Tampilkan postingan dengan label Wisata Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Religi. Tampilkan semua postingan

Taman Brantas, Tempat Ngabuburit Anyar di Kota Kediri

Masyarakat kota Kediri menunggu saat berbuka puasa di Taman Brantas. Destinasi wisata ini dilengkapi arena olah raga dan taman bermain anak-anak. 

Melancongyuk - Iklim bulan Ramadan yang terik tak terlalu mengganggu ibadah puasa umat Muslim di Kediri. Mereka memiliki tempat khusus untuk mendinginkan tubuh sambil menunggu adzan Maghrib berkumandang. Namanya Taman Brantas, kawasan yang cocok untuk ngabuburit.

Di tepi Sungai Brantas, tepat di samping jembatan yang menghubungkan kawasan timur dan selatan Kota Kediri, sebuah destinasi wisata dibangun pemerintah daerah setempat. Memanfaatkan bantaran sungai yang luas dan tak terpakai, pemerintah menyulapnya menjadi arena olahraga sepeda BMX dan pejalan kaki (pedestrian).

Arena sepeda BMX berbentuk oval yang dilengkapi tanjakan dan jalur ekstrim ini menjadi wahana baru masyarakat di bulan puasa. Lokasinya yang berdekatan dengan sungai Brantas membuat arena ini layak menjadi tempat berburu udara segar. “Sekarang menunggu waktu berbuka bisa di sini melihat anak-anak main,” kata Pritania, ibu dua anak yang membawa keluarganya ke tempat ini tiap sore.

Tak hanya arena BMX, jalan setapak yang mengelilingi areal taman menjadi daya tarik tempat ini. Di sepanjang jalan juga dilengkapi bangku besi untuk beristirahat. Tak heran jika tiap sore jelang berbuka, masyarakat berkumpul di Taman Brantas yang baru dibuka dua bulan lalu itu.

Keberadaan Taman Brantas benar-benar mengubah wajah bantaran Sungai Brantas yang kumuh. Jika sebelumnya tempat ini dipenuhi tanaman ilalang dan hunian bagi pemulung, kini berubah menjadi wisata alam menarik.

Keramaian di Taman Brantas ini mulai terlihat sejak pukul 16.00 WIB. Ratusan warga setempat mulai sibuk memarkir motor dan mobil mereka agar bisa menikmati pemandangan tepi sungai jelang berbuka. Mayoritas para pengunjung tempat ini adalah anak-anak dan remaja.

Alhasil arena BMX yang semula diperuntukkan peseda ramai dijejali anak kecil. Mereka bermain perusutan dengan papan luncur atau sepatu roda. “Kalau main di sini tak terasa lapar,” kata Arista, bocah sekolah dasar yang bermain perusutan di tanjakan BMX.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Kediri Apip Permana mengatakan Taman Brantas ini memang terbuka untuk masyarakat luas. Karena itu tak ada harga tiket masuk yang ditetapkan pemerintah kepada pengunjung. “Itu fasilitas umum, cocok untuk ngabuburit,” kata Apip.

Meski berada di bantaran sungai besar, namun Apip menjamin keamanan lokasi wisata baru tersebut. Selain bersantai dan melihat pemandangan sungai, pengunjung juga bisa menikmati lalu lalang kendaraan yang menyeberang dari bawah jembatan. Hal ini menjadi pemandangan baru bagi masyarakat yang setiap hari melintas dan memandang bantaran dari atas.

Sejak hari pertama puasa kawasan ini memang terlihat lebih ramai jelang berbuka. Lokasi ini juga tak jauh dari penjual takjil yang menjadi incaran selama Ramadan. (Tempo)

Ngabuburit Sambil Belajar di Sanggar Olah Seni Bandung


Melancongyuk - Ngabuburit alias menunggu waktu berbuka puasa tentu bisa dilakukan dengan beragam cara. Salah satu acara ngabuburit yang unik adalah mendalami bidang seni rupa seperti yang dilakukan oleh komunitas Sanggar Olah Seni (SOS) yang berada di area hutan kota Babakan Siliwangi Bandung. 

Seperti Sabtu (19/5/18) sore itu, bimbingan belajar (bimbel) seni rupa untuk mengisi waktu puasa telah dimulai. Acara yang dimulai sejak pagi pukul 10.30 WIB sampai menjelang magrib diramaikan banyak pengunjung dari anak-anak sampai dewasa. 

Kelas yang terdiri dari painting, drawing, dan patung tersebut dibimbing langsung para seniman yang berada di SOS. 

Biaya bimbel untuk belajar seni rupa ini tidak dipatok harganya alias sukarela. Peserta tinggal memasukkan uang ke kotak kayu yang telah disediakan panitia.

“Kita tidak ingin orang memandang bimbel itu mahal. Membayar berapa pun silakan, bahkan tidak membayar pun tak apa. Asal dirinya mau belajar serius” ujar ketua SOS Toni Antonius.

Menurut Toni kegiatan ngabuburit dengan tema seni rupa ini merupakan kegiatan lanjutan dari 12 event sebelumnya. Di mana sebelum kegiatan ngabuburit seni rupa ini telah berlangsung pula workshop patung self potrait yang diikuti para seniman dan masyarakat umum.

Lebih lanjut Toni menjelaskan kegiatan-kegiatan yang berlangsung merupakan keinginannya bersama anggota SOS lain untuk menumbuhkembangkan khasanah seni rupa di Bandung. Melihat atmosfer Bandung sebagai kota seni yang memiliki beragam seniman multidimensi.

Kegiatan yang berlangsung dari 19 Mei sampai 10 Juni 2018 ini memang dirancang dengan pendekatan praktis untuk memberikan pemahaman dan pelajaran seni rupa kepada masyarakat luas. 

Para peserta bisa memilih salah satu dari tiga kategori yang disediakan panitia. Namun untuk keperluan belajar painting dan drawing peserta diwajibkan membawa keperluan menggambar. Sementara untuk patung, panitia telah menyediakan tanah untuk media latihan.

So, bagi yang tertarik mendalami seni rupa, baik itu painting, drawing, atau patung, kenapa tidak sambil ngabuburit di Sanggar Olah Seni? Daripada hanya membuat status atau komentar di media sosial yang membuat amalan berkurang, lebih baik berkarya. Siapa tahu sejarah sedang menunggu anda berkarya saat ini.

Berburu Takjil Gratis Selama Puasa di Jakarta


Melancongyuk - Bulan penuh berkah kembali datang. Ramadan menjadi momen yang tepat untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Selain berpuasa selama satu bulan penuh, umat Muslim juga dapat saling berbagi salah satunya takjil untuk berbuka puasa.

Sejumlah tempat, terutama masjid-masjid besar di Jakarta, kerap memberikan takjil gratis untuk berbuka puasa selama Ramadan. Di mana saja? Dikutip  dari  Okezone berikut daftarnya jika anda ingin berburu takjil gratis:

1. Masjid Istiqlal

Pengurus Masjid Istiqlal rutin menyiapkan ribuan takjil selama bulan suci Ramadan untuk masyarakat yang berbuka puasa. Pada bulan Ramadan 1438 Hijriah/2017 Masehi, pengurus masjid Istiqlal menyiapkan hingga 3 ribu takjil per hari untuk Senin hingga Kamis. Sementara pada akhir pekan, jumlah takjil ditambah menjadi 5 ribu per hari.

2. Masjid Cut Meutia

Salah satu masjid tertua di Jakarta, Masjid Cut Meutia, juga rutin menggelar buka puasa bersama setiap hari selama bulan Ramadan. Warga sekitar dan umat Muslim lainnya yang kebetulan berada di sekitar Jalan Cut Meutia pun dapat menikmati sajian takjil gratis.

Lokasi masjid ini cukup strategis jika Anda ingin berburu takjil gratis. Kamu bisa naik KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Gondangdia. Dari sana, lanjut berjalan kaki sekira 140 meter (m) ke arah selatan untuk menuju Masjid Cut Meutia.

3. Masjid Sunda Kelapa

Masjid Agung yang terletak di Jakarta Pusat itu rutin menyediakan ribuan takjil berupa nasi box setiap tahun bagi umat Islam yang berpuasa. Selain menyediakan takjil gratis, bazaar Ramadan menjelang buka puasa juga bisa menjadi pilihan untuk ngabuburit sambil menunggu adzan maghrib.

4. Masjid At Tin

Masyarakat Jakarta Timur acap memenuhi masjid yang dibangun oleh almarhum Presiden Soeharto untuk istrinya Tien Soeharto tersebut setiap menjelang buka puasa. Takjil biasanya sudah disiapkan oleh pengurus sejak pukul 17.00 WIB. Masjid ini biasa membagikan ribuan takjil berupa minuman manis dan kurma. Sedangkan nasi box atau makanan berat baru akan disajikan usai salat Maghrib.

Sensasi Wisata Religi ke Alquran Raksasa di Palembang


Melancongyuk - Destinasi liburan Saya kali ini jatuh pada Kota Palembang. Bukan lagi tentang sungai musi, jembatan ampera, atau mungkin pulau kemaro. Disini saya menjatuhkan hati saya pada wisata religi ciamik, murah meriah, dan insyaAllah menjadi ibadah.

Al-Qur’an Al-Akbar atau yang akrab disebut Al-Qur’an Raksasa merupakan salah satu destinasi yang cukup menarik khususnya bagi saya yang notabene bukan orang Palembang. Meskipun jangkauan lokasinya yang cukup disayangkan karena jauh dari pusat kota, wisata ini cukup ramai dikunjungi apalagi saat hari libur. Bukan hanya masyarakat sekitar, banyak juga wisatawan domestik yang berkunjung untuk mengetahui sejarah pembuatan Al-Qur’an tersebut atau bahkan hanya untuk bersantai dan mengisi waktu luang seperti saya.

Menurut sejarahnya, Al-Qur’an Al-Akbar ini merupakan Al-Qur’an pertama dan terbesar di dunia lho. Al-Qur’an ini dibuat dengan cara manual yaitu diukir di atas kayu oleh orang-orang yang bukan hanya berasal dari Kota Palembang saja. Sampai saat ini, terdapat 15 juz Al-Qur’an yang ada dalam Al-Qur’an Al-Akbar dan 15 juz berikutnya sedang dalam proses pembuatan. MasyaAllah. Kita doakan yuk supaya proses pembuatannya cepat selesai.

Di sisi lain, harga tiket masuknya juga terjangkau lho, dijamin gak akan lebih besar dari biaya parkir motor kamu tuh kalau lagi shopping sama si doi. Dan hasil penjualan tiket masuk tersebut dialokasikan khusus untuk perawatan Al-Qur’an Al-Akbar.

Nah, di sekitar lokasi Al-Qur’an Al-Akbar juga disediakan kantin untuk kalian yang hobinya jalan-jalan tapi tetap bisa explore kuliner khas Palembang ya! Lalu ada toko souvenir, jadi kita bisa beli oleh-oleh untuk orang tersayang di rumah.

Mau kesana tapi takut gak dapat ilmu? Tenang, karena di Al-Qur’an Al-Akbar sudah disediakan tuh kakak-kakak pemandu wisata, yang pastinya akan kasih kita banyak pengetahuan dan pengalaman yang menarik tentang sejarah Al-Qur’an Al-Akbar ini. Jadi, untuk teman-teman yang belum pernah kesini, yuk langsung aja. Karena orang yang haus akan ilmu itu tidak akan merugi lho.

Perjalanan wisata religiku di bumi sriwijaya kali ini cukup ya. Mau tau lebih banyak lagi? Yuk langsung berkunjung ke Al-Qur’an Al-Akbar Palembang!


Serunya Wisata Ramadan di Aceh

Wajah Baru Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Melancongyuk - Ramadan menjadi salah satu waktu yang dimanfaatkan umat Muslim untuk lebih mendekatkan diri dengan Tuhan. Tak heran jika selama bulan penuh berkah, wisata bertema religi banyak diminati oleh masyarakat.

Salah satu daerah yang cukup populer di kalangan wisatawan yang menghadirkan wisata tersebut adalah Nanggroe Aceh Darussalam. Mengingat budaya Islam yang kental di Aceh, menjadikan provinsi ini memiliki daya tarik tersendiri.

"Itu membuat orang tertarik ke Aceh, mau merasakan Ramadan di sana," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, belum lama ini.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Aceh, Amiruddin Cut Hasan menyatakan bahwa paket wisata Ramadan yang ditawarkan daerahnya lebih menekankan pada ibadah.

"Kondisi puasa di Aceh orang kembali ke Allah menyerahkan diri ke Allah. Jadi wisatawan datang menginap. Yang sering (ke Aceh) adalah wisatawan Malaysia khusus untuk ibadah," tuturnya.

A post shared by Bembenk Syifa (@bembenksyifa) on


Sementara itu, rangkaian wisata Ramadan yang ditawarkan, meliputi Tadarus yang dijalankan selepas salat Tarawih hingga menjelang waktu sahur. Kegiatan itu dilanjutkan dengan safari subuh.

"Ibadah setelah subuh ada ceramah. Setelah itu, biasanya wisata jalan kaki menikmati udara di sana," kata dia.

Asal-usul Tradisi Meugang di Aceh Jelang Ramadan

Selain itu, paket Ramadan yang ditawarkan oleh Aceh kepada wisatawan adalah tradisi berbuka puasa. Untuk menunya pun bervariasi dan tergantung dari desa masing-masing. Masyarakat di desa tersebut membawa makanan ke Masjid untuk menunggu Magrib untuk buka puasa bersama.

“Panganan Aceh yang tidak pernah ada saat bulan biasa, akan ada di bulan Ramadan, contohnya sambal daun dari beberapa daun," kata Amiruddin.

A post shared by Novita Saprika Thamren (@sahrenn) on

Ada juga lemang, berupa nasi yang dibakar pakai bambu. Namun juga ada beberapa kue basah dalam menu berbuka, seperti kue lapis, cenil hingga tapai. Selengkapnya

7 Masjid Megah di Indonesia yang Cocok Jadi Wisata Religi Saat Ramadan

 Melancongyuk - Indonesia merupakan salah satu negara yang penduduknya mayoritas muslim. Maka dari itu, banyak sekali masjid yang dibangun cukup megah dan menawan.

Tak hanya dari segi arsitekturnya saja, fasilitas-fasilitasnya juga sangat lengkap dan keren. Gak heran kalau akhirnya dijadikan landmark di setiap daerah.

Berperan ganda sebagai tempat ibadah dan wisata religi, inilah tujuh masjid terbaik di Indonesia. Kamu bisa mengunjunginya sebagai wisata selama Ramadan.

1. Masjid Al-Irsyad - Padalarang, Jawa Barat


Masjid ini sudah cukup populer, apalagi menjadi latar belakang salah satu stasiun televisi saat berkumandang azan magrib. Masjid yang diresmikan pada 27 Agustus 2010 ini berlokasi di Jalan Parahyangan KM 2,7 di Kota Baru Parahyangan.

Masjid Al-Irsyad didesain Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dengan bentuk segi empat seluas 1817 meter persegi. Masjid ini mempunyai sirkulasi udara yang sangat baik, meskipun tanpa AC atau kipas angin, hawanya sangat sejuk.

Konsep bangunannya yang ramah lingkungan membuat masjid Al-Irsyad meraih banyak penghargaan internasional. Kamu sudah pernah mampir ke sini, belum?

2. Masjid Agung Jawa Tengah - Semarang, Jawa Tengah


Masjid ini memadukan gaya arsitektural Jawa, Islam, dan Romawi hasil karya PT Atelier Enam. Bangunan utamanya memiliki kubah besar berdiameter 20 meter dilengkapi empat menara setinggi 62 meter.

Gaya Romawinya dapat dilihat dari 25 pilar di pelataran masjid yang tampak seperti koloseum Athena. Sentuhan akhirnya menyerupai Masjid Nabawi dengan 6 payung raksasa otomatis.

Spesialnya lagi, terdapat sebuah menara yang berfungsi sebagai museum Perkembangan Islam Jawa Tengah. Terdiri dari 19 lantai, menara ini dibuka setiap Selasa-Minggu selama pukul 08.00-15.00.

3. Masjid Agung Madani - Kabupaten Rokan Hulu, Riau


Masjid termegah di Riau ini bisa menampung hingga 20 ribu jamaah. Terdapat lima menara yang salah satunya dapat digunakan seperti di Semarang.

Sebagai islamic centre Kabupaten Rokan Hulu, masjid dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana yang sangat memadai. Kamu bisa melihat adanya pohon kurma dan kolam air kecil di sini.  Dari segi arsitektural, masjid  Agung Madani diberi ornamen batu hias dan lampu gantung dari kuningan. 

4. Masjid Baitul Muttaqin - Samarinda, Kalimantan Timur


Inilah masjid termegah kedua di Asia Tenggara setelah masjid Istiqlal Jakarta. Masjid ini mempunyai  luas bangunan utama 43,5 ribu meter persegi dengan latar depan tepian Sungai Mahakam.

Bangunan yang juga dikenal masjid Islamic Center ini mempunyai 15 lantai dengan 7 menara di sekitarnya. Bentuk bangunannya terinspirasi masjid Nabawi, sedangkan kubahnya dari masjid Haghia Sophia di Turki.

5. Masjid Dian Al Mahri - Depok, Jawa Barat


Tidak hanya Monumen Nasional (Monas) saja, masjid di Jalan Raya Meruyung, Limo, Depok ini juga mempunyai kubah emas. Masjid ini memiliki lima kubah yang semuanya dilapisi emas setebal 2-3 milimeter dan mozaik kristal. Itu kenapa masjid Dian Al Mahri juga disebut sebagai Masjid Kubah Emas.

Bentuk kubahnya terinspirasi dari Taj Mahal di India dengan diameter tengah 20 meter dan tinggi 25 meter. Tak hanya kubahnya saja, bahkan relief hiasan di atas tempat imam juga terbuat dari emas 18 karat.

6. Masjid Tiban - Turen, Malang, Jawa Timur


Inilah masjid fenomenal di Kabupaten Malang yang sangat indah dan menawan. Di balik keindahannya, terdengar kabar bahwa masjid ini dibangun pasukan jin dalam semalam.

Tentu saja hal itu hanya mitos. Faktanya masjid ini dibangun pada 1968 dan diresmikan pada 1978. Masjid berlantai 10 ini berada di atas lahan seluas tujuh hektare.

Jika kamu perhatikan secara seksama, ornamen masjid Tiban mirip dengan gaya arsitektural di Spanyol karya Antoni Gaudi. Kompleks masjid dilengkapi area parkir luas, toilet, serta tempat istirahat yang menenangkan.

7. Masjid Rahmatan Lil-Alamin - Indramayu, Jawa Barat


Gak kalah megah, masjid di komplek Ma’had Al-Zaytun ini mampu menampung hingga 100 ribu jemaah. Meskipun belum rampung, masjid tujuh lantai (termasuk basement ini mempunyai 5 buah kubah dan satu menara.

Masjid ini mempunyai nilai filosofi yang sangat kuat, misalnya seperti ukuran bangunan 99x99 yang melambangkan Asmaul Husna. Terdapat empat kubah kecil yang menjelaskan mazhab besar di dunia, sedangkan satu kubah besarnya melambangkan petuah Nabi Muhammad SAW yang menaungi empat mazhab yang ada.

Itulah tujuh masjid megah dan menawan di Indonesia yang menarik untuk wisata religi. Kalau di kota tinggalmu, masjid apa saja yang bisa dijadikan tempat wisata nih?