mei 2018 di Lapangan Blang Padang Kota Banda Aceh ini akan mengundang sejumlah chef ternama.

" Para chef akan unjuk kebolehan menampilkan inovasi dan kreasinya dalam mengolah kuliner khas Aceh agar menjadi sajian yang memiliki tampilan premium dalam balutan konsep fine dining. Skil memasak ala chef dengan kemampuan gastronomy molecular hingga standar Michelin Star (penghargaan di bidang kuliner kelas dunia) akan disuguhkan," demikian keterangan pers yang diterima Dream.co.id, Selasa 14 April 2018.

Workshop Food Stylist, Food Photography, dan Foodpreneur menghadirkan pakar serta praktisi yang ahli di bidangnya akan digelar secara gratis bagi para pengunjung yang mendaftar. Selain itu, khanduri tetap menjadi suguhan wajib. Bagi pengunjung yang beruntung, aneka ragam hidangan khas Aceh dapat dinikmati secara gratis.

Pengunjung yang memiliki kemampuan food photography dan food stylist juga bisa mengikuti kompetisi food photography tematik dan food styling challenge yang akan digelar di lokasi acara setiap hari dengan hadiah jutaan rupiah. Tahun ini para tenant pengisi stand pameran juga akan memperebutkan gelar tenant terbaik pelestari budaya kuliner dan tenant dengan inovasi kuliner terbaik berhadiah total Rp10 juta.

Festival yang digelar selama tiga hari ini akan semakin meriah dengan penampilan berbagai pertunjukan seni budaya Aceh, para penyanyi dan penulis lagu berbakat Indonesia, hingga kelompok musik Fusion Ethnic yang kiprahnya telah sampai ke panggung Java Jazz.

Warung Nako, ‘Warteg’ Milenial di Kota Bogor


Melancongyuk -  Selamat datang di Kota Bogor. Kota ‘transit’ yang juga jadi destinasi kuliner. Beragam jenis makanan hingga tempat nongkrong bisa Anda temukan di kota hujan ini. Sebut saja Jalan Suryakencana atau Jalan Pajajaran, jadi surga kuliner.

Deretan rumah makan hingga kafe kekinian, bisa ditemui di sepanjang Jalan Pajajaran. Salah satunya, warung makan dan ngopi baru yang berada di Jalan Pajajaran Indah V, Nomor 38-4. Letaknya persis bersebelahan dengan resto Two Stories yang lebih dulu buka.

Warung Nako. Punya konsep ‘warteg’ berbalut desain modern. kedai ini bermula dari kegemaran jajan para owner-nya. Namun belum menemukan kedai makanan yang bisa dinikmati oleh keluarga. "Kalau makanan western sudah banyak, tapi konsep warung nasi ini belum ada di Bogor,” jelas JB Khrisna Susanto, salah satu Owner Warung Nako saat ditemui Kamis, 12 Maret 2018.

Konsep warteg (Warung Tegal) yang identik dengan kaca nako juga menginspirasi desain sekaligus nama dari rumah makan ini. Hampir seluruh bangunannya dibuat dari jajaran kaca nako, ditambah aksen-aksen modern bernuansa putih dan unsur kayu jadi tambahan desain minimalisnya.

"Warung Nako juga punya filosofi, singkatan dari nasi dan kopi,” katanya. Karena Warung Nako punya dua produk yang disatukan, yakni warung nasi dan kopi.


Memasuki pintu utama Warung Nako, Anda, langsung bisa menemui etalase ‘touch screen’ untuk memilih menu makanan. Mulai dari lauk pauk, tumis sayuran, kerupuk, hingga minuman. Uniknya, Anda  juga bisa memandang deretan kaleng kerupuk yang tersusun rapih tepat di atas etalase ini.

Warung Nako, punya beberapa spot duduk yang terdiri dari dua lantai. Dari pintu utama lantai dasar, sisi kanan adalah area makan terbuka dengan pendingin kipas dan non smoking. Sisi kiri, adalah Kopi Nako yang menyediakan ragam kopi nusantara dan camilan khas Indonesia.

Area kopi ini pun terbagi lagi dalam tiga spot. Ruang utama di depan meja kasir sekaligus coffee maker, ada ruang duduk berpendingin yang bisa menampung 8-10 orang.

Berikutnya ada area terbuka yang juga berpendingin, namun didesain beratap tinggi. Spot ini sebenarnya smoking area, hanya bisa digunakan perokok mulai dari jam tiga sore.

Masih di sisi sebelah kiri pintu utama, adalah area depan Kopi Nako yang juga bisa diduduki untuk perokok. Apalagi menikmati santai sore sambil ngopi cantik.

Lantai dua pun terbagi dalam dua sisi. Sisi kanan area terbuka untuk makan atau ngopi yang juga boleh digunakan bagi perokok, sementara sisi kiri adalah ruang tertutup ber-AC atau private area yang bisa dipesan untuk acara tertentu.

"Ada lagi area jembatan yang kami gunakan untuk tempat makan saat weekend, soalnya kalau weekdays lokasi ini jadi tempat foto-foto," tambah Khrisna. Soal kapasitas, Khrisna mengatakan Warung Nako bisa menampung 250-300 orang.

Unggulkan Rasa Lokal

Urusan rasa, Warung Nako mengutamakan kesan lokal. Baik warung maupun kopi, dua-duanya berasal dari bahan lokal dan ghadirkan cita rasa lokal. Warung ini, punya 20-30 menu yang berubah setiap harinya. Mulai dari pilihan masakan berbahan ayam, ikan, daging, sayuran, hingga jengkol.

Nasinya pun terdiri dari dua pilihan, yakni nasi merah dan putih. Bagi Anda yang ingin mengurangi kadar gula, pilihan nasi merah sangat nikmat menemani makan siang di Warung Nako.

Khrisna menjelaskan, Warung Nako mengutamakan bumbu khas nusantara dan cita rasa lokal. Ke depannya, warung nasi yang baru buka awal Maret lalu ini akan membuat tema masakannya. "Rencananya kami akan buat tema yang berputar, mulai dari hidangan khas Sunda, Jawa, Sumatera.”

Sedangkan pilihan minumnya, Warung Nako menerapkan sistem isi ulang. Teh misalnya, saat memesannya Anda hanya diberi gelas yang diisi es atau kosong. Karena tehnya bisa diisi di stastion minumannya dan bebas untuk pengisian ulang.

Atau minuman sehat berbahan buah, Warung Nako menjual aneka jus berbahan alami dengan gula batu. Kemasannya dalam botol dengan rasa buah naga, kedondong, hingga sirsak.

Bukan Sekedar Makan, Ngopi Juga Asyik


Sama halnya dengan warungnya, Kopi Nako menghadirkan minuman yang berasal dari lokal baik kopi maupun bahan peracik lainnya. Aneka snack teman minum kopinya bukan berisi kue modern kebarat-baratan, melainkan aneka kue tradisional, seperti roti gambang, kue pukis, dan pisang goreng.
Dari Kopi Nako, Anda bisa mencoba spesialisasinya. Diberi nama sama dengan tempatnya, Kopi Nako adalah minuman kopi dingin bercampur krim kental yang lezat. Cocok dinikmati sambil kongkow seru bareng teman.

Seperti Nita dan kawan-kawannya. Pelajar SMP di Bogor ini terlihat asyik memesan Kopi Nako bersama teman-temannya. "Pesennya sama Kopi Nako semua karena rasanya enak dan susu banget, kita rencananya minum di area atas kali ya," katanya.

Bukan kali pertama Nita bersama temannya berkunjung ke sini. Menurutnya, tempatnya asyik, cocok buat foto-foto, dan harganya terjangkau. Makanya Ia pun menjadikan destinasi ini sebagai salah satu favoritnya.

Kalau istilah ‘zaman now’, Anda bisa menikmati “ngopi cantik” sambil hunting berbagai spot foto kekinian. Saran kami, kala sore hari, paling asyik ngopi di area luar Kopi Nako.

Lokasinya persis di depan parkiran mobil, di sini ada bangku-bangku terbuka dengan meja bulat yang nyaman untuk grup kecil. Kopi Nako boleh diminum di area mana saja termasuk warung. Tapi, untuk makanan tidak boleh dibawa ke area kopi, ya!

Baik Warung maupun Kopi Nako, keduanya jadi satu destinasi yang seru dikunjungi bersama keluarga maupun teman. Karena tempatnya nyaman dengan makanan ‘sederhana’ yang nikmat. Harganya cukup terjangkau mulai dari 15-29 ribu rupiah.

Menuju Lokasi

Bagi Anda yang ingin makan ‘warteg’ ala milenial, alias di tempat modern yang punya banyak spot instagramable, tempat ini cocok untuk didatangi. Lokasinya cukup dekat dari terminal Baranangsiang.

Kalau naik kendaraan pribadi mobil dari arah keluar Tol Bogor belok kiri hingga bertemu Gramedia Pajajaran. Lalu belok kiri dan lurus sampai bertemu putaran balik di depan SMA Negeri 3 Bogor. Putar balik dan belok kiri kembali, tak jauh dari belok ini setelah Bogor Medical Center (BMC), Warung Nako tepat di sebelah Two Stories.

Arah yang sama berlaku untuk kendaraan roda dua. Anda harus menuju Terminal Baranangsiang terlebih dahulu dan bertemu Pajajaran setelah pintu keluar tol. Lalu ikuti arah yang sama.

Kalau menggunakan kendaraan umum seperti kereta. Dari Stasiun Bogor Anda bisa naik angkutan kota (angkot) 03 jurusan Terminal Baranangsiang – Bubulak. Turun di Gramedia Pajajaran dengan tarif 3.500. Lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju lokasi atau naik ojeg motor. (Sportourism)

Makan di Restoran Ini Pengunjung Harus Telanjang


Melancongyuk - Saat ini beragam tema menarik mulai digarap oleh restoran atau tempat makan dalam menjaring pengunjung untuk datang. Tak hanya dalam masalah menu dan lokasinya, namun tampilan konsep dekorasinya yang unik juga mulai dikedepankan.

Nah, di Prancis ada restoran yang mewajibkan pengunjung untuk menanggalkan pakaiannya sebelum memasukinya. Restoran ini diperuntukan khusus kaum nudist.

Nama restoran itu adalah O'naturel yang berlokasi di Paris, Prancis dan Pendirinya bernama Mike dan Stephane Saada. Restoran telanjang di Paris ini bukanlah yang pertama di Eropa. Sebelumnya, restoran telanjang serupa juga sudah buka di London, Inggris dan Tenerife, Spanyol.

Dengan berkunjung di O'naturel, para kaum nudist bisa menikmati suasana makan yang nyaman dan relax tanpa mengenakan busana. Dari luar, Restoran O'Naturel tidak begitu mencolok karena tertutup tirai kain berwarna putih. Bagian dalam restoran ini juga desainnya minimalis.

Begitu masuk ke dalam restoran, traveler akan diminta untuk menanggalkan baju untuk kemudian disimpan dalam loker. Setelah itu, traveler akan diberikan sandal sebagai alas kaki menuju ke ruang makan. Khusus untuk para ladies, boleh tetap memakai high heels.

Layaknya restoran normal, O'Naturel menyediakan hidangan khas Prancis yang terkenal lezat. Dari mulai lobster, escargot, hingga foie grass bisa dipesan di restoran ini. Satu set menu berisi 3 jenis hidangan dihargai sebesar US$ 57.50 (setara Rp 776 ribuan).

Restoran ini berlokasi di 9 rue de Gravelle Paris, 75012 O'naturel baru buka setengah 8 malam. Restoran ini hanya berkapasitas 40 kursi.

Pernah Coba Memek? Warisan Kabupaten Simeuleu yang Bikin Ketagihan


Melancongyuk - Indonesia memiliki ribuan hamparan pulau-pulau yang indah untuk dikunjungi. Tak hanya itu, kuliner khas setiap daerahnya cukup beragam dan aneh serta unik, mulai dari peyajiannya sampai dengan nama makanan yang dihidangkan.

Salah satunya kuliner unik yang berasal dari Kabupaten Simeuleu, Aceh bernama memek. Memang belum banyak orang tahu makanan ini berikut daerah asalnya. Walaupun nama makanan tersebut selalu diartikan dengan hal negatif, namun rasanya sangatlah enak dan bakal membuat Anda ketagihan.

Memek adalah makanan warisan nenek moyang masyarakat Simeuleu yang khas dan mantap. Makanan tradisional yang rasanya manis seperti bubur ini telah ada sejak turun temurun, sebelum Indonesia merdeka.

Makanan yang diberi nama aneh ini terbuat dari beras ketan yang digongseng, pisang ditumbuk, gula, serta santan yang diperas menggunakan air hangat. Semua dijadikan satu nampak seperti bubur manis beraroma pisang yang legit.

Makanan klasik ini kerap dihidangkan masyarakat saat bulan Ramadan atau Hari Raya Idul Fitri. Bahkan memek ini acap kali disajikan sebagai makanan pembuka bagi para tamu dari luar daerah yang berkunjung ke pulau paling barat Indonesia itu.

Dulunya memang, memek ini merupakan kuliner peninggalan dari zaman kerajaan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang datang. Seiring perkembangan zaman, kuliner khas ini sudah mulai jarang ditemui di Simeulue, kalaupun ada biasanya pengunjung memesan sebelumnya. Untuk harga perporsinya dibandrol Rp. 10.000. (Sportourism)

Kue Denderam Riau, Si Keling Nan Legit untuk Sarapan


Melancongyuk - Pekanbaru cocok dikunjungi pada libur akhir pekan panjang ini. Selain untuk mengeksplorasi bangunan-bangunan bersejarah yang lekat dengan cerita perdagangan masa lampau, kulinernya yang beragam tak boleh dilewatkan. Salah satu yang menarik untuk dicoba adalah kue denderam.

Kue Denderam alias peniram khas Riau adalah jajanan pasar yang populer dijuluki sebagai kueh harian Melayu. Artinya, penduduk setempat mengkonsumsi kue itu saban hari.

Dulu, kue itu hanya ditemukan saat upacara keagamaan atau momen-momen khusus, seperti bulan puasa. Namun, kini, setiap hari denderam menjadi penganan wajib santap. Terutama untuk sarapan dan teman minum teh atau kopi.

Ketua Generasi Pesona Indonesia Pekanbaru, Bayu Amde Winata mengatakan kue denderam bisa ditemui di semua pasar tradisional di Pekanbaru maupun di daerah Riau lainnya. "Apalagi di pesisir Malaka," kata Bayu saat dihubungi, Jumat, 30 Maret.

Masuknya kue denderam ke Riau memang lekat dengan sejarah awal 1900-an yang terjadi di daerah pesisir. Pada era itu, konon, Inggris membawa para pekerja perkebunan karet dan pertambangan timah dari India Selatan menuju Malaysia.

Didatangkannya kaum buruh ke tanah Melayu pada masa itu meninggalkan beberapa warisan yang masih terlacak sampai sekarang, salah satunya kuliner, dan terbawa sampai pesisir Riau. Resep mirip denderam disebut-sebut menjadi salah satu warisanya.

Maka itu, sampai sekarang, kue denderam dikenal sebagai makanan rakyat. Selain di pesisir Riau, kue serupa juga dapat ditemukan beberapa daerah di Kalimantan.

Kue denderam sekilas mirip kue cucur. Hanya, bentuknya berbeda. Denderam memiliki ukuran lebih kecil dan berlubang seperti jaring-jaring raksasa. Rasanya sangat manis. Gula aren atau gula merah royal dituang pada adonan tepung beras untuk memberi rada manis yang medok.

Seperti rasanya yang bisa masuk untuk lidah siapa pun, harga kue ini juga merakyat. Satu buah denderam dihargai Rp 1.000.

Nikmatnya Jagung Bose, Bubur khas NTT


Melancongyuk - Makanan pokok di Nusa Tenggara Timur (NTT), salah satunya adalah jagung. Sehingga banyak aneka makanan yang dibuat berbahan dasar jagung. Misalnya jagung bose, yakni masakan berupa bubur.

Masakan tradisional yang dikenal dengan jagung bose ini menjadi makanan pokok pengganti nasi. Menurut tradisi warga Timor, jagung bose hanya dibuat dari jagung putih. Sebetulnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara jagung putih atau kuning. Hanya saja, jagung putih biasanya terasa lebih manis.

Jagung bose berarti jagung yang dilunakan, karena teksturnya memang lunak seperti bubur pada umumnya. Namun cara pembuatannya cukup sulit, membutuhkan proses yang cukup lama. Pertama, biji jagung dicampur air, dan ditumbuk hingga daging-daging putihnya keluar. Kemudian, rebus menggunakan kayu maker hingga berubah.

Setelah itu, baru bisa dimasak menjadi jagung bose. Biasanya, kudapan ini dicampur kacang merah. Sehingga rasanya semakin nikmat, sekaligus membuat warna bubur khas NTT ini jadi semakin menarik. Oh iya, jagung bose memiliki kuah terbuat dari santan kelapa yang melewati sekitar tiga kali peras.

Cara membuatnya, masukan jagung dan garam terlebih dahulu. Lalu jeruk nipis juga minyak kelapa. Masak sekita 10 hingga 15 menit, hingga semua bahan-bahan tercampur dan matang. Jika ke NTT, Anda bisa menikmatinya sebagai sarapan pagi.


Kid Mai Death Cafe, Restoran di Thailand Bertema Kematian


Melancongyuk - Kafe bertema khusus akhir-akhir ini tengah digandrungi. Dari kafe kucing, kafe di dalam penjara, hingga kafe bertema horror dengan pegawai-pegawai berkostum setan, kafe-kafe yang tidak hanya menonjolkan makanan enak namun juga ide dan dekorasi menarik laris diserbu oleh pecinta kuliner.

Dilansir dari Oddity Central, jika biasanya tema-tema kafe yang dipilih merujuk pada hal-hal yang seru dan menyenangkan, tema yang dipilih sebuah kafe di area Khet Phaya Thai, Thailand ini lebih suram, yakni kematian.

Sebelum memasuki Kid Mai Death Cafe, pengunjung harus terlebih dulu melewati sebuah terowongan gelap. Tiap beberapa meter di dalam terowongan hitam ini, tergantung papan-papan di langit-langit yang mulai memberikan suasana kelam lewat kata-kata seperti, "Apakah ada yang menunggumu di rumah?"


Setelah melalui terowongan, pengunjung akan memasuki wilayah outdoor kafe dengan interior dan dekorasi yang didominasi warna hitam.

Mengikuti tema yang diusung, nama makanan-makanan yang ada di dalam menu mengandung kata-kata seperti "sakit," "tua," dan "kematian." Makanan-makanan ini juga dipajang sebagai foto-foto pemakaman.

Karangan bunga yang sering diberikan ketika seseorang meninggal merupakan dekorasi yang ditemukan di tiap sudut kafe ini. Sebuah tengkorak juga dapat ditemukan terbaring sendirian di atas sofa hitam. Nasihat-nasihat yang mengingatkan akan kematian terpampang di berbagai penanda.


Pada sebuah papan yang ditempel di karangan bunga, tertulis, "Apakah kamu siap jika malam ini kamu tidur dan tidak bangun lagi?" Papan lain di dekat pohon berkata, "Pada akhirnya, kamu tidak akan bisa membawa apa-apa bersamamu."

Selain itu, terdapat sebuah peti mati berwarna putih di salah satu sudut kafe. Pengunjung yang berani berbaring di dalamnya selama tiga menit akan mendapat potongan harga bagi makanan yang mereka pesan. 

Filipina Hadirkan Museum untuk Pecinta Makanan Manis


Melancongyuk - Bagi kamu penggemar makanan manis segeralah terbang ke Negeri Lumbung Padi, Filipina. Sebab, negara yang memiliki 7.641 pulau ini memiliki museum yang unik sekaligus menjadi surga bagi mereka yang menyukai makanan manis.

Adalah Dessert Musem, sebuah museum yang berada di Manila, Filipina ini memiliki luas 1.114 ribu meter persegi. Dibuka sejak 10 Februari 2018 lalu, museum ini sudah menerima 7 ribu pengunjung pada minggu pertama pembukaannya.

Dilansir Forbes, Tasha Reyes, Katrina Lacap, Joseph Moore yang merupakan pendiri Dessert Museum mengatakan bahwa mereka mendapatkan ide ini lima bulan yang lalu. Mereka ingin mengekspresikan rasa cintanya kepada makanan.

Dessert Museum memiliki delapan ruangan yang berisikan berbagai jenis cemilan manis, seperti gulali atau cotton candy, gummy bear, marshmellow, cake pops, es krim, permen karet, donat dan candy cane.

Di area Cotton Candy Fores pengunjung akan disuguhkan pemandangan gula-gula kapas berwarna pink yang menggemaskan. Pengunjung juga akan menemukan pohon dengan gula-gula kapas yang banyak dan bisa bebas mengambilnya.

Selain menawarkan museum dengan tema yang unik, Dessert Museum juga memiliki tempat yang sangat Instagramable. Warna-warna pastel nan girly seperti merah muda, kuning, hijau muda, dan berbagai warna cantik lainnya bertebaran di sini.
Tak lupa museum ini juga memberikan informasi tentang makanan-makanan yang ditampilkan. Seperti alasan mengapa bagian tengah donat berlubang.

Untuk sekali masuk pengunjung akan dikenakan biaya mulai dari PHP 696  atau sekitar Rp 185 ribu untuk 2 jam tur. Pengunjung juga akan diberikan 6 dessert secara cuma-cuma. (Kumparan)

Ini Makanan Brasil yang Mirip Makanan Indonesia

Aneka kuliner Brasil
Melancongyuk -Kuliner Brasil mungkin belum terlalu populer di tanah air. Apalagi jika dibandingkan dengan kuliner Meksiko yang lebih akrab bagi lidah orang Indonesia. Namun, ternyata kuliner Brasil memiliki banyak kesamaan dengan kuliner Indonesia. 

"Kuliner Brasil itu pada dasarnya mirip dengan kuliner Indonesia. Sangat kaya, banyak memanfaatkan santan dan minyak kelapa sawit," kata Director of Culinary Keraton at The Plaza Hotel Jakarta, Rafael Gil ditemui di Bengawan Restaurant. 

Juga sama seperti kuliner Indonesia yang berbeda tiap daerah, kuliner Brasil juga dibagi dalam tiga wilayah secara garis besar. Wilayah Brasil Utara, Tengah, dan Selatan. 

"Kalau Brasil selatan itu seperti Rio de Janeiro, lebih banyak makanan fusion Eropa, pengaruh Jerman dan Spanyol. Disana juga lebih banyak turis dan pendatang," kata Gil. Jika ingin merasakan kuliner Brasil yang autentik Gil menyarankan untuk merasakan makanan Brasil Utara. 


Piexe ba folha dr baneneira conpesto de coentro, ikan santan dibakar dengan pisang.
Ada banyak bahan makanan yang tidak asing di Indonesia seperti nasi, singkong, dan pisang. Kebanyakan dimasak dengan cara dikukus. Sementara, untuk hasil laut seperti ikan, dimasak dengan santan. Terasa seperti kari, tetapi dengan versi yang lebih kental. 

 "Bisa saya simpulkan rasa makanan Brasil ini kuat dan kaya, karena ada banyak cabai, ketumbar, dan santan," sebut Gil. Untuk mencicipi makanan Brasil hasil masakan Gil kinidapat dirasakan di Rafa's Private Kitchen di Keraton at The Plaza Hotel Jakarta. 

Sesi makan spesial Brasil ini dapat dipesan dengan minimal order untuk empat orang, yang dihargai untuk satu orang sebesar Rp 998.000++.  Di sana, tersedia bar bagi tamu untuk membuat sendiri cocktail ala Negeri Samba. Pemesanan diharuskan dilakukan dua hari sebelum kedatangan. (Kompas)

Bandung Punya Restoran di Dalam Pesawat Perintis


Melancongyuk - Ingin menikmati makan malam nan romantis di dalam pesawat bersejarah? Datang saja ke Bandung.

Bandung memang memiliki ragam pesona untuk menarik pelancong datang. Kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi pada hari libur menjadi salah satu bukti daya tarik ibu kota Jawa Barat ini bagi wisatawan.

Selalu ada destinasi wisata dan tempat kuliner baru dan unik untuk dikunjungi. Seperti salah satu destinasi wisata yang berada di Soreang, Kabupaten Bandung, di mana para pengunjung bisa makan di dalam replika pesawat.

Replika pesawat bernama Srikandi Indonesia berwarna putih dengan bentang sayap sepanjang 18 meter ini memberikan petualangan baru bagi penikmat kuliner dan juga pelesiran.

Pesawat Casa 212 ini diubah menjadi restoran dengan daya tampung 30 orang. Ada sembilan meja yang yang terdapat di dalam pesawat. Empat meja untuk masing-masing meja dengan kapasitas dua orang. Dan lima meja yang masing-masingnya bisa digunakan empat orang.

Di dalam pesawat perintis tak bermesin itu pengunjung bisa menikmati makanan sambil memandang keindahan kota Bandung dari ketinggian.

Restoran di dalam pesawat ini memang terletak di atas bukit. Sehingga ketika pengunjung menengok ke luar jendela pesawat seperti berada di atas langit. Pemandangan indah Bumi Parahyangan, gunung-gunung, dan ribuan rumah bisa dilihat dari jendela pesawat.

Suasana yang diberikan sama persis seperti naik pesawat. Hal ini dikatakan oleh salah satu pengunjung.

"Walau tak bermesin. Setidaknya dengan masuk ke dalam bagian pesawat kita tahu seperti apa suasananya," ungkap Rian.

Selain makan di dalam restoran, para pengunjung juga bisa mengambil swafoto di setiap sudut dalam kabin pesawat.

Restoran dalam pesawat ini merupakan bagian dari obyek wisata yang ada di Taman Love Soreang. Replika pesawat perintis ini memang menjadi salah satu koleksi wahana baru yang ada dan baru dibuka, pertengahan Februari lalu.

Taman Love Soreang memang sudah dikenal masyarakat sekitar sebagai taman yang romantis. Disebut Taman Love karena taman ini punya tempat untuk foto berbentuk tanda hati. Sebelumnya, tempat wisata ini merupakan bagian dari Villa n' Cafe De Dago's Sadu yang ada di bukit kawasan Soreang.

Fasilitas Taman Love Soreang yang bisa dinikmati pengunjung beragam. Ada kafe, kolam renang yang letaknya dekat dengan replika pesawat parkir, musala, toilet, dan tempat parkir yang luas.

Taman Love Soreang juga bisa dinikmati oleh anak-anak, karena disediakan taman bermain anak. Bagi pengunjung yang hanya ingin santai juga ada bangku-bangku yang langsung berhadapan dengan pemandangan indah dari atas bukit dan melihat Gunung Sadu.

Salah satu pemandangan yang sangat menarik perhatian yaitu latar belakang pegunungan Bandung Selatan dengan bunga-bunga yang sudah disusun rapi berbentuk hati. Ada dua taman berbentuk hati di sini, satu berwarna hijau dan satu lagi warna ungu.

Selain itu ada juga tempat berfoto dengan tulisan I love U untuk dinaiki oleh para pengunjung. Ini menjadi tempat favorit pengunjung untuk swafoto. Tidak heran Taman Love Soreang ini juga disebut sebagai tempat wisata baru yang yang instagramable.

Taman ini buka tiap hari mulai pukul 8 pagi hingga tutup pukul 9 malam. Tiket masuk ke Taman Love Soreang, sangat terjangkau. Pengunjung hanya mengeluarkan kocek Rp5 ribu.

Pengunjung bisa datang ke sini pagi atau pun sore hari. Tapi bagi mereka yang ingin mendapatkan suasana nan romantis, disarankan untuk datang sore hari. Menikmati langit sore kota Bandung sambil duduk santai dan bersantap di dalam replika pesawat perintis.

Masuk ke dalam pesawat tersebut, pengunjung harus membeli makanan di restoran yang ada di Taman Love dengan tiket tambahan Rp15 ribu. Harga tiket bukan hanya dapat digunakan untuk masuk ke dalam pesawat, tapi juga untuk berenang.

Wisatawan juga bisa menginap dengan hanya membayar Rp500 ribu per malam sudah mendapatkan tenda yang nyaman dengan fasilitas pendukung.

Taman Love berada di Jalan Cijengkol Selarwi, Sadu, Soreang, kabupaten Bandung. Lokasi wisata ini secara geografis dekat dengan kota Bandung di sebelah utara dan Ciwidey di sebelah selatan. Kawasan wisata ini berdekatan dengan Taman Makam Pahlawan (TMP) Pasir Pahlawan.

Menurut wisatajabar.com, banyak cara menuju tempat wisata ini. Salah satunya, naik angkot dari Terminal Leuwipanjang menuju Pasar Soreang. Sampai di sana, perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan ojek atau delman.

Bagi yang membawa mobil pribadi, bisa keluar di pintu tol Kopo, lalu belok kanan ke arah Soreang.

Bekasi akan Gelar Festival Jengkol


Melancongyuk - Festival kuliner makanan khas Indonesia, jengkol akan digelar meriah pada Jumat (23/3/18) mendatang. Acara tahunan ini akan diselenggarakan di Bekasi Trade Center Mal (BTC), Kota Bekasi.

"Iya, akan digelar dua minggu kedepan selama tiga hari dari 23-25 Maret 2018. Banyak sekali acaranya, yang utamanya adalah pemilihan Raja Ratu Jengkol," ujar Ketua Panitia, Umi Kamilah Rabu (8/3/18).

Para pecinta dan pemburu jengkol sangat pas untuk hadir dalam festival yang akan menghabiskan berkilo-kilo jengkol ini, lebih kurang sekitar 150 kilogram jengkol akan disediakan panitia. Aneka masakan jengkol pun akan menghiasi festival ini, ungkap Mila.

"Nanti akan ada steak jengkol, burger jengkol, jengkol fantasia, jengkol crispy, jengkol rawon, jengkol semur, jengkol rendang, krupuk jengkol, sumpia jengkol, cireng jengkol, bakso jengkol, liwet jengkol, nasi bakar jengkol, jengkol pepes, dan masih banyak lagi menu-menu jengkol unik lainnya," inbuh Mila.

Selain bazaar kuliner jengkol, yang utama adalah lomba Masak & Pemilihan Raja Ratu Jengkol Bekasi. Selain itu pula, akan ada bazaar multiproduk, seminar kesehatan, seminar wirausaha, demo masak olahan jengkol bersama Babeh Cook dan tentunya panggung hiburan.

"Untuk jadi Ratu Raja jengkol pendaftarannya bisa berkelompok. Raja Ratuh Jengkol dipilih berdasarkan kriteria masakan jengkol apa yang dibuat dan pasti rasanya juga diuji," ujar Mila.

Yuk, Nikmati Selingkuh Hingga Janda Kecemplung di Pulau Seribu!

Melancongyuk - Ada apa sih di Pulau Seribu sampai bawa-bawa selingkuh dan janda kecemplung? Jangan salah, selingkuh dan janda kecemplung di utara Jakarta ini bukanlah seperti yang kita bayangkan, tapi jangan kecewa, karena tetap nikmat, kok!

Kue Selingkuh


Kue selingkuh adalah nama kue khas asal Kepulauan Seribu, tepatnya dari Pulau Pramuka, dan salah satu dari beberapa jajanan dengan nama yang unik di sana. Soal nama selingkuh sendiri, ternyata, dari puluhan penjaja makanan yang ada di sana, tak ada satu orang pun yang bisa menjawab. Nama kue itu sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.

Lalu, seperti apa sih, kue selingkuh itu? Kue ini kira-kira mirip dengan apa yang kita sebut sebagai lontong. Selingkuh juga memiliki proses pembuatan yang sangat sederhana; berbahan baku beras yang dibungkus dengan daun pisang dan diisi abon ikan, hidangan selingkuh cocok dinikmati di sore hari bersama secangkir teh hangat.

Selain kue selingkuh, ada satu lagi hidangan yang namanya tak kalah unik, yakni: Janda mengandang! 
 

Lagi-lagi, kurang diketahui dari mana kue ini mendapatkan namanya, namun menurut penduduk setempat, kue ini awalnya dibuat sebagai bekal untuk para laki-laki yang pergi ke laut dan belum dapat dipastikan apakah akan kembali pulang ke istrinya di rumah. Kue janda mengandang dibuat dari bahan dasar tepung beras, sagu, dan ampas kelapa. Adonan tepung beras, sagu, dan ampas kelapa ini lalu dikukus. Setelah matang, dimakan dengan bumbu tambahan air gula merah. Yum!

Ada satu lagi kue yang serupa namun tak sama. Berbeda dengan kue janda mengandang, nama kue ini adalah kue janda kecemplung. Kue janda kecemplung terbuat dari tepung terigu dan gula yang dibuat dalam bentuk bulat, lalu dikukus. Setelah matang, adonannya dicelupkan dalam cairan air gula jawa lalu dicampur dengan ampas kelapa.

Ada-ada saja ya, nama kuliner Indonesia. Bagaimana, berani ajak pasanganmu untuk mencoba selingkuh?

Paskal Food Market, Spot Kulineran di Paris van Java


Melancongyuk - Kulineran di Bandung, memang tidak ada habisnya. Minimal, setiap bulannya selalu menghadirkan invoasi terbaru. Salah satu pusat kuliner di Kota Kembang ini adalah Paskal Food Market. Sahabat Sporto bisa menemukan berbagai sajian makanan di sini.

Paskal Food Market berlokasi di Jalan Pasir Kaliki, Bandung atau tepatnya berada di Paskal Hypersquare, tidak jauh dari Stasiun Kota Bandung. Ya, Paskal sendiri singkatang dari Pasir Kaliki sebagai salah satu kawasan kuliner paling terkenal di Bandung.

Di dalamnya, terdapat sekitar 50 stand yang menjual makanan. Mulai dari Chinese food, Japanese food, hingga aneka kuliner khas Nusantara, khususnya dari Bandung. Aneka sajian jadul, modern, halal hingga non halal bisa dinikmati di sini.


Menariknya lagi, konsep di Paskal Food Market mengambil outdoor. Jadi, Sahabat Sporto akan merasa sedang menyantap makanan di kaki lima. Tapi, jangan khawatir didatangi penngamen atau copet yang kerap mengganggu kenyamanan saat makan.

Selain itu, ada live music. Tapi, jika Sahabat Sporto datang ketika jam makan siang atau malam, tempat ini akan dipenuhi pengunjung.

Pencinta Alam, Coba Restoran di Tokyo yang Berdesain Hutan dan Gua


Melancongyuk - Saat menikmati makanan di restoran, desain sebuah restoran menjadi salah satu daya tarik pengunjung untuk datang. Maka itu, ada banyak restoran yang menggunakan konsep unik agar restorannya menarik.

Jepang yang dikenal memiliki kuliner lezat memiliki beberapa restoran yang unik. Restoran unik yang terbaru adalah restoran Nikunotoriko. Restoran ini dirancang oleh arsitektur Ryoji Iedokoro. Bagian dari restoran tersebut terinspirasi oleh Canyon Antelope Arizona, dengan tema alam.


Restoran ini terdiri dari dua lantai, lantai pertama di desain seperti gua. Lalu, di lantai dua dirancang agar terlihat seperti hutan. Dengan menggunakan pipa baja, arsitek membuatnya menyerupai pohon.
Di sana, Anda dapat makan santai sambil menikmati desian unik terasa seperti dalam hutan dan gua. Anda dapat memesan makanan khas Jepang, yakiniku atau menu lainnya seperti kimchi, stone baked bibimbap, sup telur, salad dan ayam goreng.


Jika Anda suka menikmati makanan di ruang terbuka dengan pemandangan bintang-bintang pada malam hari, restoran indah ini juga menyediakan ruang barbekyu terbuka. Restoran Nikunotoriko terletak tiga menit berjalan kaki dari Stasiun Roppongi di jalur Toei Oedo dan buka setiap hari untuk makan siang dan malam.

Dua Kuliner Aci Khas Sukabumi Ini, Bikin Nagih saat Dikunyah

Melancongyuk - Kuliner berbahan dasar aci (tepung kanji) belakangan ini sedang tren di kalangan masyarakat. Cilok misalnya, penjualnya sudah menjamur di mana-mana. Selain itu, ada kuliner khas Sukabumi berbahan dasar sama yang harus Sahabat sporto coba. Ini dia dua di antaranya.

Teci


Teci, singkatan dari sate aci. Seperti namanya, makanan ini rasanya benar-benar serupa dengan sate. Lezat dan gurih. Namun, yang membedakannya adalah teci tidak dibakar, melaikan hanya diberi bumbu sate (kacang yang dihaluskan). Teci juga tidak ditusuk, tapi berupa potongan aci yang telah diolah sebelumnya.

Bahan-bahannya cukup sederhana. Sahabat Sporto hanya cukup menyiapkan aci kawung (sagu aren), garam, penyedap rasa, dan air. Sedangkan untuk bumbunya, kacang tanah, bawang putih, garam gula pasir, cabai (meurut selera).

Cakwe dan kroket biasanya jadi makanan pendamping untuk menyantap makanan satu ini. Saat bulan puasa tiba, teci jadi salah satu menu berbuka saat adzan magrib tiba.

Ciwang

 
Ciwang sebenarnya singakatan dari "aci bawang", makanan ini hanya bisa Sahabat Sporto jumpai di Sukabumi. Tekstur makanan ini kenyal dan lembut ketika dikunyah.

Cara membuat ciwang cukup mudah, bahannya pun sederhana. Di antaranya ada aci kawung atau tepung sagu, air, garam, dan bawang goreng sebagai penambah aroma dan rasa. Semua bahan-bahan tersebut dicampur, kecuali bawang goreng.

Aduk merata di atas api kecil hingga kenyal. Angkat lalu tuangkan ke dalam cetakan dan diamkan di ruang terbuka hingga membeku. Setelah membeku potong-potong dan taburi bawang goreng. Rasanya gurih, juga bisa sebagai pengganjal perut saat lapar.

Mengenal Karuang, Masakan Khas Suku Dayak Maanyan


Melancongyuk - Karuang merupakan salah satu masakan khas dari suku Dayak Ma'anyan yang berada di wilayah Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Barito Timur.

Masakan yang juga dikenal dengan sebutan Kalumpe ini merupakan salah satu makanan favorit suku Dayak Ma’anyun dan dikenal dengan rasanya yang lezat dan gurih.

“Karu'ang merupakan masakan yang terbuat dari daun singkong yang ditumbuk hingga halus, dan kemudian dimasak menggunakan bumbu masakan yang alami,” kata ahli kuliner Suku Dayak Ma'anyan, Welnitha di Buntok, Barito Selatan, kemarin (9/2).

Adapun cara membuat masakan ini cukup mudah, awalnya daun singkong ditumbuk sampai halus menggunakan lesung atau lehung dalam bahasa ma'anyan.Kemudian dimasak menggunakan bawang putih, bawang merah, lengkuas, dan serai, serta kayu manis.

"Dalam masakan itu biasanya ditambah dengan terung kecil dan bulat bentuknya atau dalam bahasa Ma'anyan teung pipit, atau sulur," ucapnya.

Setelah setengah matang, dimasukkan cabe rawit, dan santan sambil diaduk hingga matang. Habis itu, Karu'ang sudah siap untuk dihidangkan.

Menurutnya, masakan ini sangat enak ditemani dengan sambal terasi, dan ikan asin yang digoreng.
Bukan hanya favorit dikalangan suku dayak Ma'anyan saja, akan tetapi sudah banyak dijumpai di sejumlah warung makan di wilayah Kalteng ini.

Jalan-jalan ke Kota Pati? Jangan Lupa Nikmati Kuliner khas-nya

Melancongyuk - Plesiran ke Pati, Jawa Tengah tidak lengkap rasanya jika melewatkan kulinernya. Jika Yogyakarta dikenal dengan gudegnya, pati juga punya sego gandul sebagai makanannya. Selain itu, Sahabat juga wajib mencicipi deretan kuliner lainnya. Apa saja?

Sego gandul
  

Sego gandul adalah persilangan antara soto dan gule. Nasi gandul memang lebih nendang dan mlekoh rasanya. Sajian ini merupakan kombinasi dari dua masakan yang masing-masing dimasak dengan bumbu sangat kaya rempah. Elemen pertama adalah empal daging sapi (juga termasuk jeroan) yang dimasak dalam bumbu-bumbu harum, kemudian digoreng sebentar. Empalnya sudah gurih bila dimakan begitu saja

Elemen kedua adalah kuah santan yang juga sangat gurih. Rasa jintan dan ketumbar mencuatkan citarasa gulai atau kari India. Sedangkan lengkuas dan bawang putih mewakili unsur-unsur soto yang populer di Jawa. Diperkaya dengan bumbu-bumbu lain, diikat dengan santan yang membuatnya sungguh mak nyuss.

Sego Tewel

 
Sego Tewel, jadi salah satu kuliner khas Kota Pati. Kuliner satu ini bisa dibilang kuliner sederhana. Terdiri dari sayur nangka muda atau poular disebut tewel. Menikmati satu porsi sego tewel, biasanya dilengkapi dengan tambahan kerupuk, tempe goreng dan dihidangkan dengan alas daun jati.

Soto Kemiri


Hampir di seluruh wilayah Indonesia, memiliki sajian soto khas-nya masing-masing. Begitu juga dengan di Pati, ada soto kemiri sebagai salah satu kulinernya. Di dalamnya terdapat daging ayam suwir dan tauge disajika ke dalam mangkuk kecil yang berisi nasi putih. Kemudian disiram dengan kuah kemiri.

Petis Runting

 
Kemudian ada petis runting, asalnya dari Desa Runting, Pati, Jawa Tengah. Meski nama makanan ini petis, tidak ada menggunakan petis sebagai baan utamanya. Hidangan satu ini, yaitu olahan daging kambing muda yang dimasak hampir mirip dengan gulai.

Bahan-bahan utama untuk membuat petis runting, yaitu daging kambing muda. Untuk kuahnya menggunakan tepung beras, sehingga kuahnya jadi sedikit kental.

Roti Gempol, jadi Sarapan Lezat di Kota Bandung


Melancongyuk - Lagi-lagi, Bandung adalah aalah satu kawasan surganya wisata kuliner. Mulai dari pagi, siang hingga malam hari, tersedia penjual makanan yang akan mengisi perut Sahabat Sporto.

Sarapan nasi goreng atau bubur ayam itu sudah biasa. Kali ini Sahabat Sporto harus mencoba menikmati santapan pagi dengan Roti Gempol dari Kota Bandung.

Hidangan paling popular di kedai ini adalah roti bakarnya. Roti Gempol terbilang jadi bagian kuliner paling legendaris di Kota Kembang. Berdiri sekitar 1958 dan keberadaannya masih bisa Sahabat Sporto nikmati sajiannya hingga sekarang.

Salah satu menu paling favorit adalah roti gandum bakarnya. Ya, rasanya begitu lezat, dipanggang di atas kompor plat selama beberapa menit, sehingga menghasilkan tektur yang garing di luar tapi tetap lembut di dalam.

Jika Sahabat Sporto penasaran, bisa berkunjung langsung ke kedainya di Jalan Gempol Wetan No. 14, Bandung. Selain itu, penikmat kuliner juga bisa menyambangi beberapa cabang Roti Gempol yang masih berada di kawasan Kota Bandung. Penasaran? (Sportourism)