Warung Nako, ‘Warteg’ Milenial di Kota Bogor


Melancongyuk -  Selamat datang di Kota Bogor. Kota ‘transit’ yang juga jadi destinasi kuliner. Beragam jenis makanan hingga tempat nongkrong bisa Anda temukan di kota hujan ini. Sebut saja Jalan Suryakencana atau Jalan Pajajaran, jadi surga kuliner.

Deretan rumah makan hingga kafe kekinian, bisa ditemui di sepanjang Jalan Pajajaran. Salah satunya, warung makan dan ngopi baru yang berada di Jalan Pajajaran Indah V, Nomor 38-4. Letaknya persis bersebelahan dengan resto Two Stories yang lebih dulu buka.

Warung Nako. Punya konsep ‘warteg’ berbalut desain modern. kedai ini bermula dari kegemaran jajan para owner-nya. Namun belum menemukan kedai makanan yang bisa dinikmati oleh keluarga. "Kalau makanan western sudah banyak, tapi konsep warung nasi ini belum ada di Bogor,” jelas JB Khrisna Susanto, salah satu Owner Warung Nako saat ditemui Kamis, 12 Maret 2018.

Konsep warteg (Warung Tegal) yang identik dengan kaca nako juga menginspirasi desain sekaligus nama dari rumah makan ini. Hampir seluruh bangunannya dibuat dari jajaran kaca nako, ditambah aksen-aksen modern bernuansa putih dan unsur kayu jadi tambahan desain minimalisnya.

"Warung Nako juga punya filosofi, singkatan dari nasi dan kopi,” katanya. Karena Warung Nako punya dua produk yang disatukan, yakni warung nasi dan kopi.


Memasuki pintu utama Warung Nako, Anda, langsung bisa menemui etalase ‘touch screen’ untuk memilih menu makanan. Mulai dari lauk pauk, tumis sayuran, kerupuk, hingga minuman. Uniknya, Anda  juga bisa memandang deretan kaleng kerupuk yang tersusun rapih tepat di atas etalase ini.

Warung Nako, punya beberapa spot duduk yang terdiri dari dua lantai. Dari pintu utama lantai dasar, sisi kanan adalah area makan terbuka dengan pendingin kipas dan non smoking. Sisi kiri, adalah Kopi Nako yang menyediakan ragam kopi nusantara dan camilan khas Indonesia.

Area kopi ini pun terbagi lagi dalam tiga spot. Ruang utama di depan meja kasir sekaligus coffee maker, ada ruang duduk berpendingin yang bisa menampung 8-10 orang.

Berikutnya ada area terbuka yang juga berpendingin, namun didesain beratap tinggi. Spot ini sebenarnya smoking area, hanya bisa digunakan perokok mulai dari jam tiga sore.

Masih di sisi sebelah kiri pintu utama, adalah area depan Kopi Nako yang juga bisa diduduki untuk perokok. Apalagi menikmati santai sore sambil ngopi cantik.

Lantai dua pun terbagi dalam dua sisi. Sisi kanan area terbuka untuk makan atau ngopi yang juga boleh digunakan bagi perokok, sementara sisi kiri adalah ruang tertutup ber-AC atau private area yang bisa dipesan untuk acara tertentu.

"Ada lagi area jembatan yang kami gunakan untuk tempat makan saat weekend, soalnya kalau weekdays lokasi ini jadi tempat foto-foto," tambah Khrisna. Soal kapasitas, Khrisna mengatakan Warung Nako bisa menampung 250-300 orang.

Unggulkan Rasa Lokal

Urusan rasa, Warung Nako mengutamakan kesan lokal. Baik warung maupun kopi, dua-duanya berasal dari bahan lokal dan ghadirkan cita rasa lokal. Warung ini, punya 20-30 menu yang berubah setiap harinya. Mulai dari pilihan masakan berbahan ayam, ikan, daging, sayuran, hingga jengkol.

Nasinya pun terdiri dari dua pilihan, yakni nasi merah dan putih. Bagi Anda yang ingin mengurangi kadar gula, pilihan nasi merah sangat nikmat menemani makan siang di Warung Nako.

Khrisna menjelaskan, Warung Nako mengutamakan bumbu khas nusantara dan cita rasa lokal. Ke depannya, warung nasi yang baru buka awal Maret lalu ini akan membuat tema masakannya. "Rencananya kami akan buat tema yang berputar, mulai dari hidangan khas Sunda, Jawa, Sumatera.”

Sedangkan pilihan minumnya, Warung Nako menerapkan sistem isi ulang. Teh misalnya, saat memesannya Anda hanya diberi gelas yang diisi es atau kosong. Karena tehnya bisa diisi di stastion minumannya dan bebas untuk pengisian ulang.

Atau minuman sehat berbahan buah, Warung Nako menjual aneka jus berbahan alami dengan gula batu. Kemasannya dalam botol dengan rasa buah naga, kedondong, hingga sirsak.

Bukan Sekedar Makan, Ngopi Juga Asyik


Sama halnya dengan warungnya, Kopi Nako menghadirkan minuman yang berasal dari lokal baik kopi maupun bahan peracik lainnya. Aneka snack teman minum kopinya bukan berisi kue modern kebarat-baratan, melainkan aneka kue tradisional, seperti roti gambang, kue pukis, dan pisang goreng.
Dari Kopi Nako, Anda bisa mencoba spesialisasinya. Diberi nama sama dengan tempatnya, Kopi Nako adalah minuman kopi dingin bercampur krim kental yang lezat. Cocok dinikmati sambil kongkow seru bareng teman.

Seperti Nita dan kawan-kawannya. Pelajar SMP di Bogor ini terlihat asyik memesan Kopi Nako bersama teman-temannya. "Pesennya sama Kopi Nako semua karena rasanya enak dan susu banget, kita rencananya minum di area atas kali ya," katanya.

Bukan kali pertama Nita bersama temannya berkunjung ke sini. Menurutnya, tempatnya asyik, cocok buat foto-foto, dan harganya terjangkau. Makanya Ia pun menjadikan destinasi ini sebagai salah satu favoritnya.

Kalau istilah ‘zaman now’, Anda bisa menikmati “ngopi cantik” sambil hunting berbagai spot foto kekinian. Saran kami, kala sore hari, paling asyik ngopi di area luar Kopi Nako.

Lokasinya persis di depan parkiran mobil, di sini ada bangku-bangku terbuka dengan meja bulat yang nyaman untuk grup kecil. Kopi Nako boleh diminum di area mana saja termasuk warung. Tapi, untuk makanan tidak boleh dibawa ke area kopi, ya!

Baik Warung maupun Kopi Nako, keduanya jadi satu destinasi yang seru dikunjungi bersama keluarga maupun teman. Karena tempatnya nyaman dengan makanan ‘sederhana’ yang nikmat. Harganya cukup terjangkau mulai dari 15-29 ribu rupiah.

Menuju Lokasi

Bagi Anda yang ingin makan ‘warteg’ ala milenial, alias di tempat modern yang punya banyak spot instagramable, tempat ini cocok untuk didatangi. Lokasinya cukup dekat dari terminal Baranangsiang.

Kalau naik kendaraan pribadi mobil dari arah keluar Tol Bogor belok kiri hingga bertemu Gramedia Pajajaran. Lalu belok kiri dan lurus sampai bertemu putaran balik di depan SMA Negeri 3 Bogor. Putar balik dan belok kiri kembali, tak jauh dari belok ini setelah Bogor Medical Center (BMC), Warung Nako tepat di sebelah Two Stories.

Arah yang sama berlaku untuk kendaraan roda dua. Anda harus menuju Terminal Baranangsiang terlebih dahulu dan bertemu Pajajaran setelah pintu keluar tol. Lalu ikuti arah yang sama.

Kalau menggunakan kendaraan umum seperti kereta. Dari Stasiun Bogor Anda bisa naik angkutan kota (angkot) 03 jurusan Terminal Baranangsiang – Bubulak. Turun di Gramedia Pajajaran dengan tarif 3.500. Lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju lokasi atau naik ojeg motor. (Sportourism)

Belajar dan Berwisata di Taman Anggrek Sri Soedewi Jambi


Melancongyuk - Objek wisata yang berada di pusat kota jambi ini sangat wajib di kunjungi bagi pencinta tanaman , apalagi bagi anda yang hobi bercocok tanam, khususnya bunga angrek . 

Sangat sulit memang untuk bercocok tanam bunga anggrek butuh kesabaran , ketekunan dan modal yang besar untuk merawat tanaman anggrek , tidak heran jika bunga angrek harganya sangat tinggi.

Di Taman Anggrek Sri Soedewi yang terletak di Jl. Jendral Ahmad Yani, Kecamatan Telanaipura, kota Jambi ini pencinta tanaman anggrek akan di manjakan dengan berbagai macam jenis anggrek yang sulit di temukan di tempat lain. Tempat yang asri membuat taman anggrek ini sangat cocok untuk duduk bersantai di sana.

Selain bersantai sambil menikmati keindahan taman anggrek , pengunjung disuguhkan dengan berbagai macam tanaman anggrek yang mudah di temukan hingga yang langkah di sana. Anggrek langka ini adalah Phalaenobsis Violase, masyarakat Jambi mengenalnya dengan anggrek bulan. Habitatnya ada di kabupaten Sarolangun.


Fasilitas yang terdapat di dalam taman anggrek terdapat mushola , pendopo , pondok untuk bersantai  serta danau yang sangat menyejukan mata. Adapun jenis-jenis tanaman angrek yang terdapat di sini antara lain adalah anggrek arundina, acriopsis, dan bolbophyllum yang merupakan jenis anggrek liar yang sering di temukan didalam hutan.

Tak hanya berlibur, anda juga bisa menambah pengetahuan tentang jenis-jenis anggrek serta mempelajari cara merawat  anggrek disini. 

Maka dari itu, Anda tak akan rugi berkunjung kesini. Untuk dapat berkunjung ke lokasi Taman Anggrek Sri Soedewi ini, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum yang tersedia di kota Jambi lokasi yang strategis membuat anda sangat mudah untuk berkunjung ke Taman Anggrek Sri Soedewi . (Dendy Seftiawan)

Planetarium Tertua di Dunia Ada di Belanda


Melancongyuk - Astronom amatir Belanda Eise Eisinga berhenti sekolah pada usia 12 tahun, tapi dia membangun model sistem tata surya yang sempurna di ruang tamunya. Ada sedetik kesunyian yang muncul saat atmosfer ruangan berubah dari perenungan menjadi rasa tidak percaya.

"Bagaimana bisa?" kata seorang pengunjung, sambil menunjuk ke langit-langit ruang tamu.

"Apakah ini masih akurat?" kata pengunjung lain.

"Kenapa saya tidak pernah mendengar ini sebelumnya?" kata rekannya.

Sambil mendongak ke atas, saya juga tak bisa mempercayainya.

Di atap kayu di atas kepala kami, ada model skala semesta kita, dicat dengan emas yang berkilau dan biru tuan yang mengilap. Ada Bumi, sebuah bola emas yang bergantung dari kawat yang nyaris tak terlihat.

Di sebelahnya, matahari, berbentuk bintang yang terbakar, berkilau seperti hiasan Natal. Lalu Merkurius, Venus, Mars, dan bulan-bulannya secara berturutan, tergantung dalam jalur eliptis yang menempel di langit-langit.

Semuanya berkilau di satu sisi, menggambarkan terangnya matahari, sementara di jarak yang lebih jauh, di lingkar luar, adalah planet-planet terluar, Jupiter dan Saturnus. Sementara posisi bulan, yang digunakan untuk menentukan posisi zodiak, melengkapi sistem model tersebut.

Ilmu sains abad pertengahan di balik Planetarium Royal Eise Eisinga cukup mencengangkan siapapun yang melihatnya. Tersembunyi di salah satu rumah di pinggir kanal di kota kecil Franeker, di provinsi barat laut Friesland, ini adalah planetarium tertua dunia yang masih berjalan.

Astronomi Barat berasal dari Mesopotamia Kuno, di sepanjang lembah sungai Tigris dan Eufrat. Tapi seorang astronom amatir — Eise Eisinga — menjebak tata surya di ruang tamunya. Dan perhitungan yang digunakannya sampai hari ini masih akurat.

Seakurat apa? Lihat ke atas, dan semua planet, bintang, matahari dan bulan berada di tempat yang tepat seperti seharusnya, meski jaraknya dikurangi dalam skala satu triliun, artinya 1mm dari langit-langit itu mewakili jarak satu juta km.

Jupiter butuh 12 tahun untuk mengelilingi matahari. Saturnus, 29 tahun. Uranus, Neptunus dan Plato tidak ada di sini karena planet-planet itu belum ditemukan saat Eisinga menyelesaikan model skala sistem tata surya yang dibangunnya pada 1781.

Meski begitu, ini menakjubkan: sebuah teater Barok bagi para pengamat bintang, menjadi perhiasan di ruang tamu dari rumah sederhana seorang penyisir wol yang hidup tak lama setelah Zaman Keemasan Belanda. Dan semuanya merupakan pencapaian yang tak terbayangkan mengingat Eisinga berhenti sekolah pada usia 12.

Bukan Hanya Restoran, di Eropa Juga Ada Museum Bawah Laut


Melancongyuk - Eropa ternyata memiliki beragam destinasi wisata khususnya di bawah laut. Selain restoran yang bakal mendunia, ada juga museum bawah laut pertama dibuat disana.

Museum yang diberi nama The Museo Atlantico ini diciptakan oleh pematung asal Inggris, Jason deCaires Taylor dan berada di Spanish Canary Islands, lepas pantai Lanzarote.

Patung yang dipajang dalam museum terbuat dari material ber-pH netral, sehingga tetap aman untuk kehidupan bawah laut. Selain sebagai pameran seni, patung-patung tersebut juga diciptakan sebagai implan terumbu karang buatan dalam skala besar.

Museum ini berada di kedalaman 14 meter dari atas permukaan laut. Para pengunjung dapat menjelajahinya dengan snorkeling dan scuba diving.

Walau cocok untuk didatangi keluarga, pengunjung tetap harus melihat aturan batasan usia yang berlaku dan memberitahu riwayat kesehatan sebelum menyelam.

"Saya harap The Museo Atlántico di Lanzarote ini menjadi pintu masuk menuju dunia yang lain. Selain itu, dapat memberikan penjelasan lebih baik tentang kehidupan bawah laut serta seberapa besar kita bergantung padanya," ujar deCaires Taylor.

Sekitar lebih dari 300 patung ada di The Museo Atlántico. Patung-patung ini menggambarkan situasi di pengungsian yang pernah ada di masyarakat Eropa.

Nah, bagi sahabat sporto yang suka traveling ke luar negeri khususnya ke Eropa, jangan lupa sempatkan diri untuk berkunjung ke museum ini. Rasakan sensasi berbeda saat melakukan snorkeling di bawah laut sambil melihat museum.