Tampilkan postingan dengan label Wisata Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Religi. Tampilkan semua postingan

Unik, Ternyata ada Loh Masjid Terapung di Indonesia


Melancongyuk - Liburan tak melulu pergi ke daerah alam terbuka seperti gunung dan taman. Namun, banyak aktifitas menarik yang bisa dilakukan salah satunya, yakni berwisata religi.

Nah,  di Indonesia, ternyata ada beberapa obyek wisata religi yang tampilannya cukup unik dan wajib di kunjungi yakni masjid terapung.

Sesuai sebutannya, bangunan masjid yang dimaksud memang terapung alias di bangun di atas air sangat unik. Di Indonesia ada tiga masjid terapung yang menjadi destinasi wisata religi, penasaran dimana saja lokasinya?

1. Masjid Al Munawar (Ternate)

Berdiri sebagai salah satu bangunan kebanggaan Kota Ternate, Masjid Al Munawar adalah masjid terapung yang memiliki arsitektur cantik nan elok di setiap sisinya. 

Masjid Al Munawar memiliki luas sekitar 9.512 meter persegi dan bisa menampung hingga 15 ribu jamaah. Menambah kemegahannya, terdapat pula empat menara dengan tinggi 44 meter di sudut-sudut masjid. Dua di antara menara tersebut, dibangun tinggi menjulang dari dasar laut. 

Tidak hanya itu, di beranda masjid, bisa dijumpai pula kolam ikan yang bakal menambah pengalaman wisata ibadahmu di sana.

2. Masjid Arkam Babu Rahman (Palu)

Selain terapung, masjid ini memiliki daya tarik tersendiri buat kamu yang hobi berswafoto. Dimana masjid ini diterangi oleh lampu warna- warni yang terletak di setiap kubahnya.

Lampu ini akan berganti warna setiap saat, sehingga cocok sekali untuk dijadikan obyek foto dan menambah koleksi foto di media sosial kamu.

3. Masjid Amirul Mukminin (Makasar)

Buat kamu yang berencana mengunjungi Makasar, jangan lupa mampir ke Masjid Amirul Mukminin. Masjid ini terletak persis di pinggir Pantai Losari, Makasar.

Karena letaknya yang di pinggir pantai, pada saat air pasang tiba, masjid ini akan terlihat seperti mengapung di tengah lautan.

Tak heran, jika sore menjelang banyak wisatawan yang mengunjungi tempat ini beribadah sambil menikmati suasana senja di pelataran Masjid Amirul Mukminin.

 4. Masjid An Nur (Pulau Flores)

Masjid An Nur, terletak di pedalaman kampung nelayan, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Masjid ini merupakan masjid pertama di Pulau Flores yang dibuat terapung di atas permukaan laut dan menjadi salah satu destinasi wisata islami.

Uniknya, masjid ini memiliki 99 tiang penyangga yang melambangkan Asmaul Husna, nama-nama Allah yang indah, baik, agung, dan mulia. Sedangkan di bagian dalam masjid terdapat empt tiang yang melambangkan empat sahabat Nabi Muhammad SAW.

5. Masjid Al Aminah (Lampung)

Di Lampung, masjid terapung Al Aminah, berlokasi di Pantai Sari Ringgung, yang berada di Desa Sidodadi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pasarawan.

Keunikan dari masjid ini bisa kita lihat pada halaman depannya. Halaman depan masjid Al Aminah tidak dihiasi bunga atau rerumputan seperti masjid pada umumnya. Tetapi dihiasi oleh ikan-ikan yang terlihat bergerak dan menari ke sana ke mari. (Sportourism)

Fakta Mengejutkan di Balik Bentuk Unik Masjid-masjid Afrika


Melancongyuk - Di seluruh negara muslim, masjid memiliki arsitektur khas yang ditandai dengan menara, kubah, lengkungan serta mosaik atau hiasan plesteran. Elemen desain ini dibawa oleh orang-orang Arab saat mereka bermigrasi dan menguasai tanah asing melalui penaklukan.

Tapi di beberapa negara lain, penyebaran Islam dibawa oleh para pedagang sehingga arsitektur masjid tampak berdesain vernakular yang disesuaikan dengan keterampilan warga dan ketersediaan bahan lokal. Contohnya, masjid-masjid di Afrika Barat. Masjid-masjid di sini bervariasi namun bangunannya sangat sederhana tanpa atap.

Di Sahel dan padang rumput Sudan di Afrika Barat, terdapat masjid-masjid bergaya unik. Di negara-negara seperti Senegal, Sudan, Ghana hingga Pantai Gading, masjid-masjid unik tersebut berdiri kokoh dari batu bata lumpur diperkuat oleh kayu besar dan balok penopang yang menonjol keluar dari permukaan dinding. Membuat penampakan bangunannya seperti benteng.

Kayu penopang itu disebut toron yang juga berfungsi sebagai hiasan dekoratif. Masjid-masjid tersebut biasanya memiliki menara, atap datar dan halaman. Lantai di dalamnya diliputi pasir dimana sajadah diletakkan. Interiornya sengaja tidak dihias sehingga tidak mengalihkan perhatian orang yang sholat.

Salah satu masjid paling terkenal yang melukiskan jenis arsitektur ini adalah Masjid Agung Djenne di Mali. Dibangun dengan ketinggian hampir sepuluh kaki, masjid yang luas ini mendominasi wilayah tempatnya berdiri. Masjid tersebut dibangun sejak abad ke-13. Namun pada abad ke-19 sempat mengalami keruntuhan dan digunakan sebagai pemakaman. Namun pemerintah baru memutuskan untuk membangun kembali masjid tersebut tanpa pengaruh Prancis yang sempat menguasai wilayah itu sebelumnya.

Sejarawan seni Amerika Jean-Louis Bourgeois pernah berpendapat bahwa desain masjid tersebut pada dasarnya adalah gaya Afrika dan orang Prancis hanya memiliki pengaruh kecil di dalamnya.

Terlepas dari perdebatan keaslian arsitekturnya, Masjid Djenne telah menjadi salah satu ikon arsitektur Afrika Barat dan banyak masjid lain di benua Afrika yang meniru gayanya .(Amusingplanet)

Kazan, 'Kota Masjid' Salah Satu Lokasi Piala Dunia 2018 Rusia


Melancongyuk - Dari sekitar 144 juta penduduk Rusia, pemeluk Islam di sana hanya berjumlah 6,6 persen. Sisanya merupakan pemeluk Kristen dan agama lainnya.

Meski demikian, Rusia tak gentar untuk mengembangkan potensi wisata halalnya. Terutama setelah ada catatan bahwa sebanyak 121 juta turis Muslim di dunia yang melakukan perjalanan wisata sepanjang tahun lalu. 

Salah satu destinasi wisata halal di Rusia ialah Kazan, kota yang berjarak 12 jam perjalanan mobil dan satu jam penerbangan dari Moskow. 

Sama seperti Ekaterinburg, kota ini juga dihubungkan oleh jalur kereta legendaris, TransSiberian, dari Moskow yang memanjang ke Beijing.

A post shared by 🇵​🇷​🇴​ Казань (@kazan_stories) on


Tahun ini, kota yang memiliki standar hidup tinggi setelah Moskow dan Saint Petersburg itu juga terpilih sebagai tuan rumah pertandingan sepakbola dunia, dengan Stadion Kazan Arena sebagai lokasinya.

Selain disebut Kota Pendidikan--karena banyak universitas top yang berdiri di sana, Kazan juga disebut Kota Olahraga, juga karena banyak ajang olahraga yang pernah diselenggarakan di sana. 

Perhelatan olahraga dunia yang pernah digelar menyisakan banyak bangunan stadion megah yang juga bakal digunakan saat Piala Dunia pada Juni mendatang.

Populasi pemeluk Islam di kota ini lebih mayoritas ketimbang di kota Rusia lainnya. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya bangunan masjid megah yang berdiri, seperti Masjid Kul-Sharif dan Masjid Bulgar.

Kedua masjid ini selalu menjadi pusat perayaan hari raya Islam, seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Jamaah yang datang untuk salat bisa sampai keluar area masjid.

Karena banyak dihuni penduduk Muslim, mencari kuliner halal di Kazan tidaklah sulit. Tinggal cari tempat makan yang berlogo halal yang banyak buka di pinggir jalan. 


Area Staro-Tatarskaya Sloboda, Tatar Village, dan Bauman memiliki banyak lapak penjual makanan yang bisa dikunjungi turis.

Chak-chak, Gubadiya, Peremechi, dan Kystybyi, adalah sejumlah kuliner yang wajib dicoba di Kazan. Minum teh juga menjadi tradisi di sini.

Dikutip dari Business Standard, menjelang Piala Dunia 2018 seluruh pemilik bisnis wisata di Kazan mulai melakukan persiapan.

Salah satunya ialah melatih karyawan mereka untuk aktif berbahasa Inggris dasar untuk menyambut turis dari belahan dunia yang datang.

"Saya sempat belajar bahasa Inggris dan bahasa Perancis saat masih bersekolah. Saya harap masih ingat untuk mengucapkannya saat bertemu dengan turis," kata salah seorang supir taksi di Kazan. (CNN)

Di Tajikistan, Makanan Ini Dianggap Perwujudan Gigi Rasul


Melancongyuk - Tajikistan mungkin bukan negara populer sebagai tujuan wisata. Tapi jangan salah, negara terpencil di wilayah Asia Tengah ini ternyata punya banyak hal menarik yang bisa dieksplor oleh para wisatawan lho. Salah satunya, keunikan kuliner.

Nah, masyarakat Tajikistan punya satu makanan yang mereka anggap berharga. Namanya Oshi Palav. Menu makanan ini biasanya mereka santap dalam acara kumpul-kumpul keluarga dan teman atau bahkan saat sedang berdiskusi serius memecahkan masalah.

Oshi Palav memang punya keistimewaan tersendiri di mata orang Tajikistan. Bahkan mereka percaya bahan utama dari makanan ini adalah perwujudan dari gigi Rasulullah Muhammad SAW.

Oshi Palav terbuat dari nasi yang dicampur beragam sayuran dan potongan daging. Biasanya, orang Tajikistan memasak Oshi Palav dalam porsi besar. Sekali masak, setidaknya bisa dimakan 100 orang.

Meski diperlukan waktu berjam-jam untuk memasaknya, Oshi Palav tetap jadi menu kebanggaan yang wajib disuguhkan orang Tajikistan dalam setiap acara spesial. Ada satu lagi keistimewaan di balik menu makanan satu ini.

Oshi Palav punya sejarah hebat sebagai makanan yang mengakhiri perang. Pada tahun 1995, setelah Tajikistan mengalami perang sipil yang menewaskan 100.000 orang. Kedua belah pihak yang bertikai akhirnya duduk bersama untuk makan Oshi Palav hingga akhirnya berdiskusi. Dan setelah dua tahun, mereka berdamai. Karena sejarah inilah Oshi Palav juga dijuluki " Palav of Peace". (Misteraladin)

Mengintip Masjid Bersejarah di Beograd


Melancongyuk - Serbia, negara yang terletak di Tenggara benua Eropa, memiliki jumlah penduduk sebanyak 7,1 juta jiwa, yang mayoritas beragama Kristen Orthodox (87%), diikuti kemudian dengan Kristen Katolik (5%) dan Islam (3.1%). Islam jelas merupakan agama minoritas di sana, meskipun Serbia (d.h. Yugoslavia) pernah berada dalam kekuasaan Kekaisaran Ottoman Turki selama 500 tahun.

Kaum Muslim Serbia sebagian besar terkonsentrasi di wilayah Sandzak, sebelah barat daya Serbia yang berbatasan dengan Bosnia-Herzegovina, Kosovo, dan Montenegro. Di bawah kekuasaan Turki, kota Beograd memiliki 273 masjid menurut sejarah, namun saat ini hanya ada 1 masjid yang tersisa, yaitu masjid Bajrakli. 

Masjid Bajrakli didirikan pada tahun 1575. Masjid satu lantai ini memiliki sebuah kubah dan satu menara, serta temboknya dibiarkan tidak diplester, sehingga menampakkan batu sebagai bahan utama pembuatan masjid. Kubah masjid tidak berbentuk bola setengah lingkaran besar seperti kebanyakan masjid di Indonesia, dan juga ditopang dengan tembok berbentuk persegi delapan. Sementara itu, menara yang terletak di bagian barat masjid dan digunakan oleh Muadzin untuk memberitahu waktu sholat, memiliki bentuk atap kerucut. 

Interior masjid sangat sederhana, namun tidak mengurangi keindahan masjid ini. Tembok dalam masjid juga tidak diplester seperti di bagian luar masjid, dengan penambahan beberapa tulisan kaligrafi yang diambil dari kitab suci Alquran, serta sifat-sifat Allah yang dibuat dari kayu berbentuk segi delapan. Di sisi kiri dan kanan pintu masuk masjid terdapat jendela arcade yang berbentuk melengkung. Tempat untuk imam “mihrab” dibuat agak melengkung keluar, dan mimbar untuk penceramah diletakkan di sebelah kanan mihrab. 


Masjid Bajrakli menjadi pusat kegiatan umat Islam di Serbia. Disini terdapat kantor Islamic Community of Serbia, yang merupakan majelis ulama Serbia. Di lingkungan masjid juga dibangun Madrasah empat lantai sebagai pusat pendidikan agama Islam bagi anak-anak Muslim Serbia, yang juga dilengkapi dengan perpustakaan untuk menunjang pembelajaran. Terkadang madrasah ini juga digunakan sebagai tempat tambahan untuk sholat ketika masjid tidak lagi dapat menampung jamaah ketika sholat Jumat, sholat Idul Fitri atau ketika Ramadhan tiba. Masjid Bajrakli pada beberapa tahun belakangan juga menjadi tempat singgah bagi pengungsi yang berasal dari negara-negara Timur Tengah, dalam perjalanannya mencari suaka di Jerman. 

Tidak banyak yang tahu bahwa masjid ini pernah berubah fungsi menjadi gereja Katolik dari tahun 1717–1739, pada saat Kerajaan Austria mengokupasi Serbia setelah memenangkan pertempuran dengan Turki. Masjid ini kembali difungsikan sebagai tempat beribadah bagi umat Islam Serbia setelah Kekaisaran Ottoman berhasil merebut kembali Beograd dan merenovasi masjid pada 1741. Perang Dunia I dan II sedikit banyak telah menyebabkan kerusakan pada masjid, dan telah dilakukan restorasi beberapa kali setelah berakhirnya Perang Dunia II.

Karena keunikan, keberlangsungan, dan simbol keterwakilan agama dan budaya Islam di Serbia, Masjid Bajrakli dinobatkan sebagai monumen budaya bernilai tinggi pada tahun 1979 oleh Pemerintah Serbia. Namun demikian, pada tahun 2004 masjid Bajrakli mengalami pengrusakan oleh kelompok massa sebagai balasan dari pengrusakan Gereja Orthodoks di Kosovo. Pemerintah Kota Beograd segera melakukan renovasi atas Masjid ini setelah pengrusakan tersebut. 

Bagi anda yang tertarik dengan wisata sejarah-religi, tidak ada salahnya jika memasukkan Masjid Bajrakli ke dalam daftar tujuan yang harus anda kunjungi di Beograd. Selamat berwisata!!

Melihat Jejak Peninggalan Islam Tertua di Tiongkok


Melancongyuk - Banyak wisatawan dari Indonesia yang berkunjung ke RRT tidak menyangka bahwa terdapat 4 Mesjid Kuno di RRT yang sangat dirawat keberadaannya oleh Pemerintah RRT.  Mesjid tertua di RRT berada di Kota Guangzhou yaitu Mesjid Huaisheng atau diartikan sebagai Mesjid Menara Cahaya. Dibangun pada tahun 627, Mesjid Huaisheng memiliki sejarah 1300 tahun lamanya.

Mesjid ini  terdaftar untuk dilindungi sebagai peninggalan budaya utama di Provinsi Guangdong. Mesjid ini kira-kira dibangun pada awal Dinasti Tang dengan tinggi menaranya mencapai 36,3 meter, dan merupakan salah satu arsitektur Islam pertama yang dibangun setelah Islam diperkenalkan ke RRT. Mesjid tersebut konon dinamai untuk menghormati Nabi Muhammad SAW. 

Menurut naskah yang ditulis pada tahun 1206, dikisahkan bahwa Mesjid ini dibangun oleh Paman dari Nabi Muhammad yaitu Abu Waqqas dalam misi pertama menyebarkan agam Islam ke RRT. Sejarah yang menarik, hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik dari Mesjid ini didatangi oleh banyak pengunjung tiap harinya selain arsitekturnya yang indah. 

Mesjid ini pernah dihancurkan dan dibangun kembali pada tahun ke-34 dari Kaisar Qing Kangxi (1695) dengan aristektur Arab bercampur dengan Tiongkok. Wilayah Mesjid meliputi area seluas 2.966 meter2. Sisi barat daya gerbang Mesjid adalah Menara Cahaya yang terkenal; sisi depannya adalah bangunan bulan terbit; bagian belakang ada panggung, ruang air, koridor timur dan barat, yang merupakan aula untuk ibadah. Salah satu fitur khas dari Mesjid ini adalah sumur tua yang konon airnya berasal dari mata air alami yang selalu jernih dan tidak pernah kering.  

Mesjid Huaisheng selalu ramai didatangi orang yang akan beribadah maupun turis, terutama pada hari Jumat. Pada saat Canton Fair yang merupakan pameran dagang tahunan terbesar di RRT, banyak masyarakat lokal, orang Indonesia, pengusaha Timur Tengah dan Afrika datang bersama-sama memadati Mesjid untuk beribadah sekaligus menikmati keindahan arsitekturnya dan menikmati makanan lokal yang halal.  (Archnet)

Masjid Megah Ini Konon Dibangun di Atas Tulang Sepupu Nabi


Melancongyuk - Kebanyakan orang tahu jika Blue Mosque atau Masjid Biru berada di Istanbul, Turki. Tapi ternyata, Masjid Biru yang megah juga bisa kita jumpai di Afghanistan lho.

Yup, Masjid Biru ini berada di Kota Mazar-i-Sharif, Afghanistan. Bukan hanya arsitekturnya saja yang mengagumkan, tapi masjid satu ini juga menyimpan banyak kisah di baliknya.

Konon katanya, masjid tersebut dibangun di atas tulang belulang khalifah ke empat, Ali bin Abi Talib, yang tak lain juga merupakan sepupu Nabi Muhammad SAW.

Alkisah, dulu ada seorang mullah yang mendapat petunjuk dalam mimpinya. Ia bermimpi jika tulang belulang dari Khalifah Ali bin Abi Talib dikuburkan di suatu daerah di Afghanistan.

Kemudian, mimpinya tersebut ia ceritakan pada raja dari Kerajaan Seljuq, Ahmad Sanjar. Setelah itu, dibangunlah sebuah tempat keramat di sisi barat laut Afghanistan.

Tidak hanya itu, Raja Ahmad Sanjar pun membuat kota di sekeliling situs tersebut yang dinamakan dengan Mazar-i-Sharif. Setelah menjadi kota, banyak warga yang bermigrasi dan tinggal di Mazar-i-Sharif.

Dalam perjalanannya, situs tersebut pernah hancur saat diserbu oleh pasukan Genghis Khan. Hingga kemudian di tahun 1481, Sultan Husayn Mizra membangunnya kembali sebagai masjid megah dengan arsitektur indah. Itulah Masjid Biru yang berdiri kokoh hingga kini.

Melihat Jejak Telapak Kaki Pertama Nabi Adam di Srilanka


Melancongyuk -Hampir semua orang dan ajaran agama di dunia mengakui bahwa nabi Adam alaihis salam adalah manusia pertama yang hidup di bumi.

Dalam Alquran disebutkan Nabi Adam dikeluarkan dari surga ke bumi lantaran melanggar perintah Allah SWT untuk tidak memakan buah khuldi. Konon dia diturunkan di puncak sebuah gunung yang saat ini berada di wilayah Srilanka.

Sementara istrinya, Siti Hawa diturunkan di tempat lain berjarak ribuan kilometer. Setelah sekian lama berpisah kedua insan ini dipertemukan di Jabal Rahmah, Arafah, Arab Saudi.

Terletak di lokasi pegunungan Samanala, yakni antara Distrik Ratnapura dan Nuwara Eliya, Provinsi Sabargamuwa, Adam Peak yang artinya puncak Adam terdapat jejak kaki manusia pertama di dunia. Warga Budha dan Hindu Srilanka sudah menjadikan tempat itu sakral sehingga kerap melakukan ritual.

Di puncak gunung setinggi 2.243 meter di atas permukaan laut (mdpl) jejak kaki yang diyakini milik Nabi Adam itu berukuran raksasa dengan panjang 1,8 meter dan lebar 1 meter.

Tempat ini dianggap suci oleh empat kepercayaan. Yaitu Hindu, Budha, Kristen, dan Islam. Tak ketinggalan suku asli Srilanka juga mengeramatkan lokasi jejak kaki raksasa ini.

Seperti dilansir Lifeinsaudiarabia, Rabu (28/2/2018), umat Hindu menamakan lokasi ini dengan sebutan Sivan Adi Padham. Mereka meyakini cetakan jejak kaki raksasa ini adalah peninggalan pijakan dari tarian yang dimainkan oleh Dewa Shiva.

Sedangkan, umat Budha menganggap jejak telapak kaki raksasa ini adalah yang terbesar. Tercetak di atas batu safir oleh Budha saat kunjungan terakhirnya ke Srilanka.


Sementara itu umat Kristiani meyakini, jejak kaki ini adalah milik St. Thomas. Cetakan kaki ini dibuat ketika ia menyebarkan agama Kristen di Srilanka.

Lain halnya dengan muslim, mayoritas umat Islam percaya bahwa cetakan kaki ini adalah milik nabi Adam AS ketika pertama kali menginjakkan kakinya di bumi.

Terlepas dari berbagai keyakinan yang ada tentang anggapan jejak kaki ini, satu hal yang pasti Puncak Adam telah menjadi lokasi wisata favorit yang ramai dikunjungi dan tak pernah sepi pengunjung.

Sementara istrinya, Siti Hawa diturunkan di tempat lain berjarak ribuan kilometer. Setelah sekian lama berpisah kedua insan ini dipertemukan di Jabal Rahmah, Arafah, Arab Saudi.

Terletak di lokasi pegunungan Samanala, yakni antara Distrik Ratnapura dan Nuwara Eliya, Provinsi Sabargamuwa, Adam Peak yang artinya puncak Adam terdapat jejak kaki manusia pertama di dunia. Warga Budha dan Hindu Srilanka sudah menjadikan tempat itu sakral sehingga kerap melakukan ritual.

Di puncak gunung setinggi 2.243 meter di atas permukaan laut (mdpl) jejak kaki yang diyakini milik Nabi Adam itu berukuran raksasa dengan panjang 1,8 meter dan lebar 1 meter.

Tempat ini dianggap suci oleh empat kepercayaan. Yaitu Hindu, Budha, Kristen, dan Islam. Tak ketinggalan suku asli Srilanka juga mengeramatkan lokasi jejak kaki raksasa ini.

Seperti dilansir Lifeinsaudiarabia, Rabu (28/2/2018), umat Hindu menamakan lokasi ini dengan sebutan Sivan Adi Padham. Mereka meyakini cetakan jejak kaki raksasa ini adalah peninggalan pijakan dari tarian yang dimainkan oleh Dewa Shiva.

Sedangkan, umat Budha menganggap jejak telapak kaki raksasa ini adalah yang terbesar. Tercetak di atas batu safir oleh Budha saat kunjungan terakhirnya ke Srilanka.

Sementara itu umat Kristiani meyakini, jejak kaki ini adalah milik St. Thomas. Cetakan kaki ini dibuat ketika ia menyebarkan agama Kristen di Srilanka.

Lain halnya dengan muslim, mayoritas umat Islam percaya bahwa cetakan kaki ini adalah milik nabi Adam AS ketika pertama kali menginjakkan kakinya di bumi.

Terlepas dari berbagai keyakinan yang ada tentang anggapan jejak kaki ini, satu hal yang pasti Puncak Adam telah menjadi lokasi wisata favorit yang ramai dikunjungi dan tak pernah sepi pengunjung.

Puncak Adam dapat diakses dari sejumlah titik. Di antaranya melalui Jalan Colombo atau Carney. Saat ini nyaris tiap hari Puncak Adam dipadati oleh para peziarah, namun puncak kunjungan pada bulan Desember hingga April.

Untuk mencapai Puncak Adam diperlukan upaya keras lantaran harus mendaki jalan setapak yang cukup terjal. Begitu sampai di Puncak Gunung, pengunjung akan disambut dengan sebuah taman dan bangunan berukuran kecil yang mana di dalamnya tersimpan bekas jejak kaki Nabi Adam. Di sini para peziarah biasanya mengambil sisa air hujan yang mengguyur jejak telapak kaki yang diyakini menjadi obat manjur untuk menyembuhkan segala penyakit.


Pulau Kembang, Wisata Kera Berbalut Ziarah di Sungai Barito


Melancongyuk - Perahu kelotok ukuran kecil itu mencabik-cabik gelombang air Sungai Barito. Si paman klotok-- sebutan juru mudi perahu bermesin tempal-- memacu dengan kecepatan sedang. Deru mesin tempel lamat-lamat mengecil ketika si paman klotok menepikan perahunya ke sebuah dermaga kayu.

Ia bergegas mencari posisi labuh di sela-sela perahu klotok lain yang lebih dulu tiba di lokasi. Sepuluh menit sejak bertolak dari sebuah dermaga di ujung Jalan Belitung Darat, Kota Banjarmasin, saya tiba di lokasi wisata Pulau Kembang ketika hari beranjak siang, Minggu (4/3/2018). Lokasinya tepat di tengah aliran Sungai Barito yang masuk administrasi Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Berdiri tepat di pinggir dermaga, petugas loket sudah menyambut para pelancong. Petugas mengutip duit karcis masuk Rp 7.500 per orang saat akhir pekan dan hari libur. Adapun di hari biasa, tarifnya hanya Rp 5.000 per orang. Beres menebus karcis, saya melangkah masuk dan menyusuri secuil area pulau seluas 60-an hektare itu. Pulau Kembang sudah ditetapkan sebagai lokasi wisata dan habitat kera ekor panjang berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 788/Kptsum12/1976.

Pelancong mesti melewati altar utama berkelir kombinasi merah-kuning, sebelum masuk ke lokasi hutan bakau dan tumbuhan lainnya. Sepasang patung kera jentan dan betina putih hanoman menyambut pengunjung di altar tersebut. Untaian bunga nampak menggantung di kedua tangan patung-patung kera itu.

"Ada orang yang berdoa dan mengalungkan bunga di kera. Kalau nazarnya terkabul, biasanya orangnya ke sini lagi membawa telur dan ketan," kata seorang penjaja makanan ringan di lokasi, Minah.

Telur dan ketan inilah yang nantinya diberikan ke kelompok kera sebagai ucapan terimakasih atas terkabulnya doa. Ada lima kelompok habitat kera di lokasi wisata. Kera-kera ini tak pernah akur bila ada anggota kelompok lain memasuki kawasan kelompok lainnya. Adapun populasinya 50-100 ekor setiap kelompok kera.

Tak ada penamaan khusus bagi setiap kelompok kera. "Nama kelompoknya enggak ada. Tapi ada kera yang suka ambil kaca mata, namanya kelompok kaca mata, ada kelompok sumbing, ganas,dan mata binsa,"kata Minah.
Untuk berkeliling, pelancong berjalan di atas titian beton di area habitat kera ekor panjang. Populasi kera sudah jinak, tak perlu cemas barang bawaan akan diembat si kera. Pelancong pun nampak tak canggung ketika memberi aneka makanan kesuakaan kera, seperti pisang, kacang, dan kue lainnya.

Puas menengok kera, saya melipir ke sebuah pondokan berdinding hijau-kuning di sebelah kanan altar utama. Di pintu masuk, terpampang papan bertuliskan: "Tempat ziarah, doa selamat, mandi anak, tapung tawar, dll." Alternatif pilihan itu mengundang rasa penasaran saya untuk singgah sejenak.

Di dalam pondokan, dua bak air ukuran besar berisi untaian bunga terletak di pojok pintu masuk. Seorang pria berkopiah dan berkaos putih plus dua ibu-ibu menyambut kedatangan saya. Mereka bergegas menawari mandi bunga. "Bayarnya seiklasnya saja, enggak bayar juga enggak masalah. Hari ini sudah empat anak-anak mandi tadi," kata Siti Makratulzanah, istri dari si juru kunci Abdul Sidik.

Menurut Abdul Sidik, banyak peziarah dan pelancong yang datang ke pondokannya. Mereka meminta restu atas suatu niat dan bernazar. Kelak bila niatan itu terkabul, kata Sidik, peziarah tadi akan kembali ke Pulau Kembang dengan membawa aneka sesaji seperti gula merah, ketan, telur, dan kelapa. Ketan dan telur ini yang diberikan kepada populasi kera yang mendiami Pulau Kembang.

Ada kepercayaan, kera-kera itu membawa keberuntungan karena memuluskan segala niatan. Sidik berkata, keyakinan semacam ini tumbuh dari legenda terbentuknya Pulau Kembang. Konon, kata Sidik, daratan Pulau Kembang bermula dari kandasnya kapal agresor Inggris yang mengangkut etnis Cina ketika hendak menaklukkan Kerajaan Kuin Selatan. Seorang Patih Kuin Selatan, Datu Pujung, menenggalamkan kapal itu karena berkukuh ingin menguasai Kerajaan Kuin Selatan.

Alhasil, banyak penumpang kapal tewas bersamaan dengan tenggelamnya kapal agresor tersebut. Lama-lama lokasi tempat tenggelamnya kapal ditumbuhi aneka biji-bijian dan penumpukan kayu. Biji-bijian ini kemudian berkembang biak menjadi pepohonan dan daratan pulau. Cerita banyaknya etnis Cina tewas di Sungai Barito pun menyebar dari mulut ke mulut.

Yakin atas peristiwa itu, mendorong etnis Cina keluarga korban melakoni ziarah kubur untuk mengenang jenazah yang tak diketahui rimbanya. Mereka pun membawa aneka untaian bunga dan memanjatkan doa di pulau tersebut. Kebiasaan berziarah dan berdoa sambil membawa bunga itu akhirnya membawa pada penamaan Pulau Kembang.

Adapun asal-usul ratusan kera bermula dari dua ekor kera jantan dan betina yang dibawa oleh utusan kerajaan untuk menjaga Pulau Kembang. Sepasang kera ini pun beranak pinak hingga mencapai ratusan ekor. Versi lain, kata Sidik, ada anggapan kera-kera itu jelmaan dari orang-orang yang tenggelam. Itulah sebabnya, banyak peziarah memanjatkan doa sambil membawa untaian bunga demi memuluskan niat.

Jejak Pengaruh Arsitektur Islam di Venesia


Melancongyuk - Giuseppe Fiocco, seniman Venesia, mengilustrasikan kota nan cantik ini sebagai ‘colossal suq‘. Nuansa oriental sangat kental pada beberapa sudut kota, termasuk jalanan sempit dan buntu. Bagi beberapa merchants dan traveller, Venesia, tak ubahnya seperti Damaskus, Kairo, atau Baghdad. Sebuah kota yang dipenuhi oleh bazar penjaja rempah-rempah dan karpet khas Timur.

Benar saja, dalam perjalanan menyusuri kota Venesia kita akan mendapati beberapa bangunan yang banyak sekali terpengaruh oleh arsitektur Timur Tengah. Tak hanya satu, tapi puluhan. Terbentang dari jembatan Rialto hingga ke salah satu landmark penting di Venesia, yaitu Basilika St. Mark dan Doge’s Palace. Kesemuanya seakan menjadi saksi sejarah akan hubungan perdagangan yang juga mempengaruhi percampuran budaya Timur dan Barat yang dimulai sejak abad ke sembilan.

Dalam bukunya “Venice and the East: The Impact of the Islamic World on Venetian Architecture 1100-1500“, Deborah Howard, seorang profesor emiritus dalam bidang Architecture and History of Art di Cambridge, memberikan gambaran detail megenai pengaruh arsitektur Timur di Venice. Howard mengartikulasikan beberapa bangunan di kota Venesia yang banyak terpengaruh oleh arsitektur di Mesir, Syria, Palestine, dan Persia. Salah satunya, adalah landmark yang paling populer Gereja St. Marco, Fondaco dei Turchi, Palazzo Ducale, Torre dell’Orologio dan masih banyak lagi.

Keterpengaruhan arsitektur Islam di Venesia masuk melalui hubungan personal antar pedagang. Dimulai pada abad 11, Venesia melakukan ekspansi besar-besaran sehingga menjadi kota maritim terkuat di Eropa dan mendirikan Latin Empire. Paska Perang Salib ke-4, yang berhasil menggoyangkan Konstantinopel, para crusaders membawa kuda emas dan beberapa keramik ke Venesia (sekarang berada di Basilica St. Marco).


Perdagangan semakin meluas hingga ke Alexandria, Mesir (dibawah kekuasaan Mamluk), Turki Usmani sampai ke Persia . Pada masa inilah puncak akulturasi terjadi sangat pesat. Dari makanan (spices) dan gelas-gelas keramik, karpet, sampai kain sutra, mulai masuk pasar Eropa melalui Venesia. Bahkan, di gerbang Basilica St. Marco terdapat mosaic yang menggambarkan hubungan Venesia dengan dunia Muslim, terlihat dari ilustrasi orang-orang Mamluk dan Turki Usmani yang digambarkan dengan memakai jubah serta turban.

Mengelilingi kota kecil Venesia, seakan mengelilingi miniatur Kairo. Tidak hanya landmark-landmark penting, rumah penduduk lokal-pun sangat kental dengan unsur arsitektur Timur terlihat dari bentuk jendela (masyrabiyah). Bahkan ketika melihat ‘bulbous’ atau domes of San Marco, mirip sekali dengan domes yang ada di City of the Dead, Kairo. Juga Fondaco dei Turchei (The Turks’s Inn) atau sebuah penginapan khusus pedagang dari Turki Usmani. Arsitektur bangunan ini, seperti yang di tulis Howard, mirip dengan ‘khan’ (funduq) yang banyak bertebaran di Syria dan Wakalah al-Ghouri (periode Mamluk), Kairo.

Bagi para pedagang dan juga traveler, penginapan semacam funduq, khan atau biasa disebut sebagai caravanserai, merupakan hal yang lazim dan hampir ada di setiap kota-kota besar di Timur Tengah. Arsitektur bangunan Fondaco dei Turchi sendiri, yang dibangun tahun 1621 M mempunyai ruangan seperti public bath, prayer room, kamar-kamar, di lantai atas.

Lantai bawah biasanya digunakan sebagai penyimpan barang-barang yang dibawa dari negara asal. Pengunjung muslim bebas masuk ke penginapan ini sepanjang hari, kecuali pada malam hari. Pedagang yang berasal dari Persia, Syria, Mesir, Turki, Albania, Bosnia, akan menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk istirahat dan menjual barangnya di bazar-bazar Venesia.

Percampuran arsitektur Timur di Venesia pada perkembangannya dipadukan dengan nuansa Gothic, hal ini terlihat jelas di Istana Doge atau Palazzo Ducale dan St. Marco. Fasad marmer berwarna merah muda terlihat memukau dan menarik perhatian siapapun baik para pedagang, diplomat, pelancong yang pertama kali datang ke Venesia melalui jalur laut.

Selain beberapa bangunan tersebut, kedai-kedai kopi yang ada di Venesia juga tak luput dari sentuhan arsitektur Timur. Salah satunya adalah Caffe Florian, yang terletak persisi di seberang ST. Marco Square. Berdirinya café ini terinspirasi dari kedai kopi yang ada di Istanbul. Dalam beberapa catatan sejarah, pedagang-pedagang dari Turki inilah, yang pertama kalinya mengenalkan tradisi kopi ke wilayah Eropa.

Masuknya kultur Timur (Muslim) ke Eropa, paling tidak melalui beberapa jalur besar. Pertama, melewati Andalusia, Sisilia, Venesia dan Jalur Sutra yang terbentang dari daratan Cina hingga Rusia. Dan, Venesia, selain menyimpan pemandangan yang apik, juga menyimpan sejarah yang begitu erat dengan kultur Timur.

Wisata Religi di Taman Lumbini, Ada Pagoda Emas Tertinggi se-Indonesia


Melancongyuk - Sektor pariwisata menjadi salah satu program prioritaskan pemerintah pusat. Begitupun halnya dengan pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). Selain memiliki bentangan alam yang indah, daerah yang diapit dua gunung api aktif yakni Sinabung dan Sibayak itu, juga ditunjang dengan kehidupan masyarakat yang ramah.

Kabupaten Karo selama ini menyimpan banyak pilihan pesona wisata. Satu di antaranya yakni wisata Taman Alam Lumbini, yang berada di wilayah Berastagi. Wisata ini menawarkan pengalaman berwisata religi dengan konsep alam dan bangunan kuil yang megah. Wisatawan yang datang ke tempat ini bisa menyaksikan langsung sebuah bangunan pagoda tertinggi di nusantara berlapis warna emas, yang telah mendapatkan sertifikat rekor MURI.

Berdiri megah dan menjulang, pagoda itu mampu menjadi magnet pariwisata. Wisatawan juga akan disuguhkan dengan pemandangan yang bercorak penuh dengan warna emas. Warna yang begitu mencolok itu mampu menarik perhatian siapapun yang datang melihatnya. Karena elain menjadi tempat ibadah bagi umat Buddha, lokasi ini sekaligus tempat wisata bagi masyarakat umum.

Penelusuran iNews, pemberian nama Lumbini berasal dari tempat kelahiran sang pembawa ajaran agama Buddha tersebut, yakni Siddharta Gautama. Lumbini merupakan nama daerah di wilayah negara Nepal. Mengenai telstur bangunannya, secara umum bentuk pagoda di Kuil Lumini itu didesain mirip dengan Pagoda Shwedagon yang berada di Yangon, Myanmar.

Tinggi pagoda Kuil Lumini itu mencapai 46,8 meter, dengan panjang 68 meter, dan lebar 68 meter. Selain disuguhkan dengan kemegahan bangunan itu, terdapat pula 30 Rupang Arahat, 2.958 Rupang Buddha, dan 108 relik suci, yang kesemuanya dibalutkan dengan warga emas. Di bagian dalam, ada juga sebuah jembatan gantung sepanjang 20 meter yang diberikan nama Titi Lumbini.

Peresmian bangunan keagamaan yang menjadi lokasi wisata religi itu pun terbilang spektakuler. Ketika itu pada Oktober 2010 silam, sekitar 1.300 biarawan dan 200 tamu undangan dari seluruh dunia datang berkumpul di Taman Alam Lumbini, yang berada di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rakyat, Berastagi.

Untuk mencapai Taman Alam Lumbini, membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari Medan menuju Berastagi. Kemudian, dilanjut dengan angkutan umum menuju Tugu Buah Jeruk yang berada di Simpang Dolat Rayat dan perjalanan kaki sekitar 30 menit dari Simpang menuju Taman Lumbini. (inews)

Turis Indonesia Bebas Visa ke Uzbekistan


Melancongyuk - Mulai tanggal 10 Februari 2018, turis Indonesia yang berkunjung ke Uzbekistan mendapat fasilitas bebas visa.

Berdasarkan rilis resmi KBRI Tashkent, Uzbekistan, pada Jumat, 23 Ferbruari 2018, bebas visa kunjungan itu berlaku selama 30 hari dan tidak dapat diperpanjang.

Kebijakan ini sesuai dengan Keputusan Presiden Uzbekistan yang berjudul "Langkah Lanjutan Pemerintah Untuk Menciptakan Suasana Kondusif bagi Pengembangan Turisme Potensial Republik Uzbekistan".

Selain Indonesia, Uzbekistan juga memberi fasilitas bebas visa bagi turis dari 6 negara lainnya, yaitu Israel, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Turki, dan Jepang.

Negara ini telah memberlakukan peraturan bebas deklarasi bagi turis yang membawa uang kurang dari US$2000. Turis dimaksud dapat keluar di jalur bertanda hijau di Bandara Internasional Islam Karimov Tashkent.

Sebelumnya, Sharapov Anvar Kurbanovich, Ketua Komite Pengembangan Pariwisata Uzbekistan mengungkapkan Uzbekistan juga menginginkan adanya penerbangan langsung dari ibu kotanya, Tashkent ke Bali.

Pihak Uzbekistan mengusulkan adanya paket umrah plus bagi turis ke Uzbekistan yang kaya akan sejarah Islam.

Wisata di Qatar Lihat Keindahan Kota Doha di Museum of Islamic Art


Melancongyuk -Qatar, salah satu negara kaya di dunia ini memiliki berbagai macam destinasi menakjubkan. Sebagai negara muslim, Qatar memiliki sebuah Museum of Islamic Art yang terkenal.
Tak hanya menyimpan sejarah dan hal yang berkaitan dengan Islam. Jika Anda berada di atas teras museum, rasakan sensasi melihat keindahan Kota Doha.

Sebagai negara yang menjadi tempat transit yang sangat sibuk, Qatar menghubungkan 100 tujuan perjalanan berbeda. Bandara Internasional Hamad menjadi pintu gerbang global bagi wisatawan mancanegara.

Jika Anda dijadwalkan berhenti untuk transit, mengapa tidak menunda beberapa hari perjalanan dan menjelajahi negara Teluk mungil ini. Qatar merupakan salah satu negara teraman di dunia. Di sana, ada beragam makanan, petualangan, pantai desa budaya dan lainnya.

Ingin tahu destinasi apa saja yang bisa Anda kunjungi di Qatar? Berikut adalah tempat yang dapat dikunjungi di Qatar, seperti dilansir melalui Cnntravel, Kamis (22/2/2018).

Mengunjungi Souq Waqif

Souq adalah labirin toko yang penuh dengan kain, rempah-rempah, permen, barang-barang rumah tangga, suvenir dan seni. Anda tidak hanya akan menemukan pemahat kayu dan penjahit, Anda akan melihat sendiri bagaimana tradisi yang dimainkan pria Qatari untuk mempertahankan pakaian kepala mereka. Di sana, ada banyak restoran, termasuk restoran Suriah dan Lebanon, serta lounge shisha. Pergilah ke arah masjid souq untuk menemukan makanan Arab yang murah. Di samping itu, ada restoran sederhana dengan bangku-bangku Qatar yang memenuhi lorong. Di sana, Anda bisa duduk untuk menikmati sepiring kebab dan roti segar. Al Wakrah Souq dekat bandara dan layak dikunjungi. Restoran ini berada di depan pantai, sehingga memiliki pemandangan yang menambah pesona.
Melihat Museum of Islamic Art

Saat arsitek I.M. Pei merancang Museum Seni Islam, dia menyarankan agar dibangun di atas pulau mandiri, sehingga tidak ada bangunan baru yang menghalanginya. Museum terletak di bagian Corniche yang terlihat seperti mengambang di atas air dari beberapa sudut. Di museum, terdapat kaligrafi, pola Islam, perhiasan dan tekstil dari tiga benua dengan beberapa item berasal dari abad 7 sampai abad 19. Museum ini juga menampilkan pameran sepanjang tahun.

Untuk makan siang atau kencan malam yang mengesankan, cobalah Idam, restoran dengan koki asal Prancis Alain Ducasse di Timur Tengah. Teras luar ruangan di lantai paling atas museum menawarkan salah satu pemandangan terbaik Doha. Restoran juga memberikan pelayanan yang sangat baik. Selain itu Anda juga dapat jalan-jalan di sekitar museum sampai mencapai kafe MIA outdoor. Duduk di kursi santai untuk melihat pemandangan kota.

Mengunjungi Katara Cultural Village

Katara Cultural Village adalah permata dari seni dan budaya Qatar. Tempat ini merupakan ruang bagi para seniman, pembuat film dan fotografer. Di sana, Anda akan menemukan sebuah masjid yang dipahat dengan mosaik turquoise dan ungu, sebuah amfiteater terbuka yang menghadap laut dan rumah opera ke Qatar Philharmonic Orchestra.

Di sana, acara festival sering dilakukan, seperti the Traditional Dhow Festival and the Palestinian Heritage Festival. Anda tidak akan kelaparan, karena ada banyak restoran, kafe dan kios internasional. Selain itu, olahraga air juga tersedia di Katara. Tapi, Anda harus membayar untuk mengakses pantai.

Traveler Muslim, Wajib Kunjungi Masjid di Kampung Halaman Marco Simic


Melancongyuk -  Marco Simic berhasil mengantarkan Persija Jakarta menjuarai Turnamen Piala Presiden 2018 usai menaklukan Bali United 3-0 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (17/2/18). 

Pemain yang lahir di Rijeka, Kroasia 28 Januari 1988 itu juga, berhasil menjadi pencetak gol terbanyak dengan 11 gol selama turnamen berlangsung.

Siapa sangka di tempat kelahiran Marco Simic berhasil yang juga menjadi pemain terbaik itu, terdapat Masjid Islamic Center Rijeka Kroasia. yang menjadi salah satu destinasi traveler muslim di eropa.

Bangunan masjid dengan estetika yang superior dan futuristic ini menjadi daya tarik kota di bagian barat Kroasia itu. Betapa tidak, Nilai-nilai artistik masjid pembangunannya menelan biaya sebesar 10 juta euro (sekitar 13 juta dolar AS) ini tampak dari lengkungan setengah lingkaran tanpa pilar penyangga.

Material lain, seperti lampu dan karpet juga menampilkan karya seni yang sepadan. Selain ruang utama shalat, masjid ini juga memiliki ruang untuk aktivitas lain, seperti aula serbaguna, ruang kuliah, taman kanak-kanak, perpustakaan, ruang makan, ruang tamu, kafetaria, lapangan olahraga, dan parkir.

Lokasi bangunannya sengaja dipilih dipuncak sebuah bukit membuat masjid ini terasa beda dan dapat terlihat dari kejauhan hingga ke Teluk Kvarner Bay. Konsep ini telah dirancangan Dusan Dzamonja sejak awal pembangunan, pada 2009. Dusan yang kini telah wafat merupakan seorang pemahat profesional Kroasia beretnis Serbia.

Tiga Masjid Cheng Ho di Indonesia


Melancongyuk - Laksamana Cheng Ho begitu terkenal di Indonesia. Dia adalah seorang penjelajah dari Tingkok pada masa Kaisar Yongle (1403-1424 Masehi). Yongle merupakan kaisar ketiga dari Dinasti Ming.

Cheng Ho adalah penjelajah Muslim yang telah melalangbuana ke sekitar 30 negara di Asia dan Afrika dengan membawa misi dagang dan penyebaran agama. Dia mengikutsertakan ribuan awak dan puluhan kapal dalam pelayarannya. Di Indonesia, Cheng Ho pernah singgah selama tujuh kali, dari mulai Kerajaan Samudra Pasai, Cirebon, hingga Majapahit.

Dalam setiap kunjungannya, Cheng Ho menjalin persahabatan dan kerja sama dengan para penguasa lokal. Tak lupa juga dia menyebarkan agama Islam. Karena itu, dalam banyak prasasti dan catatan sejarah, Laksamana Cheng Ho dikabarkan sangat dekat dengan para raja dan sultan di Nusantara.

Atas jasanya tersebut nama Cheng Ho kini dipakai untuk nama masjid dengan corak Tionghoa yang sangat kental. Ada beberapa Masjid Cheng Ho yang berdiri di Indonesia dan semuanya selalu ramai didatangi jamaah untuk beribadah.

Masjid Cheng Ho Surabaya

Masjid Cheng Ho ini mulai dibangun pada 15 Oktober 2001 dan diresmikan penggunaannya pada 13 Oktober 2002. Masjid ini dibangun pengurus Pembina Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), dulu Pembina Iman Tauhid Islam Imam Tauhid Islam, dan Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Jawa Timur.

Masjid ini dibangun di atas tanah seluas 3.070 meter persegi. Ciri khasnya adalah perpaduan gaya Arab dan Tiongkok. Pintu masjid menyerupai pagoda dengan relief naga dan patung singa dari lilin bertuliskan "Allah" dalam huruf Arab di bagian puncak.

Bagian atas bangunannya bertingkat tiga dan merupakan pengaruh Hindu Jawa. Bentuknya segi delapan dan menyerupai pagoda. Hasil perpaduan berbagai gaya pada masjid ini membuat Masjid Cheng Ho didominasi oleh empat warna, yaitu merah, kuning, biru, dan hijau. Dalam kepercayaan Tionghoa, keempat warna ini adalah simbol kebahagiaan, kemasyhuran, harapan, dan kemakmuran.

Masjid Cheng Ho Palembang

Nama aslinya adalah Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho Sriwijaya Palembang. Lokasinya berada di Jakabaring, Palembang. Masjid ini juga dibangun oleh pengurus PITI dan masyarakat Tionghoa di Palembang.

Masjid ini dibangun dengan perpaduan unsur Cina, Melayu, dan Nusantara. Peletakan batu pertama pembangunannya dilaksanakan pada 2003 dan diresmikan pada 2006. Jamaah yang bisa ditampung di dalamnya mencapai sekitar 600 orang.

Masjid Cheng Ho Palembang ini dibangun di atas tanah seluas 5.000 meter persegi dengan dua menara di kedua sisinya. Menara tersebut dicat warna merah dan hijau giok laksana klenteng-klenteng di Cina.

Masjid Cheng Ho Purbalingga

Masjid ini terletak di Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah. Sama halnya dengan yang lain, masjid Cheng Ho ini juga dibangun atas prakarsa pengurus PITI serta masyarakat Tionghoa di Purbalingga dan sekitarnya.

Dari jauh, masjid berwarna dominan hijau, merah, dan kuning itu mudah dikenali sebagai ciri gambaran seekor naga. Pintu masuknya menyerupai pagoda, terdapat relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz "Allah" dalam huruf Arab di pucuk pagoda. Di sisi kiri bangunan terdapat beduk sebagai pelengkap bangunan masjid.

Arsitekturnya yang menyerupai kelenteng merupakan bentuk identitas Muslim Tionghoa di Indonesia, sekaligus mengenang leluhur warga yang mayoritas beragama Buddha. Perbedaannya dengan klenteng adalah dua hiasan kaligrafi huruf arab pada kedua sisi dinding luar, yang lazimnya dicirikan dengan bentuk dan warna bangunan yang khas.

Makkah Gencar Promosikan Wisata Sejarahnya

Pintu gerbang kota Makkah
Melancongyuk -Ada lebih dari 40 situs arkeologi dan sejarah yang tidak diketahui secara luas di Makkah. Situs tersebut mewakili sumber daya ekonomi dan sejarah yang kaya yang dapat dipromosikan di kalangan peziarah dan maupun turis lainnya ke kota tersebut. Kekayaan arkeologi ini dapat memainkan peran utama dalam rencana Visi Arab Saudi 2030.

Fawaz Al-Dahas, direktur Pusat Sejarah Makkah, mengatakan kepada laman Arab News bahwa kekayaan situs arkeologi kota tersebut mencakup beberapa lokasi terpenting dalam sejarah Islam. Pengunjung ke situs bisa menemukan sejarah Makkah yang kaya. Selain itu pemerintah juga memperbaiki prasarana penunjang di beberapa lokasi, terutama yang sulit dijangkau, seperti Gunung Tsur dan Gua Hira.

Sementara itu Saad Al-Joudi, seorang peneliti sejarah, mengatakan bahwa pembangunan mobil kabel untuk Gua Hira dan Gunung Thor adalah satu dari beberapa gagasan untuk mempromosikan situs-situs bersejarah di Makkah. Pusat informasi akan dikelola oleh Komisi Pariwisata dan Warisan Budaya Saudi. Lulusan universitas-universitas Saudi akan dipekerjakan untuk mengedukasi pengunjung di situs sejarah dan monumen Islam yang disebutnya membantu “melawan takhayul yang datang dari luar negeri.”

Dalam sebuah ceramah pada hari Rabu di Klub Budaya Makkah, Dr. Adnan Al-Sharif, profesor sejarah dan peradaban di Universitas Umm Al-Qura, mengatakan bahwa kota Makkah sangatlah unik. “Umm Al-Qura (ibu dari semua kota) yang disebutkan dalam Alquran dan Hadis, dan memiliki status khusus karena komponen budaya, kemanusiaan dan sejarahnya yang kaya,” katanya. Ia menambahkan bahwa Masjid Agung Makkah, landmark dan arsitektur kota yang khas memiliki peran dalam Visi 2030. “Kota ini bukan hanya tempat untuk ritual keagamaan, namun juga merupakan tambahan yang kaya akan kehidupan ekonomi dan budaya Kerajaan,” katanya.

Menurut Syarif ada tiga jenis sumber sejarah tentang Makkah. Pembicaraan pertama tentang kebajikannya, yang kedua mengeksplorasi sejarah kota, dan yang ketiga membahas orang-orang terkenalnya. Sejarah Makkah menurutunya dibagi menjadi tiga fase: era pra-Islam, era Islam dan era modern. Makkah pentingnya didirikan pada periode Islam, yang meluas sampai akhir era Ottoman. Di era Saudi, kota ini menikmati kemakmuran yang belum pernah terjadi sebelumnya dan terus berlanjut.

Al-Samaha, Sebuah Desa Khusus Perempuan di Mesir


Melancongyuk - Al-Samaha adalah sebuah desa semua perempuan di Mesir. Saat ini lokasi itu rumah bagi sekitar 303 wanita lajang. Seluruh pria dilarang keras masuk. Setiap wanita yang menikah segera diminta untuk pergi. Kota ini terletak di kota Edfu, sekitar 120 kilometer dari kota Aswan selatan.

Desa tersebut diperuntukan pihak pemerintah Mesir kepada janda dan perempuan yang bercerai. Di sana tersedia petak lahan pertanian untuk memungkinkan mereka memelihara unggas dan ternak sebagai sumber pendapatan.

"Proyek desa dimulai pada tahun 1998 ketika Kementerian Pertanian memutuskan untuk mengalokasikan dua desa baru hanya kepada perempuan dan janda yang bercerai,”  kata Hamdi Al-Kashef, supervisor umum desa tersebut kepada Al Arabiya.

Dia menegaskan kembali bahwa para wanita hanya tinggal bersama anak-anaknya, tanpa laki-laki. Setiap keluarga diberi sebuah rumah dan sebidang tanah seluas enam hektar disamping bantuan lebih lanjut oleh pendiri proyek serta pihak organisasi internasionalnya.

Para wanita diberi perabotan dan kebutuhan pokok pertanian. Selain itu mereka diberikan pula beberapa pinjaman jangka pendek. Rumah-rumah bertingkat di desa tersebut telah disubsidi secara finansial oleh pemerintah, sehingga perempuan tersebut dapat membayarnya secara mencicil.
“Saat adanya wanita di sana yang menikah, tanah dan rumah ditarik,” kata Al-Khashef.  Selama in semua tanaman dapat tumbuh dengan pengecualian tebu. Dan  jika terjadi pelanggaran, wanita tersebut tidak lagi diberi pupuk.

Proyek ini bertujuan untuk melestarikan masa depan bagi mereka yang kehilangan anggota keluarga mereka. Dan juga untuk membantu perempuan yang kini menjadi pencari nafkah tunggal untuk anak-anak mereka. (republika)

Berwisata Syariah Di Masjid Hubbul Wathan, Lombok


Melancongyuk - Saat berkunjung ke Lombok, anda akan melihat masjid dengan berbagai ukuran. Maklum, Lombok memang mendapat julukan Kota 1000 Masjid, maka tak heran jika banyak masjid bertebaran di sana.

Di antara seribu masjid yang ada, ada sebuah masjid yang bisa membuat mata terbelalak dengan sebuah masjid yang didominasi berwarna kuning.

Masjid Hubbul Wathan, begitulah nama masjid yang berada di Jalan Udayana No. 2A, Lombok. Berdiri di area seluas 7,5 hektar dan berada di kawasan Islamic Center, Hubbul Wathan sendiri memiliki arti cinta tanah air. Masjid ini memiliki arsitektur berupa gabungan Masjid Nabawi, dengan perpaduan dari masjid-masjid yang ada di Indonesia.

Mahdan, selaku pemandu wisata yang telah bekerja selama tiga tahun bercerita bahwa masjid ini dibangun sejak 2011.

“Sebenarnya sudah sejak lama cikal bakal rencana pembangunan Islamic Center, namun baru bisa direalisasikan ketika gubernur TGP yang sekarang,” ucapnya.

Saat masuk ke area masjid, yang ternyata di sisi kanan dan kiri terdapat eskalator untuk ke lantai dua, sekaligus menjadi tempat sholat pria. Ada pula tangga yang bisa digunakan sebagai alternatif.

Ketika naik ke lantai dua, nampak atap-atap berlafalkan Asmaul Husna. Mahdan juga mengatakan bahwa Masjid Hubbul Wathan sering menjadi tuan rumah kegiatan keadamaan, sebut saja MTQ, milad ulama-ulama sedunia, acara tablig, dan sebagainya.

"Di bawah (lantai satu) ada hall untuk acara-acara besar, seperti resepsi untuk acara pernikahan," ucapnya.

Di lantai tiga, kita dapat melihat bentuk atap yang unik, karena terdapat ornamen batik berwarna putih dan hiasan yang menyerupai bunga.

"Untuk atap, fungsinya ganda, awal pembangunan ini enggak ada (hiasan). PG Sound, selaku EO untuk MTQ 2016 bilang kalau gemanya tinggi. Akhirnya dibuat ornamen untuk memecah suara. Nah, sekarang jadilah peredam suara dan jadi hiasan," papar Mahdan.

Sementara itu, saat naik ke lantai empat terdapat tourism view untuk pengunjung non Muslim yang ingin melihat umat Muslim beribadah atau aktivitas lainnya. Ada kaca tembus pandang yang bisa melihat kegiatan dari lantai empat ke bawah.

Namun sayangnya, kaca itu sedang ditutupi korden berwarna kuning. Kedepannya Mahdani menuturkan akan diberikan ornamen-ornamen untuk mempercantik lantai empat.

Sejak dibuka pada 2013, setiap harinya 400 hingga 500 jamaah menunaikan sholat. Untuk sholat jumat bahkan mencapai 3 ribu jamaah.

Menariknya, tak hanya wisatawan lokal, banyak juga wisatawan mancanegara yang datang berwisata ke Islamic Center. Hal inilah yang membuat masjid ini memang pantas disematkan sebagai 'Kawasan Wisata Syariah'.

"Sudah banyak wisatawan asing yang datang (tahun 2017) hingga 400 orang. Dari Brazil, Malaysia, Belanda, Jerman. Kadang-kadang (mereka datang) dengan travel, kadang datang sendiri," jelasnya.

kumparan juga sempat bertemu dua rombongan wisatawan asing yang tengah berkeliling, yang berasal dari China dan Eropa.

Bahkan untuk wisatawan yang datang dengan pakaian agak terbuka juga akan dipinjamkan baju kurung. Selain itu, masjid ini juga menjadi saksi untuk segelintir orang yang mualaf.

"Belum tercatat, jumlahnya belum diketahui berapa. Tapi selama satu tahun untuk asing ataupun lokal yang menjadi muslim sudah puluhan," ucap Mahdani.

Untuk wisatawan yang ingin datang, nantinya akan membayar infaq sebesar Rp 5 ribu dan ditemani oleh tour guide untuk diajak berkeliling. (Kumparan)

Tertarik berkunjung?

Liburan Asyik ke Museum Islam Pertama di Indonesia


Melancongyuk - Saat merancang liburan atau Sahabat Sporto tinggal di seputar Lamongan, pastikan akhir pekan ini mengunjungi Wisata Bahari Lamongan (WBL). Ada wahana baru di dalamnya, yakni Indonesian Islamic Art Museum.

WBL adalah tempat wisata bahari yang dibuka sejak 14 November 2004 yang menampilkan berbagai wisata menarik, speerti Isatana Bawah Laut, Gua Insectarium, Space Shuttle, Anjuangn Wali Songo, dan masih banyak lagi. Letaknya di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Belum lama ini, WBL kembali membuka wahana barunya yang diklaim sebagai museum Islam dan modern berbasis terknologi pertama di Indonesia. Dalam Indonesian Islamic Art Museum, Sahabat Sporto tak hanya bisa menikmati berbagai atraksi dan koleksinya, melainkan sambil edukasi di sini.


Tak hanya koleksi maupun sejarah Islam di Indonesia saja, museum ini juga memiliki berbagai cerita dari seluruh dunia. Ada sejarah kejayaan Ksatria Kerajaan Muslim Ottoman Turki, peninggalan Kerjaan Muslim Mughal India seperti Taj Mahal dan Jodha Akbar, dan panglima besar muslim Laksamana Cheng Ho yang termasyur.

Dengan aplikasi augmented reality, Indonesian Islamic Art Museum memiliki koleksi yang didukung dengan teknologi terkini. Banyak spot swafoto dengan Zona Diorama Religi Interactive, film animasi yang menampilkan perjalanan religi kejayaan dan penyebaran islam dunia, serta sejarah perjalanan syiar Nabi Muhammad SAW.

Semua penjelasan mengenai koleksi dan tampilan 3D dilengkapi dengan ringkasan dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Arab, dan Inggris. Jangan khawatir, Sahabat Sporto juga akan dipandu oleh tour guide atau story teller yang mahir dalam tiga bahasa tadi.

Untuk dapat menikmati wisata ini, Sahabat Sporto cukup membayar 30.000 rupiah tiket akhir pekan. Atau bisa ikut paket hemat tersuan WBL termasuk museum Islam dengan membayar 100 ribu rupiah. (Sportourism)

Masjid-Masjid di Amsterdam

 
Melancongyuk - Muslim di Amsterdam datang dari latar belakang etnis yang beragam. Keragaman etnis dan budaya itu tergambar dari tampilan puluhan masjid di kota ini. Pada 2002, sedikitnya terdapat 44 masjid di berbagai penjuru kota.

Masjid El-Tawheed, yang didirikan oleh para penganut aliran salafiah, merupakan masjid tertua di Amsterdam. Namun, masjid ini dituduh meng ajarkan ideologi radi kal, terutama sejak terbunuhnya pembuat film Theo Van Gogh oleh salah satu jamaah masjid ini ber nama Mohammed Bouyeri. Karena itu pula, Masjid El-Tawheed hingga saat ini selalu diawasi oleh otoritas ke amanan Belanda.

Masjid-masjid lain di Amsterdam, di antaranya Masjid Assoenna, Masjid Fatih (berdiri tahun 1929), Masjid Mevlana, dan Masjid Taibah (berdiri tahun 1985). Ada pula masjid khusus perempuan yang dibuka pada Maret 2005. Masjid ini dikelola oleh perempuan, bahkan azan pun dikumandang kan oleh perempuan. Dibuka secara resmi oleh feminis asal Mesir, Nawal El-Sadawi, masjid ini mengundang sanjungan sekaligus kritikan. Sebagian memuji karena masjid ini bisa meme nuhi kebutuhan ibadah kaum perempuan, juga menjadi tempat yang nyaman bagi perempuan di luar dominasi kaum pria. Sebagian lainnya me ngecam sembari menyebut peme rintah ikut andil dalam mendorong liberalisasi Islam.

Selain masjid dan sekolah Islam, di Amsterdam juga terdapat organisasiorganisasi keagamaan. Pada 2000, terdapat setidaknya 20 organisasi keagamaan Turki. Dari jumlah itu, tujuh di antaranya berada di bawah naungan Turkish Islamic Cultural Federation (TICF), tiga organisasi berada di bawah Federation Islamic Centre for the Netherlands, dan 10 lainnya berafi liasi dengan gerakan Milli Gorus.

Ada pula organisasi Muslim Ma roko, yang pada 2001 jumlahnya mencapai 30 organisasi. Sebagian dari organisasi keagamaan itu bernaung di bawah Union of Moroccan Muslim Organizations in the Netherlands (UMMON). (republika)