Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Resoinangun Garden, Kebun Bunga Warna-Warni yang Lagi Hits di Jogja


Melancongyuk - Beberapa tahun belakangan, wisata ala kebun bunga di Jogja dan sekitarnya makin banyak diminati ya. Tren ini dimulai oleh kebun bunga amarilis beberapa tahun lalu dan dilanjutkan dengan kebun bunga matahari, kebun bunga celosia dan sebagainya. Hamparan kebun bunga matahari di Pantai Samas Bantul dan Pantai Glagah Kunlonprogo kini juga jadi primadona wisata di Jogja. Belum lama ini, kebun bunga celosia di pesisir Pantai Kukup Gunungkidul juga baru saja dibuka. Wah banyak banget ya kebun bunga di Jogja!

Ada satu lagi kebun bunga yang lagi hits di Instagram. Namanya Resoinangun Garden yang berada di pesisir selatan Bantul. Baru 1 bulan dibuka, foto-fotonya sudah menghiasi linimasa. Mau lihat keindahan taman bunga di selatan Jogja ini? Yuk simak ulasan Hipwee Travel aja ya.

Resoinangun Garden berada tak jauh dari Pantai Samas, Kecamatan Sanden, Bantul. Satu jam perjalanan dari Kota Jogja

Terletak tidak jauh dari pantai Samas, Resoinangun Garden berada di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dari Jogja, jarak yang mesti kamu tempuh kurang lebih 25 km ke arah pantai Samas. Kurang lebih satu jam perjalanan. Akses menuju lokasi cukup mudah dan pemandangan sawahnya oke punya. Kamu bakal menikmati perjalananmu ke sana, apalagi kalau sudah sampai lokasi. Aneka bunga warna-warni akan menyambutmu dengan hangat.

Berbeda dengan kebun bunga lain yang biasanya cuma satu jenis bunga, di kebun ini ada banyak jenis bunga yang berwarna-warni

Selama ini kebun bunga yang hits biasanya cuma punya 1 jenis bunga. Contohnya banyak, kebun bunga amarilis, bunga matahari sampai bunga celosia. Nah, di Resoinangun ini ada banyak macam bunga yang bakal memanjakanmu. Ada bunga matahari, marigul atau kenikir, ada juga bunga kertas dengan aneka warna, bunga celosia merah dan kuning hingga bunga jengger yang tak kalah indahnya. Aneka bunga ini sengaja disiapkan agar pengunjung tidak bosan berkunjung di sana.

Ada beberapa spot foto yang bisa kamu coba, mulai dari ayunan sampai sepeda-sepedaan. Cantik banget sih tempat ini buat foto-foto

Buat kamu yang gemar berfoto selfie, kamu pasti akan betah banget liburan di sini. Banyak banget spot foto yang bisa kamu gunakan sih. Ada spot foto dengan latar becak yang dikelilingi bunga, sepeda tua dan ada juga ayunan di tengah hamparan bunga. Keren banget ‘kan?

Selain itu ada pula gardu pandang yang bisa digunakan untuk memandang luas hamparan bunga dari atas ketinggian. Dari sana kamu juga bisa menyaksikan matahari terbenam. Paket komplit!

Berapa biaya masuk ke Resoinangun Garden? Murah nggak ya?

Kebun ini dibangun dengan waktu 3 bulan. Di awal Mei ini sudah dibuka dan animonya cukup tinggi. Banyak traveler yang penasaran dengan hamparan bunga-bunga indah di kebun ini. Tiket masuknya pun cukup murah kok, 5 ribu saja. Biaya parkir 2 ribu rupiah. Murah ‘kan? Makanya banyak banget yang datang, selain tempatnya indah, masuknya pun murah.

Gimana, kapan kamu mengunjungi Resoinangun Garden di Bantul? Mumpung mau liburan, yuk mampir ke sana!

Festival of Light 2018 Kembali Digelar di Gardu Pandang Kaliurang


Melancongyuk - Untuk kelima kalinya, digelar ajang spektakuler Lampion yang dikemas dalam Event Festival Of Light tahun 2018. Event tersebut diselenggaralkan di Gardu Pandang Kaliurang pada libur lebaran 2018 ini. Kegiatan tersebut mengulang sukses event-event sebelumnya. Pada tahun 2018 ini Manajemen Taman Pelangi bersama Disbudpar Kabupaten Sleman merilis topik baru yaitu, The New Dancing Fountain dengan lampion-lampion bernuansa Jurrassic atau Zaman purbakala sebagai objek wisata dan selfie.

"Selain nuansa jurrassic dan berbagai jenis bunga dan binatang juga akan dihadirkan New Dancing Fountain yang menghadirkan teknologi-teknologi terbaru dari Dancing Fountain untuk menyemarakkan wisata di Gardu Pandang Kaliurang," papar Tri Lestari, marketing Manajemen Taman Pelangi.

Lebih lanjut dikatakan, Festival Lampion akan digelar mulai 9 Juni 2018 dan berakhir 22 Juli mendatang. Berbeda dengan event-event sebelumnya, kali ini Festival Of Light akan dibuka dari pukul 16.00 hingga pukul 23.00 malam, sehingga diharapkan dapat semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kaliurang pada liburan akhir tahun ini.

Menurutnya, semarak pesta lampion juga bakal dimeriahkan dengan berbagai kuliner jajanan-minuman tradisional serta sajian makanan kekinian yang diusung tenant-tenant warga Kaliurang maupun tenant umum di luar Kaliurang. "Talent-talent yang menampilkan music live baik akustik dan organ tunggal juga akan melengkapi wisata Kaliurang. Diharapkan event ini akan dapat menciptakan kesan yang mendalam untuk dibawa pulang oleh para wisatawan yang menikmati liburan panjang di Yogayakrta, khususnya di Kaliurang," sambungnya. (KRJogja)

Kampung Flory, Desa Wisata Taman Hias, Homestay dan Terapi Kolam Ikan


Melancongyuk - Semakin banyak desa wisata yang muncul dengan fasilitas homestay warga yang menarik untuk kita kunjungi di daerah Sleman Yogyakarta.

Berbagai atraksi dan wisata yang tentunya menarik dan unik dijadikan salah satu daya tarik bagi desa wisata untuk menarik para wisatawan.

Seperti halnya dengan Kampung Flory yang bertempat di Dusun Jugang, Pangukan, Tridadi, Kabupaten Sleman ini.

Kampung ini mengandalkan budi daya sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan untuk dijadikan objek wisata.

Salah satu keunikan dari tempat wisata ini ialah pengunjung bisa melakukan kegiatan terapi ikan yang memiliki beberapa lokasi untuk kegiatan terapi ikan.

Ada beberapa kolm ikan yang disediakan di tempat ini dengan tempat duduk berupa batu batu kali yang ditata rapi di pinggir dan di tengah kolam.

Tempat ini memiliki lahan yang luasnya sekitar 4 hetare dan menyediakan berbagai fasilitas yang lengkap serta homestay untuk para pengunjung.

Layanan homestay ini terdiri dari dua macam yaitu Live-in di beberapa rumah warga yang berjumlah 10 unit dan homestay Ayem Ayem yang berada di dalam kawasan Kampung Flory ada 4 unit.

Fasilitas parkir untuk kendaraan anda juga lumayan luas, dapat menampung 4 bus besar, 60 mobil, dan sekitar 100 sepeda motor.

Lahan yang sebesar 4 hektare ini dibagi lagi menjadi 4 jenis yaitu.

Zona 1 (Taruna Tani) yang memiliki luas sekitar 1 hektare dan bergerak pada bidang usaha tanaman hias, tanaman buah, dan kuliner.

Zona 2 (Dewi Flory) yang memiliki luas sekitar 1 hektare dan menyajikan jasa penginapan atau homestay, outbond dan pelatihan kewirausahaan agrobisnis.

Zona 3 (Agro Bush) yang memiliki luas mencapai 2 hektare yang menyediakan wisata petik bush langsing, wisata pembelajaran atau edukasi, serta pelestarian lingkungan.

Wisata ini dibangun dengan tujuan untuk membangun kembali para generasi muda agar dapat tertarik dengan dunia pertanian yang dapat memberikan kesejahteraan.

Tempat ini juga digunakan sebagai pesat pembibitan dan budidaya tanaman buah unggul dan tanaman hias agar dapat memasok kebutuhan tanaman di DIY.

Pengunjung tempat wisata ini dapat memanfaatkan lahan untuk kegiatan belajar menanam tanaman yang baik dan benar dan belajar mengenai dunia pertanian yang menjanjikan.

Anda juga dapat belajar di tepat ini tentang pengenalan jenis tanaman, perawatan tanaman, hingga cara untuk menata tanaman hias di rumah.

Wisata ini dibuka setiap hari pada jam 08.00 sampai dengan jam 21.00, tanpa adanya hari libur kecuali saat libur besar.

Buang Sial di Markas Siluman, Mau?


Melancongyuk - Bukan mau mengubah takdir, namun di Bantul ada sebuah tempat yang dipercaya manjur untuk dijadikan sarana guna membuang kesialan yang mendera hidup seseorang. Salah satu tempat keramat dan cukup terkenal ini terdapat di Desa Wonocatur, Banguntapan, Bantul. Warga sering menyebutnya dengan nama Goa Siluman.

Tak ada yang bisa mamastikan kapan dan siapa yang menamai demikian, bahkan Harno (81) sang juru kunci sekalipun juga tidak mengetahui tentangnya. “Nama demikian memang sudah ada sejak dulu,” kata juru kunci ini.

Tak jauh perjalanan untuk bisa menjumpai goa ini. Hanya berjarak sekitar 15 km ke arah timur kota Yogyakarta atau dari pusat kota akan memakan waktu kurang lebih 20 menit saja. Tempat dimana Goa Siluman berada, sebenarnya sudah merupakan kawasan yang cukup ramai baik penduduk ataupun aktifitas lalu lintas lainnya, namun itupun belum bisa menyamarkan aura magis yang terpancarkan dari tempat wingit yang satu ini.

Goa Siluman merupakan sebuah petilasan atau semacam situs bersejarah yang berupa tempat pemandian gaya kerajaan Jawa jaman dahulu. Bentuk bangunannya unik, berada sekitar 4 meter di bawah permukaan tanah. Bentuknya yang terpendam, maka kemudian ada pula yang menyebutnya sebagai Benteng Pendem yang artinya sebuah benteng yang terpendam.

Bangunan ini sudah tidak utuh lagi, telah habis dimakan jaman. Bagian dalam Goa Siluman terdiri dari lorong-lorong pengab yang sudah banyak ditumbuhi oleh lumut. Tak begitu luas memang areal Goa Siluman berdiri, hanya sekitar 100 x 200 m saja. Di dalam Goa Siluman terdapat mata air yang sejak dahulu sampai sekarang terus mengalir dan dipercaya memiliki kekuatan lain dibaliknya.

Markas Siluman

Gambaran tempat ini kini, jangan disamakan dengan jaman dahulunya. Ketika dulu, tempat ini adalah sebuah tempat yang megah nan mewah dan penuh dengan pesona feminisme atau kesan kewanitaan, amat sangat jauh dari kesan angker seperti sekarang ini yang terjadi.

Menilik tentang Goa Siluman, sebenarnya tempat ini dahulunya merupakan sebuah calon tempat yang digunakan untuk pemandian para putri-putri serta selir Kerajaan Mataram, yang sekarang bernama Kraton Yogyakarta tersebut. Dikatakan calon, karena dari semenjak didirikan sampai sekarang, belum pernah sekalipun tempat ini difungsikan alias belum ada sekalipun seorang putri cantik kraton yang siram dan mandi di tempat ini.

Menurut sang juru kunci, hal ini terkait erat dengan pindahnya kraton ke beberapa wilayah, dari kawasan Kota Gede kemudian ke Plered, kemudian ke Ambarketawang yang semuanya berada di kawasan Bantul. Sampai yang terakhir kalinya sampailah di tempat menetapnya yang terakhir, yaitu tempat dimana sekarang Kraton Yogyakarta megah berdiri yaitu tepat di jantung kota Yogyakarta.

Ceritanya, saat Kraton berada di Kota Gede, tak berselang lama memaksa kraton harus berpindah tempat. Beberapa opsi muncul saat itu, salah satunya kawasan Wonocatur ini. “Harusnya wahyu untuk keraton itu, jatuh di kawasan Wonocatur ini,” kata Harno.

Raja yang menjabat kala itu, lanjut Harno, mendapat wangsit atau bisikan batin untuk memindahkan kerajaan dari Kota Gede ke kawsan Wonocatur. Persiapan pun telah dilakukan, termasuk salah satunya yang pertama didirikan adalah pemandian yang mewah untuk para putri istana yang kini menjadi Goa Siliman tersebut.

Belum sampai rampung semuanya, kemudian muncul wangsit lainnya. Ternyata kerajaan tidak jadi didirikan di Wonocatur, wangsit kemudian mengharuskan sang raja untuk memindah kerajaan ke Plered. Kawasan Wonocatur yang diimpi-impikan menjadi sebuah istana megah lalu musnah sudah.

Banyak kalangan yang kecewa dengan keputusan itu, termasuk juga gaib-gaib yang selama ini kuat mengabdi. Konon, tak sedikit kemudian para gaib yang mangkir dari tugasnya kemudian memilih tempat pemandian yang belum selesai digarap tersebut sebagai markas mereka.

Mereka berkumpul menjadi satu dan menjadikan petilasan yang tidak jadi difungsikan tersebut sebagai markasnya. “Tempat itu memang gawat sekali, tidak ada orang yang berani main-main dengan tempat tersebut,” jelas juru kunci yang sudah puluhan tahun merawat Goa Siluman ini.

Tempat Buang Sial

Dibalik segudang misteri dan keangkeran di Goa Siluman tersebut, ternyata Goa Siluman juga dipercaya mamiliki keampuhan lainnya yang terkandung di dalamnya. “Goa Siluman ini dipercaya mampu untuk membuang sial,” ujar Harno.

Yang dimaksud buang sial disini adalah meruwat atau berusaha merubah nasib seseorang dari sebelumnya menjadi lebih baik lagi. Misal ada yang sepanjang hidupnya selalu sial, dililit hutang, sulit jodoh, sulit pekerjaan, dan segala problematika kehidupan ini dapat ditempuh solusinya di Goa Siluman ini.

Bagi mereka yang selama ini mempercayai, dengan bersemedi dan menenangkan pikiran di Goa Siluman maka sial yang mendera dalam hidup itu dipercaya perlahan-lahan akan sirna dengan sendirinya. Dijelaskan Harno, ritual penyucian kehidupan guna membuang sial tersebut dilakukan seyogyanya pada malam Selasa atau Jumat Kliwon, karena pada hari itulah hari yang diyakini sebagai hari berkumpulnya para gaib.

Dengan bersama dirinya, ritual dilakukan di dalam Goa Siluman tersebut tepatnya dibagian lorong sisi sebelah timur yang berada di kolam mata air abadi di dalamnya. Disertai dengan pembakaran dupa dan kemenyan dan menaburkan kembang setaman seperti kembang mawar dan melati di kolam mata air tersebut, kemudian ritual pun dimulai. “Setelah itu dilakukanlah meditasi dengan cara berendam dengan posisi badan dan muka menghadap ke arah utaram,” tambahnya.

Dengan berendam dan meditasinya, para pemohon berdoa serta memohon agar keruwetan yang selalu dilami hampir disepanjang hidupnya tersebut dapat segera berakhir. Berendam di mata air keramat tersebut dimaksudkan agar dapat membilas dan menyingkirkan segala sial yang selalu menempel di badan. Jadi, air mujarab yang berada di Goa Siluman tersebut digunakan untuk menyingkirkan aura-aura negatif yang melekat pada tubuh si pemohon.

Setelah dirasa seluruh bagian badan sudah bersih tersapu oleh mata air di Goa Siluman tersebut, kemudian pemohon dapat segera beranjak. Meditasi dan perenungan berikutnya dapat dilakukan di bibir kolam atau dapat pula tidur di sekitar bibir kolam tersebut.

Seperti dikatakan Harno, dalam tidurnya para pemohon, jika proses ritual pembuangan sial tersebut diterima dan dikabulkan, maka si pemohon akan menjumpai Gusti Ratu Sekar Ayu Pandan Sari dalam mimpinya. Namun jika permintaan belum dikabulkan, maka si pemohon tidak akan mimpi didatangi oleh sang penunggu Goa Siluman tersebut.

Setelah permintaan terkabulkan, maka si pemohon dipastikan sudah dijauhkan dari aura kesialan yang selalu mengikuti sepanjang kehidupannya. “Jika sudah seperti itu, maka permohonan telah diterima, dan kita dapat memulai kembali hidup kita yang baru lagi,” kata Harno.

Ice Cream World Hadir di Yogya


Melancongyuk - Mendengar kata es krim pasti terbayang hidangan dingin beraneka rasa yang seger. Bagaimana jika kini es krim dibuat besar dan bisa diajak foto bareng?

Di Yogyakarta kini ada lagi wisata yang menarik perhatian. Temanya wisata swafoto, menawarkan spot-spot menggemaskan di dalam dunia es krim.

Ya, wisata baru di Yogyakarta ini sangat menggemaskan. Apalagi bagi para traveler milenial yang suka hal-hal unik. Namanya Ice Cream World. Isinya sudah pasti semuanya es krim.


Destinasi satu ini menawarkan berbagai spot menarik untuk berfoto. Konsepnya seperti studio foto atau museum tiga dimensi yang semakin banyak di berbagai kota. Bagi yang ingin berfoto di berbagai spot lucu ini, Sahabat Sporto diharuskan membayar tiket sebesar 80 ribu rupiah.

Di sini, Anda bisa berswafoto dalam kolam ‘marshmallows’, bersama es krim raksasa, atau sama cokelat KitKat super besar. Semuanya bisa membuat feeds instagram makin hits.

Wahana Ice Cream World di Yogyakarta ini sama dengan yang telah ada sebelumnya di Bali. Dengan nama yang sama, Ice Cream World Bali jadi salah satu wisata swafoto yang hits.

Sedangkan di Yogyakarta, wahana ini baru hadir Februari 2018 lalu, namun sudah jadi magnet bagi penggemar wisata kekinian. Lokasinya di Jalan Raya Solo, Kalasan, persis di depan jembatan timbang.

Selain bisa menikmati ‘es krim’ berukuran besar, wahana ini juga menyediakan kedai minumannya. Sudah pasti semuanya es krim, beraneka rasa yang lezat.

Menikmati Teras Kaca di Ujung Pantai Selatan


Melancongyuk - Destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, semakin beragam. Salah satunya teras kaca di Pantai Nguluran, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang yang sempat menjadi viral di media sosial, karena lokasinya yang terletak di pinggir tebing. 

Lokasi pantai yang terletak di barat Pantai Gesing ini beberapa minggu terakhir menjadi pembicaraan para warganet karena memiliki keunikan. Untuk ke sana tak perlu takut karena lokasinya mudah ditempuh hanya sekitar 300 meter dari Pantai Gesing dengan jalan yang cukup mudah. 

Teras kaca ini menghadap ke Samudra Hindia sehingga sejauh mata memandang akan melihat hamparan lautan, untuk sisi selatan dan Barat. Sisi timur pengunjung menyaksikan batu karang.

Berfoto di atas teras kaca dapat merasakan sensasi menegangkan layaknya berdiri di atas laut dengan ombak besar dan karang tajam di bawahnya. Sebenarnya lokasi tersebut milik pribadi dan akan digunakan sebagai rumah. Namun sudah viral maka dibuka untuk umum. 

Baca juga : Siap-siap Berkunjung! Ada Stone Garden di Gunungkidul rela mengantre hanya untuk berfoto di lokasi tersebut. "Sudah viral dan banyak yang berminat maka diputuskan dibuka untuk umum," kata pemilik Lokasi, Raja Nasution. 

Teras kaca ini memiliki luas 25 meter persegi, dengan konstruksi bangunan sudah memperhatikan standardisasi keamanan, salah satunya dengan pemilihan kaca yang tebalnya 13 milimeter. "Kami juga sering mengecek kondisi teras kaca sehingga aman digunakan," katanya.

Namun untuk beberapa hari ke depan lokasi ini ditutup sementara karena ada perbaikan. Hal itu diunggah dalam akun media sosialnya.  

Salah seorang pengunjung asal kota Sukoharjo, Jawa Tengah, David, mengaku takjub dengan wahana tersebut. Bersama istrinya menghabiskan seharian bersama di sana. Pasalnya, tak hanya teras namun pemandangan di sekitar cukup indah. "Habis dari sini ke Pantai Gesing untuk menikmati kuliner," katanya. (kompas)

Nikmati Sensasi Berwisata di Amazon Van Bantul


Melancongyuk - Kicau burung nan indah ditambah suasana asri dan teduh, bisa kita temui saat berkunjung ke Taman Glugut, di Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul DIY.

Di tempat yang dijuluki Amazon Van Bantul ini, pengunjung bisa menikmati suasana lingkungan yang alami di tengah kebun bambu, sembari melihat aliran Sungai Opak. Ada empat unit perahu motor, yang bisa disewa pengunjung untuk aktivitas susur sungai.

Ketua Pokdarwis Desa Wonokromo Nurfi Agus Subekti mematok tarif lima ribu rupiah saja, bagi setiap pengunjung Taman Glugut, yang ingin menyusuri sungai menggunakan perahu motor.


”Kita memang berfikir untuk menciptakan wahana air, berupa perahu motor dan ternyata setelah kita lihat banyak pengunjung yang tertarik,” ujarnya, Jumat (9/3/2018).

Selain wisata perahu motor, para pengunjung tempat ini juga bisa menyusuri Sungai Opak menggunakan perahu gethtek, yang terbuat dari susunan bambu. Tidak hanya itu saja, pengunjung juga bisa merasakan serunya mandi di sungai, dengan cara melompat dari sebuah pohon.

Mangrove Jembatan Api-api, Wisata Terbaru Kulon Progo yang Instagramable


Melancongyuk - Ke Kulon Progo memang tidak lengkap jika belum ke Wisata Kalibiru yang instagramable. Tapi destinasi itu sudah mainstream. Bagaimana jika sesekali Anda ke Mangrove Jembatan Api-api yang baru-baru ini sedang hits di Instagram?
 Seperti namanya, destinasi ini menonjolkan sebuah jembatan yang dibangun dengan bentuk yang unik.
Destinasi ini dinamai dengan Mangrove Jembatan Api-api karena mangrove yang tumbuh di sini adalah jenis ‘api-api’ atau avicennia. 

Warna pepohonannya hijau segar
Karena berada di kawasan hutan mangrove, wisatawan dapat merasakan udara segar selama berwisata.

Wahana yang seru
 
 

Bukan hanya menonjolkan jembatan yang instagramable yang cocok untuk foto-foto di sini wisatawan juga bisa memacu adrenalin karena jembatan dilengkapi dengan permainan keseimbangan yang berliku.

Bukan hanya itu saja, lucunya di dalam hutan bakau wisatawan akan diajak untuk menerobos rimbunnya bakau yang dilengkapi jalan berliku membentuk labirin mini. Di sini juga terdapat 4 jembatan besar yang menyeberangi sungai yang lebarnya sekitar 800 meter.

Seperti di luar negeri bukan?
Di sekitar jembatan terdapat beberapa gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai. Bukan hanya itu saja, di sana juga ada beberapa spot unik untuk berfoto.

Tak kalah menarik, di sana Anda juga bisa naik perahu untuk berkeliling.

Lokasi dan harga tiket

 
Lokasi Mangrove Jembatan Api-api sangat mudah dijangkau karena hanya berjarak 1,5 jam dari pusat Kota Yogyakarta.

Anda hanya perlu datang ke Desa Jangkaran, desa terluar dari Kulon Progo yang berbatasan langsung dengan Purworejo, Jawa Tengah. Nanti Anda akan menemukan jembatan Sungai Bogowonto yang memisahkan dua kota tersebut. Setelah itu Anda bisa mengikuti plang ‘Mangrove’, ikuti terus petunjuk tersebut hingga sampai ke pintu wisata jembatan Api-api.

Untuk masuk ke area wisata, Anda hanya perlu membayar parkir sebesar Rp2 ribu untuk motor dan Rp5 ribu untuk mobil. Sedangkan untuk tiket masuk Mangrove Jembatan Api-api sebesar Rp3 ribu per orang.

Destinasi ini juga dilengkapi dengan beberapa warung dan penjual minuman. Jadi jika Anda haus atau lapar Anda bisa mampir untuk membeli camilan atau minuman.

Wisatawan ‘Jomblo’ Dapat Diskon Khusus Masuk Goa Pindul Gunungtkidul


Melancongyuk - Untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Gua Pindul Gunungkidul, salah satu operator dikawasan tersebut ‘Wirawisata’ menyiapkan diskon hingga 50 persen, yakni berupa potongan harga tiket yang diperuntukkan khusus bagi para ‘jomblo’ atau wisatawan yang belum memiliki pasangan.

Marketing Wirawisata, Yudan Hermawan mengatakan, meski Gua Pindul saat ini sudah dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), namun promo tersebut tidak akan mendatangkan konflik bagi operator lainya, sebab diskon tiket diambilkan dari biaya marketing Wirawisata.

“Diskon masuk gua pindul sudah dimulai sejak 15 Januari, akan berlangsung hingga 23 Maret 2018. Bagi para wisatawan yang belum memiliki pasangan atau jomblo dan datang sendiri akan mendapat diskon 50 persen. Namun jika datang bersama jomblo lain akan mendapat diskon 25 persen,” jelasnya, Rabu (31/1/2018).


“Paket jomblo itu dikhususkan bagi para jomblowan-jomblowati dari seluruh Indonesia, dengan syarat kalau jomblonya datang sendiri maka didiskon 50 persen, dan ketika bersama jomblo-jomblo lain maka diskonya 25 persen,” kata Yudan

Yudan Hermawan mengaku, hingga informasi tersebut beredar luas, banyak pendaftar yang memesan tempat untuk masuk ke Gua Pindul. Selain diskon bagi para jomblo, dalam moment Valentine yang diperingati pada Februari ini pihaknya juga akan memberikan promo khusus.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Hari Sukmono mengatakan, operator yang memikiki program promosi potongan harga masuk harus berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebab pembayaran tiket retribusi tidak boleh kurang dari harga yang telah ditetapkan oleh Bumdes. (RRI)

Liburan Akhir Tahun di Desa Wisata "Kampung Bocah", Anak Asyik Bermain yang Dewasa Bernostalgia

 
Mau liburan sekolah atau liburan akhir tahun? Dengan rombongan sekolah atau keluarga? Datang saja ke Desa Wisata Temon, Pandowoharjo, Sleman, Jogjakarta.

Desa Wisata yang berjarak 10 kilometer ke utara dari pusat Kota Gudeg ini, cocok untuk rombongan keluarga dengan anak-anak. Ini karena Desa Wisata Temon merupakan "Kampung Bocah". Atraksi wisata yang disajikan sangat ramah anak.

Di desa wisata ini berbagai macam dolanan anak tradisional bisa dinikmati. Dengan paket live-in maupun kunjungan sehari, pengunjung bisa bermain aneka permainan anak tradisional, di samping aktivitas pertanian, perkebunan, peternakan dan pengolahan hasil bumi, serta susur sungai.

Dolanan yang ada bukan mainan di gadget. Melainkan mainan yang membuat anak-anak berinteraksi dengan teman-temannya secara intens. Misalnya Gobak Sodor, jamuran, main egrang dan sejenisnya.
Suasana khas desa di Sleman sangat terasa di Desa Wisata Temon. Halaman yang lapang, rumah Joglo atau limasan dan pepohonan menghijau. Sehingga saat bermain di halaman terbuka pun tetap nyaman, tidak terlalu panas diterpa sinar matahari.

Menurut Pengelola Desa Wisata Temon Ipong Suhardiyanto, desa wisata "Kampung Bocah" ini dilaunching oleh Bupati Sleman Sri Purnomo pada tahun 2013. "Tujuan utamanya mengangkat dolanan bocah tradisional tetap eksis dan lestari," ujar Ipong.

Pengelola Kampung Bocah ini terus berbenah dalam memberikan pelayanan. Termasuk menyediakan layanan fasilitas homestay, joglo dan limasan, sanggar seni, lapangan, serta warung cenderamata. Ada 33 rumah yang siap sebagai homestay dengan kapasitas tamu hingga 120 anak.

Selain kekhasan dalam hal atraksi, Desa Wisata Temon juga memiliki kekhasan dalam hal sajian makanan atau kulinernya. Desa Wisata yang berdekatan dengan Rumah Makan Jejamuran yang ngehits di Jogja ini, juga punya menu khas Sate Jamur dan Kripik Usus.

Sedangkan sayuran yang disajikan untuk tamu juga sayuran khas Ndeso seperti oseng Mbang Kates (bunga pepaya), oseng daun pepaya, mangut lele dan sayur nangka.

"Selain khusus berkunjung ke Desa Wisata Temon untuk melakukan aktivitas dolanan tradisional, tamu yang datang terkadang hanya untuk mampir makan siang. Mereka dari Borobudur, lalu makan siangnya di sini," ujar Ipong.

Akses ke Desa Wisata Temon memang searah dengan jalur wisata ke Candi Buddha terbesar ini. Desa Wisata ini, dari Kota Jogja bisa dijangkau melalui Jln Kaliurang, Jln Monjali atau Jln Magelang km 8.

Selain atraksi dolanan tradisional dan kuliner Ndeso, pengunjung juga dapat membeli cinderamata khas di desa wisata ini. Yakni aneka mainan tradisional seperti gasing bambu, Uli-uli (peniru suara burung), othok-othok dan berbagai produk daur ulang semisal bros, gantungan kunci dan sebagainya.

Berakhir tahun, liburan ke Desa Wisata Kampung Bocah bisa menjadi sarana rekreasi yang penuh edukasi bagi anak-anak. Dan, menjadi ajang nostalgi bagi orang tua atau guru pendampingnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak destinasi di semua daerah yang sudah siap dengan 3A-nya, atraksi, akses, amenitas, untuk mempromosikan diri lebih dini melalui digital media.

Jika tidak siap dengan convergent media, POSE (Paid Media, Own Media, Social Media, Endorser, minimal melalui social media dan own medianya sendiri, memaksimalkan peak seasons akhir tahun 2017 ini. (Sportourism)

Menikmati Sensasi Offroad Menembus Hutan Pinus di Desa Wisata Nglinggo


Anda seorang petualang? Ingin menikmati sensasi wisata menembus hutan pinus dengan kendaraan offroad 4x4?

Jika iya, maka anda harus mencoba sensasi wisata yang ditawarkan Nglinggo Adventure Hill, operator offroad di Rimbono Homestay yang berada di Desa Wisata Nglinggo, Desa Pagerharjo, Samigaluh, Kulonprogo, DIY. Pilihan paketnya beragam.

Mulai dari rute pendek ke Bukit Ngisis. Dari sana wisatawan akan diajak menikmati hamparan kebun teh dengan harga Rp 200 ribu per jeep berisi 3 orang. Rute sedang dengan jarak tempuh selama 2-4 jam, kisaran harga Rp 500 ribu. Sedangkan rute panjang jarak tempuh antara 4-6 jam dengan harga Rp 700 ribu. Serta paket ekstrem menyusuri hutan pinus seharian.

Karakteristik trek offroadnya sendiri dijamin seru. Mulanya jeep masuk menyusuri hutan dengan jalur seukuran badan mobil saja, lalu bertemu dengan tanjakan tujuh, tanjakan dengan bentuk seperti angka tujuh.

Setelah melintas tanjakan tujuh, lalu mobil melintas dengan trek miring yang membuat anda sudah pasti berpegangan erat. Ada juga tanjakan patriot yang memiliki sudut kemiringan 45 derajat.

Tidak hanya itu, selanjutnya anda akan melewati turunan Pasrah. Disebut turunan pasrah, karena jika musim hujan sudah pasti licin dan harus pasrah menyerahkannya kepada pengemudi.

Pemilik Rimbono Homestay yang juga Koordinator Pemasaran Desa Wisata Nglinggo, Melkey Binaro mengatakan, trek ini mulai dibuka pada awal tahun 2014. Awalnya trek ini hanya digunakan oleh para pecinta olahgara offroad.

"Tapi kebetulan banyak tamu yang menginap dan ingin mencoba, akhirnya mereka menyebarkannya lewat media sosial. Dari situ terus berkembang sampai akhirnya resmi dipergunakan untuk wisata sejak 2015," ujar Melkey.

Ia pun berharap seiring dengan rencana pemerintah daerah membuka jalur Bukit Menoreh, akan semakin banyak masyarakat yang turut serta menghidupkan atraksi wisata ini.

"Harapan kedepannya mobil jeep tidak perlu mengundang dari tempat lain. Pemuda-pemuda desa di sini bisa mengambil jeep sendiri. Syukur-syukur pemerintah mau memfasilitasi supaya pemuda dan masyarakat di sini bisa lebih mandiri,” kata dia.

Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo saat menyambut rombongan Press Tour Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) beberapa waktu lalu mengatakan, jalur Bedah Menoreh akan memiliki panjang 60 kilometer. Menjadi salah satu akses menuju destinasi prioritas pariwisata, Candi Borobudur dari Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

"Jalur yang membelah perbukitan menoreh (Bedah Menoreh) sudah dilakukan sejak tahun 2016 kini baru selesai sepanjang sembilan kilometer," ujar Sutedjo.

Sutedjo mengatakan, nantinya tidak hanya warga Kulon Progo yang akan menikmati jalur Bedah Menoreh. Warga yang dilintasi jalur ini juga bisa memanfaatkannya dengan membuat atraksi wisata di daerahnya.

"Jalur Bedah Menoreh tersebut akan menyentuh desa-desa yang terdapat obyek wisata. Antara lain ada Waduk Sermo, Kali Biru, Kedung Pedut, Goa Kiskendo, Sendratari Sugirwo Subali, Kebun Teh Tritis, Suroloyo, Sendang Sono, hingga Samigaluh," katanya.

Kepala Dukuh Nglinggo Barat, Kecamatan Samigaluh, Teguh Kumoro mengatakan, masyarakat sangat antusias dengan keberadaan jalur Bedah Menoreh. Ia menyebut akses tersebut akan melintasi desanya sehingga bisa meningkatkan jumlah kunjungan ke kawasan desa wisata Nglinggo.

“Warga sangat atusias, tentunya diuntungkan dengan jalur tersebut. Untuk itu kami terus membenahi serta memperbaiki sarana dan prasarana pendukung Di desa wisata Nglinggo, khususnya atraksi serta infrastruktur,” katanya.

Teguh juga menyebut, saat ini desa wisata Nglinggo terus berbenah. Berbagai atraksi terus dipersiapkan bagi wisatawan. Seperti belajar tari Lengger, melihat proses pembuatan teh hingga pembuatan kopi.

"Bagi wisatawan yang live in di homestay, bisa belajar membuat teh dan kopi mulai dari cara memetik hingga dihidangkan. Juga belajar nari Lengger sekaligus ikut pementasan," katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kehadiran komunitas dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata di daerahnya. Selama ini detak wisata di Yogyakarta tidak pernah mati, juga salah satunya berkat kegigihan dari masyarakat dan komunitas.

“Peran masyarakat sungguh luar biasa, inisiatif masyarakat sekitar muncul dan jenis–jenis pariwisata yang di tawarkan semakin beragam mulai dari wisata alam, budaya hingga sejarah," ujar Menpar Arief Yahya.

Untuk itu ia mendorong pemerintah setempat untuk dapat memberi perhatian dan mensupport. Kemenpar sendiri akan mendukung pemerintah daerah yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan.

"Pengembangan inovasi serta kreativitas untuk menunjang ragam destinasi serta acara wisata tidak perlu meniru daerah lain, melainkan mengacu pada potensi alam serta budaya yang dimiliki Yogyakarta," ujar Menpar Arief Yahya.

Tempat Foto Kekinian di Yogyakarta


Seperti kita ketahui, saat ini semakin banyak sekali tempat wisata bermunculan, terlebih lagi untuk wisata perbukitan di Yogyakarta. Jadi tak heran bila kota Yogyakarta menawarkan banyak objek wisata yang dikelilingi area perbukitan indah. Terutama di Kabupaten Bantul, yang terdiri atas kawasan perbukitan dan daratan. Jika sebelumnya Dlingo, hanya populer dengan adanya Hutan Pinus dan Kebun Buah Mangunanya saja, namun saat ini sudah ada lagi tempat wisata yang sedang populer, apalagi kalau bukan Puncak Panguk Kediwung.

Tentang Bukit Puncak Panguk Kediwung

Bukit Puncak Panguk Kediwung diresmikan pada 16 Mei 2016 serta berlokasi di area puncak tebing Batu Lawang, di Puncak Tebing Batu Lawang, di kawasan Pedukuhan, Kediwung, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Dimana Bukit Panguk Kediwung tersebut sangat direkomendasikan bagi Anda yang menyukai pemandangan alam pernikitan serta bentangan alam menyegarkan. BIla Anda beruntung mengunjungi pagi hari menuju tempat ini, Anda dapat menikmati suasana eksotis, yakni berbentuk hamparan kabut. Sebab kabut tersebut muncul saat pagi hari, untuk itu Anda harus berangkat menuju Bukit Panguk Kediwung saat pagi hari sekali.

Di samping memiliki Curug lepo, Puncak Becici, Kebun Buah Mangunan, dan Sri Tanjung, Kecamatan Dlingo di Kabupaten Bantul ini ternyata menawarkan tempat wisata altenatif yang baru, yakni Bukit Panguk Kediwung. Tempat wisata tersebut menjadi spot paling ngehits saat ini sebab foto-fotonyya sudah menyebar di Instagram dengan vital. Tempat lokasi Panguk Kediwung Dlingo ini sekilas seperti kawasan Punthuk Mongkrong yang ada di Magelang maupun Bukit sanderan yang ada di Purbalingga.


Tempat wiisata Bukit Panguk tersebut menyediakan panorama alam berbentuk hamparan pegunungan yang hijau di sederetan Imogiri dan Dlingo. Adapun lokasi kawasan Bukit Panguk Kediwung, tepatnya di tepi bibir bukit sendiri memang menjadikan tempat ini sebagai spot-spot menarik yang asik dan menarik untuk foto-foto selfie. Di samping itu, pengunjung pun bisa memanjakan mata melalui panorama alam yang ditawarkan dengan latar cakrawala langit dan pegunungan yang hijau.

Di tempat wisata ini telah disediakan berbagai macam gardu pandang dengan arah menjorok ke bagian mulut tebing. Dengan begitu bagi yang ingin melakukan fotografi, maka Anda akan mendapatkan objek yang indah dan luas. Apalagi bila Anda ingin sedikit berjuang datang berkunjung di pagi buta, bisa menikmati kejutan selimut kabut sangat indah, seperti halnya saah berfoto di kawasan Kebun Buah Mangunan.

Aktivitas di Bukit Panguk Kediwung Dlingo

Di tempat wisata Jogja ini, ada berbagai spot menarik yang telah tersedia dan begitu banyak diminati para traveller. Sebab letaknya di atas gardu pandang, sehingga pengunjung pun tak hanya dapat menikmati panorama alam yang eksotis saja melainkan juga sangat cocok dijadikan sebagai spot berselfie dengan sesuka hati. Tak hanya itu saja, spot ini juga sangat ideal sebagai tempat foto prewedding dengan menawarkan pemandangan yang romantic. Bahkan sudah banyak traveller yang memanfaatkannya sebagai tempat prewedding.

Kawasan wisata Bukit Panguk Kediwung ini sangat populer disebut sebagai Negeri di Atas Awan, sebutan ini juga berlaku untuk Kebun Buah Bangunan. Hal tersebut dikarenakan, di tempat ini sering terdapat kabun awan pekat menyelimuti kawasan wisata ini, terlebih lagi saat pagi hari sekali. Wisatawan yang ada di kawasan wisata ini juga bisa merasakan sensasi yang luar biasa seolah-olah ada di atas awan. Saat awan pekat menghilang, di kawasan ini akan tampak sekali panorama alam yang indah terpancar dari bukit hijau tersebut dihiasi sungai mengalir dengan pepohonan pinus lebat dan  dipadukan dengan langit biru.

Lokasi Bukit Panguk Kediwung Dlingo

Tempat wisata Jogja ini berlokasi di Dusun Kediwung, Desa Mangunan, Dlingo, Bantul, ada di kawasan Puncak Bukit Batu Lawang, yakni berjarak 2 km dari arah Kebun Buah Mangunan. Tempat wisata ini bisa dikatakan masih baru sebab baru dibuka secara resmi pada 16 Mei 2016 kemarin. Selain itu, tempat wisata ini masih belum diketahui oleh masyarakat banyak.

Rute Ke Bukit Panguk Kediwung Dlingo

Menuju lokasi wisata Bukit Panguk Kediwung Dlingo ini, sebenarnya sangat mudah. Hanya saja Anda harus mengetahui arah ke Kebun Buah Mangunan atau Hutan Pinus. Dari arah kota Yogyakarta Anda bisa mengambil arah menuju Imogiri, lalu menuju Dlingo atau Kebun Buah Mangunan yang sudah terdapat papan penunjuknya. Bila sudah tiba di kawasan wisata Kebun Buah Mangunan, maka Anda dapat menangakan ke warga sekitar arah menuju kediwung.

Bila Anda sudah tiba di Dusun Kediwung, cukup ikuti petunjuk arah saja sebab sudah dipasang banyak petunjuk arah oleh pihak pengelola wisata setempat. Adapun rute perjalanan ke Bukit Panguk tersebut bisa dikatakan cukup ekstrim sebab tanjakan dan turunannya begitu tajam. Untuk itu, jika Anda yang ingin pergi berwisata ke tempat ini harus menggunakan motor. Untuk warga luar Yogyakarta bisa menggunakan jasa sewa motor Jogja, pastikan Anda memilih motor yang memiliki kondisi masih prima.

Harga Tiket Masuk Menuju Bukit Panguk Dlingo

Untuk memasuki kawasan wisata Bukit Paguk ini, para wisatawan cukup membayar seiklasnya saja untuk membantu pembangunan wisata sebab belum ditetapkan tarif retribusi. Di samping itu, Anda juga harus membayar parkit motor Rp. 2000/ motor atau per mobil Rp. 5000. Sementara fasilitas yang ditawarkan di kawasan wisata bukit Panguk ini, diantaranya warung makan dan Gazebo. Bagi Anda yang ingin menikmati kabut yang menyelimuti bukit ini saat pagi-pagi sekali, maka Anda harus menginap dihotel Jogja yang letaknya dekat dengan kawasan wisata ini.