7 Keindahan Wisata Unggulan di Turki yang Tak Bisa Terlewatkan

Turki memiliki sejuta pesona pariwisata yang sayang untuk dilewatkan. Letaknya yang berada di benua Eropa dan Asia menjadikan bangunan-bangunan di Turki memiliki keunikan tersendiri yang merupakan hasil perpaduan kedua benua tersebut. Tak hanya itu saja, Turki juga memiliki banyak cerita dan tempat bersejarah yang wajib untuk dilihat kemegahannya, salah satunya ialah sejarah tentang Islam. Walaupun harus mengeluarkan kocek yang tak sedikit, namun banyak wisatawan yang datang ke negara ini tiap harinya. Berikut pesona deretan objek wisata unggulan di Turki yang tak boleh Anda lewatkan.

Objek Wisata Unggulan di Turki

1. Masjid Biru atau Blue Mosque

 

Rasanya belum sah jika berkunjung ke Turki tanpa singgah ke tempat ini untuk melihat bangunannya yang spektakuler. Pengunaan keramik biru yang menutupi dinding serta kubah masjidlah yang menjadikan tempat ini bernama Masjid Biru. Masjid ini memiliki 6 menara yang menjulang tinggi yang jika malam tiba menara-menara tersebut memantulkan cahaya yang cantik. Tak perlu diragukan lagi kepopuleran tempat ini di mata dunia.

2. Cappadocia

 
Ingin menaiki balon udara atau ingin merasakan sensai bak berada di planet lain? Jawabannya hanyalah dengan mendatangi Cappadocia. Anda dapat merasakan sensasi berada di planet lain selagi menaiki balon udara. Dari ketinggian, Anda akan melihat pesona lembah, ngarai, dan juga perbukitan yang mendominasi tempat wisata ini. Tak hanya Cappadocia yang dapat dikunjungi, ada beberapa tempat lain, seperti Urgup, Goreme, Ihlara, Valley dan Selime yang jaraknya saling berdekatan dengan tempat ini.

3. Topkapi Palace

 
Istana yang kini berubah fungsi menjadi museum, dulunya merupakan tempat peninggalan sultan yang dibangun pada tahun 1459. Di dalam istana ini terdapat beragam fasilitas, antara lain yang dulunya digunakan sebagai rumah sakit, sekolah, asrama, perpustakaan, taman, dan masjid. Jangan lupa untuk berfoto dengan latar belakang istana megah ini, ya!

4. Pamukkale


Sesampainya di tempat ini, Anda akan disambut dengan sturktur kolam terasering yang terlihat seperti salju. Kolam pemandian air panas ini merupakan fenomena alam yang warna putihnya ternyata terbuat dari logam kalsium yang mengeras. Konon katanya, pemandian air panas ini mempu menyembuhkan beragam penyakit, seperti asma, penyakit kulit, penyakit mata, dan lainnya. Jika ingin berendam di sini pada musum dingin, usahakan datang sebelum jam 5 karena pemandian air panas ini tutup pukul 5 pada musim dingin.

5. Hagia Sophia


Bangunan megah ini memiliki dua gaya arsitektur yang berbeda dan terbilang unik, yakni antara gereja dan masjid. Dulunya sebelum beralih fungsi menjadi sebuah masjid, Hagia Sophia adalah sebuah gereja orthodox. Namun kini, bangunan megah ini hanyalah sebuah museum untuk menyimpan banyaknya sejarah Turki.

6. Blue Lagoon

 

Turki tak hanya memiliki bangunan indah yang menyimpan banyak cerita sejarah, tetapi juga keindahan pantainya yang bisa bersaing dengan pantai-pantai menawan lain yang ada di dunia. Di Blue Lagoon, Anda akan terperangah akan indah dan jernihnya pantai yang tenang serta laguna yang memesona.

7. Mevlana Museum


Museum yang menyimpan banyak karya sastra dari sastrawan Jalaludin Rumi ini juga patut Anda kunjungi. Di dalam museum ini terdapat kumpulan barang pribadi dan makam sang sastrawan yang sangat terkenal di eranya. Pada bulan Desember akan diadakan festival Seb-i Arus yang bertujuan untuk mengenang kembali karya besar Jalaludin Rumi. Hotel dan tempat penginapan pun akan ramai dibooking para pengunjung yang ingin menyaksikan festival tersebut.

Bagaimana? Sangat indah bukan wisata-wisata unggulan di Turki ini?

Liburan Akhir Tahun di Desa Wisata "Kampung Bocah", Anak Asyik Bermain yang Dewasa Bernostalgia

 
Mau liburan sekolah atau liburan akhir tahun? Dengan rombongan sekolah atau keluarga? Datang saja ke Desa Wisata Temon, Pandowoharjo, Sleman, Jogjakarta.

Desa Wisata yang berjarak 10 kilometer ke utara dari pusat Kota Gudeg ini, cocok untuk rombongan keluarga dengan anak-anak. Ini karena Desa Wisata Temon merupakan "Kampung Bocah". Atraksi wisata yang disajikan sangat ramah anak.

Di desa wisata ini berbagai macam dolanan anak tradisional bisa dinikmati. Dengan paket live-in maupun kunjungan sehari, pengunjung bisa bermain aneka permainan anak tradisional, di samping aktivitas pertanian, perkebunan, peternakan dan pengolahan hasil bumi, serta susur sungai.

Dolanan yang ada bukan mainan di gadget. Melainkan mainan yang membuat anak-anak berinteraksi dengan teman-temannya secara intens. Misalnya Gobak Sodor, jamuran, main egrang dan sejenisnya.
Suasana khas desa di Sleman sangat terasa di Desa Wisata Temon. Halaman yang lapang, rumah Joglo atau limasan dan pepohonan menghijau. Sehingga saat bermain di halaman terbuka pun tetap nyaman, tidak terlalu panas diterpa sinar matahari.

Menurut Pengelola Desa Wisata Temon Ipong Suhardiyanto, desa wisata "Kampung Bocah" ini dilaunching oleh Bupati Sleman Sri Purnomo pada tahun 2013. "Tujuan utamanya mengangkat dolanan bocah tradisional tetap eksis dan lestari," ujar Ipong.

Pengelola Kampung Bocah ini terus berbenah dalam memberikan pelayanan. Termasuk menyediakan layanan fasilitas homestay, joglo dan limasan, sanggar seni, lapangan, serta warung cenderamata. Ada 33 rumah yang siap sebagai homestay dengan kapasitas tamu hingga 120 anak.

Selain kekhasan dalam hal atraksi, Desa Wisata Temon juga memiliki kekhasan dalam hal sajian makanan atau kulinernya. Desa Wisata yang berdekatan dengan Rumah Makan Jejamuran yang ngehits di Jogja ini, juga punya menu khas Sate Jamur dan Kripik Usus.

Sedangkan sayuran yang disajikan untuk tamu juga sayuran khas Ndeso seperti oseng Mbang Kates (bunga pepaya), oseng daun pepaya, mangut lele dan sayur nangka.

"Selain khusus berkunjung ke Desa Wisata Temon untuk melakukan aktivitas dolanan tradisional, tamu yang datang terkadang hanya untuk mampir makan siang. Mereka dari Borobudur, lalu makan siangnya di sini," ujar Ipong.

Akses ke Desa Wisata Temon memang searah dengan jalur wisata ke Candi Buddha terbesar ini. Desa Wisata ini, dari Kota Jogja bisa dijangkau melalui Jln Kaliurang, Jln Monjali atau Jln Magelang km 8.

Selain atraksi dolanan tradisional dan kuliner Ndeso, pengunjung juga dapat membeli cinderamata khas di desa wisata ini. Yakni aneka mainan tradisional seperti gasing bambu, Uli-uli (peniru suara burung), othok-othok dan berbagai produk daur ulang semisal bros, gantungan kunci dan sebagainya.

Berakhir tahun, liburan ke Desa Wisata Kampung Bocah bisa menjadi sarana rekreasi yang penuh edukasi bagi anak-anak. Dan, menjadi ajang nostalgi bagi orang tua atau guru pendampingnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak destinasi di semua daerah yang sudah siap dengan 3A-nya, atraksi, akses, amenitas, untuk mempromosikan diri lebih dini melalui digital media.

Jika tidak siap dengan convergent media, POSE (Paid Media, Own Media, Social Media, Endorser, minimal melalui social media dan own medianya sendiri, memaksimalkan peak seasons akhir tahun 2017 ini. (Sportourism)

Bukit Jaddih, Tempat Sembunyi Pejuang yang Jadi Primadona Wisatawan


Pulau Madura memiliki banyak tempat wisata. Salah satu objek wisata di Madura yang sedang naik daun dan ramai dikunjungi saat ini adalah Bukit Jaddih.

Bukit Jaddih merupakan bebatuan kapur yang terbentuk dari aktivitas penambangan batu kapur. Bentuk bukitnya yang unik dan terkesan eksotis memberi kesan seolah Bukit Jaddih merupakan tempat wisata di Timur Tengah, bukan di Bangkalan, Madura.

Walau sudah mulai terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan, tapi hingga kini belum ada campur tangan pemerintah setempat untuk mengembangkan Bukit Jaddih. Pemilik tambang di lokasi tersebutlah yang berinisiatif sendiri mengelola bekas tambang mereka agar layak menjadi tempat wisata.

"Sementara ini koordinasi ke kita jelas kurang. Tapi kalau keamanan, memang memperhatikan. Karena kan tergantung polsek masing-masing. Tapi untuk mengembangkan, masih belum ada geliat koordinasi. Padahal kan harusnya dikembangkan. Kan yang punya nama Bangkalan juga," tutur Jevvanan, pemilik tambang PT Sumber Gamping Energi yang melakukan penambangan di Bukit Jaddih, Rabu 22 November 2017.
Menurut Jevvanan, Bukit Jaddih awalnya adalah bukit yang dijadikan tempat persembunyian oleh para pejuang di zaman penjajahan Jepang. Oleh karena itu, dapat ditemui lubang-lubang gua yang dulu dipakai sebagai kamar persembunyian para penjajah.

"Memang ini buat sembunyinya pejuang dari penjajahan Jepang ketika terdesak. Makanya ada goa-goa itu. Sampai sekarang masih ada. Ada juga kamar yang dilukis, diukir, sebagai persembunyian sejak zaman Jepang," terang Jevvanan.

Bukit Jaddih terletak di Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Ketika sudah berada di kawasan Bukit Jaddih, pengunjung dapat juga mengunjungi tempat wisata di sekitar sana seperti Danau Biru atau kolam renang yang terbentuk dari aktivitas tambang dan airnya berasal dari air tanah di dalamnya. (okezone)