Tampilkan postingan dengan label Wisata Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Nusantara. Tampilkan semua postingan

Goa Londa, Petualangan Jelajah Kubur Unik di Toraja

Peti mati digantung di dinding via Instagram tinitalibo

Bayangkan betapa serunya menjelajah sensasi bertualang di dalam kompleks pekuburan yang begitu alami. Apalagi biasanya warga Toraja juga menjadikan Goa Londa tempat menggelar tradisi pemakaman mereka yang unik. Berikut adalah penjelasan lengkapnya oleh kontributor Travelingyuk Frenky Hizkia.

Sarat Akan Tradisi

Di pintu masuk Goa Londa sobat traveler akan langsung melihat deretan patung kayu yang dinamakan Tau-Tau. Patung-patung tersebut melambangkan jenazah yang dimakamkan dalam goa.
Selain Tau-Tau, pengunjung juga disuguhkan pemandangan peti-peti jenazah atau ‘Erong’ di dinding bukit. Peti tersebut disokong dengan kayu khusus agar tidak jatuh. Erong merupakan peti mati dari para bangsawan. Semakin tinggi letak petinya maka semakin tinggi pula derajatnya.

Goa Londa diperkirakan memiliki kedalaman 1000 meter. Di beberapa bagian, ketinggian goa hanya berkisar satu meter. Semakin ke dalam, goa akan terasa kian gelap dan lembab. Namun tak perlu khawatir, ada pemandu yang siap menceritakan asal-usul goa sekaligus membantu para pelancong agar tidak tersesat.

Patung Tau-Tau via Instagram iwan.motret

Murah dan Mudah

Goa Londa berada di Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara. Bagi sobat traveler yang datang dari arah Rantepao, hanya butuh perjalanan sekitar tujuh kilometer. Akses menuju tempat wisata ini cukup mudah. Bisa menggunakan kendaran pribadi maupun transportasi umum.

Setiap pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk sebesar 10 ribu rupiah (wisatawan lokal) atau 20 ribu rupiah (asing). Mengingat lokasi makam ada di dalam goa, maka sobat traveler disarankan menyewa lampu petromaks saat berada di loket.

Lengkap dengan Suvenir dan Pemandu

Perbukitan di Goa Londa via Instagram yulidyna

Untuk menunjang kenyamanan para pelancong, pengelola wisata Goa Londa juga menyediakan fasilitas seperti area parkir, toilet, warung makan, dan toko yang menjajakan suvenir khas kota Toraja.

Selain itu juga tersedia pemandu wisata yang siap mendampingi sobat traveler dan rombongan menyusuri goa. Biayanya tergantung kesepakatan bersama antara sang pemandu dan pengunjung. Semakin pandai menawar tentu akan makin ringan biayanya.

Tertarik untuk berkunjung dan mengenal lebih dalam sejarah Toraja? Tunggu apalagi, langsung rencanakan liburan dan datang bersama keluarga maupun sahabat ke Goa Londa.

Menyelam di Laut Jepara, Menikmati Indahnya Terumbu Karang


Melancongyuk - Di Laut Jepara, Jawa Tengah ada terumbu karang yang kini mulai banyak wisatawan yang menikmati keindahannya. Terumbu karang ini adalah hasil upaya nelayan melakukan tranplantasi atau penyambungan terumbu di perairan setempat.

"Kami memang masih merintis destinasi wisata baru yang lokasinya berada kawasan Pulau Panjang Jepara, setelah transplantasi terumbu karang mulai mendatangkan berbagai jenis ikan," kata Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Jogoloyo Jepara Mustain di Jepara, beberapa waktu lalu.

Ia berharap, lewat mereka destinasi wisata baru tersebut akan ikut dipromosikan ke sesama teman komunitas.

Jenis ikan yang mulai muncul di antara terumbu karang tersebut, kata dia, cukup banyak, di antaranya ada ikan badut, kete-kete, serta berbagai jenis ikan hias.

Untuk keperluan snorkeling, katanya, sudah disediakan peralatannya, termasuk pemandunya dari kalangan nelayan sendiri.

Pemandu wisata snorkeling sudah mengantongi setifikat, sehingga keahliannya tidak diragukan lagi dalam melakukan snorkeling.

Untuk kedalaman air yang menjadi objek wisata bawah laut, kata dia, berkisar 2,5 meter hingga lima meter. Selain menyediakan wisata bawah laut, katanya, wisatawan juga bisa memancing ikan karena disediakan peralatan memancing. Wisatawan yang berkunjung, juga ikut diedukasi terkait pentingnya menjaga terumbu karang.(Antara)

Objek Wisata Unik di Grobogan Sajikan Api Abadi

Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jateng. (Wikimedia.org)
Melancongyuk -  Meski tak terlalu terkenal dengan objek wisatanya, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) nyatanya menyimpan beberapa yang unik, salah satunya adalah Api Abadi Mrapen. Terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Api Abadi Mrapen merupakan objek wisata yang menyajikan penampakan fenomena alam berupa api abadi yang tak pernah padam.

Dilansir dari laman resmi milik Pemprov Jateng, api di objek wisata Api Abadi Mrapen Grobogan memang tak pernah padam. Bahkan, api di tempat tersebut tak akan padam meski diguyur hujan deras.

Terlepas dari segala keunikannya, tempat wisata yang satu ini juga menyimpan cerita menarik tentang salah satu Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga. Sebagaimana dikutip dari Dream.co.id, Kesultanan Demak yang berada di sekitar Mrapen dan merupakan satu-satunya pusat pemerintahan Islam di Pulau Jawa berupaya memindahkan pendapa Kerajaan Majapahit dengan dipimpin Sunan Kalijaga.

Dalam perjalanan memasuki wilayah Kesultanan Demak Bintoro, rombongan ini mengalami masalah karena prajuritnya kelelahan. Mereka kemudian mencari mata air untuk minum, tetapi tidak ada yang dapat menemukannya. Sunan Kalijaga pun kemudian berjalan menuju tempat kosong dan menancapkan tongkatnya ke tanah. Lubang dari bekas tongkat itu tak lama menyemburkan api yang saat ini dipercaya merupakan titik awal munculnya sumber Api Abadi Mrapen.

Keunikan serta cerita rakyat itulah yang membuat wisatawan dari berbagai daerah ingin mengunjungi Api Abadi Mrapen. Menurut cerita warga sekitar, api di kawasan tersebut tidak menimbulkan luka bakar jika diinjak oleh orang yang mempunyai hati dan pikiran bersih.

unik Api Abadi Mrapen terletak sekitar 27 km sebelah barat Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Pengunjung pun tak perlu susah payah mencarinya karena terletak di tepi Jl. Purwodadi-Semarang.

Salah satu destinasi wisata di Kabupaten Grobogan tersebut tergolong sangat ramah di kantong karena pengunjung tak perlu membayar untuk memasuki lokasi Api Abadi Mrapen. Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan senilai Rp5.000 hingga Rp10.000 di kawasan Api Abadi Mrapen.

Resoinangun Garden, Kebun Bunga Warna-Warni yang Lagi Hits di Jogja


Melancongyuk - Beberapa tahun belakangan, wisata ala kebun bunga di Jogja dan sekitarnya makin banyak diminati ya. Tren ini dimulai oleh kebun bunga amarilis beberapa tahun lalu dan dilanjutkan dengan kebun bunga matahari, kebun bunga celosia dan sebagainya. Hamparan kebun bunga matahari di Pantai Samas Bantul dan Pantai Glagah Kunlonprogo kini juga jadi primadona wisata di Jogja. Belum lama ini, kebun bunga celosia di pesisir Pantai Kukup Gunungkidul juga baru saja dibuka. Wah banyak banget ya kebun bunga di Jogja!

Ada satu lagi kebun bunga yang lagi hits di Instagram. Namanya Resoinangun Garden yang berada di pesisir selatan Bantul. Baru 1 bulan dibuka, foto-fotonya sudah menghiasi linimasa. Mau lihat keindahan taman bunga di selatan Jogja ini? Yuk simak ulasan Hipwee Travel aja ya.

Resoinangun Garden berada tak jauh dari Pantai Samas, Kecamatan Sanden, Bantul. Satu jam perjalanan dari Kota Jogja

Terletak tidak jauh dari pantai Samas, Resoinangun Garden berada di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dari Jogja, jarak yang mesti kamu tempuh kurang lebih 25 km ke arah pantai Samas. Kurang lebih satu jam perjalanan. Akses menuju lokasi cukup mudah dan pemandangan sawahnya oke punya. Kamu bakal menikmati perjalananmu ke sana, apalagi kalau sudah sampai lokasi. Aneka bunga warna-warni akan menyambutmu dengan hangat.

Berbeda dengan kebun bunga lain yang biasanya cuma satu jenis bunga, di kebun ini ada banyak jenis bunga yang berwarna-warni

Selama ini kebun bunga yang hits biasanya cuma punya 1 jenis bunga. Contohnya banyak, kebun bunga amarilis, bunga matahari sampai bunga celosia. Nah, di Resoinangun ini ada banyak macam bunga yang bakal memanjakanmu. Ada bunga matahari, marigul atau kenikir, ada juga bunga kertas dengan aneka warna, bunga celosia merah dan kuning hingga bunga jengger yang tak kalah indahnya. Aneka bunga ini sengaja disiapkan agar pengunjung tidak bosan berkunjung di sana.

Ada beberapa spot foto yang bisa kamu coba, mulai dari ayunan sampai sepeda-sepedaan. Cantik banget sih tempat ini buat foto-foto

Buat kamu yang gemar berfoto selfie, kamu pasti akan betah banget liburan di sini. Banyak banget spot foto yang bisa kamu gunakan sih. Ada spot foto dengan latar becak yang dikelilingi bunga, sepeda tua dan ada juga ayunan di tengah hamparan bunga. Keren banget ‘kan?

Selain itu ada pula gardu pandang yang bisa digunakan untuk memandang luas hamparan bunga dari atas ketinggian. Dari sana kamu juga bisa menyaksikan matahari terbenam. Paket komplit!

Berapa biaya masuk ke Resoinangun Garden? Murah nggak ya?

Kebun ini dibangun dengan waktu 3 bulan. Di awal Mei ini sudah dibuka dan animonya cukup tinggi. Banyak traveler yang penasaran dengan hamparan bunga-bunga indah di kebun ini. Tiket masuknya pun cukup murah kok, 5 ribu saja. Biaya parkir 2 ribu rupiah. Murah ‘kan? Makanya banyak banget yang datang, selain tempatnya indah, masuknya pun murah.

Gimana, kapan kamu mengunjungi Resoinangun Garden di Bantul? Mumpung mau liburan, yuk mampir ke sana!

Mengintip Surga dan Tugu 0 Kilometer di Bawah Laut Ujung Barat Indonesia

Foto di Tugu 0 Kilometer Indonesia juga bisaa | Foto: Serambinews.com/M Anshar

Melancongyuk - Ada satu taman laut di ujung barat Indonesia yang pesonanya tak kalah indah dan kaya dengan laut-laut timur Indonesia. Di Pulau Rubiah tepatnya, satu pulau yang merupakan bagian dari wilayah Kota Sabang, Aceh dan berada di sebelah barat-laut Pulau Weh.

Seperti laut-laut indah lainnya, taman laut di Pulau Rubiah ini juga merupakan surga bagi biota laut yang sangat beragam. Tak heran bila tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap akhir pekan untuk melihat keindahan dan merasakan keseruan menyelam di Taman Laut Pulau Rubiah.

Air tenang dan warnanya yang biru jernih tak henti menggoda para wisatawan. Lokasi taman lautnya yang terletak di antara Pulau Rubiah dan Pantai Iboih membuat jarang sekali muncul ombak kencang di titik lokasi selamnya. Tentu saja ini membuat penyelam akan lebih aman dan nyaman saat bertemu dengan penduduk bawah laut taman ini.

Di Taman Laut Rubiah pengunjung akan diberikan dua jenis keindahan bawah laut, yaitu yang alami dan buatan.

Keindahan bawah laut alami menjadi tempat tinggal bagi ikan-ikan hias berwarna-warni yang kalau diberi roti, ikan-ikan tersebut akan langsung menyambarnya. Salah satu ikan yang dapat dijumpai di sini adalah ikan badut atau clownfish.

Nemo-nemo di Laut Rubiah | Foto: Daily Voyagers

Jenis ikan lainnya juga ada, seperti ikan Bendera, ikan Kepe-kepe, ikan Botana Biru, ikan Sersan, ikan Kerapu, dan berbagai macam ikan lainnya. Bintang laut, bunga lili laut, cumi-cumi, dan berbagai macam terumbu karang juga dapat ditemui di taman laut ini.

Selain itu, di Taman Laut Rubiah juga ada daerah yang cukup luas dengan dasarnya hanya pasir putih. Inilah keindahan bawah laut buatan yang ada di taman laut ini.
Untuk mempercantik lokasi yang kosong tersebut, telah diletakkan beberapa benda seperti ayunan, meja dan kursi, bangkai mobil dan bangkai motor yang bisa mempercantik foto bawah laut para penyelam.

Tak hanya itu, miniatur Tugu 0 Kilometer pun ada di bawah laut Rubiah dengan kedalaman 12 meter.

Sedikit Kisah Tentang Rubiah

Selain Taman Laut Rubiah yang indah ini, ternyata nama Rubiah di sini juga menyimpan kisah sejarah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Rubiah sendiri berarti wanita yang saleh, istri ulama, atau wanita yang menjadi guru mengaji. Jika memutar waktu ke belakang, memang arti-arti tersebut ada benarnya.

Main ayunan di bawah laut? Bisa! | Foto: Daily Voyagers

Menilik cerita masa lalu, Siti Rubiah merupakan seorang istri dari Tengku Ibrahim yang memiliki gelar Tengku Iboih. Tengku Ibrahim ini adalah seorang ulama dan guru mengaji sehingga arti Rubiah yang merupakan istri ulama dan guru mengaji adalah benar adanya.
Siti Rubiah juga merupakan seorang wanita yang taat. Kala Tengku Ibrahim harus menetap selama beberapa waktu di Pulau We untuk berdakwa, beliau pun menyusul suaminya ke sana. Namun karena ada sedikit perselisihan, Siti Rubiah harus berpisah dengan Tengku Ibrahim.

Tengku Ibrahim tinggal di Iboih dan Siti Rubiah tinggal di pulau di seberang pantai Iboih. Kepindahan inilah yang kemudian membuat pulau tersebut diberi nama Pulau Rubiah.

Festival of Light 2018 Kembali Digelar di Gardu Pandang Kaliurang


Melancongyuk - Untuk kelima kalinya, digelar ajang spektakuler Lampion yang dikemas dalam Event Festival Of Light tahun 2018. Event tersebut diselenggaralkan di Gardu Pandang Kaliurang pada libur lebaran 2018 ini. Kegiatan tersebut mengulang sukses event-event sebelumnya. Pada tahun 2018 ini Manajemen Taman Pelangi bersama Disbudpar Kabupaten Sleman merilis topik baru yaitu, The New Dancing Fountain dengan lampion-lampion bernuansa Jurrassic atau Zaman purbakala sebagai objek wisata dan selfie.

"Selain nuansa jurrassic dan berbagai jenis bunga dan binatang juga akan dihadirkan New Dancing Fountain yang menghadirkan teknologi-teknologi terbaru dari Dancing Fountain untuk menyemarakkan wisata di Gardu Pandang Kaliurang," papar Tri Lestari, marketing Manajemen Taman Pelangi.

Lebih lanjut dikatakan, Festival Lampion akan digelar mulai 9 Juni 2018 dan berakhir 22 Juli mendatang. Berbeda dengan event-event sebelumnya, kali ini Festival Of Light akan dibuka dari pukul 16.00 hingga pukul 23.00 malam, sehingga diharapkan dapat semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kaliurang pada liburan akhir tahun ini.

Menurutnya, semarak pesta lampion juga bakal dimeriahkan dengan berbagai kuliner jajanan-minuman tradisional serta sajian makanan kekinian yang diusung tenant-tenant warga Kaliurang maupun tenant umum di luar Kaliurang. "Talent-talent yang menampilkan music live baik akustik dan organ tunggal juga akan melengkapi wisata Kaliurang. Diharapkan event ini akan dapat menciptakan kesan yang mendalam untuk dibawa pulang oleh para wisatawan yang menikmati liburan panjang di Yogayakrta, khususnya di Kaliurang," sambungnya. (KRJogja)

Komaneka Keramas Beach Resort, Pesona Alami Berbalut Kemewahan


Melancongyuk - Desa Keramas, Blahbatuh,Gianyar, tak hanya jadi kawasan tempat art shop, namun juga punya panorama yang indah. Salah satunya adalah keindahan pesisir pantainya yang dipadukan dengan suasana pedesaan yang masih asri. Jadi, tidak salah di kawasan ini terdapat banyak sekali akomodasi wisata, di antaranya adalah Komaneka Keramas Beach Resort.

Komaneka Keramas Beach Resort merupakan akomodasi wisata bintang lima yang tentu saja memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Bahkan, wisatawan akan diperkenalkan dengan pola kehidupan masyarakat pedesaan yang masih alami.

General Manager Komaneka Keramas Beach Resort, Kariyana, mengatakan, Komaneka Keramas Beach Resort tidak saja berfungsi sebagai tempat menginap bagi wisatawan yang datang ke Bali. Namun, dengan beragam fasilitas yang disediakan, Komaneka Keramas Beach Resort sudah menjadi destinasi berlibur bagi wisatawan.

Komaneka Keramas Beach Resort ini adalah resort butik mewah yang berlokasi di tepi Pantai Keramas dengan luas mencapai 4 hektare. Dari resort pantai ini, wisatawan bisa menyaksikan pemandangan alam, mulai dari hamparan samudra Hindia dengan pulau tetangga, Nusa Penida, plus persawahan yang luas dan Gunung Agung di kejauhan.

Selain itu, Komaneka juga dirancang gaya kontemporer yang terinspirasi arsitektur Bali, menggunakan material alami seperti kayu, bata merah dan bambu, sehingga setiap ruangan memiliki keindahan alam Bali yang nyata.

Beragam jenis fasilitas yang bisa dinikmati wisatawan, mulai dari fasilitas penginapan yang nyaman, di mana setiap villa di Komaneka Keramas Beach Resort dilengkapi kolam renang pribadi, sehingga tamu bisa menghabiskan waktu liburan dengan tenang.

Di samping itu, juga memiliki beragam aktivitas yang mampu memanjakan para tamunya, seperti fasilitas Spa yang dilakukan oleh terapis berpengalaman yang menggunakan produk Spa lokal. “Produk Spa yang kami gunakan adalah produk yang dihasilkan oleh para pengrajin produk Spa lokal yang menggunakan beragam jenis rempah-rempah dan bahan baku lokal lainnya,” ungkapnya.

Beragam aktivitas olahraga, juga bisa dilakukan di pusat kebugaran Komaneka Keramas Beach Resort. Salah satu fasilitas kebugaran yang paling diminati wisatawan asing adalah Yoga.

Yoga di Komaneka Keramas Beach Resort dipandu oleh seorang instruktur Yoga berpengalaman. “Yoga menjadi salah satu aktivitas yang diminati, bisa dibilang setiap tamu yang datang ke selalu tertarik untuk melakukan aktivitas ini setiap pagi, sehingga kami memiliki jadwal latihan setiap hari,” ungkapnya.

Didukung Restoran Menu Organik

Selain menawarkan hunian mewah yang nyaman, Komaneka Keramas Beach Resort juga memiliki restoran mewah, Restoran Timur Kitchen.

Selain menyajikan beragam jenis menu makanan, Restoran Timur Kitchen juga menyajikan menu makanan organik.

Kariyana mengatakan, Restoran Timur Kitchen merupakan restoran pendukung dari resort mewah ini. “Di restoran ini, kami berusaha untuk memberikan pengalamam kuliner yasng menyenangkan bagi para tamu, sehingga mereka akan disuguhkan menu makan yang spektakuler,” jelasnya.

Meskipun standar menu makanan yang disajikan adalah standar internasional, namun untuk bahan makanan yang digunakan, lanjut Kariyana, bahan makanan lokal yang disiapkan dengan baik. Bahkan, sebagian besar dari bahan makanan yang digunakan dihasilkan dari sawah milik sendiri dan kebun organik milik resort.

Dikatakannya, selain wisatawan domestik, wisatawan asal Australia yang mendominasi menginap karena mencari lokasi wisata yang mempunyai pantai dengan ombak yang bagus untuk surfing. “Untuk memperkenalkan potensi atau produk wisata, kami memanfaatkan media sosial. Selain itu bekerjasama dengan travel agent serta berpromosi ke luar negeri di berbagai travel fair,” tambahnya.

Taman Mini Indonesia Indah Hadirkan Konsep Baru Mulai Tahun 2019


Melancongyuk - Kabar gembira, Direktur Penelitian Pengembangan dan Budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Patu Supadma Rudana mengatakan, TMII akan menghadirkan konsep reborn atau pembangunan lima tahun (pelita) secara berkelanjuta mulai tahun 2019 mendatang. Konsep ini diharapkan mampu membangun dan memajukan kebudayaan Indonesia di mata dunia.

Putu menuturkan, konsep reborn ini merupakan semangat menjadikan TMII lahir kembali memberi inspirasi dalam menuju Indonesia Emas 2045.

“Kedepannya harapanya adalah (TMII) hadir kembali menjadi bagian utama dalam memajukan seni budaya, kebudayaan, dan penunjukan peradaban kita yang luar biasa. Dan akhirnya dicintai oleh berbagai dunia,” ujar Putu di Gedung BPP TMII, Jakarta Timur dilansir dari Republikas.com pada Selasa (5/6/2018).

Konsep tersebut diangkat karena sesuai dengan cita-cita pendiri TMII, Siti Hartinah atau Tien Soeharto yang merupakan istri dari Presiden ke-2 Indonesia.
“Semangat membangun TMII reborn dari 2019, dalam arti kita membangun rencana pembangunan lima tahun. Dari 2019 Kita sebut repelita, sehingga pelita satu, pelita dua, pelita tiga, pelita empat dan lima menuju Indonesia emas 2045 mendatang,” tambahnya.

Dalam menjalankan konsep tersebut, pemerintah dan pelaku bisnis dapat mendukung TMII dengan datang dan menyelenggarakan kegiatan di Taman Mini Indonesia Indah.

“Pemerintah bisa melakukan kegiatannya di Taman Mini, tidak perlu di hotel-hotel, karena TMII bisa menjadi ruang interaksi yang penting bagi ruang seni budaya kita. Anak-anak sekolah datang ke TMII untuk bisa berbagi inspirasinya,” katanya.


Nantinya TMII juga menampilkan berbagai hal yang berbau tradisional namun dikemas dengan zaman kekinian untuk menyasar kaum millenial guna memupuk rasa nasionalisme anak muda.

“TMII hadir ingin menampilkan hal-hal yang berbau tradisional, local wisdom atau kearifan lokal dari seni budaya nusantara, dan kuliner nusantara. Tapi harus dikemas dengan zaman kekinian. TMII tentu hadir kembali ingin meneguhkan seni budaya dengan kemasan era kekinian dan diminati oleh generasi milenial,” ujarnya.

Putu berharap, kemunculan konsep reborn ini, TMII mampu memberikan inspirasi terhadap negara lain. Sebab, Indonesia diunggulkan dengan keberagaman budayanya yang unik dan luar biasa.

“Kira-kira 27 tahun kemudian (menuju Indonesia Emas di 2045) sehingga TMII menjadi ikon utama meneguhkan kebudayaan dunia dan salah satunya kebudayaan Indonesia yang luar biasa menginspirasi bangsa-bangsa lain di dunia. Dan Indonesia sangat layak dan mampu untuk menjadi ikon utama itu,” pungkasnya.

Kampung Flory, Desa Wisata Taman Hias, Homestay dan Terapi Kolam Ikan


Melancongyuk - Semakin banyak desa wisata yang muncul dengan fasilitas homestay warga yang menarik untuk kita kunjungi di daerah Sleman Yogyakarta.

Berbagai atraksi dan wisata yang tentunya menarik dan unik dijadikan salah satu daya tarik bagi desa wisata untuk menarik para wisatawan.

Seperti halnya dengan Kampung Flory yang bertempat di Dusun Jugang, Pangukan, Tridadi, Kabupaten Sleman ini.

Kampung ini mengandalkan budi daya sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan untuk dijadikan objek wisata.

Salah satu keunikan dari tempat wisata ini ialah pengunjung bisa melakukan kegiatan terapi ikan yang memiliki beberapa lokasi untuk kegiatan terapi ikan.

Ada beberapa kolm ikan yang disediakan di tempat ini dengan tempat duduk berupa batu batu kali yang ditata rapi di pinggir dan di tengah kolam.

Tempat ini memiliki lahan yang luasnya sekitar 4 hetare dan menyediakan berbagai fasilitas yang lengkap serta homestay untuk para pengunjung.

Layanan homestay ini terdiri dari dua macam yaitu Live-in di beberapa rumah warga yang berjumlah 10 unit dan homestay Ayem Ayem yang berada di dalam kawasan Kampung Flory ada 4 unit.

Fasilitas parkir untuk kendaraan anda juga lumayan luas, dapat menampung 4 bus besar, 60 mobil, dan sekitar 100 sepeda motor.

Lahan yang sebesar 4 hektare ini dibagi lagi menjadi 4 jenis yaitu.

Zona 1 (Taruna Tani) yang memiliki luas sekitar 1 hektare dan bergerak pada bidang usaha tanaman hias, tanaman buah, dan kuliner.

Zona 2 (Dewi Flory) yang memiliki luas sekitar 1 hektare dan menyajikan jasa penginapan atau homestay, outbond dan pelatihan kewirausahaan agrobisnis.

Zona 3 (Agro Bush) yang memiliki luas mencapai 2 hektare yang menyediakan wisata petik bush langsing, wisata pembelajaran atau edukasi, serta pelestarian lingkungan.

Wisata ini dibangun dengan tujuan untuk membangun kembali para generasi muda agar dapat tertarik dengan dunia pertanian yang dapat memberikan kesejahteraan.

Tempat ini juga digunakan sebagai pesat pembibitan dan budidaya tanaman buah unggul dan tanaman hias agar dapat memasok kebutuhan tanaman di DIY.

Pengunjung tempat wisata ini dapat memanfaatkan lahan untuk kegiatan belajar menanam tanaman yang baik dan benar dan belajar mengenai dunia pertanian yang menjanjikan.

Anda juga dapat belajar di tepat ini tentang pengenalan jenis tanaman, perawatan tanaman, hingga cara untuk menata tanaman hias di rumah.

Wisata ini dibuka setiap hari pada jam 08.00 sampai dengan jam 21.00, tanpa adanya hari libur kecuali saat libur besar.

Nikmati Sejuk dan Nyamannya Pesona Alam Coban Jidor


Melancongyuk - Buat anda yang suka sekali dengan wisata alam, maka wisata Coban Jidor ini dapat menjadi salah satu pilihan buat anda untuk mengisi libur anda.

Tempat ini berada di kawasan Desa Ngadireso, Kecamatan Jabung, yang baru di buka pada tahun 2016 ini masih belum banyak wisatawan yang berkunjung.

Ketika anda berkunjung ke tempat wisata ini anda akan merasakan sensasi alam yang tenang dan alami.

Akses untuk menuju tempat wisata Air Terjun Jidor ini sangatlah mudah, bahkan jika anda masih baru berada di Malang dapat dengan mudah menemukan tempat ini.

Akan terasa lebih dekat jika anda lewat daerah tumpang, selain itu jalannya masih satu arah dengan Coban Jahe yang lebih dulu dikenal oleh para wisatawan.

Pada saat akhir pekan wisata Coban Jidor ini di datangi pengunjung yang jumlahnya mencapai 30 orang.

Jangan takut untuk mengunjungi wisata Coban Jidor ini, karena setiap wisatawan telah di cover dengan asuransi kecelakaan.

Tiket masuk ke tempat wisata Coban Jidor ini cukup murah, hanya bekisar 5.000 rupiah setiap orangnya.

Wisata Coban Jidor ini masih tergolong bersih, karena masih belum banyak pengunjung yang datang ke tempat ini dari pada tempat lainnya.

Selain itu pihak pengelola tempat wisata Coban Jidor ini selalu menjaga kebersihan dari tempat wisata ini.

Dalam setiap perjalanan anda menuju air terjun, anda akan menemui banyak sekali tempat sampah untuk tetap menjaga kebersihan dari tempat wisata ini.

Dari tempat parkir wisata ini, anda hanya cukup menempuh perjalanan dengan jarak sekitar satu kilo meter saja.

Anda tidak perlu takut dalam setiap perjalanan, karena pihak pengelola sudah menata bambu untuk anak tangga pada setiap jalanan menurun.

Merasakan Sensasi Memegang Dan Dicium Ikan Dewa Di Obyek Wisata Cibulan


Melancongyuk -  Sejumlah anak-anak terlihat tengah asyik berenang di kolam mata air dengan ratusan ikan besar.

Canda dan tawa keseruan anak-anak pecah saat satu persatu dari mereka terjun ke dalam kolam dengan berkedalaman 1 meter.

Suara gemericik air mancur dan jernihnya air semakin menambah suasana tenang di kolam berukuran hampir 30 x 10 meter itu.

Deretan pohon besar yang rindah juga terlihat berjejer di sekitaran kolam tersebut.

Suasana dan pemandangan tersebut bisa dinikamati di objek wisata Cibulan yang berada di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Objek wisata yang telah ada sejak tahun 1939 ini, disebut-sebut tidak kalah cantiknya dengan objek wisata Ponggok di Klaten, Jawa Tengah.

Bahkan, yang menjadi daya tarik tersendiri, di objek wisata Cibulan ini, wisatawan bisa berenang langsung dengan ikan dewa berukuran besar.

"Ada satu keunikan tersendiri di tempat ini, di mana turis bisa berenang bersama ikan dewa, bisa dicium bersama ikan dewa. Bahkan, ada beberapa wahana baru yang tidak ketinggalan dengan zaman now," kata Direktur utama objek wisata Cibulan, Didi Sutardi .

Didi menjelaskan, Ikan dewa yang dimaksut merupakan ikan jenis kancra bodas.

Konon, ikan-ikan dewa tersebut merupakan jelmaan dari beberapa prajurit yang dikutuk oleh Prabu Siliwangi.

Di obyek wisata Cibulan, pengunjung juga bisa merasakan sensasi memegang Ikan dan dicium ikan tersebut.

Selain itu, pengunjung juga bisa mengunjungi situs petilasan Prabu Siliwangi yakni tujuh sumur mata air di dalam kawasan Objek Wisata Cibulan.

Tujuh sumur mata air itu dipercaya bisa membawa kejayaan, keselamatan, pengabulan, kemuliaan, cisadane, cirencana dan kemudahan.

"Salah satunya yang menarik di sini itu sumur tujuh wisata religi yang setiap weekend, sangat padat pengunjung," kata Didi.

Menjelang libur hari raya Idul Fitri, pengelola terus berbenah objek wisata Cibulan.

Sejumlah sarana dan prasarana terus dibenahi guna membuat para pengunjung semakin nyaman.

Pasalnya, penguunjung menjelang lebaran, objek wisata Cibulan diseru oleh ratusan ribu pengunjung.

"Untuk tahun ini, lagi pembuatan mushola baru di dalam, jembatan buat selfie, terus juga lesehan juga lagi dibenahi. Jalan-jalan juga dicat dalam persiapan menjelang Idul Fitri," terang Didi.

Untuk berkunjung ke objek wisata Cibulan, pengungjung hanya perlu merogoh kocek Rp 18 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak di hari Senin-Jumat.

Sementara, dihaeri libur Sabtu-Minggu, pengunjung harus membayar Rp 20 ribu untuk dewasa dan Rp 17 ribu untuk anak-anak.

Pengunjung juga tidak perlu khawatir apabila tidak membawa makanan saat berkunjung ke Cibulan. 
Deretan pedagang makanan sudah berjejer di luar maupun dalam kawasan Cibulan.

Kehadiran wisata alam Cibulan diakui Didi, telah berhasil memberikan dampak langsung kepada perekonomian warga sekitar.

"Yang paling positif itu dampak ekonomi. Kurang lebih 100 orang termasuk komunitas dan warga sekitar menjajakan dagangannya," terang Didi.

Bagi pengunjung yang membawa kendaraan juga tidak oerlu khawatir. Parkir di objek wisata terbilang sangat luas. Biaya parkir sendiri dikenakan Rp 3 ribu untuk motor, Rp 5 ribu untuk mobil dan Rp 25 ribu untuk Bus/Truk/Elf.

Keindahan Danau Kembar di Buleleng yang Instagramable


Melancongyuk - Jika hendak melangkah ke Bali Utara cobalah untuk melewati jalan raya Wanagiri atau belok kiri dari arah Denpasar setelah sampai di Wanagiri Rest Area. Sepanjang jalan ini kalian akan menemukan sekitar delapan tempat swafoto dengan berbagai spot yang akan menambah keindahan foto kalian.

Namun jika kalian ingin mendapatkan background dua danau sekaligus indahnya jajaran perbukitan kalian hanya lurus hingga sampai di Bali Twin Lake trakking Point. Keindahan Danau Buyan dan Danau Tamblingan akan memanjakan mata setelah lelah dalam perjalanan. Selain dijadikan tempat swafoto, disekitar lokasi juga berjajar warung dan minizoo yang memamerkan beberapa binatang saat siang menjelang.

Moment terbaik untuk berfoto disini adalah ketika pagi menjelang sebab jika beruntung (biasanya pagi berkabut atau mendung-red) indahnya sunrice yang muncul dari belakang perbukitan akan menambah dramatis foto kalian.

Tidak heran pula jika lokasi ini cukup sering dijadikan sebagai tempat foto prawedding. Tidak ada pungutan jika kalian melakukan sesi foto ditempat ini namun perlu digaris bawahi jika kalian berfoto ditempat ini haruslah mengutamakan keselamatan karena disekitar tempat ini hanya di batasi oleh pagar bambu itu pun tidak secara menyeluruh.

Made Wijaya, salah satu pengunjung yang sempat ditemui mengaku jika dirinya memang sering menjadikan tempat ini sebagai tempat pesinggahan kala dirinya hendak bertugas ke Singaraja. “Kebetulan saya seorang photographer ini adalah lokasi yang sempurna,”paparnya.

Keindahan Twin lake itu juga mendapat pujian dari wisatawan asal Jakarta, bahkan dia mengaku kunjungannya itu adalah yang pertama. “Saya penasaran karena hanya melihat dari website, namun sekarang saya buktikan jika ini lebih bagus daripada foto yang ada,”papar Maya perempuan asli Jakarta. (Kumparan)

Air Mata Pengantin Jadi Favorit Untuk Buka Puasa di Pekanbaru


Melancongyuk - Tiap daerah punya ciri khas kuliner tersendiri yang mencerminkan kekayaan alam Indonesia, termasuk di Pekanbaru, Riau. Di bulan puasa seperti saat ini, makanan maupun minuman tradisional biasanya banyak dicari.

Ada sejumlah kuliner khas Pekanbaru yang cocok jadi teman berbuka puasa kamu. Untuk minuman, ada satu yang jadi favorit banyak orangm, terutama di bulan puasa. Namanya adalah Es Air Mata Pengantin.

Ini adalah minuman yang selalu dinanti masyarakat Riau terutama saat digelar pesta pernikahan. Tentunya minuman ini bukan berasal dari aliran air mata sang mempelai, tapi hanya sebutannya saja.  Seperti dilansir dari pegimakan, air mata pengantin adalah sebutan untuk minuman dingin, segar dan bikin nagih ini yang terus populer dari masa ke masa.

Seperti dilansir dari pegimakan, air mata pengantin adalah sebutan untuk minuman dingin, segar dan bikin nagih ini yang terus populer dari masa ke masa .Kabarnya, diberi nama air mata pengantin karena minuman ini hampir selalu ada saat pesta pernikahan.

Air mata yang dimaksud juga bukanlah air mata kesedihan tapi justru air mata kebahagiaan yang diwujudkan dalam rasa manis minuman. Isian minuman ini hampir sama dengan sajian es campur, yaitu sari kelapa, blewah, biji selasih, es serut dan sirup.

Lalu bisa juga ditambah potongan agar agar untuk menambah ragam warna minuman ini. Selain jadi suguhan di pesta pernikahan, es air mata pengantin ini juga jadi minuman segar yang biasanya dijual di siang hari atau dijadikan minuman berbuka puasa.

Harganya pun cukup terjangkau yaitu sekitar 5 ribu sampai 7 ribu rupiah. Menikmati es air mata pengantin di Pekanbaru sepertinya menarik dan menggugah selera, terutama untuk teman berbuka puasa.

Buang Sial di Markas Siluman, Mau?


Melancongyuk - Bukan mau mengubah takdir, namun di Bantul ada sebuah tempat yang dipercaya manjur untuk dijadikan sarana guna membuang kesialan yang mendera hidup seseorang. Salah satu tempat keramat dan cukup terkenal ini terdapat di Desa Wonocatur, Banguntapan, Bantul. Warga sering menyebutnya dengan nama Goa Siluman.

Tak ada yang bisa mamastikan kapan dan siapa yang menamai demikian, bahkan Harno (81) sang juru kunci sekalipun juga tidak mengetahui tentangnya. “Nama demikian memang sudah ada sejak dulu,” kata juru kunci ini.

Tak jauh perjalanan untuk bisa menjumpai goa ini. Hanya berjarak sekitar 15 km ke arah timur kota Yogyakarta atau dari pusat kota akan memakan waktu kurang lebih 20 menit saja. Tempat dimana Goa Siluman berada, sebenarnya sudah merupakan kawasan yang cukup ramai baik penduduk ataupun aktifitas lalu lintas lainnya, namun itupun belum bisa menyamarkan aura magis yang terpancarkan dari tempat wingit yang satu ini.

Goa Siluman merupakan sebuah petilasan atau semacam situs bersejarah yang berupa tempat pemandian gaya kerajaan Jawa jaman dahulu. Bentuk bangunannya unik, berada sekitar 4 meter di bawah permukaan tanah. Bentuknya yang terpendam, maka kemudian ada pula yang menyebutnya sebagai Benteng Pendem yang artinya sebuah benteng yang terpendam.

Bangunan ini sudah tidak utuh lagi, telah habis dimakan jaman. Bagian dalam Goa Siluman terdiri dari lorong-lorong pengab yang sudah banyak ditumbuhi oleh lumut. Tak begitu luas memang areal Goa Siluman berdiri, hanya sekitar 100 x 200 m saja. Di dalam Goa Siluman terdapat mata air yang sejak dahulu sampai sekarang terus mengalir dan dipercaya memiliki kekuatan lain dibaliknya.

Markas Siluman

Gambaran tempat ini kini, jangan disamakan dengan jaman dahulunya. Ketika dulu, tempat ini adalah sebuah tempat yang megah nan mewah dan penuh dengan pesona feminisme atau kesan kewanitaan, amat sangat jauh dari kesan angker seperti sekarang ini yang terjadi.

Menilik tentang Goa Siluman, sebenarnya tempat ini dahulunya merupakan sebuah calon tempat yang digunakan untuk pemandian para putri-putri serta selir Kerajaan Mataram, yang sekarang bernama Kraton Yogyakarta tersebut. Dikatakan calon, karena dari semenjak didirikan sampai sekarang, belum pernah sekalipun tempat ini difungsikan alias belum ada sekalipun seorang putri cantik kraton yang siram dan mandi di tempat ini.

Menurut sang juru kunci, hal ini terkait erat dengan pindahnya kraton ke beberapa wilayah, dari kawasan Kota Gede kemudian ke Plered, kemudian ke Ambarketawang yang semuanya berada di kawasan Bantul. Sampai yang terakhir kalinya sampailah di tempat menetapnya yang terakhir, yaitu tempat dimana sekarang Kraton Yogyakarta megah berdiri yaitu tepat di jantung kota Yogyakarta.

Ceritanya, saat Kraton berada di Kota Gede, tak berselang lama memaksa kraton harus berpindah tempat. Beberapa opsi muncul saat itu, salah satunya kawasan Wonocatur ini. “Harusnya wahyu untuk keraton itu, jatuh di kawasan Wonocatur ini,” kata Harno.

Raja yang menjabat kala itu, lanjut Harno, mendapat wangsit atau bisikan batin untuk memindahkan kerajaan dari Kota Gede ke kawsan Wonocatur. Persiapan pun telah dilakukan, termasuk salah satunya yang pertama didirikan adalah pemandian yang mewah untuk para putri istana yang kini menjadi Goa Siliman tersebut.

Belum sampai rampung semuanya, kemudian muncul wangsit lainnya. Ternyata kerajaan tidak jadi didirikan di Wonocatur, wangsit kemudian mengharuskan sang raja untuk memindah kerajaan ke Plered. Kawasan Wonocatur yang diimpi-impikan menjadi sebuah istana megah lalu musnah sudah.

Banyak kalangan yang kecewa dengan keputusan itu, termasuk juga gaib-gaib yang selama ini kuat mengabdi. Konon, tak sedikit kemudian para gaib yang mangkir dari tugasnya kemudian memilih tempat pemandian yang belum selesai digarap tersebut sebagai markas mereka.

Mereka berkumpul menjadi satu dan menjadikan petilasan yang tidak jadi difungsikan tersebut sebagai markasnya. “Tempat itu memang gawat sekali, tidak ada orang yang berani main-main dengan tempat tersebut,” jelas juru kunci yang sudah puluhan tahun merawat Goa Siluman ini.

Tempat Buang Sial

Dibalik segudang misteri dan keangkeran di Goa Siluman tersebut, ternyata Goa Siluman juga dipercaya mamiliki keampuhan lainnya yang terkandung di dalamnya. “Goa Siluman ini dipercaya mampu untuk membuang sial,” ujar Harno.

Yang dimaksud buang sial disini adalah meruwat atau berusaha merubah nasib seseorang dari sebelumnya menjadi lebih baik lagi. Misal ada yang sepanjang hidupnya selalu sial, dililit hutang, sulit jodoh, sulit pekerjaan, dan segala problematika kehidupan ini dapat ditempuh solusinya di Goa Siluman ini.

Bagi mereka yang selama ini mempercayai, dengan bersemedi dan menenangkan pikiran di Goa Siluman maka sial yang mendera dalam hidup itu dipercaya perlahan-lahan akan sirna dengan sendirinya. Dijelaskan Harno, ritual penyucian kehidupan guna membuang sial tersebut dilakukan seyogyanya pada malam Selasa atau Jumat Kliwon, karena pada hari itulah hari yang diyakini sebagai hari berkumpulnya para gaib.

Dengan bersama dirinya, ritual dilakukan di dalam Goa Siluman tersebut tepatnya dibagian lorong sisi sebelah timur yang berada di kolam mata air abadi di dalamnya. Disertai dengan pembakaran dupa dan kemenyan dan menaburkan kembang setaman seperti kembang mawar dan melati di kolam mata air tersebut, kemudian ritual pun dimulai. “Setelah itu dilakukanlah meditasi dengan cara berendam dengan posisi badan dan muka menghadap ke arah utaram,” tambahnya.

Dengan berendam dan meditasinya, para pemohon berdoa serta memohon agar keruwetan yang selalu dilami hampir disepanjang hidupnya tersebut dapat segera berakhir. Berendam di mata air keramat tersebut dimaksudkan agar dapat membilas dan menyingkirkan segala sial yang selalu menempel di badan. Jadi, air mujarab yang berada di Goa Siluman tersebut digunakan untuk menyingkirkan aura-aura negatif yang melekat pada tubuh si pemohon.

Setelah dirasa seluruh bagian badan sudah bersih tersapu oleh mata air di Goa Siluman tersebut, kemudian pemohon dapat segera beranjak. Meditasi dan perenungan berikutnya dapat dilakukan di bibir kolam atau dapat pula tidur di sekitar bibir kolam tersebut.

Seperti dikatakan Harno, dalam tidurnya para pemohon, jika proses ritual pembuangan sial tersebut diterima dan dikabulkan, maka si pemohon akan menjumpai Gusti Ratu Sekar Ayu Pandan Sari dalam mimpinya. Namun jika permintaan belum dikabulkan, maka si pemohon tidak akan mimpi didatangi oleh sang penunggu Goa Siluman tersebut.

Setelah permintaan terkabulkan, maka si pemohon dipastikan sudah dijauhkan dari aura kesialan yang selalu mengikuti sepanjang kehidupannya. “Jika sudah seperti itu, maka permohonan telah diterima, dan kita dapat memulai kembali hidup kita yang baru lagi,” kata Harno.

Pantai Gunung Payung, Destinasi Andalan Baru di Bali Selatan


Melancongyuk - Jika sedang berada di Bali dan ingin merasakan keindahan pantai selain Pantai Kuta atau Tegal Wangi, coba arahkan langkah menuju Pantai Gunung Payung  di Desa Kutuh, Kuta Selatan.

Lokasinya tak langsung berhadapan dengan pantai melainkan harus menuruni anak tangga yang berkelok, Di sinilah letak ujian sebelum bertemu dengan indahnya tebing yang secara langsung menghadap Samudra Hindia.

Di sini kalian juga bisa berenang atau melakukan aktifitas lainnya seperti photography bahkan hingga camping pun bisa dilakukan di pantai ini.

Ingatlah untuk berbekal air karena perlu tenaga ekstra bagi kalian yang tidak biasa melakukan perjalanan jauh, di sepanjang perjalanan juga tersedia tempat peristirahatan.

Jika weekend atau hari libur pantai ini biasanya dipadati oleh wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara. Sepajang jalan menuju pantai haruslah berhati-hati mengingat kawanan monyet senantiasa akan menghampiri kalian jika ketahuan lengah.

Toilet sudah tersedia, begitupun dengan tempat sampah, jadi tidak ada alasan untuk kalian melakukan tindakan negative seperti membuang sampah sembarangan.

Disarankan jika hendak mengunjungi lokasi ini untuk datang pagi hari atau sore menjelang karena jika saat siang hari pantai ini akan berubah menjadi panas. (Kumparan)

Kampung Akuarium Hadirkan Wisata Bahari ala Batavia


Melancongyuk - Setelah mengalami rentetan kisah kelam, Kampung Akuarium yang terletak di Penjaringan, Jakarta Utara , kini mulai berbenah. Kampung ini akan dikembalikan fungsinya sebagai cagar alam seperti semula saat Jakarta masih memiliki nama Batavia.

Lokasi yang sempat dijadikan pusat penelitian ikan pada tahun 1919 ini merupakan kawasan yang dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa yang saat itu merupakakan lokasi peleburan ekonomi dan budaya.

Menurut warga, pusat penelitian tersebut berbentuk kaca yang berukuran sangat besar dan menmpung ikan beragam jenis dengan jumlah yang banyak. Bahkan berdiri patung kuda dimana banyak anak-anak bermain di area tersebut. Sayangnya, 1960, kawasan penelitian ditutup. Setelahnya kawasan tersebut beralih fungsi sebagai asrama polisi.

Seiring perubahan zaman, Kampung Akuarium semakin kumuh dan tidak terawat. Akibatnya banyak warga yang terserang penyakit. Saat masa jabatan Ahok sebagai Gubernur DKI, warga kawasan Kampung Akuarium direlokasi ke rumah susun. Sayangnya, sebagian warga yang masih bergantung hidup di Kampung Akuarium masih bertahan meski kawasan tersebut hapir rata dengan tanah.

Usai masa jabatan Ahok berakhir dan berganti kepemimpinan Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno, Kampung Akuarium direvitalisasi menjadi sebuah kawasan bahari yang menunjang nilai pariwisata sekaligus mendorong kegiatan ekonomi kreatif masyarakat Kampung Akuarium.

"Iya kita mau wisata bahari, ada perumahan. Ada commercial areanya juga. Ada usaha kecil menengah, usaha kecil berbasis kemaritiman, dan perikanan," kata Sandiaga.

Sandi mengatakan, dalam proses Revitalisai Kampung Akuarium ini ia berharap agar masyarakat berpartisipasi secara kolaboratif. Hal ini guna membangun kembali nilai-nilai ekosistem budaya, ekosiatem pendidikan dan ekonomi.

"Mereka dilibatkan dalam pentaan tersebut, sehingga partisipasi masyarakatnya sangat tinggi. Itu pendekatan baru kita. Ada beberapa RW di yang akan pelan-pelan kita lakukan pendekatan terkait kearifan lokal," ujar Sandi.

Gubernur Anies Basweda mengatakan bahwa saat ini proses revitalisasi sudah berjalan. Pembuatan Shelter (hunian sementara) saat ini perlahan sudah mulai dibangun. Pengadaan shelter itu nantinya akan ditempati sementara oleh lebih kurang 180 Kepala Keluarga. Saat ini pihak Jakarta Propertindo akan menyelesaikan proyek tersebut sesuai instruksi Pemprov DKI.

"JakPro yang bergerak di bidang konstruksi, harus segera menyelesaikannya shelternya. Sehingga teman-teman di Akuarium punya tempat tinggal nanti. Apalagi ini masuk cuaca ekstrem. Mereka harus diberikan shelter sehingga hidup lebih layak," kata Anies Baswedan. (Sportourism)

Wisata Pereng, Indahnya Alam Pedesaan

Embung salah satu bagian objek wisata pereng.
Melancongyuk - Ingim menikmati alam pedesaan, dan melihat bagaimana cara membuat gula merah atau gula jawa. Anda bisa mengunjungi Objek Wisata Pereng di Desa dan Kecamatan Cilongok, Banyumas atau 16 kilometer sebelah barat Kota Purwokerto.

Di objek wisata seluas 3 hektare, ada dua embung yang masing masing masing seluas 0,5 hektare, yang dilengkapi kolam renang, waterboom. waterpark.

"Dilokasi ini juga sedang dibangun wisata edukasi cara pembuatan gula merah, atau gula jawa yang dimulai dari mengambil nira di pohon kelapa, hingga proses pembuatan hingga jadi," kata Musbichun pengelola dan pemilik objek wisata Pereng.

Menurutnya lahan yang disiapkan untuk wisata edukasi pembuatan gula merah atau jawa seluas satu hektare yang saat ini masih ditumbuhi ratusan pohon kelapa untuk diambil niranya. Dijelaskan alasan kenapa ada wisata edukasi pembuatan gula merah, karena 80 persen penduduk Kecamatan Cilongok berprofesi sebagai petani gula merah.

Selain wisata edukasi pembuatan gula merah, di objek wisata ini juga dilengkapi taman, lokasi outbond, dua embung yang dilengkapi sepeda air, dan perahu dan kolam renang.

Karena lokasi di desa, maka nuansa alam pedesaan masih alami, sehingga terasa sejuk dan indah. Selain itu di taman juga ada dilengkapi becak kecil yang diperuntukan untuk anak anak, sedang disekililingnya dilengkap rumah joglo dan gasebo untuk istirahat dan duduk wisatawan. 

Tiket masuknyapun sangat terjangkau hanya Rp 5 ribu. Guna memanjakan wisatawan yang datang ke lokasi ini juga makanan khas Banyumas, seperti mendoan, nasil pecel, tiwul, dan getuk. (KRJ)

Taman Brantas, Tempat Ngabuburit Anyar di Kota Kediri

Masyarakat kota Kediri menunggu saat berbuka puasa di Taman Brantas. Destinasi wisata ini dilengkapi arena olah raga dan taman bermain anak-anak. 

Melancongyuk - Iklim bulan Ramadan yang terik tak terlalu mengganggu ibadah puasa umat Muslim di Kediri. Mereka memiliki tempat khusus untuk mendinginkan tubuh sambil menunggu adzan Maghrib berkumandang. Namanya Taman Brantas, kawasan yang cocok untuk ngabuburit.

Di tepi Sungai Brantas, tepat di samping jembatan yang menghubungkan kawasan timur dan selatan Kota Kediri, sebuah destinasi wisata dibangun pemerintah daerah setempat. Memanfaatkan bantaran sungai yang luas dan tak terpakai, pemerintah menyulapnya menjadi arena olahraga sepeda BMX dan pejalan kaki (pedestrian).

Arena sepeda BMX berbentuk oval yang dilengkapi tanjakan dan jalur ekstrim ini menjadi wahana baru masyarakat di bulan puasa. Lokasinya yang berdekatan dengan sungai Brantas membuat arena ini layak menjadi tempat berburu udara segar. “Sekarang menunggu waktu berbuka bisa di sini melihat anak-anak main,” kata Pritania, ibu dua anak yang membawa keluarganya ke tempat ini tiap sore.

Tak hanya arena BMX, jalan setapak yang mengelilingi areal taman menjadi daya tarik tempat ini. Di sepanjang jalan juga dilengkapi bangku besi untuk beristirahat. Tak heran jika tiap sore jelang berbuka, masyarakat berkumpul di Taman Brantas yang baru dibuka dua bulan lalu itu.

Keberadaan Taman Brantas benar-benar mengubah wajah bantaran Sungai Brantas yang kumuh. Jika sebelumnya tempat ini dipenuhi tanaman ilalang dan hunian bagi pemulung, kini berubah menjadi wisata alam menarik.

Keramaian di Taman Brantas ini mulai terlihat sejak pukul 16.00 WIB. Ratusan warga setempat mulai sibuk memarkir motor dan mobil mereka agar bisa menikmati pemandangan tepi sungai jelang berbuka. Mayoritas para pengunjung tempat ini adalah anak-anak dan remaja.

Alhasil arena BMX yang semula diperuntukkan peseda ramai dijejali anak kecil. Mereka bermain perusutan dengan papan luncur atau sepatu roda. “Kalau main di sini tak terasa lapar,” kata Arista, bocah sekolah dasar yang bermain perusutan di tanjakan BMX.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Kediri Apip Permana mengatakan Taman Brantas ini memang terbuka untuk masyarakat luas. Karena itu tak ada harga tiket masuk yang ditetapkan pemerintah kepada pengunjung. “Itu fasilitas umum, cocok untuk ngabuburit,” kata Apip.

Meski berada di bantaran sungai besar, namun Apip menjamin keamanan lokasi wisata baru tersebut. Selain bersantai dan melihat pemandangan sungai, pengunjung juga bisa menikmati lalu lalang kendaraan yang menyeberang dari bawah jembatan. Hal ini menjadi pemandangan baru bagi masyarakat yang setiap hari melintas dan memandang bantaran dari atas.

Sejak hari pertama puasa kawasan ini memang terlihat lebih ramai jelang berbuka. Lokasi ini juga tak jauh dari penjual takjil yang menjadi incaran selama Ramadan. (Tempo)

Ngabuburit Sambil Belajar di Sanggar Olah Seni Bandung


Melancongyuk - Ngabuburit alias menunggu waktu berbuka puasa tentu bisa dilakukan dengan beragam cara. Salah satu acara ngabuburit yang unik adalah mendalami bidang seni rupa seperti yang dilakukan oleh komunitas Sanggar Olah Seni (SOS) yang berada di area hutan kota Babakan Siliwangi Bandung. 

Seperti Sabtu (19/5/18) sore itu, bimbingan belajar (bimbel) seni rupa untuk mengisi waktu puasa telah dimulai. Acara yang dimulai sejak pagi pukul 10.30 WIB sampai menjelang magrib diramaikan banyak pengunjung dari anak-anak sampai dewasa. 

Kelas yang terdiri dari painting, drawing, dan patung tersebut dibimbing langsung para seniman yang berada di SOS. 

Biaya bimbel untuk belajar seni rupa ini tidak dipatok harganya alias sukarela. Peserta tinggal memasukkan uang ke kotak kayu yang telah disediakan panitia.

“Kita tidak ingin orang memandang bimbel itu mahal. Membayar berapa pun silakan, bahkan tidak membayar pun tak apa. Asal dirinya mau belajar serius” ujar ketua SOS Toni Antonius.

Menurut Toni kegiatan ngabuburit dengan tema seni rupa ini merupakan kegiatan lanjutan dari 12 event sebelumnya. Di mana sebelum kegiatan ngabuburit seni rupa ini telah berlangsung pula workshop patung self potrait yang diikuti para seniman dan masyarakat umum.

Lebih lanjut Toni menjelaskan kegiatan-kegiatan yang berlangsung merupakan keinginannya bersama anggota SOS lain untuk menumbuhkembangkan khasanah seni rupa di Bandung. Melihat atmosfer Bandung sebagai kota seni yang memiliki beragam seniman multidimensi.

Kegiatan yang berlangsung dari 19 Mei sampai 10 Juni 2018 ini memang dirancang dengan pendekatan praktis untuk memberikan pemahaman dan pelajaran seni rupa kepada masyarakat luas. 

Para peserta bisa memilih salah satu dari tiga kategori yang disediakan panitia. Namun untuk keperluan belajar painting dan drawing peserta diwajibkan membawa keperluan menggambar. Sementara untuk patung, panitia telah menyediakan tanah untuk media latihan.

So, bagi yang tertarik mendalami seni rupa, baik itu painting, drawing, atau patung, kenapa tidak sambil ngabuburit di Sanggar Olah Seni? Daripada hanya membuat status atau komentar di media sosial yang membuat amalan berkurang, lebih baik berkarya. Siapa tahu sejarah sedang menunggu anda berkarya saat ini.

Serunya Bermain Sepeda Gantung di Benteng Fort de Kock


Melancongyuk - Guna memanjakan para wisatawan yang datang, serta meningkatkan layanan dan fasilitas pariwisata, Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, saat ini membuat wahana permainan baru di kawasan objek wisata Benteng Fort de Kock. 

Inovasi ini dilakukan Fort de Kock, yang berada di kawasan Taman Marga Satwa Budaya dan Kinantan serta Taman Panorama dan Lubang Jepang, agar pengunjung tetap tertarik dan tidak merasa bosan.

Wahana permainan baru itu yakni sepeda gantung. Selain sepeda gantung, juga terdapat fasilitas hammock, dan spot swafoto yang dibangun di Taman Panorama dan Lubang Jepang. 

Wahana sepeda gantung ini sedikit memacu adrenalin. Wahana itu diyakini akan mampu menyedot perhatian para pengunjung, terutama pengunjung yang berasal dari luar Kota Bukittinggi maupun Sumatera Barat.

Wali Kota Bukittinggi, M Ramlan Nurmatias menyebutkan, sepeda gantung merupakan wahana atau fasilitas baru. Maka demikian, selain mempromosikan kepada publik, pihaknya juga akan mengatur seperti apa bagusnya regulasinya, agar ke depan bisa menambah pemasukan daerah.

Termasuk juga melakukan sejumlah pembenahan terhadap objek-objek wisata potensial yang ada di Kota Bukittinggi. Tujuannya, tak lain menjadikan kota Bukittinggi sebagai tujuan utama wisatawan, terutama wisatawan asing.

Jika Anda penasaran seperti apa rasanya bermain sepeda gantung ini, maka sembari menunggu waktu buka puasa, Anda dapat menjajal sensasinya. Anda tidak perlu khawatir jatuh, karena faktor keselamatan tetap prioritas utama. Seluruh pengunjung yang ingin mencoba naik sepeda gantung akan memakai perlengkapan khusus untuk menjaga keselamatan.