Tampilkan postingan dengan label Wisata Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Religi. Tampilkan semua postingan

Menikmati Malam Ramadhan di Museum Jeddah


Melancongyuk - Arsitektur yang menakjubkan di Museum Abdul Raouf Khalil di Jeddah membawa masyarakat Arab Saudi kembali ke Jeddah di masa lalu. Ukiran kayu tampak mendominasi sebagian besar arsitektur perkotaan, terutama pada pintu dan jendela museum.

Selama tiga hari sejak Senin (28/5) hingga Rabu (30/5) waktu Saudi, acara 'Ramadhan Malam' digelar di alun-alun di sekitar museum. Di depan setiap bangunan, terdapat ruang-ruang stand berdiri. Seluruh fasilitas tersebut dibuka untuk pertama kalinya ke publik.

Kepala penyelenggara acara, Mohamed Said, mengatakan acara ini membantu mengembalikan malam-malam tradisional Ramadhan di Saudi seperti halnya di masa lalu. Karena di dalamnya menampilkan bazar, makanan tradisional, seruan mesaharati (pembangun sahur) dan seruan Saqqa, serta lagu-lagu rakyat Hijazi.

"Tujuan dari acara ini adalah untuk menggambarkan warisan Saudi dan bagaimana nenek moyang kita dulu hidup dan itu juga membawa kembali kisah masa lalu," kata Said, dilansir di Arab News, Kamis (31/5).

Ia mengatakan, mereka melakukan upaya untuk membantu masyarakat menghidupkan kembali pengalaman di masa lalu yang berkaitan dengan Ramadhan. Seperti halnya masakan tradisional, Saqqa, Masahraty dan orang Balilah. Salah seorang pengunjung asal Ukraina yang tengah berada di Jeddah, Katia, mengatakan bahwa kegiatan Malam Ramadhan di Museum Jeddah tersebut sangat menarik. Menurutnya, dekorasi tempat ini sama seperti di dongeng.

"Saya sebenarnya sedang menunggu kesempatan untuk datang ke sini karena saya mendengar bahwa acara itu tidak terbuka setiap hari untuk umum. Saya jatuh cinta dengan tempat ini," ujar Katia.

Sementara itu, seorang 'pria Balilah' bernama Adel Abu Laban mengatakan bahwa ia memiliki banyak penonton untuk Balilahnya. Laban telah bekerja sebagai Balilah selama lebih dari 20 tahun.

"saya percaya acara semacam itu akan membantu orang-orang menjadi lebih dekat dengan tradisi mereka," ujarnya.

Balilah adalah hidangan populer di masyarakat Arab, terutama di Suriah, Irak, Mesir, dan Hijaz, Balilah merupakan sejenis makanan yang terdiri dari buncis rebus, jinten, acar dadu dengan cuka, dan rempah-rempah. Makanan ini kerap dijual di jalanan di lingkungan populer dan saat Ramadhan.

Moschea di Roma, Masjid Terbesar di Dunia Barat


Melancongyuk - Di tengah masyarakat Roma yang mayoritas menganut Katolik, ternyata ada masjid menawan yang bernama Moschea di Roma. Berlokasi di Parioli, Kota Roma atau sekitar 10 km dari Vatikan, masjid yang diklaim terbesar di dunia barat ini memiliki luas mencapai 30.000 meter persegi, yang mampu menampung hingga 12.000 orang.

Menurut catatan sejarahnya, masjid ini didirikan oleh Muhammad Hasan, seorang pangeran yang diasingkan dari Afghanistan dan pembangunannya dibiayai oleh Raja Faisal dari Arab Saudi. Proyek pembangunannya kemudian dirancang oleh arsitektur berkebangsaan Italia, yaitu Paolo Portoghesi, Vittorio Gigliotti, dan Sami Mousawi.

Penantian 10 Tahun

Pembangunan masjid sendiri memakan waktu lebih dari sepuluh tahun. Tanah masjid merupakan sumbangan dari Dewan Kota Roma yang diberikan pada 1974, namun pembangunan baru bergulir pada 1984, dan peresmiannya dilakukan pada 21 Juni 1995.

Bukan tanpa hambatan, pembangunan masjid juga sempat mendapat penolakan dari berbagai pihak, namun setelah Paus Yohanes paulus II memberikan restunya, proyek pembangunan masjid akahirnya berjalan lancar. Hanya saja dengan catatan yang perlu disepakati bersama, yaitu perancang masjid perlu memperpendek ketinggian menara sekitar satu meter di bawah kubah St Peter.

God is Light

Dengan gaya arsitektur Romawi tradisional, bangunan masjid diintegrasikan dengan kawasan hijau yang ada di sekitarnya, sehingga memunculkan nuansa mediatif. Sementara dekorasi interiornya menggunakan ubin dengan warna-warna terang bertemakan “God is Light”.

Tak hanya itu, interior masjid juga dilengkapi mosaik yang menciptakan efek optik. Sementara lantainya tertutup karpet persia yang sangat lembut dengan pola geometris. Hasilnya pemandangan di dalam masjid menjadi sangat menakjubkan dengan cahaya yang berulang dan pola geometris yang membuat jamaah menjadi nyaman saat berada di dalam.

Selain menjadi tempat ibadah, menurut informasi yang dikutip dari laman halaltrip, Rabu (23/5/2018), masjid ini juga berfungsi menjadi tempat layanan sosial budaya yang menghubungkan umat Islam dengan masyarakat umum. Tak hanya itu, Masjid Roma juga menjadi pusat pendidikan Islam di Italia, layanan pemakaman, pameran, konvensi, bahkan upacara pernikahan. 


Lima Tempat Wisata Religi Saat Ramadhan

Maroko, Salah Satu dari Lima Tempat Wisata Religi Saat Ramadhan. 

Melancongyuk - Mengunjungi beberapa tempat wisata bernuansa islam sangat tepat di bulan Ramadhan. Beberapa negara memiliki tempat wisata yang menghadirkan nuansa religi untuk para umat muslim. 

Mengutip Skyscanner berikut lima tempat wisata religi saat Ramadhan: 

1. Singapura

Saat Ramadhan, atmosfer Singapura akan terasa berbeda, terutama di area Masjid Sultan yang sejak tahun 1960-an selalu menyelenggarakan Ramadhan Bazaar Masjid Sultan. Di sini, pengunjung bisa membeli aneka makanan dari berbagai negara untuk berbuka puasa. Ada makanan ala Timur Tengah, India, hingga Indonesia. Bazar dimulai pada pukul 15.00-20.00 waktu Singapura. Selain menyantap kuliner khas Ramadhan, Anda bisa sambil mempelajari sejarah Islam di Singapura di masjid ini. Untuk bisa pergi wisata religi di Singapura, Anda tidak perlu repot mengurus visa karena Anda mendapatkan fasilitas bebas visa hingga 30 hari.

2. Maroko

Salah satu negara di Afrika yang cukup progresif dalam hal pariwisata ini memberikan kebijakan bebas visa untuk WNI hingga 90 hari. Marrakech dan Cassablanca adalah 2 kota yang tidak boleh Anda lewatkan. Saat berkunjung ke Marrakech, pastikan Anda menjelajah Old City Wall dan Koutoubia Mosque yang merupakan 2 objek wisata sejarah penting di kota ini. Sedangkan saat berada di Cassablanca, Anda tentu tak ingin melewatkan untuk mengunjungi Hassan II Mosque, masjid terbesar di Maroko sekaligus terbesar ke-13 di sunia yang mempunyai minaret atau menara tertinggi di dunia, sekitar 210 meter.

3. Malaysia

Di negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam ini Anda dapat dengan mudah berwisata religi. Jika biasanya di Malaysia Anda datang untuk belanja atau kuliner, maka di bulan Ramadhan Anda bisa menggantinya dengan mengunjungi masjid-masjid yang ada di sana. Anda bisa pergi ke Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin (Masjid Besi) di Putrajaya, Masjid Jamek yang merupakan masjid tertua di Kuala Lumpur, atau mungkin ke Melaka untuk melihat masjid terapungnya. Anda juga bisa melakukan wisata kuliner khas Ramadhan dengan mencoba mencicipi Bubur Lambuk.

4. Iran

Jika mengingat sejarahnya, Iran layak untuk dijadikan destinasi wisata religi. Iran memiliki banyak bangunan dengan arsitektur yang megah dan artistik. Anda dapat mengunjungi “masjid goyang” dan Masjid Imam yang terkenal di Isfahan, Iran. Sebagai sebuah kawasan, Isfahan adalah pusat obyek wisata budaya dan religi di Iran. Jangan lupa juga untuk mengunjungi Shah Cheragh dan masuk ke dalam masjid ini, niscaya Anda akan terpesona dengan desain interiornya. Soal visa bagi WNI, Iran memberlakukan kebijakan visa on arrival untuk maksimal 2 minggu.

5. Brunei Darussalam

Meski tergabung ke dalam ASEAN dan memberikan kebijakan bebas visa bagi WNI untuk maksimal 14 hari, namun masih jarang sekali orang Indonesia yang pergi wisata ke sana. Jika Anda adalah salah satunya dan ingin wisata religi di bulan Ramadhan, maka mungkin tahun ini adalah saatnya Anda ke Brunei, negara yang memiliki istana kenegaraan terbesar di dunia, yaitu Istana Nurul Iman. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien di Bandar Seri Begawan bahkan termasuk ke dalam salah satu masjid terindah di dunia. Mumpung di sana, kunjungi juga desa air terbesar di dunia di Kampong Ayer.

Taman Brantas, Tempat Ngabuburit Anyar di Kota Kediri

Masyarakat kota Kediri menunggu saat berbuka puasa di Taman Brantas. Destinasi wisata ini dilengkapi arena olah raga dan taman bermain anak-anak. 

Melancongyuk - Iklim bulan Ramadan yang terik tak terlalu mengganggu ibadah puasa umat Muslim di Kediri. Mereka memiliki tempat khusus untuk mendinginkan tubuh sambil menunggu adzan Maghrib berkumandang. Namanya Taman Brantas, kawasan yang cocok untuk ngabuburit.

Di tepi Sungai Brantas, tepat di samping jembatan yang menghubungkan kawasan timur dan selatan Kota Kediri, sebuah destinasi wisata dibangun pemerintah daerah setempat. Memanfaatkan bantaran sungai yang luas dan tak terpakai, pemerintah menyulapnya menjadi arena olahraga sepeda BMX dan pejalan kaki (pedestrian).

Arena sepeda BMX berbentuk oval yang dilengkapi tanjakan dan jalur ekstrim ini menjadi wahana baru masyarakat di bulan puasa. Lokasinya yang berdekatan dengan sungai Brantas membuat arena ini layak menjadi tempat berburu udara segar. “Sekarang menunggu waktu berbuka bisa di sini melihat anak-anak main,” kata Pritania, ibu dua anak yang membawa keluarganya ke tempat ini tiap sore.

Tak hanya arena BMX, jalan setapak yang mengelilingi areal taman menjadi daya tarik tempat ini. Di sepanjang jalan juga dilengkapi bangku besi untuk beristirahat. Tak heran jika tiap sore jelang berbuka, masyarakat berkumpul di Taman Brantas yang baru dibuka dua bulan lalu itu.

Keberadaan Taman Brantas benar-benar mengubah wajah bantaran Sungai Brantas yang kumuh. Jika sebelumnya tempat ini dipenuhi tanaman ilalang dan hunian bagi pemulung, kini berubah menjadi wisata alam menarik.

Keramaian di Taman Brantas ini mulai terlihat sejak pukul 16.00 WIB. Ratusan warga setempat mulai sibuk memarkir motor dan mobil mereka agar bisa menikmati pemandangan tepi sungai jelang berbuka. Mayoritas para pengunjung tempat ini adalah anak-anak dan remaja.

Alhasil arena BMX yang semula diperuntukkan peseda ramai dijejali anak kecil. Mereka bermain perusutan dengan papan luncur atau sepatu roda. “Kalau main di sini tak terasa lapar,” kata Arista, bocah sekolah dasar yang bermain perusutan di tanjakan BMX.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Kediri Apip Permana mengatakan Taman Brantas ini memang terbuka untuk masyarakat luas. Karena itu tak ada harga tiket masuk yang ditetapkan pemerintah kepada pengunjung. “Itu fasilitas umum, cocok untuk ngabuburit,” kata Apip.

Meski berada di bantaran sungai besar, namun Apip menjamin keamanan lokasi wisata baru tersebut. Selain bersantai dan melihat pemandangan sungai, pengunjung juga bisa menikmati lalu lalang kendaraan yang menyeberang dari bawah jembatan. Hal ini menjadi pemandangan baru bagi masyarakat yang setiap hari melintas dan memandang bantaran dari atas.

Sejak hari pertama puasa kawasan ini memang terlihat lebih ramai jelang berbuka. Lokasi ini juga tak jauh dari penjual takjil yang menjadi incaran selama Ramadan. (Tempo)

Ngabuburit Sambil Belajar di Sanggar Olah Seni Bandung


Melancongyuk - Ngabuburit alias menunggu waktu berbuka puasa tentu bisa dilakukan dengan beragam cara. Salah satu acara ngabuburit yang unik adalah mendalami bidang seni rupa seperti yang dilakukan oleh komunitas Sanggar Olah Seni (SOS) yang berada di area hutan kota Babakan Siliwangi Bandung. 

Seperti Sabtu (19/5/18) sore itu, bimbingan belajar (bimbel) seni rupa untuk mengisi waktu puasa telah dimulai. Acara yang dimulai sejak pagi pukul 10.30 WIB sampai menjelang magrib diramaikan banyak pengunjung dari anak-anak sampai dewasa. 

Kelas yang terdiri dari painting, drawing, dan patung tersebut dibimbing langsung para seniman yang berada di SOS. 

Biaya bimbel untuk belajar seni rupa ini tidak dipatok harganya alias sukarela. Peserta tinggal memasukkan uang ke kotak kayu yang telah disediakan panitia.

“Kita tidak ingin orang memandang bimbel itu mahal. Membayar berapa pun silakan, bahkan tidak membayar pun tak apa. Asal dirinya mau belajar serius” ujar ketua SOS Toni Antonius.

Menurut Toni kegiatan ngabuburit dengan tema seni rupa ini merupakan kegiatan lanjutan dari 12 event sebelumnya. Di mana sebelum kegiatan ngabuburit seni rupa ini telah berlangsung pula workshop patung self potrait yang diikuti para seniman dan masyarakat umum.

Lebih lanjut Toni menjelaskan kegiatan-kegiatan yang berlangsung merupakan keinginannya bersama anggota SOS lain untuk menumbuhkembangkan khasanah seni rupa di Bandung. Melihat atmosfer Bandung sebagai kota seni yang memiliki beragam seniman multidimensi.

Kegiatan yang berlangsung dari 19 Mei sampai 10 Juni 2018 ini memang dirancang dengan pendekatan praktis untuk memberikan pemahaman dan pelajaran seni rupa kepada masyarakat luas. 

Para peserta bisa memilih salah satu dari tiga kategori yang disediakan panitia. Namun untuk keperluan belajar painting dan drawing peserta diwajibkan membawa keperluan menggambar. Sementara untuk patung, panitia telah menyediakan tanah untuk media latihan.

So, bagi yang tertarik mendalami seni rupa, baik itu painting, drawing, atau patung, kenapa tidak sambil ngabuburit di Sanggar Olah Seni? Daripada hanya membuat status atau komentar di media sosial yang membuat amalan berkurang, lebih baik berkarya. Siapa tahu sejarah sedang menunggu anda berkarya saat ini.

Berburu Takjil Gratis Selama Puasa di Jakarta


Melancongyuk - Bulan penuh berkah kembali datang. Ramadan menjadi momen yang tepat untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Selain berpuasa selama satu bulan penuh, umat Muslim juga dapat saling berbagi salah satunya takjil untuk berbuka puasa.

Sejumlah tempat, terutama masjid-masjid besar di Jakarta, kerap memberikan takjil gratis untuk berbuka puasa selama Ramadan. Di mana saja? Dikutip  dari  Okezone berikut daftarnya jika anda ingin berburu takjil gratis:

1. Masjid Istiqlal

Pengurus Masjid Istiqlal rutin menyiapkan ribuan takjil selama bulan suci Ramadan untuk masyarakat yang berbuka puasa. Pada bulan Ramadan 1438 Hijriah/2017 Masehi, pengurus masjid Istiqlal menyiapkan hingga 3 ribu takjil per hari untuk Senin hingga Kamis. Sementara pada akhir pekan, jumlah takjil ditambah menjadi 5 ribu per hari.

2. Masjid Cut Meutia

Salah satu masjid tertua di Jakarta, Masjid Cut Meutia, juga rutin menggelar buka puasa bersama setiap hari selama bulan Ramadan. Warga sekitar dan umat Muslim lainnya yang kebetulan berada di sekitar Jalan Cut Meutia pun dapat menikmati sajian takjil gratis.

Lokasi masjid ini cukup strategis jika Anda ingin berburu takjil gratis. Kamu bisa naik KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Gondangdia. Dari sana, lanjut berjalan kaki sekira 140 meter (m) ke arah selatan untuk menuju Masjid Cut Meutia.

3. Masjid Sunda Kelapa

Masjid Agung yang terletak di Jakarta Pusat itu rutin menyediakan ribuan takjil berupa nasi box setiap tahun bagi umat Islam yang berpuasa. Selain menyediakan takjil gratis, bazaar Ramadan menjelang buka puasa juga bisa menjadi pilihan untuk ngabuburit sambil menunggu adzan maghrib.

4. Masjid At Tin

Masyarakat Jakarta Timur acap memenuhi masjid yang dibangun oleh almarhum Presiden Soeharto untuk istrinya Tien Soeharto tersebut setiap menjelang buka puasa. Takjil biasanya sudah disiapkan oleh pengurus sejak pukul 17.00 WIB. Masjid ini biasa membagikan ribuan takjil berupa minuman manis dan kurma. Sedangkan nasi box atau makanan berat baru akan disajikan usai salat Maghrib.

Sensasi Wisata Religi ke Alquran Raksasa di Palembang


Melancongyuk - Destinasi liburan Saya kali ini jatuh pada Kota Palembang. Bukan lagi tentang sungai musi, jembatan ampera, atau mungkin pulau kemaro. Disini saya menjatuhkan hati saya pada wisata religi ciamik, murah meriah, dan insyaAllah menjadi ibadah.

Al-Qur’an Al-Akbar atau yang akrab disebut Al-Qur’an Raksasa merupakan salah satu destinasi yang cukup menarik khususnya bagi saya yang notabene bukan orang Palembang. Meskipun jangkauan lokasinya yang cukup disayangkan karena jauh dari pusat kota, wisata ini cukup ramai dikunjungi apalagi saat hari libur. Bukan hanya masyarakat sekitar, banyak juga wisatawan domestik yang berkunjung untuk mengetahui sejarah pembuatan Al-Qur’an tersebut atau bahkan hanya untuk bersantai dan mengisi waktu luang seperti saya.

Menurut sejarahnya, Al-Qur’an Al-Akbar ini merupakan Al-Qur’an pertama dan terbesar di dunia lho. Al-Qur’an ini dibuat dengan cara manual yaitu diukir di atas kayu oleh orang-orang yang bukan hanya berasal dari Kota Palembang saja. Sampai saat ini, terdapat 15 juz Al-Qur’an yang ada dalam Al-Qur’an Al-Akbar dan 15 juz berikutnya sedang dalam proses pembuatan. MasyaAllah. Kita doakan yuk supaya proses pembuatannya cepat selesai.

Di sisi lain, harga tiket masuknya juga terjangkau lho, dijamin gak akan lebih besar dari biaya parkir motor kamu tuh kalau lagi shopping sama si doi. Dan hasil penjualan tiket masuk tersebut dialokasikan khusus untuk perawatan Al-Qur’an Al-Akbar.

Nah, di sekitar lokasi Al-Qur’an Al-Akbar juga disediakan kantin untuk kalian yang hobinya jalan-jalan tapi tetap bisa explore kuliner khas Palembang ya! Lalu ada toko souvenir, jadi kita bisa beli oleh-oleh untuk orang tersayang di rumah.

Mau kesana tapi takut gak dapat ilmu? Tenang, karena di Al-Qur’an Al-Akbar sudah disediakan tuh kakak-kakak pemandu wisata, yang pastinya akan kasih kita banyak pengetahuan dan pengalaman yang menarik tentang sejarah Al-Qur’an Al-Akbar ini. Jadi, untuk teman-teman yang belum pernah kesini, yuk langsung aja. Karena orang yang haus akan ilmu itu tidak akan merugi lho.

Perjalanan wisata religiku di bumi sriwijaya kali ini cukup ya. Mau tau lebih banyak lagi? Yuk langsung berkunjung ke Al-Qur’an Al-Akbar Palembang!


Serunya Wisata Ramadan di Aceh

Wajah Baru Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Melancongyuk - Ramadan menjadi salah satu waktu yang dimanfaatkan umat Muslim untuk lebih mendekatkan diri dengan Tuhan. Tak heran jika selama bulan penuh berkah, wisata bertema religi banyak diminati oleh masyarakat.

Salah satu daerah yang cukup populer di kalangan wisatawan yang menghadirkan wisata tersebut adalah Nanggroe Aceh Darussalam. Mengingat budaya Islam yang kental di Aceh, menjadikan provinsi ini memiliki daya tarik tersendiri.

"Itu membuat orang tertarik ke Aceh, mau merasakan Ramadan di sana," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, belum lama ini.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Aceh, Amiruddin Cut Hasan menyatakan bahwa paket wisata Ramadan yang ditawarkan daerahnya lebih menekankan pada ibadah.

"Kondisi puasa di Aceh orang kembali ke Allah menyerahkan diri ke Allah. Jadi wisatawan datang menginap. Yang sering (ke Aceh) adalah wisatawan Malaysia khusus untuk ibadah," tuturnya.

A post shared by Bembenk Syifa (@bembenksyifa) on


Sementara itu, rangkaian wisata Ramadan yang ditawarkan, meliputi Tadarus yang dijalankan selepas salat Tarawih hingga menjelang waktu sahur. Kegiatan itu dilanjutkan dengan safari subuh.

"Ibadah setelah subuh ada ceramah. Setelah itu, biasanya wisata jalan kaki menikmati udara di sana," kata dia.

Asal-usul Tradisi Meugang di Aceh Jelang Ramadan

Selain itu, paket Ramadan yang ditawarkan oleh Aceh kepada wisatawan adalah tradisi berbuka puasa. Untuk menunya pun bervariasi dan tergantung dari desa masing-masing. Masyarakat di desa tersebut membawa makanan ke Masjid untuk menunggu Magrib untuk buka puasa bersama.

“Panganan Aceh yang tidak pernah ada saat bulan biasa, akan ada di bulan Ramadan, contohnya sambal daun dari beberapa daun," kata Amiruddin.

A post shared by Novita Saprika Thamren (@sahrenn) on

Ada juga lemang, berupa nasi yang dibakar pakai bambu. Namun juga ada beberapa kue basah dalam menu berbuka, seperti kue lapis, cenil hingga tapai. Selengkapnya

7 Masjid Megah di Indonesia yang Cocok Jadi Wisata Religi Saat Ramadan

 Melancongyuk - Indonesia merupakan salah satu negara yang penduduknya mayoritas muslim. Maka dari itu, banyak sekali masjid yang dibangun cukup megah dan menawan.

Tak hanya dari segi arsitekturnya saja, fasilitas-fasilitasnya juga sangat lengkap dan keren. Gak heran kalau akhirnya dijadikan landmark di setiap daerah.

Berperan ganda sebagai tempat ibadah dan wisata religi, inilah tujuh masjid terbaik di Indonesia. Kamu bisa mengunjunginya sebagai wisata selama Ramadan.

1. Masjid Al-Irsyad - Padalarang, Jawa Barat


Masjid ini sudah cukup populer, apalagi menjadi latar belakang salah satu stasiun televisi saat berkumandang azan magrib. Masjid yang diresmikan pada 27 Agustus 2010 ini berlokasi di Jalan Parahyangan KM 2,7 di Kota Baru Parahyangan.

Masjid Al-Irsyad didesain Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dengan bentuk segi empat seluas 1817 meter persegi. Masjid ini mempunyai sirkulasi udara yang sangat baik, meskipun tanpa AC atau kipas angin, hawanya sangat sejuk.

Konsep bangunannya yang ramah lingkungan membuat masjid Al-Irsyad meraih banyak penghargaan internasional. Kamu sudah pernah mampir ke sini, belum?

2. Masjid Agung Jawa Tengah - Semarang, Jawa Tengah


Masjid ini memadukan gaya arsitektural Jawa, Islam, dan Romawi hasil karya PT Atelier Enam. Bangunan utamanya memiliki kubah besar berdiameter 20 meter dilengkapi empat menara setinggi 62 meter.

Gaya Romawinya dapat dilihat dari 25 pilar di pelataran masjid yang tampak seperti koloseum Athena. Sentuhan akhirnya menyerupai Masjid Nabawi dengan 6 payung raksasa otomatis.

Spesialnya lagi, terdapat sebuah menara yang berfungsi sebagai museum Perkembangan Islam Jawa Tengah. Terdiri dari 19 lantai, menara ini dibuka setiap Selasa-Minggu selama pukul 08.00-15.00.

3. Masjid Agung Madani - Kabupaten Rokan Hulu, Riau


Masjid termegah di Riau ini bisa menampung hingga 20 ribu jamaah. Terdapat lima menara yang salah satunya dapat digunakan seperti di Semarang.

Sebagai islamic centre Kabupaten Rokan Hulu, masjid dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana yang sangat memadai. Kamu bisa melihat adanya pohon kurma dan kolam air kecil di sini.  Dari segi arsitektural, masjid  Agung Madani diberi ornamen batu hias dan lampu gantung dari kuningan. 

4. Masjid Baitul Muttaqin - Samarinda, Kalimantan Timur


Inilah masjid termegah kedua di Asia Tenggara setelah masjid Istiqlal Jakarta. Masjid ini mempunyai  luas bangunan utama 43,5 ribu meter persegi dengan latar depan tepian Sungai Mahakam.

Bangunan yang juga dikenal masjid Islamic Center ini mempunyai 15 lantai dengan 7 menara di sekitarnya. Bentuk bangunannya terinspirasi masjid Nabawi, sedangkan kubahnya dari masjid Haghia Sophia di Turki.

5. Masjid Dian Al Mahri - Depok, Jawa Barat


Tidak hanya Monumen Nasional (Monas) saja, masjid di Jalan Raya Meruyung, Limo, Depok ini juga mempunyai kubah emas. Masjid ini memiliki lima kubah yang semuanya dilapisi emas setebal 2-3 milimeter dan mozaik kristal. Itu kenapa masjid Dian Al Mahri juga disebut sebagai Masjid Kubah Emas.

Bentuk kubahnya terinspirasi dari Taj Mahal di India dengan diameter tengah 20 meter dan tinggi 25 meter. Tak hanya kubahnya saja, bahkan relief hiasan di atas tempat imam juga terbuat dari emas 18 karat.

6. Masjid Tiban - Turen, Malang, Jawa Timur


Inilah masjid fenomenal di Kabupaten Malang yang sangat indah dan menawan. Di balik keindahannya, terdengar kabar bahwa masjid ini dibangun pasukan jin dalam semalam.

Tentu saja hal itu hanya mitos. Faktanya masjid ini dibangun pada 1968 dan diresmikan pada 1978. Masjid berlantai 10 ini berada di atas lahan seluas tujuh hektare.

Jika kamu perhatikan secara seksama, ornamen masjid Tiban mirip dengan gaya arsitektural di Spanyol karya Antoni Gaudi. Kompleks masjid dilengkapi area parkir luas, toilet, serta tempat istirahat yang menenangkan.

7. Masjid Rahmatan Lil-Alamin - Indramayu, Jawa Barat


Gak kalah megah, masjid di komplek Ma’had Al-Zaytun ini mampu menampung hingga 100 ribu jemaah. Meskipun belum rampung, masjid tujuh lantai (termasuk basement ini mempunyai 5 buah kubah dan satu menara.

Masjid ini mempunyai nilai filosofi yang sangat kuat, misalnya seperti ukuran bangunan 99x99 yang melambangkan Asmaul Husna. Terdapat empat kubah kecil yang menjelaskan mazhab besar di dunia, sedangkan satu kubah besarnya melambangkan petuah Nabi Muhammad SAW yang menaungi empat mazhab yang ada.

Itulah tujuh masjid megah dan menawan di Indonesia yang menarik untuk wisata religi. Kalau di kota tinggalmu, masjid apa saja yang bisa dijadikan tempat wisata nih?

Dubai Akan Segera Buka Taman Quran, Seperti Apa Isinya?

Desain rumah kaca di Taman Quran
Melancongyuk - Dubai seakan tidak pernah kehilangan akal untuk menarik wisatawan datang berkunjung. Kali ini negara yang identik dengan kemewahan tersebut, dikabarkan akan membuka sebuah taman yang tidak biasa.

Sesuai dengan julukannya, yaitu Taman Quran, nantinya taman tersebut akan menampilkan tanaman-tanaman yang disebutkan dalam kitab suci Al-Quran dan keajaiban lainnya yang ada dalam tulisan-tulisan Islam. Sementara tanggal pembukaan belum diumumkan, sebagaimana dilansir dari laman English Al Arabiya, Jumat (11/5/2018), para pejabat Dubai mengatakan untuk bisa masuk ke taman nantinya tidak akan ada alias gratis.

Dua hal yang akan ditampilkan oleh Taman Quran, di antaranya Cave of Miracles dan Glass House. Salah seorang pejabat tinggi bernama Dawood Abdul Rahman Al Hajiri, mengatakan, nanti tanaman yang selama ini disebutkan dalam Al-Quran beberapa di antaranya akan ditampilkan di rumah kaca.

“Di antara elemen yang paling penting dari proyek ini adalah rumah kaca yang berisi tanaman yang disebutkan dalam Al-Quran dan Sunnah, yang tumbuh di bawah suhu tertentu dan khusus faktor penentu lingkungan, serta toko yang menjual tumbuhan yang juga disebutkan di dalam Al-Quran,” ucap Dawood Abdul Rahman Al Hajiri, Direktur Jendral Dubai Municipality.

Pada bagian The Cave of Miracles sendiri, dilaporkan akan menampilkan tujuh keajaiban yang juga disebutkan dalam Al-Quran. Semua itu akan ditampilkan pada pengunjung dengan teknik yang interaktif modern terkini.

Anda mungkin sudah menebak-nebak tanaman dan buah apa saja yang disebutkan dalam Al-Quran dan dibawa ke dunia nyata oleh Taman Quran, bukan? Berdasar pada keterangan Al Hajiri, jawabannya akan ada 12 kebun berisi tanaman yang disebutkan dalam Al-Quran dan Sunnah, yang memiliki manfaat, kegunaan ilmiah, dan obat-obatan, seperti pisang, buah delima, kacang tambak, jahe, asam, basil, labu, dan mentimun.

Tidak cukup sampai di situ saja keistimewaan taman ini, sebab masih ada sederet fasilitas lainnya, yang dijamin bisa membuat pengunjung betah berlama-lama di dalam taman. Masih dari pemaparan Al Hijiri, taman akan memiliki panel surya, Wi-Fi, stasiun pengisian baterai telepon, dan tempat duduk yang teduh untuk pengunjung.

“Taman juga akan memiliki beberapa kios untuk menampilkan informasi tentang semua jenis tanaman dan pohon, jadi pengunjung bisa tahu manfaatnya,” ujar Al Hajiri. (Okezone)

Menelusuri Masjid Nabawi


Melancongyuk - Sebagaimana banyak dijelaskan, Masjid Nabawi merupakan salah satu masjid yang sangat mulia. Rasulullah bersabda, ''Janganlah kalian berkunjung kecuali pada tiga masjid, yakni Masjid al-Haram (Makkah), Masjidku ini (Nabawi di Madinah), dan Masjid al-Aqsha (Palestina).''

Bahkan, Rasulullah juga bersabda, beribadah di Masjid Nabawi pahalanya akan dilipatgandakan hingga 1000 kali. Karena itu, tak heran, sebagian besar umat Islam yang pernah berkunjung ke Madinah, senantiasa menyempatkan diri untuk beribadah di Masjid ini. Bahkan, pada musim haji, jutaan umat Islam dari seluruh dunia, berusaha melaksanakan shalat sebanyak 40 kali (arbain) di Masjid ini selama delapan hari, untuk memperoleh keberkahannya.

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun Nabi Muhammad SAW di Madinah, setelah masjid pertama Quba, sekitar dua mil dari Madinah. Masjid Quba dibangun ketika Nabi SAW menunggu Ali bin Abi Thalib yang hijrah belakangan.

Dalam Masjid Nabawi terdapat sejumlah lokasi yang sangat bersejarah dalam Islam. Mulai dari tempat tinggal (rumah) Rasulullah, rumah Abu Bakar, Umar, dan sahabat lainnya, hingga makam Rasulullah SAW.

Beberapa ahli sejarah melukiskan ruangan dalam Masjid Nabawi. Diantaranya —sebagaimana dikutip Imtiaz Ahmad dalam bukunya Historical Site of Madinah Munawarrah (Tempat-tempat Bersejarah di Madinah)— adalah Syekh Dehlawi (958-1052 H). Secara lengkap Syekh Dehlawi menggambarkan berbagai tempat dalam Masjid Nabawi, yang ditandai dengan nomor-nomornya.

1. Tiang DutaUtusan. Nabi SAW biasa menggunakan tempat ini untuk menemui para utusan yang datang. Dan para sahabat terkemuka duduk di sekitar Rasul selama pertemuan berlangsung.

2. Tiang Pengawal. Tiang ini menjadi tempat berdiri para pengawal Nabi SAW., dan tempat ini dijadikan pintu masuk Rasul ke Masjid Nabawi.

3. Tiang Tempat Tidur. Abdullah bin Umar RA bercerita, ''Nabi SAW menggunakan tempat ini sebagai tempat tidur selama i'tikaf di Masjid.''

4. Tiang Abu Lubabah. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, Rasul SAW bermaksud untuk menghukum bani Quraizhah (salah satu suku Yahudi) atas pengkhianatannya pada Nabi SAW. Abu Lubabah kemudian ditunjuk menjadi penengah. Namun, tanpa sengaja, Abu Lubabah membocorkan rahasia itu kepada suku Yahudi tersebut. Kemudian ia menyadari kekeliruannya dan mengikatkan dirinya di tiang tersebut selama tujuh hari dan baru melepaskan diri setelah Allah menerima taubatnya (QS Al-Anfal [8] : 27-28).

5. Tiang Aisyah. Thabrani menyebutkan, Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, ''Ada tempat yang sangat penting dalam Masjid nabawi. Jika seseorang mengetahuinya, mereka akan mengadakan undian untuk mendapatkan kesempatan agar bisa shalat disana.'' Para sahabat berusaha mencari keterangan tersebut, namun Aisyah RA enggan menceritakannya. Dan ketika itu ada Abdullah bin Zubair RA, keponakannya. Sahabat yakin, Aisyah menceritakan tempat itu pada Abdullah bin Zubair. Ibnu Zubair RA sering shalat di tiang ini.

Rasulullah pernah mengimami shalat dari titk ini selama beberapa hari setelah adanya perubahan kiblat dari Masjid al-Aqsha ke Masjid al-Haram. Dan belakangan, Nabi mengimami shalat dari titk yang sekarang ini dikenal dengan nama Mihrab Nabawi asy-Syarif.

6. Tiang Mukhallaqah. Jabir RA meriwayatkan sebagaimana ditulis dalam Shahih Bukhari, ''Nabi SAW bersandar pada sebatang pohon kurma (yang awalnya terletak pada tiang ini) saat melaksanakan khutbah Jumat. Hingga kemudian kaum Anshar mengusulkan untuk membuat sebuah mimbar untuk Nabi SAW berkhutbah. Setelah mimbar tersebut dibuat, sejumlah sahabat mendengar pohon kurma tersebut menangis, hingga Rasul mendekatinya kemudian memeluknya.''

7. Mihrab Nabawi. Tidak ada mihrab di dalam masjid nabawi selama masa Rasul SAW dan empat khalifah Islam. Pada tahun 91 H, Umar bin Abdul Aziz pertama kali melakukan shalat di sini di dalam sebuah bentuk mihrab.

8. Mihrab Utsmani. Khalifah Usman RA mengimami shalat di tempat ini. Dan sekarang, imam Masjid nabawi juga mengimami shalat di tempat ini. Umar bin Abdul Aziz kemudian membangun sebuah mihrab di lokasi ini.

9. Mihrab Hanafi. Sebelumnya imam shalat dari empat mazhab (Hanafi, Syafii, Hambali, dan Maliki) mengimami shalat di Masjid Nabawi secara terpisah. Dan Imam Hanafi mengimami shalat dari tempat ini. Sekarang, hanya ada satu shalat berjamaah di Masjid Nabawi yang dipimpin oleh imam dari mazhab Hambali. Hal ini berlaku sejak kekuasaan dipegang oleh Pemerintahan Saudi.

10. Mihrab Tahajud. Nabi SAW biasa melakukan shalat tahajud di tempat ini.

11. Mimbar. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA, Nabi bersabda, ''Antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga, dan mimbarku akan berada di telaga Kautsar pada hari Kiamat.''

Berbagai pemerintahan muslim mengirimkan mimbar untuk masjid Nabawi dari waktu ke waktu. Mimbar yang ada sekarang dikirim oleh Sultan Murad ke-3 dari Dinasti Usmani tahun 998 H.

12. Tempat Muazin. Tempat ini berupa balkon segi empat, terletak di sebelah Utara Mimbar Nabawi. Selain untuk azan, tempat ini juga dipergunakan untuk menguatkan suar takbir pada shalat lima waktu.

13. Panggung di sekitar tempat tahajud.

14. Panggung tempat petugas keamanan. Saat memasuki Masjid Nabawi dari Bab Jibril, panggung ini berada di sebelah kanan. Dibangun oleh Sultan Nuruddin Zanki. Panggung ini bukanlah tempat ahli suffah, seperti perkiraan banyak peziarah.

15. Tempat Ahlu Suffah. Suffah berarti tempat beteduh. Sahabat nabi yang tidak memiliki rumah, dulunya bertempat tinggal di sini.

16. Bab Baqi. Pintu ini berhadapan dengan Bab Salam.

17. Bab Jibril. Terletak di bagian Timur, dan disebut juga dengan Bab Nabi, karena Nabi sering masuk melalui pintu ini.

18. Bab Nisa’. Pintu ini di buka oleh Umar Ibn Khaththab RA tahun 12 H. ''Umar berkata, ''Alangkah baiknya kalau pintu ini dikhususkan untuk wanita.''

19. Bir (Sumur) Thallhah. Jika memasuki masjid dari bagian paling kiri dari bab Fahd, sumur ini berlokasi sekitar 15 meter ke dalam masjid dan ditandai dengan tiga lingkaran. Sumur dan taman yang mengelilingi adalah milik Abu Talhah yang menginfakkannya karena mengharap ridla Allah, seteklah turun ayat ke-92 surah Ali Imran [3].

20. Bab Pintu Salam. Umar Ibn Khaththab RA membuka pintu ini yang terletak di tembok Masjid sebalah Barat, ketika dilakukan perbaikan Masjid tahun 12 H.

21. Rumah Abu Bakar RA. Jika seseorang berjalan dari mimbar melalui Bab Siddiq, rumah Abu Bakar terletak setelah tiang ke-5 sejajar degan Bab Siddiq. Nabi SAW pernah bersabda, ''Semua pintu rumah-rumah yang terbuka langsung ke dalam Masjid harus ditutup kecuali pintu Abu Bakar.'' (Republika)

Unik, Ternyata ada Loh Masjid Terapung di Indonesia


Melancongyuk - Liburan tak melulu pergi ke daerah alam terbuka seperti gunung dan taman. Namun, banyak aktifitas menarik yang bisa dilakukan salah satunya, yakni berwisata religi.

Nah,  di Indonesia, ternyata ada beberapa obyek wisata religi yang tampilannya cukup unik dan wajib di kunjungi yakni masjid terapung.

Sesuai sebutannya, bangunan masjid yang dimaksud memang terapung alias di bangun di atas air sangat unik. Di Indonesia ada tiga masjid terapung yang menjadi destinasi wisata religi, penasaran dimana saja lokasinya?

1. Masjid Al Munawar (Ternate)

Berdiri sebagai salah satu bangunan kebanggaan Kota Ternate, Masjid Al Munawar adalah masjid terapung yang memiliki arsitektur cantik nan elok di setiap sisinya. 

Masjid Al Munawar memiliki luas sekitar 9.512 meter persegi dan bisa menampung hingga 15 ribu jamaah. Menambah kemegahannya, terdapat pula empat menara dengan tinggi 44 meter di sudut-sudut masjid. Dua di antara menara tersebut, dibangun tinggi menjulang dari dasar laut. 

Tidak hanya itu, di beranda masjid, bisa dijumpai pula kolam ikan yang bakal menambah pengalaman wisata ibadahmu di sana.

2. Masjid Arkam Babu Rahman (Palu)

Selain terapung, masjid ini memiliki daya tarik tersendiri buat kamu yang hobi berswafoto. Dimana masjid ini diterangi oleh lampu warna- warni yang terletak di setiap kubahnya.

Lampu ini akan berganti warna setiap saat, sehingga cocok sekali untuk dijadikan obyek foto dan menambah koleksi foto di media sosial kamu.

3. Masjid Amirul Mukminin (Makasar)

Buat kamu yang berencana mengunjungi Makasar, jangan lupa mampir ke Masjid Amirul Mukminin. Masjid ini terletak persis di pinggir Pantai Losari, Makasar.

Karena letaknya yang di pinggir pantai, pada saat air pasang tiba, masjid ini akan terlihat seperti mengapung di tengah lautan.

Tak heran, jika sore menjelang banyak wisatawan yang mengunjungi tempat ini beribadah sambil menikmati suasana senja di pelataran Masjid Amirul Mukminin.

 4. Masjid An Nur (Pulau Flores)

Masjid An Nur, terletak di pedalaman kampung nelayan, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Masjid ini merupakan masjid pertama di Pulau Flores yang dibuat terapung di atas permukaan laut dan menjadi salah satu destinasi wisata islami.

Uniknya, masjid ini memiliki 99 tiang penyangga yang melambangkan Asmaul Husna, nama-nama Allah yang indah, baik, agung, dan mulia. Sedangkan di bagian dalam masjid terdapat empt tiang yang melambangkan empat sahabat Nabi Muhammad SAW.

5. Masjid Al Aminah (Lampung)

Di Lampung, masjid terapung Al Aminah, berlokasi di Pantai Sari Ringgung, yang berada di Desa Sidodadi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pasarawan.

Keunikan dari masjid ini bisa kita lihat pada halaman depannya. Halaman depan masjid Al Aminah tidak dihiasi bunga atau rerumputan seperti masjid pada umumnya. Tetapi dihiasi oleh ikan-ikan yang terlihat bergerak dan menari ke sana ke mari. (Sportourism)

Fakta Mengejutkan di Balik Bentuk Unik Masjid-masjid Afrika


Melancongyuk - Di seluruh negara muslim, masjid memiliki arsitektur khas yang ditandai dengan menara, kubah, lengkungan serta mosaik atau hiasan plesteran. Elemen desain ini dibawa oleh orang-orang Arab saat mereka bermigrasi dan menguasai tanah asing melalui penaklukan.

Tapi di beberapa negara lain, penyebaran Islam dibawa oleh para pedagang sehingga arsitektur masjid tampak berdesain vernakular yang disesuaikan dengan keterampilan warga dan ketersediaan bahan lokal. Contohnya, masjid-masjid di Afrika Barat. Masjid-masjid di sini bervariasi namun bangunannya sangat sederhana tanpa atap.

Di Sahel dan padang rumput Sudan di Afrika Barat, terdapat masjid-masjid bergaya unik. Di negara-negara seperti Senegal, Sudan, Ghana hingga Pantai Gading, masjid-masjid unik tersebut berdiri kokoh dari batu bata lumpur diperkuat oleh kayu besar dan balok penopang yang menonjol keluar dari permukaan dinding. Membuat penampakan bangunannya seperti benteng.

Kayu penopang itu disebut toron yang juga berfungsi sebagai hiasan dekoratif. Masjid-masjid tersebut biasanya memiliki menara, atap datar dan halaman. Lantai di dalamnya diliputi pasir dimana sajadah diletakkan. Interiornya sengaja tidak dihias sehingga tidak mengalihkan perhatian orang yang sholat.

Salah satu masjid paling terkenal yang melukiskan jenis arsitektur ini adalah Masjid Agung Djenne di Mali. Dibangun dengan ketinggian hampir sepuluh kaki, masjid yang luas ini mendominasi wilayah tempatnya berdiri. Masjid tersebut dibangun sejak abad ke-13. Namun pada abad ke-19 sempat mengalami keruntuhan dan digunakan sebagai pemakaman. Namun pemerintah baru memutuskan untuk membangun kembali masjid tersebut tanpa pengaruh Prancis yang sempat menguasai wilayah itu sebelumnya.

Sejarawan seni Amerika Jean-Louis Bourgeois pernah berpendapat bahwa desain masjid tersebut pada dasarnya adalah gaya Afrika dan orang Prancis hanya memiliki pengaruh kecil di dalamnya.

Terlepas dari perdebatan keaslian arsitekturnya, Masjid Djenne telah menjadi salah satu ikon arsitektur Afrika Barat dan banyak masjid lain di benua Afrika yang meniru gayanya .(Amusingplanet)

Kazan, 'Kota Masjid' Salah Satu Lokasi Piala Dunia 2018 Rusia


Melancongyuk - Dari sekitar 144 juta penduduk Rusia, pemeluk Islam di sana hanya berjumlah 6,6 persen. Sisanya merupakan pemeluk Kristen dan agama lainnya.

Meski demikian, Rusia tak gentar untuk mengembangkan potensi wisata halalnya. Terutama setelah ada catatan bahwa sebanyak 121 juta turis Muslim di dunia yang melakukan perjalanan wisata sepanjang tahun lalu. 

Salah satu destinasi wisata halal di Rusia ialah Kazan, kota yang berjarak 12 jam perjalanan mobil dan satu jam penerbangan dari Moskow. 

Sama seperti Ekaterinburg, kota ini juga dihubungkan oleh jalur kereta legendaris, TransSiberian, dari Moskow yang memanjang ke Beijing.

A post shared by 🇵​🇷​🇴​ Казань (@kazan_stories) on


Tahun ini, kota yang memiliki standar hidup tinggi setelah Moskow dan Saint Petersburg itu juga terpilih sebagai tuan rumah pertandingan sepakbola dunia, dengan Stadion Kazan Arena sebagai lokasinya.

Selain disebut Kota Pendidikan--karena banyak universitas top yang berdiri di sana, Kazan juga disebut Kota Olahraga, juga karena banyak ajang olahraga yang pernah diselenggarakan di sana. 

Perhelatan olahraga dunia yang pernah digelar menyisakan banyak bangunan stadion megah yang juga bakal digunakan saat Piala Dunia pada Juni mendatang.

Populasi pemeluk Islam di kota ini lebih mayoritas ketimbang di kota Rusia lainnya. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya bangunan masjid megah yang berdiri, seperti Masjid Kul-Sharif dan Masjid Bulgar.

Kedua masjid ini selalu menjadi pusat perayaan hari raya Islam, seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Jamaah yang datang untuk salat bisa sampai keluar area masjid.

Karena banyak dihuni penduduk Muslim, mencari kuliner halal di Kazan tidaklah sulit. Tinggal cari tempat makan yang berlogo halal yang banyak buka di pinggir jalan. 


Area Staro-Tatarskaya Sloboda, Tatar Village, dan Bauman memiliki banyak lapak penjual makanan yang bisa dikunjungi turis.

Chak-chak, Gubadiya, Peremechi, dan Kystybyi, adalah sejumlah kuliner yang wajib dicoba di Kazan. Minum teh juga menjadi tradisi di sini.

Dikutip dari Business Standard, menjelang Piala Dunia 2018 seluruh pemilik bisnis wisata di Kazan mulai melakukan persiapan.

Salah satunya ialah melatih karyawan mereka untuk aktif berbahasa Inggris dasar untuk menyambut turis dari belahan dunia yang datang.

"Saya sempat belajar bahasa Inggris dan bahasa Perancis saat masih bersekolah. Saya harap masih ingat untuk mengucapkannya saat bertemu dengan turis," kata salah seorang supir taksi di Kazan. (CNN)

Di Tajikistan, Makanan Ini Dianggap Perwujudan Gigi Rasul


Melancongyuk - Tajikistan mungkin bukan negara populer sebagai tujuan wisata. Tapi jangan salah, negara terpencil di wilayah Asia Tengah ini ternyata punya banyak hal menarik yang bisa dieksplor oleh para wisatawan lho. Salah satunya, keunikan kuliner.

Nah, masyarakat Tajikistan punya satu makanan yang mereka anggap berharga. Namanya Oshi Palav. Menu makanan ini biasanya mereka santap dalam acara kumpul-kumpul keluarga dan teman atau bahkan saat sedang berdiskusi serius memecahkan masalah.

Oshi Palav memang punya keistimewaan tersendiri di mata orang Tajikistan. Bahkan mereka percaya bahan utama dari makanan ini adalah perwujudan dari gigi Rasulullah Muhammad SAW.

Oshi Palav terbuat dari nasi yang dicampur beragam sayuran dan potongan daging. Biasanya, orang Tajikistan memasak Oshi Palav dalam porsi besar. Sekali masak, setidaknya bisa dimakan 100 orang.

Meski diperlukan waktu berjam-jam untuk memasaknya, Oshi Palav tetap jadi menu kebanggaan yang wajib disuguhkan orang Tajikistan dalam setiap acara spesial. Ada satu lagi keistimewaan di balik menu makanan satu ini.

Oshi Palav punya sejarah hebat sebagai makanan yang mengakhiri perang. Pada tahun 1995, setelah Tajikistan mengalami perang sipil yang menewaskan 100.000 orang. Kedua belah pihak yang bertikai akhirnya duduk bersama untuk makan Oshi Palav hingga akhirnya berdiskusi. Dan setelah dua tahun, mereka berdamai. Karena sejarah inilah Oshi Palav juga dijuluki " Palav of Peace". (Misteraladin)

Mengintip Masjid Bersejarah di Beograd


Melancongyuk - Serbia, negara yang terletak di Tenggara benua Eropa, memiliki jumlah penduduk sebanyak 7,1 juta jiwa, yang mayoritas beragama Kristen Orthodox (87%), diikuti kemudian dengan Kristen Katolik (5%) dan Islam (3.1%). Islam jelas merupakan agama minoritas di sana, meskipun Serbia (d.h. Yugoslavia) pernah berada dalam kekuasaan Kekaisaran Ottoman Turki selama 500 tahun.

Kaum Muslim Serbia sebagian besar terkonsentrasi di wilayah Sandzak, sebelah barat daya Serbia yang berbatasan dengan Bosnia-Herzegovina, Kosovo, dan Montenegro. Di bawah kekuasaan Turki, kota Beograd memiliki 273 masjid menurut sejarah, namun saat ini hanya ada 1 masjid yang tersisa, yaitu masjid Bajrakli. 

Masjid Bajrakli didirikan pada tahun 1575. Masjid satu lantai ini memiliki sebuah kubah dan satu menara, serta temboknya dibiarkan tidak diplester, sehingga menampakkan batu sebagai bahan utama pembuatan masjid. Kubah masjid tidak berbentuk bola setengah lingkaran besar seperti kebanyakan masjid di Indonesia, dan juga ditopang dengan tembok berbentuk persegi delapan. Sementara itu, menara yang terletak di bagian barat masjid dan digunakan oleh Muadzin untuk memberitahu waktu sholat, memiliki bentuk atap kerucut. 

Interior masjid sangat sederhana, namun tidak mengurangi keindahan masjid ini. Tembok dalam masjid juga tidak diplester seperti di bagian luar masjid, dengan penambahan beberapa tulisan kaligrafi yang diambil dari kitab suci Alquran, serta sifat-sifat Allah yang dibuat dari kayu berbentuk segi delapan. Di sisi kiri dan kanan pintu masuk masjid terdapat jendela arcade yang berbentuk melengkung. Tempat untuk imam “mihrab” dibuat agak melengkung keluar, dan mimbar untuk penceramah diletakkan di sebelah kanan mihrab. 


Masjid Bajrakli menjadi pusat kegiatan umat Islam di Serbia. Disini terdapat kantor Islamic Community of Serbia, yang merupakan majelis ulama Serbia. Di lingkungan masjid juga dibangun Madrasah empat lantai sebagai pusat pendidikan agama Islam bagi anak-anak Muslim Serbia, yang juga dilengkapi dengan perpustakaan untuk menunjang pembelajaran. Terkadang madrasah ini juga digunakan sebagai tempat tambahan untuk sholat ketika masjid tidak lagi dapat menampung jamaah ketika sholat Jumat, sholat Idul Fitri atau ketika Ramadhan tiba. Masjid Bajrakli pada beberapa tahun belakangan juga menjadi tempat singgah bagi pengungsi yang berasal dari negara-negara Timur Tengah, dalam perjalanannya mencari suaka di Jerman. 

Tidak banyak yang tahu bahwa masjid ini pernah berubah fungsi menjadi gereja Katolik dari tahun 1717–1739, pada saat Kerajaan Austria mengokupasi Serbia setelah memenangkan pertempuran dengan Turki. Masjid ini kembali difungsikan sebagai tempat beribadah bagi umat Islam Serbia setelah Kekaisaran Ottoman berhasil merebut kembali Beograd dan merenovasi masjid pada 1741. Perang Dunia I dan II sedikit banyak telah menyebabkan kerusakan pada masjid, dan telah dilakukan restorasi beberapa kali setelah berakhirnya Perang Dunia II.

Karena keunikan, keberlangsungan, dan simbol keterwakilan agama dan budaya Islam di Serbia, Masjid Bajrakli dinobatkan sebagai monumen budaya bernilai tinggi pada tahun 1979 oleh Pemerintah Serbia. Namun demikian, pada tahun 2004 masjid Bajrakli mengalami pengrusakan oleh kelompok massa sebagai balasan dari pengrusakan Gereja Orthodoks di Kosovo. Pemerintah Kota Beograd segera melakukan renovasi atas Masjid ini setelah pengrusakan tersebut. 

Bagi anda yang tertarik dengan wisata sejarah-religi, tidak ada salahnya jika memasukkan Masjid Bajrakli ke dalam daftar tujuan yang harus anda kunjungi di Beograd. Selamat berwisata!!

Melihat Jejak Peninggalan Islam Tertua di Tiongkok


Melancongyuk - Banyak wisatawan dari Indonesia yang berkunjung ke RRT tidak menyangka bahwa terdapat 4 Mesjid Kuno di RRT yang sangat dirawat keberadaannya oleh Pemerintah RRT.  Mesjid tertua di RRT berada di Kota Guangzhou yaitu Mesjid Huaisheng atau diartikan sebagai Mesjid Menara Cahaya. Dibangun pada tahun 627, Mesjid Huaisheng memiliki sejarah 1300 tahun lamanya.

Mesjid ini  terdaftar untuk dilindungi sebagai peninggalan budaya utama di Provinsi Guangdong. Mesjid ini kira-kira dibangun pada awal Dinasti Tang dengan tinggi menaranya mencapai 36,3 meter, dan merupakan salah satu arsitektur Islam pertama yang dibangun setelah Islam diperkenalkan ke RRT. Mesjid tersebut konon dinamai untuk menghormati Nabi Muhammad SAW. 

Menurut naskah yang ditulis pada tahun 1206, dikisahkan bahwa Mesjid ini dibangun oleh Paman dari Nabi Muhammad yaitu Abu Waqqas dalam misi pertama menyebarkan agam Islam ke RRT. Sejarah yang menarik, hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik dari Mesjid ini didatangi oleh banyak pengunjung tiap harinya selain arsitekturnya yang indah. 

Mesjid ini pernah dihancurkan dan dibangun kembali pada tahun ke-34 dari Kaisar Qing Kangxi (1695) dengan aristektur Arab bercampur dengan Tiongkok. Wilayah Mesjid meliputi area seluas 2.966 meter2. Sisi barat daya gerbang Mesjid adalah Menara Cahaya yang terkenal; sisi depannya adalah bangunan bulan terbit; bagian belakang ada panggung, ruang air, koridor timur dan barat, yang merupakan aula untuk ibadah. Salah satu fitur khas dari Mesjid ini adalah sumur tua yang konon airnya berasal dari mata air alami yang selalu jernih dan tidak pernah kering.  

Mesjid Huaisheng selalu ramai didatangi orang yang akan beribadah maupun turis, terutama pada hari Jumat. Pada saat Canton Fair yang merupakan pameran dagang tahunan terbesar di RRT, banyak masyarakat lokal, orang Indonesia, pengusaha Timur Tengah dan Afrika datang bersama-sama memadati Mesjid untuk beribadah sekaligus menikmati keindahan arsitekturnya dan menikmati makanan lokal yang halal.  (Archnet)

Masjid Megah Ini Konon Dibangun di Atas Tulang Sepupu Nabi


Melancongyuk - Kebanyakan orang tahu jika Blue Mosque atau Masjid Biru berada di Istanbul, Turki. Tapi ternyata, Masjid Biru yang megah juga bisa kita jumpai di Afghanistan lho.

Yup, Masjid Biru ini berada di Kota Mazar-i-Sharif, Afghanistan. Bukan hanya arsitekturnya saja yang mengagumkan, tapi masjid satu ini juga menyimpan banyak kisah di baliknya.

Konon katanya, masjid tersebut dibangun di atas tulang belulang khalifah ke empat, Ali bin Abi Talib, yang tak lain juga merupakan sepupu Nabi Muhammad SAW.

Alkisah, dulu ada seorang mullah yang mendapat petunjuk dalam mimpinya. Ia bermimpi jika tulang belulang dari Khalifah Ali bin Abi Talib dikuburkan di suatu daerah di Afghanistan.

Kemudian, mimpinya tersebut ia ceritakan pada raja dari Kerajaan Seljuq, Ahmad Sanjar. Setelah itu, dibangunlah sebuah tempat keramat di sisi barat laut Afghanistan.

Tidak hanya itu, Raja Ahmad Sanjar pun membuat kota di sekeliling situs tersebut yang dinamakan dengan Mazar-i-Sharif. Setelah menjadi kota, banyak warga yang bermigrasi dan tinggal di Mazar-i-Sharif.

Dalam perjalanannya, situs tersebut pernah hancur saat diserbu oleh pasukan Genghis Khan. Hingga kemudian di tahun 1481, Sultan Husayn Mizra membangunnya kembali sebagai masjid megah dengan arsitektur indah. Itulah Masjid Biru yang berdiri kokoh hingga kini.

Melihat Jejak Telapak Kaki Pertama Nabi Adam di Srilanka


Melancongyuk -Hampir semua orang dan ajaran agama di dunia mengakui bahwa nabi Adam alaihis salam adalah manusia pertama yang hidup di bumi.

Dalam Alquran disebutkan Nabi Adam dikeluarkan dari surga ke bumi lantaran melanggar perintah Allah SWT untuk tidak memakan buah khuldi. Konon dia diturunkan di puncak sebuah gunung yang saat ini berada di wilayah Srilanka.

Sementara istrinya, Siti Hawa diturunkan di tempat lain berjarak ribuan kilometer. Setelah sekian lama berpisah kedua insan ini dipertemukan di Jabal Rahmah, Arafah, Arab Saudi.

Terletak di lokasi pegunungan Samanala, yakni antara Distrik Ratnapura dan Nuwara Eliya, Provinsi Sabargamuwa, Adam Peak yang artinya puncak Adam terdapat jejak kaki manusia pertama di dunia. Warga Budha dan Hindu Srilanka sudah menjadikan tempat itu sakral sehingga kerap melakukan ritual.

Di puncak gunung setinggi 2.243 meter di atas permukaan laut (mdpl) jejak kaki yang diyakini milik Nabi Adam itu berukuran raksasa dengan panjang 1,8 meter dan lebar 1 meter.

Tempat ini dianggap suci oleh empat kepercayaan. Yaitu Hindu, Budha, Kristen, dan Islam. Tak ketinggalan suku asli Srilanka juga mengeramatkan lokasi jejak kaki raksasa ini.

Seperti dilansir Lifeinsaudiarabia, Rabu (28/2/2018), umat Hindu menamakan lokasi ini dengan sebutan Sivan Adi Padham. Mereka meyakini cetakan jejak kaki raksasa ini adalah peninggalan pijakan dari tarian yang dimainkan oleh Dewa Shiva.

Sedangkan, umat Budha menganggap jejak telapak kaki raksasa ini adalah yang terbesar. Tercetak di atas batu safir oleh Budha saat kunjungan terakhirnya ke Srilanka.


Sementara itu umat Kristiani meyakini, jejak kaki ini adalah milik St. Thomas. Cetakan kaki ini dibuat ketika ia menyebarkan agama Kristen di Srilanka.

Lain halnya dengan muslim, mayoritas umat Islam percaya bahwa cetakan kaki ini adalah milik nabi Adam AS ketika pertama kali menginjakkan kakinya di bumi.

Terlepas dari berbagai keyakinan yang ada tentang anggapan jejak kaki ini, satu hal yang pasti Puncak Adam telah menjadi lokasi wisata favorit yang ramai dikunjungi dan tak pernah sepi pengunjung.

Sementara istrinya, Siti Hawa diturunkan di tempat lain berjarak ribuan kilometer. Setelah sekian lama berpisah kedua insan ini dipertemukan di Jabal Rahmah, Arafah, Arab Saudi.

Terletak di lokasi pegunungan Samanala, yakni antara Distrik Ratnapura dan Nuwara Eliya, Provinsi Sabargamuwa, Adam Peak yang artinya puncak Adam terdapat jejak kaki manusia pertama di dunia. Warga Budha dan Hindu Srilanka sudah menjadikan tempat itu sakral sehingga kerap melakukan ritual.

Di puncak gunung setinggi 2.243 meter di atas permukaan laut (mdpl) jejak kaki yang diyakini milik Nabi Adam itu berukuran raksasa dengan panjang 1,8 meter dan lebar 1 meter.

Tempat ini dianggap suci oleh empat kepercayaan. Yaitu Hindu, Budha, Kristen, dan Islam. Tak ketinggalan suku asli Srilanka juga mengeramatkan lokasi jejak kaki raksasa ini.

Seperti dilansir Lifeinsaudiarabia, Rabu (28/2/2018), umat Hindu menamakan lokasi ini dengan sebutan Sivan Adi Padham. Mereka meyakini cetakan jejak kaki raksasa ini adalah peninggalan pijakan dari tarian yang dimainkan oleh Dewa Shiva.

Sedangkan, umat Budha menganggap jejak telapak kaki raksasa ini adalah yang terbesar. Tercetak di atas batu safir oleh Budha saat kunjungan terakhirnya ke Srilanka.

Sementara itu umat Kristiani meyakini, jejak kaki ini adalah milik St. Thomas. Cetakan kaki ini dibuat ketika ia menyebarkan agama Kristen di Srilanka.

Lain halnya dengan muslim, mayoritas umat Islam percaya bahwa cetakan kaki ini adalah milik nabi Adam AS ketika pertama kali menginjakkan kakinya di bumi.

Terlepas dari berbagai keyakinan yang ada tentang anggapan jejak kaki ini, satu hal yang pasti Puncak Adam telah menjadi lokasi wisata favorit yang ramai dikunjungi dan tak pernah sepi pengunjung.

Puncak Adam dapat diakses dari sejumlah titik. Di antaranya melalui Jalan Colombo atau Carney. Saat ini nyaris tiap hari Puncak Adam dipadati oleh para peziarah, namun puncak kunjungan pada bulan Desember hingga April.

Untuk mencapai Puncak Adam diperlukan upaya keras lantaran harus mendaki jalan setapak yang cukup terjal. Begitu sampai di Puncak Gunung, pengunjung akan disambut dengan sebuah taman dan bangunan berukuran kecil yang mana di dalamnya tersimpan bekas jejak kaki Nabi Adam. Di sini para peziarah biasanya mengambil sisa air hujan yang mengguyur jejak telapak kaki yang diyakini menjadi obat manjur untuk menyembuhkan segala penyakit.


Pulau Kembang, Wisata Kera Berbalut Ziarah di Sungai Barito


Melancongyuk - Perahu kelotok ukuran kecil itu mencabik-cabik gelombang air Sungai Barito. Si paman klotok-- sebutan juru mudi perahu bermesin tempal-- memacu dengan kecepatan sedang. Deru mesin tempel lamat-lamat mengecil ketika si paman klotok menepikan perahunya ke sebuah dermaga kayu.

Ia bergegas mencari posisi labuh di sela-sela perahu klotok lain yang lebih dulu tiba di lokasi. Sepuluh menit sejak bertolak dari sebuah dermaga di ujung Jalan Belitung Darat, Kota Banjarmasin, saya tiba di lokasi wisata Pulau Kembang ketika hari beranjak siang, Minggu (4/3/2018). Lokasinya tepat di tengah aliran Sungai Barito yang masuk administrasi Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Berdiri tepat di pinggir dermaga, petugas loket sudah menyambut para pelancong. Petugas mengutip duit karcis masuk Rp 7.500 per orang saat akhir pekan dan hari libur. Adapun di hari biasa, tarifnya hanya Rp 5.000 per orang. Beres menebus karcis, saya melangkah masuk dan menyusuri secuil area pulau seluas 60-an hektare itu. Pulau Kembang sudah ditetapkan sebagai lokasi wisata dan habitat kera ekor panjang berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 788/Kptsum12/1976.

Pelancong mesti melewati altar utama berkelir kombinasi merah-kuning, sebelum masuk ke lokasi hutan bakau dan tumbuhan lainnya. Sepasang patung kera jentan dan betina putih hanoman menyambut pengunjung di altar tersebut. Untaian bunga nampak menggantung di kedua tangan patung-patung kera itu.

"Ada orang yang berdoa dan mengalungkan bunga di kera. Kalau nazarnya terkabul, biasanya orangnya ke sini lagi membawa telur dan ketan," kata seorang penjaja makanan ringan di lokasi, Minah.

Telur dan ketan inilah yang nantinya diberikan ke kelompok kera sebagai ucapan terimakasih atas terkabulnya doa. Ada lima kelompok habitat kera di lokasi wisata. Kera-kera ini tak pernah akur bila ada anggota kelompok lain memasuki kawasan kelompok lainnya. Adapun populasinya 50-100 ekor setiap kelompok kera.

Tak ada penamaan khusus bagi setiap kelompok kera. "Nama kelompoknya enggak ada. Tapi ada kera yang suka ambil kaca mata, namanya kelompok kaca mata, ada kelompok sumbing, ganas,dan mata binsa,"kata Minah.
Untuk berkeliling, pelancong berjalan di atas titian beton di area habitat kera ekor panjang. Populasi kera sudah jinak, tak perlu cemas barang bawaan akan diembat si kera. Pelancong pun nampak tak canggung ketika memberi aneka makanan kesuakaan kera, seperti pisang, kacang, dan kue lainnya.

Puas menengok kera, saya melipir ke sebuah pondokan berdinding hijau-kuning di sebelah kanan altar utama. Di pintu masuk, terpampang papan bertuliskan: "Tempat ziarah, doa selamat, mandi anak, tapung tawar, dll." Alternatif pilihan itu mengundang rasa penasaran saya untuk singgah sejenak.

Di dalam pondokan, dua bak air ukuran besar berisi untaian bunga terletak di pojok pintu masuk. Seorang pria berkopiah dan berkaos putih plus dua ibu-ibu menyambut kedatangan saya. Mereka bergegas menawari mandi bunga. "Bayarnya seiklasnya saja, enggak bayar juga enggak masalah. Hari ini sudah empat anak-anak mandi tadi," kata Siti Makratulzanah, istri dari si juru kunci Abdul Sidik.

Menurut Abdul Sidik, banyak peziarah dan pelancong yang datang ke pondokannya. Mereka meminta restu atas suatu niat dan bernazar. Kelak bila niatan itu terkabul, kata Sidik, peziarah tadi akan kembali ke Pulau Kembang dengan membawa aneka sesaji seperti gula merah, ketan, telur, dan kelapa. Ketan dan telur ini yang diberikan kepada populasi kera yang mendiami Pulau Kembang.

Ada kepercayaan, kera-kera itu membawa keberuntungan karena memuluskan segala niatan. Sidik berkata, keyakinan semacam ini tumbuh dari legenda terbentuknya Pulau Kembang. Konon, kata Sidik, daratan Pulau Kembang bermula dari kandasnya kapal agresor Inggris yang mengangkut etnis Cina ketika hendak menaklukkan Kerajaan Kuin Selatan. Seorang Patih Kuin Selatan, Datu Pujung, menenggalamkan kapal itu karena berkukuh ingin menguasai Kerajaan Kuin Selatan.

Alhasil, banyak penumpang kapal tewas bersamaan dengan tenggelamnya kapal agresor tersebut. Lama-lama lokasi tempat tenggelamnya kapal ditumbuhi aneka biji-bijian dan penumpukan kayu. Biji-bijian ini kemudian berkembang biak menjadi pepohonan dan daratan pulau. Cerita banyaknya etnis Cina tewas di Sungai Barito pun menyebar dari mulut ke mulut.

Yakin atas peristiwa itu, mendorong etnis Cina keluarga korban melakoni ziarah kubur untuk mengenang jenazah yang tak diketahui rimbanya. Mereka pun membawa aneka untaian bunga dan memanjatkan doa di pulau tersebut. Kebiasaan berziarah dan berdoa sambil membawa bunga itu akhirnya membawa pada penamaan Pulau Kembang.

Adapun asal-usul ratusan kera bermula dari dua ekor kera jantan dan betina yang dibawa oleh utusan kerajaan untuk menjaga Pulau Kembang. Sepasang kera ini pun beranak pinak hingga mencapai ratusan ekor. Versi lain, kata Sidik, ada anggapan kera-kera itu jelmaan dari orang-orang yang tenggelam. Itulah sebabnya, banyak peziarah memanjatkan doa sambil membawa untaian bunga demi memuluskan niat.